Es Balok

Es Balok
44. Menghilang 3 hari.


__ADS_3

Saat ini Laika dengan berada di bandung tepatnya di kediaman keluarganya, Laika sudah memberitahu Zahra bahwa ia tidak sekolah selama 3 hari di karena kan ada acara penting. Sambil Laika menenangkan pikirannya.


Ferrel menepuk pundaknya membuatnya sedikit tersentak.


"Lo kenapa dah" Laika menggeleng lemah.


"Cerita sama gue elah, lagi ada masalah sama Mervin?"tanya Ferrel, membuat Laika mengubah posisinya menatap Ferrel.


"Gue bingung Rel harus gimana, disisi lain gue sayang banget sama dia gak mau lepasin dia disisi lain gue mau terus-terusan sakit hati karena dia"


"Mantan dia dateng lagi Rel, gue jadi gak percaya lagi sama kak Mervin, gue juga jadi berasa kalau gue itu cuma jadi pelampiasan dia ketika mantannya gak ada, gue bingung Rel gue bingung"ucap Laika membuat Ferrel merangkulnya.


"Kalo menurut gue ya terserah lo aja Lai gimana baiknya tapi gue cuma mau kasih tau aja kalau lo emang gak mau terus-terusan sakit hati karena perasaan dia yang lagi bimbang antara milih lo atau mantannya yaudah lo harus bisa ngebiarin dia untuk balik lagi mantannya, tapi kalau misalnya Mervin gak mau balik ya lo berusaha untuk maafin dia"


"Gue udah maafin dia kok, hm gue salah gak si Rel kalau gue ngasi pilihan sama kak Mervin buat pilih gue atau mantannya soalnya gue bener-bener gak tau harus ngapain lagi"ucap Laika membuat Ferrel tersenyum tipis.


"Yang lo lakuin itu sama sekali gak ada salahnya, tapi lo tinggal nanggung konsikuen yang udah lo buat aja"ucapan Ferrel membuat Laika menganggukkan kepalanya.


"Gue ngerti kok Rel, gue juga lagi ngecoba buat ngelupain kak Mervin kalau semisalnya dia milih Gladys daripada gue"Ferrel tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dalam hatinya Laika tidak yakin akan bisa menerima ini, Laika juga tidak yakin apakah ia bisa melupakan Mervin begitu saja dan mengikhlaskannya kembali pada mantannya.


"Acara mulai bentar lagi mending lo siap-siap dulu deh, ngobrolnya kita lanjutin nanti" Laika pun langsung beranjak dari duduknya menuju kamar yang ia tempati saat dia kebandung begitupula dengan Ferrel yang melakukan hal sama.


******


Saat acara telah selesai, Ferrel mengajak Laika menuju danau tempat mereka sering bermain waktu masih kecil. Mereka duduk di rerumputan


"Hm Lai gue mau nanya sama lo boleh gak?"tanya Ferrel membuat Laika menganggukkan kepalanya.


"Emmm.. Lo itu udah tau kalau ternyata lo itu-"ucapan Ferrel terpotong karena Laika yang menyambungnya.


"Bukan anak kandung mama sama papa gue? Gue udah tau Rel"ucap Laika sambil terkekeh, membuat Ferrel menatapnya tak tega.


"Gue minta maaf Lai karena gue gak pernah kasi tau lo, itu juga karena papa lo yang ngelarang gue padahal gue pengen banget bilang sama lo" Laika terkekeh mendengar ucapan Ferrel yang sepertinya ia merasa bersalah.

__ADS_1


"Santai aja kali Rel gue juga gak papa, lega juga guenya karena udah tau gimana yang sebenarnya"ucap Laika, membuat Ferrel menghela nafas lega.


"Gue juga lega dengernya kalau lo gak kenapa-napa, gue kira lo kayak orang-orang gitu bakal kabur atau gak ngelakuin hal yang gak wajar misalnya kayak bunuh diri mungkin"ucapan Ferrel membuat Laika kembali tertawa.


"Gue gak se **** itu kali Rel kalau emang kenyataannya gini yaudah jugaan takdir gak bisa kita ubah kan? Lagian gak ada kerjaan banget sampai bunuh diri gitu"ucap Laika yang membuat Ferrel tertawa juga.


"Iya juga sih lo kan gak termasuk ke list orang alay" Laika menganggukkan kepalanya.


"Nah tu tau"


Ferrel mengajak Laika ke danau karena ingin membuatnya tenang, Ferrel tak ingin Laika jatuh sakit seperti kemarin, Laika pun berfikiran sama ia juga berusaha tidak memikirkan apapun membuat ia melempar kerikil ke danau.


Tiba-tiba ada satu ide terlintas di otak Ferrel membuat ia langsung beranjak dan menarik Laika tiba-tiba membuatnya sedikit tersentak.


"Eh eh Rel lo mau bawa gue kemana!"ucap Laika karena Ferrel terus menarik tangannya tanpa memberitahu kemana.


"Udah diem aja gue mau nunjukin sesuatu sama lo" ucap Ferrel yang terus menarik tangan Laika membuat Laika hanya pasrah mengikuti tarikannya.


"Sumpahh ih bagus banget Rel" Ferrel terkekeh ketika mendengar keantusian Laika.


"Mau naik perahu gak?" dengan cepat Laika menganggukkan kepalanya dengan wajah yang masih berseri membuat Ferrel menarik pelan tangannya dan membantu Laika agar bisa menaiki perahu tersebut.


Setelah mereka berdua sudah menaiki perahu tersebut pun, dengan perlahan Ferrel mencoba mendayung agar perahu yang mereka naiki bisa berjalan, sedangkan Laika ia sangat menikmati momen ini pun berteriak senang, jika Laika seperti itu membuat Ferrel juga merasa sangat senang.


"Lai gue cuman gak mau lo kepikiran sama semua masalah lo, jadi hari ini gue bakal buat lo seneng-seneng"ucapan Ferrel diangguki oleh Laika.


"Thanks Rel lo emang sepupu gue yang paling the best deh yang pernah gue kenal"ucap Laika membuat Ferrel terkekeh dan terus mendayung perahu tersebut.


Sampai mereka tak sadar langit berubah menjadi warna jingga yang artinya sebentar lagi langit akan gelap membuat Ferrel dengan cepat mendayung menuju tempat dimana perahu itu berada.


******


Laika merebahkan tubuhnya ke kasur sambil menghela nafasnya karena lelah akibat tadi ia berlari dari taman ke rumah dengan Ferrel karena jaraknya juga tidak terlalu jauh.

__ADS_1


Laika membuka ponselnya yang banyak sekali notif masuk, Laika tak ingin menggubrisnya ia memilih untuk beranjak dari tidurnya dan memilih untuk membersihkan tubuhnya.


Tak butuh waktu lama setelah selesai mandi Laika memilih untuk turun dan kumpul bersama semua sepupunya.


"Laiii sini main kui" Laika menghampiri mereka dengan tatapan bertanya.


"Main apa?"


"Tod kak"ucap Caca membuat Laika menggelengkan kepalanya.


"Ngga deh mau nonton aja lagi gak minat main gituan" ucapa Laika membuat mereka berseru.


"Ih gak seru banget"ucap Zaki membuat Laika memeletkan lidahnya tak peduli, kemudian ia langsung menyalakan televisi. Setelah merema serius bermain Laika dengan sengaja membesarkan volume televisi nya membuat mereka yang merasa terganggu pun memekik.


"LAIKAAA SIALAN YA LO!"pekik mereka yang kompak membuat Laika hanya bisa cecikikan mendengar ucapan mereka.


.


.


.


.


.


bersambung..


jangan lupa vote dan komennya yaaa makasiii...


instagram


@velisateophania

__ADS_1


__ADS_2