
Acara kemah diadakan hari ini ya sebagai kegiatan jeda semester membuat yang wajib ikut hanyalah kelas 10 dan kelas 12, Laika menghela nafasnya sambil menutup tasnya. Lagi-lagi ia harus melihat Mervin dan Gladys, kalau saja acara ini tidak di wajibnya lebih baik Laika memilih untuk tidak ikut, kalau sudah seperti ini bagaimana cara Laika agar menjauh? Bagaimana bisa Laika untuk melupakannya? Laika benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi.
Setelah di rasanya semua sudah siap, Laika membawa tas besar nya itu ke bawah karena takut kesiangan ia segera berangkat ke sekolahannya.
Tak butuh waktu lama Laika telah sampai di sekolah nya yang sudah sangat ramai dengan beberapa bus sudah ada di depan sekolahnya membuat Laika langsung turun dari mobilnya dan membawa tas besarnya itu, pandangan Laika menatap ke segala arah karena ia mencari keberadaan sahabatnya itu, dan ya ia melihat ketiga sahabatnya yang tengah melambaikan tangannya membuat Laika langsung menghampiri mereka.
********
Tak lama kemudian mereka telah sampai di bumi perkemahan membuat mereka langsung menyebar, mereka harus membuat tenda terlebih dahulu baru boleh beristirahat. Saat ia tengah sibuk membangun tenda dengan ketiga sahabatnya, pandangan Laika tertuju pada Mervin yang sedang membantu Gladys membangun tenda, itu membuat Laika harus menahan sakit hatinya ia mencoba untuk tak menghiraukan mereka pun rasanya tak bisa, mereka berdua sangat menganggu Laika saat ini. Ia mencoba untuk mengalihkan padangan nya ke arah tenda nya sendiri. Sementara itu Galih menghampiri mereka berempat membuat mereka sontak menoleh.
"Mau gue bantuin gak?"tanyanya membuat Laika menggelengkan kepalanya.
"Gak usah deh kak kita bangunin sendiri aja"tolak Laika lembut membuat Galih tersenyum.
"Udah biar gue yang giniin tendanya biar lo pada cepet istirahatnya"ucap Galih yang mengambil alih tenda tersebut membuat mereka sedikit menjauh dan duduk membiarkan Galih membantunya, tapi sebelum itu ia memanggil Naren dan Daniel untuk membantunya agar tendanya cepat selesai, sedangkan ketiga sahabatnya sedang membicarakan sesuatu entah apa dan sedangkan Laika hanya menatap kosong ke arah tenda. Tak disangka dari kejauhan padangan Mervin terarah pada Laika yang tengah melamun di dalam hatinya ia rindu dengan gadis itu, ia melihat banyak perubahan dalam diri Laika yaitu ia lebih pendiam tidak banyak berbicara seperti dulu.
Zahra menepuk pundak Laika saat ia melihat Laika yang tengah melamun membuat Laika sedikit tersentak.
"Jangan melamun di hutan Lai gak baik nanti lo malah kemasukan lagi"ucapan Zahra membuat Laika menganggukkan kepalanya. Dan tak lama kemudian Galih, Naren dan Daniel sudah berhasil membuat tenda Laika terpasang membuat mereka bertiga segera memasuki tenda tersebut kecuali Laika yang tersenyum ke arah mereka.
"Thanks ya kak karena kalian udah mau bantuin kita"ucapan Laika membuat mereka serempak menganggukkan kepalanya.
"Iya Lai santai aja kita pasti bakal bantuin lo kok"ucap Naren yang diangguki keduanya membuat lagi-lagi Laika menampilkan senyumannya, walaupun Mervin telah menyakitinya setidaknya ia masih punya mereka bertiga dan keempat sahabatnya Laika sangat bersyukur akan itu.
"Yaudah lo istirahat dulu gih kita ke tenda dulu ya karena nanti malem acara api unggun pasti bakal sampai malem" ucap Galih membuat Laika menganggukkan kepalanya dan langsung memasuki tendanya menyusul teman-temannya. sedangkan itu Galih, Naren dan Daniel berjalan menuju tendanya untuk beristirahat sejenak.
skip....
Acara yang ditunggu-tunggu oleh para murid pun akhirnya datang juga yaitu Api Unggun karena kita akan melakukan sedikit games dan itu sangat seru, semua berkumpul duduk dengan di tengah-tengah mereka adalah api unggun tersebut, tetapi tidak dengan Laika yang duduk sendiri yang tak jauh dari mereka karena Laika sama sekali tidak tertarik akan hal itu, ini saja Laika terpaksa mengikuti kemah ini karena diwajibkan untuk anak kelas 10 dan 12 ini makin membuat Laika semakin tersiksa, karena apa? ia harus tetap melihat Mervin apalagi kalau sedang berduaan dan bercanda ria dengan Gladys. Laika melempar-lemparkan kerikil ke arah hutan yang sangat gelap karena posisi Laika adalah membelakangi mereka karena Laika benar-benar sangat muak. Tetapi ada sebuah tangan menyentuh pundaknya membuat Laika terkaget dan langsung menoleh ke belakang yang ternyata pelakunya Galih, Laika menghela nafasnya sambil mengusap-usap dadanya karena ia kira siapa.
Galih melihat respon Laika pun terkekeh dan langsung duduk disebelahnya.
__ADS_1
"Kenapa gak ikut kumpul?"tanya Galih membuat Laika menggelengkan kepalanya.
"Males"
Sebenarnya Galih tahu alasannya yang sebenarnya itu sepeti apa, pasti saja karena ada Mervin dan Gladys yang membuatnya jadi enggan untuk ikut.
"Lo itu harus bisa membiasakan diri Lai sampai kapan lo harus menyendiri kayak gini" Laika menatap Galih.
"Gue udah coba tapi gue gak bisa kak gak tau kenapa gue juga bingung"ucap laika sambil menghembuskan nafasnya kasar.
"Gak ada yang gak bisa di dunia ini Lai cuman lo nya aja yang gak mau terus berusaha intinya lo lagi dikendaliin sama hati lo sendiri, kalau emang lo maunya gitu seharusnya lo bisa ngatur hati lo bukan hati lo yang malahan ngatur lo mau gimana"ucap Galih membuat Laika menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya, entah kenapa sakit kepalanya datang lagi laika benar-benar pusing dengan semua ini. Setelah itu tatapannya kembali menatap ke arah Galih.
"Terus sekarang gue harus gimana lagi kak gue bener-bener gak tau harus ngapain lagi, semua udah gue lakuin tapi gak berefek sama sekali malahan gue selalu aja nginget dia, jatuh cinta terus disakitin dan tinggalin gitu aja emang sakit ya kak, banget malah"ucap Laika yang mengalihkan padangannya ke arah depan. "Gue jadi berasa kalau sekarang gue itu bodoh banget cuman gara-gara berurusan sama yang namanya cinta" Galih tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Laika.
"Itu terserah lo aja Lai gue cuman bisa kasih dukungan sama bantu lo kalau gue bisa intinya jangan sampai menyakiti diri sendiri Lai"ucap Galih dan membawa Laika ke dalam pelukannya membuat Laika membalas pelukannya sampai tak disangka ternyata dari kejauhan ada seseorang melihat mereka berdua yang berpelukan pun tersenyum miris.
*******
Posisinya sekarang Kelompok Laika berada di belakang kelompok Galih sedangkan kelompok Gladys berada di depan kelompok Galih membuat lagi-lagi Laika menghela nafasnya karena harus bisa menghadapi cobaan ini.
Mereka berjalan di tengah hutan sambil pandangannya terarah ke segala arah karena mereka harus menemukan bendera berwarna merah. Setelah mereka lumayan lama berada di tengah hutan dengan bendera merah yang sudah terkumpul lumayan banyak pun mereka memilih kembali ke tempat asal tetapi karena Laika yang berjalan sambil lain-lain pun tiba-tiba terjatuh membuat ia sedikit berteriak karena kakinya terasa sangat sakit akibat terkena sesuatu, sementara yang lain langsung menatapnya kaget dan menghampirinya tidak dengan Mervin yang menatapnya ingin sekali menolongnya dan Gladys yang tersenyum sinis menatap Laika yang seperti kesakitan.
"Lo gak papa Lai? Apanya yang sakit?" ingin rasanya Laika menangis sekarang juga karena ini benar-benar sangat sakit seperti rasanya tidak bisa berjalan ditambah dengan luka yang lumayan besar dilututnya akibat bergesekkan dengan batu. Laika tak menjawab pertanyaan Galih karena ia tetap meringis.
"Yaudah biar gue yang gendong Laika ke tenda, kalian kalau mau lanjut yaudah duluan aja"ucap Galih yang langsung menggendong Laika membuat mereka menganggukkan kepalanya. Sedangkan itu saat Galih menggendongnya dan melewati Mervin, pandangan mereka bertemu membuat Laika dengan cepat mengalihkan padangannya.
Sesampai di tenda Laika, Galih langsung mengambil kotak P3K yang dibawa oleh para panitia, setelah itu Galih mencoba untuk meluruskan kaki Laika membuatnya sedikit berteriak.
"Sakit kak"ucapnya yang masih meringis, Galih menganggukkan kepalanya.
"Iya-iya tapi sekarang di obatin dulu biar gak infeksi"ucap Galih yang dengan perlahan memberi obat merah kepada kaki Laika yang luka membuat Laika menahan sakitnya dengan meringis sedikit saja, dan entah kenapa pikirannya kembali teringat saat tadi Laika saling tatap dengan Mervin ya walaupun sebentar tapi Laika yang melihat wajah Mervin seperti tidak terima karena Galih menggendong Laika, yaudah sih terserah dia saja intinya Laika tidak peduli lagi dengan responnya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
Bersambunggg....
Jangan lupa vote dan komennya yaaa hehe..
@velisateophania
.
.
.
.
tbc......
__ADS_1