
Dengan gontai Laika memasuki rumahnya yang sudah sangat ramai, tiba-tiba pandangan tertuju pada Laika yang baru saja datang membuat para adik sepupunya yang masih balita berlarian menghampirinya dan langsung memeluknya erat.
"Astagfirullah! Kecekekkk tolongggg aduhhh sakit nih lepas dong"ucap Laika yang meronta-ronta minta di lepaskan tetapi mereka tidak mendengar ucapan Laika malah makin mengeratkan pelukannya, semua keluarga yang melihatnya pun tertawa.
"Huwaa mamaa tolong Laika lahh, Ferrelll tolong, Ehh Caca laknat tolongin gue nih kecekek, bang Cavinnn, kak Salsa ih tolonginnn, aduhh gak bisa nafas!!" semua tidak menggubris ucapan Laika melainkan tetap tertawa, sedangkan Ferrel yang merasa kasihan menatap Laika yang seperti orang sekarat pun langsung menolongnya dan membuat Laika langsung bernafas lega.
"Ahh kalian jahat Laika baru dateng udah di jailin aja"ucap Laika yang cemberut sambil berjalan menghampiri mereka semua dan menyalimi tangan oma, opa, tante Alana, om Erwin dan lain-lainnya.
"Sekali-sekali Lai kan lo jarang di jailin"ucap bang Cavin yang tertawa, Laika menatapnya kesal dan tak menggubris ucapan Cavin ia memilih duduk disebelah oma.
"Oma apa kabar?" oma Ranti tersenyum.
"Alhamdulillah baik Laii" Laika mengangguk-anggukan kepalanya.
"Nahh Laika mau nanya nih kenapa pada kesini? Tumben gak biasanya, ada acara apa emang?" Resya mendengar ucapan Laika pun membuka suaranya.
"Jadi besok kan Minggu nah kita mau kumpul-kumpul lagi nih pokoknya kita mau ngabisin waktu bareng-bareng besok" wajah Laika seketika berseri dan berlompat girang.
"Yeyyy!! Akhirnya kita kumpul lagiii!"pekiknya membuat semua tertawa melihat tingkah Laika yang seperti anak kecil.
...◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆...
"Woiii kebo bangunnn, lo emang yaa masih aja suka ngebo ini nih yang gue malesin, bangunin lo kek bangunin orang mati tau gak ihhh"ucap Ferrel yang mengucang-ngucangkan tubuh Laika, reaksi Laika yang hanya berdehem dan bepindah posisi sedikit membuat Ferrel menghela nafasnya dan menatapnya malas.
"Kalo nggak karena mama lo yang nyuruh gue bangunin lo gue mah ogah banget, Woiii Laikaaaa bangunn udah pagi disuruh sarapan terus kita mau mau bukit kalo lo gak mau bangun kita tinggal" Laika berdecak dan membuka matanya perlahan lalu duduk seraya mengucek-ngucek matanya.
"Iya gue bangun nihh, lo pergi sana gue mau mandi" Ferrel masih menatapnya malas.
"Jangan lama-lama lo, udah pada nungguin buat sarapan tuh dibawah, lo emang ya jadi cewek malesnya minta ampun pantesan aja jomblo mana ada cowok yang mau sama cewek males kayak elo" Laika malas mendengar ucapan Ferrel pun langsung menutup kedua telinganya rapat-rapat, Ferrel mengelus dadanya beberapa kali menahan sabarnya dengan Laika.
"Huhh untung gue sabar ya Lai"ucap Ferrel yang ingin berjalan keluar dari kamar Laika, Laika menatapnya malas.
"Berisik lo emang!" Laika langsung beranjak dari duduknya dan menutup pintu kamarnya saat melihat Ferrel yang berbalik ketika Laika membuka suaranya. Setelah itu ia langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak butuh waktu lama Laika sudah selesai mandi dan sudah berganti pakaian tidurnya menjadi pakaian biasa.
Tap..tap..tap..
Derap langkah kaki Laika terdengar sampai ke penjuru ruangan membuat semua orang yang berada di bawah sontak menatapnya.
"Eh Laika udah bangun, sarapan dulu Lai nanti kita mau ke bukit"ucap Lana Mamanya Ferrel, Laika tersenyum menanggapinya.
"Iya tante" Laika langsung duduk di meja makan untuk sarapan karena semua sudah sarapan alhasil Laika sarapan sendiri.
Skip...
__ADS_1
Mereka telah sampai di bukit yang mereka bilang tadi, entah kenapa Laika sangat senang jika ke bukit jadi mengingat saat masa kecil dulu, Laika sering sekali ke bukit dulu saat ia masih tinggal dibandung.
Laika merentangkan tangannya dan menghirup udara segar disana, ya walaupun sudah sedikit panas tapi tetaplah udaranya masih terasa sangat sejuk.
Mereka berjalan-jalan melihat pemandangan yang sangat lah indah, ke bukit adalah ciri khas keluarga mereka dulu entah kenapa sekarang jarang lagi mungkin karena banyak yang sibuk.
Tring!
Tring!
Laika mengambil ponselnya yang berbunyi disaku celananya dan langsung mengecek line yang masuk, ternyata itu dari Andira.
AndiraDean
Heh lo kemana? Gue sama yang lainnya abis dari rumah lo tapi katanya lo gak ada.
^^^Laika.A^^^
^^^Di bukit sama sekeluarga besar yang dibandung, ih kan kemaren gue udah bilang kalau sepupu gue pada dateng, besok aja deh kalo mau main maaf yaaa hehe^^^
AndiraDean
Eh iya gue lupa:v
Iya dehhh besok ajaa babai:*
^^^Laika.A^^^
Laika langsung menaruh ponselnya kembali saku celananya dan langsung berlari berkumpul dengan lainnya yang sudah duduk.
"Kapan-kapan main kebandung la Lai"ucap Calvin yang tiba-tiba duduk disebelah Laika yang membuatnya sontak menoleh.
"Pastilah lah bang, nanti ya kalo libur baru deh bisa" Calvin tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Gimana sekolah?"
"Alhamdulillah baik bang, abang gimana kuliahnya?"
"Baik juga" Laika mengangguk-anggukan kepalanya.
"Abis ini kita kemana?"tanya Laika membuat Calvin berpikir sejenak.
"Pulang, tapi dirumah lo kita barbeque an sampe malem" Laika hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
Setelah merasa puas bermain-main dibukit akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Laika karena mereka akan Barbequean nanti sampai malam.
__ADS_1
...◇◆◇◆◇◆◇◆...
Dengan wajah lesunya Laika mengipas-ngipaskan jagung bakarnya, Ferrel yang melihatnya pun menggelengkan kepalanya. Mereka tengah melakukan hal tersebut di halaman belakang rumah dekat kolam renang, dan semua pun sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
"Woii lo lemes banget kayaknya, kenapa?" Laika menoleh lalu menggelengkan kepalanya.
"Gue ngantuk, gak tau kenapa lemes aja gitu, besok sekolah lagi upacara juga aduhh"ngeluhnya membuat Ferrel terkekeh.
"Yaudah lo tidur aja jugaan pada banyak yang udah makan itu biar gue aja yang ngipasin, gue rada kasian sama lo, soalnya muka lo kayak orang yang gak pernah makan selama dua tahun, melas banget gila" Laika yang baru saja beranjak pun menatapnya dasar.
"Ngeselin lo ah!"ucap Laika yang kesal dan langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya, ia duduk disebelah Acha yang sedang memainkan ponselnya.
"Masih suka aja main mobile legend" Acha langsung menoleh ke arah Laika sambil menyengir.
"Salahin bang Ferrel tuh kak dia yang ngajarin aku main ya jadi ketagihan deh" Laika menggelengkan kepalanya.
"Serah deh ya wkwk, Caa lo kenapa gak pindah ke jakarta aja sekolah nya biar gue ada temennya"
Acha terkekeh.
"Mama gak ijinin kak kalo diijinin udah dari dulu aku sekolah Jakarta bareng kak Laika" Laika mengangguk-anggukkan kepalanya, ia mengambil ponselnya dan membuka aplikasi instagram saat melihat ada notif masuk seketika ia mendelik dan menjerit kaget.
Mervin.alvero mengikuti anda.
Mervin.alvero menyukai kiriman anda.
Laika menganga melihat notif tersebut, bisa dibilang Laika jarang membuka instagramnya paling kalo buka cuman liat explore bentar trus udah gitu aja. Dengan cepat Laika langsung memfollback akun Mervin dan mengelike semua kirimannya. Setelah selesai ia pun menglockscreen ponselnya dan menyender ke sofa. Laika menyengir saat Acha menatapnya bingung.
"Lo kenapa dah kak kayak orang kesambet"ucap Acha tiba-tiba membuat Laika reflek menggelengkan kepalanya.
"Ha? Eng..nggak kok Ca gak papa" Laika menatap ke arah televisi ia memilih untuk menonton televisi sejenak, setelah itu ia baru akan ke kamarnya untuk tidur karena besok adalah hari senin dan sialnya lagi disambut dengan upacaran bendera.
.
.
.
.
.
.
...○•Bersambung•○...
__ADS_1
jangan lupa vote+komennyaa;))