
Laika berjalan melewati koridor yang ramai semua mata tertuju padanya apalagi kaum adam, ia mendengar celotehannya banyak yang mengangguminya, Laika tersenyum ke arah mereka supaya tidak terkesan sombong.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya seketika Laika langsung menoleh mendapati ketiga temannya sedang nyengir, Laika menghela nafasnya Laika kira siapa yang menepuk pundaknya.
"Kalian ini bikin gue kaget aja"ucap Laika dengan wajah datarnya.
"Maaf Lai yaudah yuk kelas"ucap Andira sambil menarik pergelangan tangan Laika dengan semangat, entahlah dari kita berempat hanya Andira yang terlalu bersemangat masuk sekolah baru mungkin saja ia ingin melihat senior-seniornya.
Sesampai di kelas Laika menaruh tasnya di sebelah Zahra kemudian Laika duduk sambil membaca novelnya ia tidak menerima ajakan Andira yang ingin berkeliling di sekolah ini Laika merasa risih jika diliatin seperti itu makanya ia lebih memilih untuk diam di kelas membaca novel.
"Lai mau ikut keluar gak?"tawar Zahra, Laika yang ingin mengatakan iya pun tidak jadi karena ia ingat bahwa ia tidak ingin bertemu dengan es balok itu, Laika pun menggelengkan kepalanya.
"Yaudah lo jangan kemana-mana ya tunggu bentaran aja, lo mau nitip gak?"tanya Calista.
"Gak deh gue lagi gak pengen makan apa" mereka bertiga menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju kantin karena mereka sedang tidak ada pelajaran makanya mereka diperbolehkan untuk ke kantin.
Tiba-tiba ada perempuan yang duduk di sebelah Laika sambil tersenyum.
"Haii"sapanya membuat Laika menoleh dan tersenyum.
"Tadi itu temen-temen lo?" Laika hanya menganggukkan kepalanya jika dengan orang yang ia kenal ia agak cuek.
"Oh iya gue Rana kalo lo siapa?"
"Laika"ucap Laika sambil tersenyum tipis, Rana hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja.
"Banyak yang bilang lo lagi deket sama kak Galih, lo pacaran sama dia?" Laika mendelik dengan cepat ia menggelengkan kepalanya.
"Denger darimana gosip gituan?"
"Gue denger setiap gue jalan ngelewatin koridor aja" Laika hanya meng'oh'kan saja.
Rana beranjak dari bangku Zahra.
"Lai gue keluar dulu ya seneng bisa kenalan sama lo"ucap Rana sambil tersenyum manis. Laika hanya menganggukkan kepalanya, dan Rana mulai berjalan keluar Laika bingung kenapa bisa perempuan itu ingin berkenalan dengannya padahal ia tidak kenal dengannya dan lebih tepatnya dia bukan anak kelas ini Laika tidak peduli ia melanjutkan membaca novelnya.
Tiba-tiba temannya datang menghampirinya sambil mengatur nafasnya Laika berfikir jika mereka pasti habis berlarian.
"Lai lo dipanggil kak Mervin lo disuruh ke ruangan Osis" Laika menegang baru saja ia bersumpah tidak akan bertemu dengan es balok itu tetapi gagal.
"Kenapa?"
"Tinggal lo aja yang belum isi formulir ekstrakurikuler Lai" Laika mendelik.
"Lha trus kalian?"
"Udah tadian"ucap Andira
"Kenapa gak ngajak gue sih"ucap Laika yang kesal dengan ketiga temannya.
"Tadi gue ajakin gak mau, lagian kita juga gak tau tiba-tiba aja waktu mau ke kantin kita dipanggil sama kak Nasya disuruh isi formulir ekstrakurikuler nah tinggal lo yang belum Lai" Laika menghembuskan nafas kasar ia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kelas menuju ruang osis.
Didalam hatinya ia terus mengumpat ia begitu kesal dengan ketiga sahabatnya dan ia juga kesal kenapa ia harus bertemu dengan es balok lagi. Dengan perlahan Laika membuka knop pintu ia menatap sekeliling hanya ada Mervin yang tengah merapikan kertas-kertas, sepertinya ia tidak sadar dengan kedatangan Laika, Laika mencoba untuk menghela nafas sejenak.
"Ada apa kak?"tanya Laika pelan, dengan reflek Mervin menoleh ke arahnya.
"Cuma lo doang yang belum ngisi formulir ekstrakurikuler nih isi dulu" Laika mengambil kertas yang diberikan Mervin kemudian ia mengisi formulir tersebut ia merasa jika Mervin menatapnya yang sedang mengisi formulir itu.
__ADS_1
"Lo bisa main basket?"tanya Mervin yang agak terkejut, iya Laika memang hobi bermain basket ia sangat jago sewaktu SMP ia juga selalu dikirim untuk mewakilkan sekolahnya Laika menatap Mervin malas ia terlalu meremehkan kemampuan Laika.
"Lo ngeremehin gue?" Mervin menatap Laika datar.
"Ya aneh aja cewek ceroboh kayak lo bisa main beginian" Laika menggeram kesal Mervin selalu membuat Laika naik darah dengan perasaan kesal ia menyerahkan formulir tersebut ke Mervin lalu tanpa mengucapkan sepatah kata ia berjalan keluar dari ruang osis tapi Mervin menarik tangannya membuat Laika tersentak Mervin dan Laika saling tatap agak lama, setelah sadar mereka mengalihkan pandangannya dan Mervin melepas tangannya.
"Nanti siang lo temenin gue makan" ucapan itu membuat Laika mendelik kaget bagaimana bisa Mervin mengajaknya makan bareng dikantin apa mungkin dia salah orang.
"Gue ada tugas"
"Gue liat tadi gak ada guru sama sekali yang masuk ke kelas lo jadi lo gak usah bohong" skakmat. Laika berdecak sebal.
"Kenapa harus gue sih"pekiknya yang kesal.
"Gue gak nerima penolakan dari lo, nanti gue ke kelas lo, awas aja lo sampai kabur"ucap Mervin, Laika menahan emosinya ia langsung berlari menuju kelasnya gila saja padahal mereka jika bertemu selalu saja ribut tetapi entah karena apa hari ini Mervin mengajaknya makan bareng di kantin. Oh My God.
Sesampai di kelas ia tidak sama sekali mau ngomong pikirannya kemana-mana entah apa yang ia harus lakukan perkataan Mervin terngiang-ngiang dipikirannya.
"Lo kenapa Lai?" Laika menggelengkan kepalanya, dalam hatinya harus kah ia bilang kepada temannya bahwa Mervin mengajaknya makan siang bareng dikantin? Atau tidak. Ah sebaiknya ia memberitahu temannya saja.
"Gue mau kasih tau sesuatu tapi kalian harus janji jangan teriak ataupun kaget ya gue sih awalnya juga gak percaya"ucapan Laika membuat ketiganya menatap nya serius.
"Emang apaan?"tanya Andira.
"Iya kita janji gak akan teriak"ucap Calista, Laika menghembuskan nafasnya.
"Tadi waktu gue ke ruang osis ngisi formulir kak Mervin ngajakin gue makan bareng nanti dikantin, ya serius aja lah masa dia ngajakin gue"ucapan Laika membuat ketiga nya mendelik kaget.
"Seriusan lo Lai?"tanya Andira, Laika menganggukkan kepalanya.
"Terus gue harus gimana ini"ucapnya, ketiga temannya tampak berpikir.
"Gak usah pikir banyak toh jugaan kalo lo gak mau ka Mervin tetep maksa"ucapan Calista membuat mereka menoleh.
"Lo tau dari mana Lis?"
Calista menaikkan kedua bahunya.
"Firasat doang"
"Lai ada yang nyariin tuh"ucap teman sekelasnya membuat Laika mendelik.
"Aduhh eh bilang aja gue lagi kemana gitu"
"Ee tapi-"ucapan nya terpotong oleh Laika.
"Udah bilang aja gue kemana gitu pergi atau kemana gitu"
Tiba-tiba muncul Galih yang membuat Laika menganga diikuti temannya.
"Lo gak mau ketemu gue Lai?' Laika kicep ia beranjak dari duduknya dan menghampiri Galih.
"Lo kenapa gak bilang sih kalo yang dateng itu kak Galih" perempuan itu berdecak sebal.
"Dari tadi gue udah mau kasih tau tapi lo nya yang potong-potong" Laika menyengir ia langsung menghampiri Galih.
"Ada apa kak?"
__ADS_1
"Nanti lo bisa gak temenin gue makan di kantin?" Laika tersentak ia bingung harus bicara apa.
"Emm.. maaf kak tapi kak Mervin udah ngajakin gue"ucapan Laika membuat Galih mengerutkan keningnya, Galih sangat bingung dari dulu Mervin tidak bersikap seperti itu kepada perempuan entahlah ada Laika ia mulai berubah Galih curiga bahwa Mervin mempunyai perasaan lebih pada Laika.
"Oh oke deh Lai lain kali ya" Laika hanya menganggukkan kepalanya dan Galih pun berjalan pergi saat dia berjalan melewati koridor ia masih memikirkan tentang Mervin mengapa Mervin mengajak Laika makan dikantin? Sedangkan Mervin anti banget sama cewek dan apalagi Laika gak pernah cerita kalo mereka ada hubungan sodara.
Laika yang ingin masuk ke kelas pun tiba-tiba ada yang menarik tangannya saat Laika melihat siapa pelakunya ia langsung tersentak ternyata itu Mervin, padahal Laika berniat untuk kabur ia tidak tahu harus bagaimana lagi Mervin masih memegang tangannya yang membuat Laika berhenti nafas sejenak.
"Lo mau kemana?"
"Ee..ke..ke kelas lah"ucap Laika yang terbata-bata, satu kelas menatap mereka berdua dengan tatapan tidak percaya, termasuk ketiga sahabatnya Laika yakin pasti dia akan menjadi trending topik Laika menghembuskan nafasnya.
"Temenin gue makan"ucap Mervin seraya menarik tangan Laika, Laika hanya diam ia tidak bisa berbuat apa dalam hatinya ia berkata kenapa sikap Mervin beda saat MOS kemaren?.
Laika tertegun menatap kantin yang sudah ramai kebanyakan senior yang disana saat Laika dan Mervin memasuki kantin mereka langsung menatapnya Laika melirik Mervin yang menatapnya cuek, Laika takut dijadikan bahan pembullyan seniornya yang diketahui penggemar Mervin sangat banyak ya seperti masa lalu Mervin.
"Kak gue takut"ujar Laika pelan, Mervin menatap Laika sambil mengerutkan keningnya Mervin langsung menatap mereka yang sedang menatap Laika apalagi segerombolan perempuan.
Mervin menghela nafas.
"Lo bisa kan bersikap cuek?"ucapan Mervin tersebut membuat Laika terpaku, Laika menunduk mengikuti langkah Mervin yang memilih duduk di pojokan.
Laika duduk di depan Mervin dan menatapnya.
"Kenapa disini sih?" Mervin menatap Laika malas.
"Gue cuman gaknsuka lo diliatin kaya tadi" ucapan Mervin barusan membuat Laika mendelik, Laika benar benar tidak percaya dengan perkataan Mervin barusan.
"Lo mau makan gak?" Laika menggelengkan kepalanya Mervin menatapnya entah kenapa saat berada di dekat Mervin ia hanya bisa terdiam.
"Gue tau lo belum makan, apa perlu gue suapin?"dengan cepat Laika menggelengkan kepalanya.
"Gak usah kak dirumah gue udah makan" Laika menatap Mervin yang mulai memakan-makanannya yang tadi dipesankan oleh salah satu temannya Laika mengambil ponselnya dan memainkannya saat Laika sibuk mengutak-atik ponselnya Mervin meliriknya sebentar sambil tersenyum tipis sangat tipis.
Mervin mengambil ponsel Laika dan menaruhnya di saku celananya yang membuat Laika menatapnya geram.
"Ngapain si lo! Gak sopan banget"ujar Laika yang kesal Mervin tetap menikmati makanannya tanpa menoleh Laika berdecak ia sangat geram pada Mervin.
"Kembaliin handphone guee"pekik Laika, Mervin tetap diam.
"Lo yang gak sopan orang lagi makan malah maen handphone"ucapnya juga yang kesal.
"Lah yang makan kan bukan gue jadi apa masalahnya?"ucapan Laika membuat Mervin menatapnya datar.
"Gue kembaliin kalo gue udah selesai makan lo tunggu aja"
.
.
.
.
Bersambung...
Heii ingett ya vote+ komennya wkwk tengkyuuu...
__ADS_1