Es Balok

Es Balok
34. Jam Kosong.


__ADS_3

Ini lah yang disukai oleh para murid yaitu jamkos atau freeclass yaps karena hari ini semua guru sedang mengadakan rapat mengenai acara tahunan nanti yaitu akan, mengadakan Promnight, entahlah itu akan diadakan lagi bagaimama semestinya atau akan diganti dengan acara lain itu semua mungkin diselenggarakan jika semua setuju dengan acara itu.


Dan disinilah Laika yang menghela nafasnya karena bosan berada di kelas yang sangat berisik ini bayangkan saja, ada yang lempar-lemparan kertas, ada yang ngamen dikelas, ada yang main game sampai suaranya kedengeran, kalau yang cewek pasti aja ngegosip termasuk ketiga sahabatnya, Laika sangat suka jika jamkos tetapi kalau saja jamkos seperti ini yang ia tidak suka malah bikin ia menjadi bosan alasannya karena semua murid tidak di perbolehkan keluar dari kelas kalau belum jam istirahat kecuali ke toilet dan itupun sudah ada guru piket yang menjaga di setiap koridor sekolah jadi jika ingin ke toilet harus ijin terlebih dahulu ini sekolah atau tempat tahanan sebenarnya? WKWK..


Laika memilih menaruh kepalanya dilipatan tangannya yang diatas meja sambil memejamkan matanya daripada ia harus ikut ketiga sahabatnya bergosip ria, saat ia merasa sudah lama memejamkan matanya tiba-tiba ada yang menepuk bahunya pelan membuat Laika menoleh ke sebelah dan tersentak ketika melihat ada Mervin disebelahnya bukan lagi Zahra, Laika langsung menegakkan tubuhnya dan menatapnya penuh arti.


"Kok kamu bisa disini sih?"tanya Laika yang masih bingung pasalnya di depan kelas Laika ada guru yang menjaga agar tidak ada murid yang keluar tapi kenapa Mervin bisa masuk kedalam kelasnya?.


Mervin tersenyum.


"Pengen aja aku bosen dikelas pengen liat kamu" blush.. tiba-tiba pipi Laika memerah membuat Laika tersenyum malu saat mendengar perkataannya.


"Apaan sihh kak aku serius, bukannya di depan kelas aku ada guru? Terus di koridor juga ada yang jagain tapi kenapa kamu bisa masuk?"tanya Laika membuat Mervin terkekeh gemas saat melihat raut wajahnya yang bingung.


"Dari tadi aku ngendap-ngedap tau kayak maling biar bisa ke kelas kamu jadi aku sembunyi dulu terus nungguin biar gurunya pergi, nah waktu dia pergi aku langsung lari deh masuk kelas kamu"ucap Mervin yang langsung menyengir membuat Laika mendelik.


"Segitunya banget sih kamu, bentar lagi juga istirahat" ucap Laika membuat Mervin menggelengkan kepalanya.


"Pengen ketemunya sekarang bukan nanti" ucap Mervin membuat Laika tersenyum malu dan menabok pelan lengan Mervin.


"Apaan sih" ucap Laika yang menutup mukanya karena menahan malu sedangkan Mervin terkekeh gemas dan mencubit pipi Laika membuatnya meringis kesakitan.


"Aduhh sakit tau kenapa main nyubit sih" ucap Laika yang memegangi pipinya dan meringis kesal melihat Mervin yang tiba-tiba menyubit pipinya sedangkan Mervin tertawa melihat wajah kesal Laika.


"Ya abisnya aku gemes sih" ucap Mervin tetapi tidak di gubris oleh Laika karena ia tiba-tiba diam seperti memikirkan sesuatu membuat Mervin langsung merangkul pundaknya.


"Mikirin apa sih?" tanya Mervin membuat Laika menoleh lalu menggelengkan kepalanya.


"Emang promnight bakal diadain ya?" Mervin menaikkan kedua bahunya.


"Mungkin. Soalnya itu acara turun-temurun disekolah ini yang di usul oleh OSIS tapi kalau sekarang aku gak tau deh" Laika mengerutkan keningnya.


"Kok gak tau sih padahal kamu Ketos" Mervin tersenyum.


"Bentar lagi juga lengser kan udah ada penggatinya adek kelas" ucap Mervin. Laika hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


"Tolong dong dikondisikan ya disini banyak yang jomblo loh!" sindir Calista membuat Mervin terkekeh.


"Iri aja nih makanya cari pacar, tuh sama Galih aja"ucap Mervin membuat Calista menaikkan kedua bahunya.


"Enakan jomblo bebas gak ada yang ngatur-ngatur"


"Ya tapi kan gak enak gak ada yang giniin"ucap Mervin yang langsung merangkul bahu Laika sambil tersenyum goda membuat Calista berdecak sebal.


"Bodo amat"


Mervin terkekeh sedangkan Laika menggelengkan kepalanya menatap  kelakuan Calista.


"Kamu jail banget"ucap Laika menbuat Mervin menoleh dan terkekeh lagi.


"Ya gak papa sekali-kali gitu"

__ADS_1


Tak lama kemudian bel istirahat berbunyi membuat mereka langsung berhamburan menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah berdemo termasuk Laika dan yang lainnya.


Seperti biasa mereka memilih tempat duduk di pojok agar tidak menjadi pusat perhatian.


"Sialan lo emang Vin ninggalin gue dikelas, tadi si bu tua dateng tau terus marah gak jelas gara-gara lo pergi dari kelas"ucap Daniel yang langsung  duduk di tempat yang biasanya ia duduki, sedangkan Mervin terkekeh kelima melihat raut wajah Daniel yang kesal.


"Tau nih"ucap Naren yang baru saja datang bersama Galih dan langsung duduk di tempat mereka.


"Ya siapa suruh lo pada gak mau ikut salah sendiri kan" Daniel memutarkan bola matanya malas.


"Kalau bukan karena lo yang tiba-tiba aja ngilang pasti si bu Tua gabakal ngomel gak jelas geblek"ucap Daniel dengan wajah kesalnya, bu Tua itu adalah panggilan anak murid kelas Mervin ia bernama bu Sintia wajahnya sudah semakin tua dan sifatnya sangat galak itu yang membuat mereka memberi julukan si Tua.


Zahra yang baru saja datang seraya membawa nampan pun menjadi pelerai.


"Udah-udah nih makan dulu" mereka pun langsung mengambil pesanannya dan menyantapnya.


"Kira-kira promnight tahun ini bakal di laksanain atau ngga si?" tanya Naren di sela makannya membuat ketujuhnya menoleh ke arahnya.


"Mungkin aja soalnya bukan OSIS sih sekarang yang nyelenggarain jadi gak tau deh gimana"ucap Galih membuat mereka menganggukkan kepalanya mengerti.


"***** kalo promnight kan pasang-pasangan tuh lah terus gue sama siapa!"ucap Daniel yang agak heboh membuat semuanya menutup telinganya serempak ketika medengar perkataan nya yang agak keras.


"Ck.. Berisik banget sih!"ucap Calista yang agak kesal membuat mereka serentak terkekeh.


"Maklum gais Calista lagi PMS"ucap Zahra dengan kekehannya membuat Calista menabok lengan Zahra pelan.


"Gak usah buka kartu"ucapnya membuat mereka terkekeh lagi kecuali Daniel.


"Apa sih?"tanya Andira.


"Btw PMS tuh apaan sih kepanjangannya" ucapan Daniel membuat mereka ingin menaboknya sekarang juga.


"Cari google sono kalau mau tau"ujar Naren membuat Daniel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


"Eh tadi gue denger-denger besok kayaknya kita libur deh, main kuy"ucap Andira yang bersemangat membuat Laika menganggukkan kepalanya setuju.


"Yuk, mumpung besok gak ada jadwal keluar sama mama"ucap Laika membuat mereka menganggukkan kepalanya.


"Tapi rencananya kemana dulu?"


"Daripada keluar mending main di rumah Laika atau nonton seruan dirumah dia tau"usul Zahra membuat Laika mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Boleh aja sih"


"Iya deh gue setuju, tapi Lai jangan lupa siapin camilan ya lo tau sendiri kan gue orangnya gak bisa lepas dari makanan"ucap Daniel yang diakhiri dengan cengiran membuat Naren menoyor keningnya.


"Makanan aja yang ada dipikiran lo" Daniel berdecak.


"Masih mending dipikiran gue itu makanan daripada mikirin yang jorok-jorok hayolo tuh"ucap Daniel membuat Laika terkekeh.


"Iya kak tenang aja dirumah gue banyak camilan kok"ucap Laika, sedangkan Daniel hanya mengangguk-angguk saja.

__ADS_1


"Malu-maluin aja lo kampret"ucap Mervin membuat Daniel menyengir.


"Bomat, yang jelas Laika udah mau" Mervin menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh Daniel.


"Gue liat sikon dulu ya soalnya adek sepupu gue masuk rumah sakit"ucap Galih membuat semuanya serempak menganggukkan kepalanya.


"Iya Gal santai aja kita gak maksa kok"ucap Naren membuat Galih tersenyum dan menganggukkan Kepalanya.


...•••••••...


Laika dan Mervin berjalan beriringan menuju parkiran karena sedari tadi bel pulang telah berbunyi.


"Kita langsung pulang atau kemana dulu?"ucap Mervin seraya melirik Laika yang tengah memainkan ponselnya dengan serius.


"Laii" panggillnya membuat Laika yabg tersadar pun langsung menatapnya dan menyengir.


"Eh.. Ee temenin aku ke supermarket dulu ya ini mama ada nitip trus Ferrel juga nitip" Mervin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Ferrel lagi dirumah kamu?" Laika menganggukkan kepalanya seraya memasuki mobil begitupula Mervin.


"Iya dari kemaren katanya sekolahnya lagi ada acara terus dia diliburin deh" Mervin menganggukkan kepalanya mengerti kemudian ia menyalakan mesin mobil dan mulai menancap gasnya meninggalkan area sekolah.


"Enak banget ya kalau banyak liburnya" Laika menggelengkan kepalanya.


"Gak enak gak belajar"


"Kan belajar bisa dimana aja" Laika menatap Mervin dengan wajah cemberutnya.


"Kalau mau banyak liburnya mending gak usah sekolah aja sekalian"ucapan Laika membuat Mervin tertawa gemas.


"Lucu banget sih pacar aku"ucap Mervin yang menampilkan wajah gemasnya seraya mencubit pipi Laika membuatnya sedikit meringis.


"Aduhh, sakit tau kamu nih suka banget nyubit-nyubit" ucap Laika yang berdecak kesal membuat Mervin terkekeh.


"Ya maaf abisnya gemes sih akunya"


Laika masih menampilkan wajah kesalnya.


"Fokus nyetir dulu udah"ucap Laika membuat Mervin hanya menuruti perkataannya saja.


.


.


.


.


.


...Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan komennya yaaa:))..


__ADS_2