
Ponsel Laika bergetar membuat Laika yang sedang melamun di balkon kamarnya sedikit tersentak lalu mengambil ponselnya dan langsung membuka pesan yang ternyata dari Mervin.
Mervin.A
Lai gue mau nepatin janji sama elo, gue udah siap buat ceritain semua masa lalu gue ke elo, lo bisa dateng ke danau waktu itu gak? Gue tunggu disana.
Seketika mata Laika ingin keluar sekarang juga, Laika benar-benar tak percaya pesan apa yang dikirin oleh Mervin baru saja. Dengan cepat ia mengetikkan sesuatu pada Mervin.
^^^LaikaA.^^^
^^^Hmm bisa kok kak bentar gue siap-siap dulu^^^
Mervin.A
Okee see u..
Gue tunggu di danau, maaf ya gue gak bisa jemput lo
^^^LaikaA.^^^
^^^Santai aja kak bentar lagi gue otw^^^
Laika menaruh ponselnya dan langsung bersiap-siap, ntahlah setelah Mervin berkata seperti itu ada rasa tidak yakin didalam dirinya kalau Laika akan bisa mendengarkan cerita dari masa lalunya.
Sebelum memasuki mobil Laika menghela nafasnya sejenak lalu ia memasuki mobilnya dan langsung menuju ke danau.
Saat telah sampai di danau yang letaknya tak jauh dari rumahnya itu Laika berjalan menghampiri Mervin yang tengah duduk seperti kamaren sambil menatap ke arah depan. Dengan perlahan Laika mendekatinya dan langsung duduk di sebelahnya membuat Mervin sontak menoleh sambil tersenyum.
"Lo beneran udah yakin mau ceritain semua tentang masa lalu lo ke gue?"tanya Laika, Mervin menganggukkan kepalanya.
"Gue yakin seratus persen" kemudian Mervin mengubah posisinya menghadap Laika begitupun juga Laika, walaupun ia merasa gugup jika seperti ini namun Laika harus mengerti keadaan.
__ADS_1
Sebelum membuka suara, Mervin menghela nafasnya terlebih dahulu agar ia benar-benar yakin bahwa ia bisa menceritakan semua masa lalunya pada Laika, sedangkan Laika mulai serius menatap Mervin yang ingin memulai ceritanya.
"Dimulai dari sifat gue yang dulunya gak sedingin sekarang, dulu gue itu orangnya ceria, gak bisa diem, selalu ketawa, suka ngelucu beda sama sekarang, itu karena dulu gue ketemu sama cinta pertama gue namanya Gladys, Gladys adik kelas gue yang artinya di seangkatan sama lo, Gue suka sama dia karena menurut gue dia beda sama cewek lainnya, yang semuanya natap gue karena cuman tampang doang tapi dia nggak dia natap gue bener-bener tulus, Gladys orangnya pendiem banget gue suka ngeliatin dia diem-diem akhirnya gue gak bisa nahan buat gak bilang suka sama dia" kalimatnya terpotong saat Mervin yang mencoba untuk tidak mengingat masa lalunya itu, Laika yang melihatnya pun membuka suaranya.
"Kak kalau lo merasa belum siap jangan dipaksain gue gak mau liat lo sedih lagi karena lo keinget masa lalu itu" Mervin menoleh lalu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"I'm okay Lai, don't worry" Laika pun tersenyum sedangkan Mervin kembali meneruskan ceritanya pada Laika.
"Akhirnya gak lama kemudian gue nembak dia di lapangan sekolah, dia kaget waktu liat lapangan rame banget, terus yang lainnya nyuruh nerima akhirnya Gladys nerima gue, seiring berjalannya waktu gue sama dia sama-sama bahagia banyak kenangan yang gak bisa kita lupain dulu sampai akhirnya dia tiba-tiba ninggalin gue gitu aja, dia sama sekali gak kasih alasan apapun sama gue, gue juga masih belum ngerti kenapa, gue bener-bener terpuruk saat dia beneran ninggalin gue keluar negeri, gue ngurung diri dan gak mau ngomong sama siapapun, dari situ sikap gue mulai berubah jadi dingin, cuek dan anti sama yang namanya cewek, gue tau ini berlebihan tapi kalau lo jadi gue pasti lo tau gimana rasanya apalagi lo cewek, dan gue saat itu bener-bener sakit hati karena dia yang tiba-tiba menghilang gak ada kabar, kalau masalah dia dibully sama temen-temen seangkatan gue atau bisa dibilang fans gue menurut gue gak mungkin karena Gladys gak selemah itu dia emang pendiem tapi dia gak akan diem kalau ada yang bully atau ngomongin nggak-nggak tentang dia ya walaupun kakak kelasnya sekalipun" Laika melihat Mervin yang tiba-tiba menunduk pun mendekat kearahnya dan mengelus pundaknya, Laika tahu pasti Mervin mengingat masa lalunya kembali saat ia bercerita seperti itu. Laika juga tahu bahwa sebenarnya Mervin belum benar-benar melupakan kejadian itu.
"Gue ngerti gimana perasaan lo kak, tapi kalo boleh gue bilang Gladys ninggalin lo karena orang tuanya mendadak bakal pindah jadi dia gak sempet kasih tau lo atau mungkin dia gak kuat buat LDR makanya itu salah satu cara biar dia bisa lupain lo karena dia gak mau nyakitin lo"ucap Laika yang agak pelan karena ia tak ingin membuat Mervin makin bersedih, Mervin menaikkan kepalanya dan menatap Laika bingung.
"Kenapa lo bisa berfikir sampai kesitu? Gladys gak mungkin ngelupain gue karena gue tau dia sayang banget sama guee" Laika tiba-tiba merasa takut ketika melihat perubahan wajah Mervin yang tajam seperti itu Mervin yang sadar ia telah salah menatap Laika dengan tatapn seperti itu pun kembali menunduk.
"Maaf gue gak bermaksud buat lo takut Lai tapi gue masih gak ngerti sama apa yang lo ucapin" Laika tersenyum lalu menganggukkan kepalanya mengerti.
"Iyaa gue paham jadi gak papa santai aja, gue juga paham gimana perasaan lo saat itu, maaf karena gue yang tiba-tiba nanya kenapa lo berubah jadi bikin lo harus inget ke masa lalu lo itu kak" Mervin menatap Laika lekat.
"Jangan khawatir Lai gue baik-baik aja selagi ada lo disini, gue juga seharusnya gak usah sesedih ini dan seharusnya gue bisa ngelupain masa lalu itu karena sekarang gue udah kembali menjadi Mervin yang gak cuek lagi dan itu semua karena lo Lai" Laika tersenyum lalu menganggukkan kepalanya meyakinkan Mervin bahwa ia bisa melanjutkan ceritanya.
"Gue jarang bicara saat itu, sampai mama gue hampir nyerah karena gue sama sekali gak mau bicara atau makan, tapi lama kelamaan gue sadar seharusnya gue gak bisa gitu terus akhirnya gue bicara lagi sama orang tua gue terus sama sahabat gue juga tapi nggak untuk orang lain gue tetep dingin dan cuek apalagi sama cewek, gue sama sekali gak tertarik buat bicara, kecuali sama Fanya karena dia sahabat gue juga dari dulu, waktu gue berubah satu sekolah heboh sahabat gue apalagi, dan gue kira dengan perubahan gue para cewek di sekolahan gak bakal suka sama gue eh tapi ternyata nggak mereka malah makin gila ngeidolain gue, gue aja kadang heran, dan asal lo tau Lai tempat ini sering gue kunjungim dulu sama Gladys kalo setiap kita anniversary, gue juga sempet berandai-andai kalau Gladys secepatnya bisa balik ke gue lagi karena gue merasa hampa kalau gak dia disisi gue" Laika tersenyum miris mendengar semua penuturan Mervin, entah seperti apa gambaran Gladys didalam pikirannya itu.
"Lo yang sabar ya kak gue yakin cepet atau lambat Gladys bakal ketemu sama lo lagi" Mervin tersenyum saat Laika memegang bahunya.
"Tapi gue udah bisa ngelupain dia sekarang Lai gue juga gak tau kenapa dan gue gak pengen dia kembali lagi ke gue" Laika seketika mendelik.
"Kenapa?" Mervin menaikkan kedua bahunya acuh sambil menatap ke arah danau yang berada di depannya.
"Gue juga gak ngerti" Mervin menatap Laika kembali lalu tersenyum
"Tapi ini semua berkat lo juga Lai, lo yang udah bikin gue berubah lo juga yang bikin gue sadar seharusnya gue gak selalu mikirin apa yang udah berlalu karena yang berlalu seharusnya biarkan lah berlalu" Laika terkekeh mendengar ucapan Mervin.
__ADS_1
"Ini bukan sepenuhnya karena gue kak, ini juga karena diri lo sendiri yang udah mulai ngerubah diri jadi lo yang sebenarnya, asal lo tau kak gue seneng banget bisa denger cerita dari lo langsung, gue juga seneng akhirnya lo bisa berubah lagi seperti dulu dan gak nginget masa lalu lo lagi"ucap Laika yang diakhiri dengan senyuman manisnya membuat Mervin merasa sangat nyaman berada di dekat Laika.
'Sekarang gue tau kalau ternyata gue udah suka sama lo Lai'batin Mervin.
Melihat Mervin yang melamun pun Laika menepuk pundaknya membuat Mervin sontak menatap Laika.
"Ada apa kak?" Mervin menggelengkan kepalanya.
"Lai lo perempuan kedua yang gue ajak kesini setelah Gladys" Laika tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Gue tau itu"
Mervin tiba-tiba beranjak dari duduknya membuat Laika menautkan alisnya kemudian Mervin mengulurkan tangannya dan dengan wajah yang masih bingung Laika menerima uluran tangan Mervin. Mereka sudah sama-sama berdiri membuat Mervin tersenyum dan menggenggam tangan Laika.
"Ikut gue yuk Lai?"
"Hah? Kemana?" Mervin menatap Laika dengan tatapan jailnya membuat Laika menatapnya bingung.
"Rahasia. Udah ikut aja" Mervin kembali menarik pergelangan tangan Laika pelan dan Laika pun hanya mengikutinya dengan pasrah.
.
.
.
.
.
...◇◆Bersambung◆◇...
__ADS_1
jangan lupa vote dan komennyaaa:))