Es Balok

Es Balok
9. Galih Atau Mervin.


__ADS_3

Budidayakan vote sebelum membaca karena satu vote sangat berarti trimakasih:)


.


.


Happy Reading..


...*****...


Laika tengah bersiap-siap dengan pakaian sekolah dan atribut lainnya yang di butuhkan ini masih sangat pagi Laika memang sengaja datang pagi karena ada tugas yang belum ia selesaikan.


Tap..tap..tap..


Derap langkah sepatu Laika terdengar oleh seisi rumah membuat Resya menoleh menatap Laika.


"Tumben pagi-pagi udah siap?"tanya Resya, Laika hanya tersenyum menanggapinya.


"Iya ma ada tugas yang Laika belum selesaiin"ucap Laika membuat Resya hanya meng'oh'kan saja.


"Padahal baru aja mama mau bangunin kamu eh ternyata udah bangun udah siap malah"ucap Resya sambil terkekeh.


"Yaudah Laika berangkat dulu ya ma" ucap Laika sambil menyalimi tangan mamanya dan mencium pipi Resya.


"Sarapan dulu Lai"


"Disekolah aja Ma Laika lagi buru-buru nanti keburu kesiangan"


"Yaudah kamu hati-hati yaa" Laika hanya menganggukkan kepalanya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


...♡♡♡...


Laika melangkahkan kakinya melewati koridor yang masih sepi saat sudah berada di kelasnya Laika langsung duduk dibangkunya dan membuka buku tugas yang belum ia selesaikan.


Tiba-tiba ada yang mendobrak pintu kelasnya membuat ia tersentak dan menatap orang itu tajam ternyata Zahra pelakunya ia hanya menyengir ketika melihat tatapan Laika, entah kenapa Laika melihat Zahra yang sangat bersemangat dan ceria hari ini sampai buka pintu saja seperti itu.


"Kalo buka pintu biasa aja bisa gak si, lo bikin gue jantungan Raa"ucap Laika, Zahra hanya menyengir.


"Maaf yaa gue cuman lagi seneng aja hehe gue sengaja dateng pagi karena gue juga tau lo dateng pagi Lai jadi gue pengen ceritaaa"ucapnya yang semangat, Laika memutarkan bola matanya malas.


"Gue lagi buat tugas, emang tugas lo udah selesai" Zahra menggeleng.


"Nah maka dari itu gue cerita sambil nyalin tugas lo" Zahra menyengir menatap Laika yang sedang menggelengkan kepalanya.


Zahra membuka buku tulisnya dan mulai menyalin tugas Laika.


"Jadi tuh ceritanya waktu pulang sekolah hadphone gue bunyi Lai ya gue kira itu lo atau Dira ngeline gue nah pas gue cek gue kaget bener-bener kaget kak Naren ngeline gue terus tiba-tiba ngajakin makan siang dikantin OMG!! Laii gue harus gimana jantung gue gak ke kontrol lagi dan gue belum jawab ajakannya gue bingunggg" Laika mendelik.


"Wahhh kak Naren gentle juga wkwk terima aja kali Ra jarang-jarang"


"Tapii kan yang baru tau gue deket sama kak Naren cuman elo gimana kalo Dira sama Calista tau nanti dia marah lagi ke gue gara-gara gak gue kasi tauu"

__ADS_1


"Lo gak usah pikirin mereka, mereka pasti ngertiin lo kok udah lo gak usah ambil pusing gue tau lo pengen banget makan bareng satu meja berdua sama kak Naren"goda Laika sambil tertawa, seketika Zahra langsung cemberut.


"Yaudah deh"


"Ra gue juga mau cerita tapi gue bingung banget"-


"Bingung kenapa lo?"


"Jadi kemaren pas gue baru bangun tidur kak Galih sama es balok ngeline gue dan mereka berdua ngajakin gue pulang bareng astagaaa kenapa bisa samaan sih? Dan kenapa harus gue? Aaaa Ra gue bingung bangett harus gimana, si es balok maksa gue kalo kak Galih sih gak maksa tapi yaa gue gak enak aja" sekarang Zahra yang mendelik mendengar perkataan Laika.


"Gue rasa mereka berdua suka deh sama lo, tapi menurut gue terserah lo aja sih Lai tapi juga kalo gue jadi lo bingung juga hehe eumm mending gak usah deh lo pilih" Laika memutarkan bola matanya.


"Ucapan lo buat gue jadi bingung" Zahra menghela nafas.


"Yaudah kalo itu terserah lo aja Laii" ucap Zahra seraya melanjutkan menulis tugasnya.


Dengan rusuh Fahri datang membuat Zahra dan Laika terkaget.


Laika menghembuskan nafasnya.


"Gak Zahra gak Fahri buka pintu gak ada yang bisa pelan" Laika menatapnya datar Fahri hanya menyengir.


"Maaf Lai ya gue heboh aja karena tugas gue belum selesai" Zahra memutarkan bola matanya malas, Fahri ini ketua kelas di kelas Laika dia orangnya tegas tapi ya gitu suka buat tugas disekolah dan nyalin punya Laika:v


"Kalau lo ambil tugas Laika gue bacok lo, tunggu gue sampai selesai dulu baru boleh"ucap Zahra yang sangar.


"Waduh iya Ra santai napa ngegas banget"


Skip..


Bel isirahat pertama berbunyi semua berhamburan menuju kantin untuk mengisi perutnya, masalah Zahra yang makan bareng dikantin Andira dan Calista sudah tau Laika yang memberi tahunya seketika mereka berdua heboh sekali.


"Eh Lai Zahranya mana?" Laika berhenti sejenak, kemudian ia kembali masuk ke kelasnya dan memanggil Zahra.


Saat Zahra keluar Laika dan lainnya melihat jelas ia ditarik oleh Naren, Laika hanya menggelengkan kepalanya.


"Lo berdua kantin gak?" Serempak mereka berdua menggelengkan kepalanya.


"Oh yaudah sama gue juga gak mau ke kantin"ucap Laika sambil duduk dibangkunya dan membaca novelnya.


...~~~~...


"Lai gue duluan ya"ucap Zahra diikuti Andira dan Calista, Laika yang sedang membereskan bukunya yang berada di meja pun menoleh.


"Iya kalian hati-hati yaa"


"Lo juga Laii" mereka pun mulai menjauh dan meninggalkan kelas, Laika menggendong tas ranselnya sembari menghembuskan nafasnya dengan perlahan ia berjalan menuju parkiran Laika tersentak menatap Galih dan Mervin yang telah menunggunya di parkiran dengan cuek Laika melewati mereka tanpa menoleh tiba-tiba mereka mencegatnya.


"Lo jadi kan pulang sama gue?"tanya Galih dengan wajah tenang, Laika hanya tersenyum tipis kemudian ia menatap Mervin yang sedang menatapnya dingin.


"Lo pulang sama gue sekarang" nadanya seperti memerintah Laika hanya menghela nafasnya.


"Sorry, tapi gue bisa pulang sendiri soalnya gue ada urusan yang harus gue selesain hemm mungkin lain kali dan makasi buat tawarannya" Laika tersenyum seraya berjalan meninggalkan mereka berdua tetapi Mervin menahannya tidak dengan Galih yang menatapnya pasrah.


"Gak bisa lo harus pulang sama gue sekarang" nadanya agak tegas Laika berdecak ia menepis tangan Mervin yang memegang pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Lo gak ada berhak buat ngatur-ngatur gue lagian lo bukan siapa-siapa gue, dan gue lagi buru-buru gue lagi ada urusan jadi lo gak usah maksa-maksa, gue gak suka dipaksa asal lo tau" Laika langsung meninggalkan Mervin yang masih menatapnya dingin, Laika langsung memasuki mobilnya yang tepat berada di depannya, soal dia ada urusan itu dia sebenarnya berbohong, itu hanyalah alibinya agar Laika tidak pulang bareng mereka karena Laika bingung harus memilih siapa.


Laika mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu kepada Galih ia merasa bersalah padanya padahal ia sudah baik pada Laika.


^^^LaikaA.^^^


^^^Maafin gue kak gue gak bisa pulang sama lo, lo bisa ngerti kan? Gimana kalo lain kali? Gue janji deh kak^^^


GalihP.


It's okey Lai gue ngerti dan gue juga gak bisa maksa itu hak lo, iya lain kali ya Lai lo hati-hati dijalan


^^^LaikaA.^^^


^^^Thanks kak, iya lo juga hati-hati ya:)^^^


Laika langsung menaruh ponselnya di saku roknya Galih begitu baik padanya entahlah beda dengan Mervin yang seenak jidat memaksa kehendak Laika.


Brak..


Laika keluar dari mobil dan langsung memasuki rumahnya ia menatap papanya yang sedang berbicara dengan mama nya di ruang tamu.


"Assalamualaikum" mereka berdua langsung menoleh ke arah Laika sambil tersenyum.


"Waalaikumsalam"


"Tumben papa ada dirumah? Pekerjaan papa udah selesai?" Refand menatap Laika sambil tersenyum.


"Udah Lai pekerjaan papa udah selesai" Laika duduk di sebelah Refand.


"Gimana sama sekolah kamu Lai?"


"Baik kok pa" Refand hanya menganggukkan sambil tersenyum ke arah putrinya.


"Laika ke atas dulu ya ma pa"Laika beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.


Brak..


Laika menutup pintu kamarnya ia langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur empuk miliknya.


"Gue gak habis fikir sama mereka berdua kenapa harus barengan gitu dan kenapa yang diajakin harus gue gitu"gumam Laika sembari menatap langit-langit kamarnya


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


jangan lupa vote ***dan komennyaaa


to be continued***..


__ADS_2