Es Balok

Es Balok
25. Nyesek?!


__ADS_3

Seseorang secara tiba-tiba melemparkan buku ke arah Laika yang membuatnya tersentak karena ia sedang melamun, Laika menatap Fahri dengan kesal dan ternyata Fahri lah pelakunya.


"Lo ngapain si tiba-tiba lempar buku kayak gitu? Masih pagi juga lo udah bikin gue kesel aja"gerutu Laika yang membuat Fahri menghampirinya sambil terkekeh.


"Lagian lo pagi-pagi udah ngelamun aja, kesambet setan penjaga kelas tau rasa lo" Laika berdesis saat mendengar ucapan Fahri yang bisa dibilang ngawur itu. Fahri mendekat dan mengambil buku yang ia lempar ke arah Laika kemudian lari menunju bangkunya sebelum Laika menyerangnya.


Andira yang baru datang melihat kelakuan mereka pun mengernyit heran.


"Lo berdua kenapa sih pagi-pagi udah kayak kucing sama anjing aja" Laika masih menatap Fahri kesal.


"Tau tuh si Fahri dateng-dateng langsung ngelempar bukunya ke arah gue, bikin kaget aja untung gue gak kena tuh buku ih ngeselin banget" Fahri terkekeh seperti tak ada salah apa-apa, kemudian Andira menggelengkan kepalanya melihat tingkah Fahri dan Laika. Andira menaruh tasnya tepat di belakang Laika dan langsung menepuk pundaknya membuat Laika sontak menoleh.


"Lo kayaknya akhir-akhir ini deket banget sama kak Mervin"bisiknya, Laika tak menjawab melainkan ia menaikkan kedua bahunya, membuat Andira yang duduk di belakangnya menghela nafas.


"Intinya kalo lo jadian, lo harus kasi pj"


Laika menatap Andira.


"Dih siapa yang jadian? Lo kali tuh sama kak Daniel" saat mendengar ucapan Laika Andira menggelengkan kepalanya.


"Ih nggak sok tau lo"


Ting!


Saat mendengar ponselnya berbunyi Laika langsung mengambil ponselnya yang berada di saku rok nya lalu ia mengecek notifikasinya.


Laika mengerutkan dahinya ketika membaca pesan dari Mervin.


Mervin.A


Nanti kantin bareng ya berdua doang jangan ajak yang lain.


^^^Laika.A^^^


^^^Kenapa? Bareng-bareng aja kali kak^^^


Mervin.A


Gue gak nerima penolakan Lai


Setelah membaca pesan dari Mervin, Laika menghela nafasnya dan langsung menaruh kembali ponselnya di saku roknya, entahlah Mervin selalu saja membuat keputusan yang Laika belum setujui.


...¤¤¤¤¤...


Bel istirahat sudah berbunyi, membuat semua murid berhamburan menuju kantin untuk mengisi perut yang sudah berdemo sedari tadi, tetapi tidak dengan Laika yang membawa novelnya ia lebih memilih untuk pergi ke perpustakaan sekarang. Laika menatap ketiga sahabatnya.


"Gue ke perpus ya nanti gue balik lagi ke kelas kalau udah bel" mereka bertiga serempak menganggukkan kepalanya membuat Laika melangkahkan kakinya menuju perpustakaan.

__ADS_1


Saat sampai di perpustakaan Laika memilih duduk di pojok dekat kumpulan buku Kimia karena ia tidak ingin terlihat oleh siapapun makanya ia lebih memilih untuk duduk di sana. Laika membaca novelnya dengan sangat serius, membuat tak sadar bahwa ada seseorang yang duduk di depannya.


"Lai"ucap orang tersebut membuat Laika tersentak dan memegang dadanya karena kaget, orang itu hanya tersenyum.


"Maaf kalau gue ngagetin lo, lagian lo serius banget baca novelnya sampai gak sadar kalau gue duduk didepan lo" Laika terkekeh lalu ia menganggukkan kepalanya.


"Kalau udah sama novel berasa lupa segalanya, intinya kalo lagi baca novel gue gak bisa kalo diganggu" Galih tersenyum.


"Jadi gue ganggu lo nggak sekarang?" Laika berfikir sejenak lalu ia membuka suaranya.


"Hmm, kalau iya apa lo bakal pergi dari sini?"tanya Laika membuat Galih menganggukkan kepalanya.


"Gue gak bakalan gangguin lo Lai" Laika tertawa mendengar ucapan Galih.


"Gak kok gue bercanda doang gue gak ngerasa keganggu kok lagian gue baru baca novelnya"Galih pun ikut terkekeh.


"Kirain, lo beneran merasa terganggu, yaudah deh gue ikut ya soalnya nanti gue ada ulangan Bahasa Indonesia" Laika hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan membaca novelnya sedangkan Galih ia mulai membuka bukunya dan kemudian membacanya.


Disisi lain tampak seorang lelaki dengan wajah dinginnya berjalan dengan cepat menuju kelas seorang gadis yang akhir-akhir ini dekat dengannya, ya dia adalah Mervin, walaupun ia telah berubah tetapi pandangannya tetap saja menunjukkan kedinginan disana.


Saat telah sampai di depan kelas Laika, ia berpapasan dengan salah satu sahabatnya yaitu Calista.


"Lis Laika mana?" Calista sontak menoleh ke arah Mervin dan mengernyit bingung.


"Tadi sih bilangnya ke perpus kak" Mervin pun menganggukkan kepalanya.


Mervin pov.


Sebenarnya ada apa si sama diri gue sendiri, gue kenapa? Kenapa gue selalu mikirin Laika? Kenapa gue berasa gak suka kalo dia deket sama Galih? Apa karna gue suka sama dia? Ah tapi gue masih gak percaya dan yakin sama perasaan gue sendiri.


Saat gue melihat kejadian yang dimana buat hati gue terasa sesak pun memilih untuk pergi ke rooftop tempat biasanya yang buat gue tenang. Sesampai di rooftop gue langsung duduk manis disana, Gue mencoba menghirup udara dan menghembuskannnya kembali sambil memejamkan mata dan gue membiarkan angin yang menerpa wajah gue.


Entahlah gue merasa sangat kacau hari ini.


"Apa dia gak inget kalau gue ngajakin dia buat ke kantin? Iya gue tau gue gak ada berhak buat marah sama dia dan lagian gue bukan siapa-siapanya, tapi kenapa gue nyesek ya liat kejadiann tadi ah tau ah!"ucap gue yang kesal sambil mengacak rambut frustasi, gue memijit pelipis pelan karena terasa sedikit sakit ahh lama-lama Laika buat gue gila.


Oke kayaknya sekarang gue udah mulai gila, pikiran gue juga udah gak jelas kemana huft.


Gue tetap memejamkan mata mencoba mencari ketenangan, mencoba meghilangkan rasa sesak di dada.


Author pov.


Setelah Laika merasa sudah puas membaca novelnya ia pun memilih kembali ke kelasnya sambil membawa novelnya, oh iya masalah Galih ia sudah kembali ke kelasnya duluan. Sesampai di kelas Calista menghampirinya.


"Lo udah ketemu kak Mervin barusan?" Laika mengerutkan dahinya ketika mendengar ucapan Calista.


"Hah? Gak ada tuh gue daritadi di perpus sama-"ucap Laika yang menggantungkan kalimatnya kemudian ia mengingat sesuatu bahwa tadi Mervin mengajaknya ke kantin, astagaa kenapa ia harus melupakan itu.

__ADS_1


"Oh my god! Gue lupaa!"lanjutnya dengan suara yang meninggi, membuat Calista yang kini menatapnya bingung.


"Kenapa lo?"


Bukannya menjawab pertanyaan Calista, Laika malah balik bertanya pada Calista.


"Ee..emm emang tadi kak Mervin ngapain kesini Lis?"tanya Laika.


"Gak tau pokoknya dia nanyain lo gitu trus gue kasih tau kalo lo ke perpus" Laika mendelik hebat, berarti jika Mervin ke perpus ia melihat kejadian dimana tadi Laika tengah berdua di perpustakaan bersama Galih dong? What what what!! Laika benar-benar syok sekarang, ia bingung apa yang harus Laika lakukan sekarang. Calista yang melihat perubahan wajah Laika pun membuka suaranya.


"Eh, lo kenapa si Lai?" dengan cepat Laika menggelengkan kepalanya.


"Emm..ee.. gak papa kok Lis, eh gue pergi bentar ya nanti gue balik kelas lagi ada urusan yang harus gue selesain soalnya" dengan terburu-buru Laika berlari membuat Calista berteriak.


"Jangan lama-lama Lai bentar lagi bel masuk!!"teriaknya membuat Laika menganggukkan kepalanya mengerti. Di sepanjang koridor banyak yang menatap Laika dengan tatapan bertanya, mengapa ia terlihat terburu-buru seperti itu? Seperti sedang di kejar setan saja.


Dengan nafas yang tidak beraturan akibat berlari tadi Laika telah sampai di rooftop tempat dimana Mervin berada saat ini. Laika tahu jika Mervin disini karena Mervin sering pergi kesini saat ia tidak kekantin atau saat dia sedang freeclass.


Laika langsung duduk di sebelah Mervin yang membuatnya lansung menoleh dan tersentak.


"Lai? Lo ngapain disini?" Laika tak menjawab melainkan ia malah menatap Mervin.


"Lo marah sama gue ya kak?" Mervin menatapnya bingung.


"Hah? Gue gak marah kok sama lo Lai lagian ngapain gue marah coba?" Laika merasa tetap tak enak dengan Mervin yang telah menganjaknya ke kantin.


"Maaf kak gue bener-bener lupa kalau lo ngajakin gue ke kantin,  gue tau lo pasti marah kan?" Mervin tersenyum tipis lalu menggelengkan kepalanya.


"Gue gak marah kok santai aja" Laika pun menganggukkan kepalanya.


"Yaudah deh sebagai gantinya nanti gue pulang bareng lo" seketika Mervin mendelik.


"Seriusan Lai?" Laika tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Dua rius malah"ucap Laika sambil tertawa diikuti oleh Mervin yang tertawa juga.


.


.


.


.


.


...◇◆Bersambung◆◇...

__ADS_1


Jangan lupa vote dan komennya yaaa makasii:))


__ADS_2