Es Balok

Es Balok
13. Trending Topik


__ADS_3

Kedekatan Naren dengan Zahra menjadi trending topik di SMA Mentari, banyak yang bergosip ria dengan kedekatan mereka apalagi Andira yang sangat heboh ketika mendengar gosip itu saat dia melewati koridor.


"Ehh gilaa lo makin deket gak bilang-bilang yaaa, jangan lupa aja pj nya kalo udah jadian" Zahra hanya menutup kedua telinganya ia tidak ingin mendengar ocehan dari Andira dan Calista sedari tadi, ia berharap Laika cepat datang agar bisa mengalihkan pembicaraannya saat ini.


"Udahh gue gak mau denger lagiii"ucap Zahra yang agak keras, tiba-tiba pintu kelas terbuka menampakkan wajah Laika, membuat Zahra dengan cepat menghampirinya.


"Laii lo lama banget sih datengnya gue bosen tau denger ocehan mereka berdua ten-"ucapan Zahra terpotong saat Laika membuka suaranya.


"Itu kenapa si semua pada gosipin lo sama kak Naren? Emang udah jadian? Kok lo gak kasih tau gue" seketika Zahra langsung menutup kedua telinganya seperti tadi ia kira Laika tidak akan membahasnya tapi sama saja dengan Andira dan Calista.


"Haaa udah napa Lai gue capek dengernyaaa" Laika terkekeh.


"Nah itu gak enaknya deket sama most wanted Ra jadi lo harus belajar gak peduli sama omongan mereka" Zahra cemberut.


"Udah gue usahain tapi ya masa mereka makin ganas ngomongin gue saat gue ngelewatin koridor, gila parah banget terus ya masa ada yang bilang gue cewek gak bener terus dibilang murahan, dan mereka bilang kenapa kak Naren mau sama gue nyesek banget tau Lai" Laika mendelik.


"Siapa yang ngomongin lo kayak gitu sini biar gue jotos satu-satu tuh mulut" Andira seketika merangkul Laika.


"Widihh emang the best nih Laika wkwk" Laika menatap Andira yang gajelas.


"Tolongin guee Lai gue gak tau lagi gimana caranya buat ngehadepin mereka semua banyangin aja satu sekolah ngomonginnya itu mulu"


"Gila sih parah, ini baru kak Naren belum aja tuh kak Mervin gimana dah"ucap Calista.


"Nanti kantinnya bareng aja ya sama gengnya ka Naren biar lo Ra merasa ada yang jagain dan gak bakalan ada yang berani ngapain lo"ucap Andira membuat Laika mendelik.


"Heh enggak-enggakkk!! Gak mau gue ketemu Mervin"ucapnya yang kesal membuat Andira menatap Laika malas.


"Untuk sekarang Lai utamain masalah Zahra dulu kasian tau masa lo tega dia di omongin satu sekolah, lo gak usah pikirin yang lain dulu"ucap Andira membuat Laika menghembuskan nafasnya.


"Yaudah iya"


****


Bel istirahat pertama berbunyi semua murid pun berhamburan menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah berdemo sedari tadi, termasuk Laika, Zahra, Andira dan Calista mereka berjalan menuju kantin yang ramai terkadang ada yang menatap sinis Zahra namun Zahra tak peduli, Andira yang sedang mengedarkan pandangannya mencari geng terkenal di sekolah ini pun akhirnya ketemu.


Andira menarik tangan teman-temannya dan mereka hanya menurut, setelah sampai di depan meja sang geng terkenal Andira membuka suaranya.


"Kak Naren kita boleh gabung gak, gue cuman takut Zahra kenapa-napa atas apa yang mereka gosipin tentang kalian berdua" Naren dan lainnya menoleh termasuk Mervin yang tumben mau nimbrung sesekali melirik Laika yang sedang memandang ke arah lain.


Naren tersenyum apalagi ke arah Zahra yang membuatnya membalas senyumannya.


"Duduk aja jugaan masih banyak yang kosong" mereka berempat langsung duduk yang posisinya Seperti ini


Naren   Daniel   Mervin  Galih


_________meja_________________


Zahra    Andira   Laika   Calista


Ngerti kan? Ngertiin aja lah:v

__ADS_1


"Kalian mau makan apa biar Daniel sekalian pesenin"tanya Naren.


"Samain aja kak biar cepet" Laika langsung membuka suara.


"Eh gue gak ya kak udah kenyang" Galih reflek menatap Laika.


"Emang lo makan apaan? Perasaan gak ada yang lo makan deh tadi"ucap Galih membuat Laika menyengir.


"Gak laper aja, kak Naren Laika ngga ya" Mervin sedari tadi menatap Laika pun mengangkat sebelah alisnya.


"Nih makan pesenan gue" Mervin mendorong pesanan yang ia pesan sendiri ke arah Laika, dengan cepat Laika menggelengkan kepalanya.


"Gue tau lo belum makan gak usah sok-sok an lagian gue juga belum makan kok"ucap Mervin dengan wajah datarnya.


"Apasih udah gue bilang kalo gue gak suka di paksa"ucap Laika yang agak keras membuat beberapa orang di kantin menoleh.


"Udah udah jangan berantem ah yaudah gue pesen dulu" Daniel langsung berjalan pergi dan segera memesan makanan, Laika menatap Galih yang sedang memainkan ponselnya pun menghela nafas.


"Ra lo gak usah dengerin apa yang mereka omongin ke elo, lo gak ada salah sama sekali justru gue yang udah buat lo jadi digosipin lo tenang aja selama ada gue lo gak akan kenapa-napa"ucap Naren yang pelan namun didengar Zahra hanya Zahra, Zahra pun tersenyum mendengar suara tulus Naren.


"Iya Kak makasi ya" Naren hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan.


Entah kenapa Laika menatap Mervin yang sedang memakan makanannya yang tadi ia berikan untuk Laika, Laika tersenyum tipis sangat tipis.


'Coba gak songong gue pasti tertarik, kalo diliat-liat es balok ganteng juga'batin Laika.


Galih yang memperhatikan gerak-gerik Laika pun hanya tersenyum kecut, ia tau sampai kapan pun hati Laika tidak untuknya ya walaupun Laika bilang kalau dia tidak menyukai Mervin tapi Galih yakin bahwa Laika sepenuhnya akan menyukai Mervin tidak menyukainya.


Mervin merasa seperti perhatikan oleh Laika saat dia makan tetapi ia hanya diam entah kenapa Mervin suka saat Laika menatap serius saat Mervin sedang makan, tetapi tidak lama kemudian pandangan mereka bertemu dan setelah itu dengan cepat Laika mengalihkan padangannya ke arah lain.


"Bisa kak ngomong aja"


"Tapi gak disini ayo ikut gue"ucap Galih yang memegang pergelangan tangan Laika.


"Guys gue minjem Laika bentar dulu ya nanti gue balik lagi" Mervin menahannya.


"Kalo ngomong bisa disini kali gak usah jauh-jauh jugaan kita gak ember"celetuknya tetapi pandangannya masih fokus ke makanannya, serempak Galih dan Laika menatapnya bingung.


"Santai Vin bentar doang ntar gue juga balik lagi" ucap Galih yang mulai berjalan beriringan bersama Laika.


"Emang kak Galih mau ngomong apa?" Laika yang membuka suara membuat Galih menatapnya.


"Besok malemnya gue mau ngajakin lo makan, bisa gak?" Laika mengerutkan keningnya.


"Tumbenan"


"Ya gak papa sih pengen aja, lo bisa gak?"


Laika menganggukkan kepalanya.


"Bisa kok kak" Galih tersenyum senang.

__ADS_1


"Oke deh besok jam 7 gue jemput, emm dandan yang cantik ya" Laika hanya tersenyum malu, sedangkan Galih terkekeh melihat wajah Laika yang sangat gemas.


"Nanti pulang sama siapa?"tanya Galih.


"Dijemput mama kak" Galih hanya meng'oh'kan saja.


Setelah mereka asik mengobrol dan bercanda ria akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kelas karena sebentar lagi bel masuk berbunyi.


Mereka berjalan beriringan melewati koridor, semua mata menatap dua orang ini dengan tatapan iri entah kenapa Laika sangat beruntung bisa dekat dengan salah satu geng terkenal di SMA Mentari, Laika pun hanya tersenyum sebagai balasannya.


"Yaudah Lai belajar yang bener ya gue ke kelas dulu kalo bisa si sampai rumah kabarin gue"ucap Galih sambil terkekeh membuat Laika ikut terkekeh.


"Hem iya kak makasi ya" setelah Galih meninggalkan kelasnya, Laika membalikkan tubuhnya dan berjalan memasuki kelasnya.


"Aciee yang deket sama waketos nih"goda Andira seraya tertawa diikuti oleh Calista.


"Ditunggu pjnya mba"ucap Calista membuat Laika menatap mereka malas.


"Kalian gak punya kerjaan lain apa? Selain ngegodain orang?"


"Enggak!"ucap mereka berdua dengan serempak, Laika hanya menghela nafasnya dan langsung duduk di bangkunya tersebut.


"Zahra mana?"


"Biasaaa sama kak Naren emang bucin tu anak sekarang" ucap Andira membuat Calista tertawa.


"Ada-ada aja si Dira nih kalo ngomong"ucap Laika yang terkekeh seraya menggelengkan kepalanya.


...¤¤¤¤...


Bel pulang sudah sedari tadi berbunyi Laika yang tengah mencari keberadaan Mervin karna ia ingin mengembalikan buku yang emang miliknya ia sangat kesal kepada Mervin karena telah mengerjainya ia menatap Mervin yang berjalan bersama Daniel setelah itu mereka berjalan berlawanan arah dan Laika pun menghampirinya.


"Nih buku lo, isi ngerjain gue lagi pake bilang bukan buku lo untung gue gak jadi malunya"semprot Laika yang kesal, Mervin menatpnya dengan menaikkan satu alisnya.


"Emang bukan buku gue"ujar Mervin yang santai membuat Laika mendelik.


"Bukan buku gue gimana jelas-jelas ini nama lo, nih!!"pekiknya yang mulai geram seraya menyerahkan bukunya ke arah Mervin tapi tetap ia enggan mengambil buku tersebut.


"Lo bawa aja dulu gue mager buka tas lagi" Laika mulai geram.


"Enggakkk!!! Nih bawaaaa!!"pekiknya kesal seraya menaruh paksa buku itu di tangannya, setelah itu ia membalikkan badan menuju supirnya yang sudah menunggu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


tbc..


jangan lupa vote terlebih dahulu sebelum membaca ya hehe...


__ADS_2