
..."Dia si waketos yang awalnya buat gue tertarik"...
...-Laika Arfasya...
...¤¤¤¤¤¤...
Sedari tadi Resya memanggil Laika tapi Laika tak kunjung datang Resya menghela nafasnya dan menghampiri Laika, ia menggelengkan kepalanya menatap Laika yang sedang tertidur dengan baju seragamnya Resya mulai mendekati Laika dan mengelus rambutnya.
"Laika makan dulu dibawah udah ada temen kamu tuh katanya Laika janji mau nemenin ke toko buku" mendengar mamanya Laika langsung membuka matanya dan duduk.
"Udah dari tadi ma?"
"Ngga dia baru dateng Lai, kamu mandi dulu sana biar mama yang suruh tunggu"ucap Resya seraya berjalan keluar kamar Laika, Laika berjalan dengan lemas ke arah kamar mandi.
Tak butuh waktu lama Laika sudah selesai siap-siap dan Laika langsung menuju lantai bawah.
"Maaf ya kak kalau nunggu lama tadi gue ketiduran"ucap Laika sambil tertawa.
"Gak lama kok Lai sans aja"ucap Galih yang tersenyum.
"Lai mau makan dulu?"tanya Resya, Laika menggelengkan kepalanya.
"Ngga ma Laika pergi dulu ya" Resya menganggukkan kepalanya.
"Tante, Galih bawa Laika keluar sebentar ya pulangnya gak lama kok tan" ucap Galih sambil menyalimi tangan Resya, Resya tersenyum menatap Galih.
"Iya Galih hati-hati ya tolong jaga Laika" Galih menganggukkan kepalanya dan keluar menyusul Laika.
Brak..
Galih menutup pintu mobilnya ia menatap Laika yang tengah melamun.
"Jangan melamun Lai nanti lo kesambet"ucap Galih yang terkekeh membuat Laika sadar dari lamunannya.
"Gue kalo baru bangun emang suka melamun"ucap Laika sambil tertawa, Galih hanya tersenyum ia senang bisa pergi dengan Laika entah kenapa menurutnya Laika beda dari cewek yang lainnya Laika bisa membuatnya nyaman, Laika membuat Galih tidak bisa tidur karena terbayang-bayang wajahnya entahlah Galih sudah mulai menyukai Laika rasanya.
"Lai lo pernah di tembak cowok gak"tanya Galih yang membuka pembicaraan.
"Pernah tapi gue tolak semua" Galih kira Laika pernah pacaran ternyata perkiraan nya salah Laika tidak pernah sekali pun merasakan cinta atau pacaran.
"Kenapa?"
"Kata temen-temen gue gak enak jatuh cinta cuman bikin sakit hati doang jadinya gue gak mau pacaran ya takut aja gue disakitin cowok"ucap Laika seraya terkekeh.
"Gak semua cowok gitu Lai menurut gue kalo cowok yang suka nyakitin cewek itu banci"ucap Galih yang tertawa diikuti Laika.
"Kalo kak Galih pernah pacaran gak?" Giliran Laika yang bertanya, Galih mengangukkan kepalanya.
"Pernah dulu sekali" Laika hanya meng'oh'kan saja.
Mereka sudah sampai di toko buku Laika langsung turun diikuti Galih, mereka jalan beriringan menuju toko buku tersebut.
"Emang kak Galih nyari buku apa?"tanya Laika.
__ADS_1
"Besok kan udah mulai sekolah biasa nah jadi gue mau beli buku pelajaran"
"Rajin banget ya kak selama gue sekolah gue gak pernah serajin ini"ucap Laika seraya tertawa.
"Ya biar sekalian aja Lai"
Laika hanya menganggukkan kepalanya ia berjalan menuju rak-rak novel Laika mengambil salah satu novel dan melihatnya, Galih menatap Laika dan menghampirinya.
"Lo suka novel?"tanya Galih. Laika hanya menganggukkan kepalanya karena ia sedang sibuk membaca belakang novel tersebut.
"Mau gue beliin?" Seketika Laika menatap Galih dan menggelengkan kepalanya.
"Gak usah kak, gue ngoleksi novel dirumah dan novel gue juga belum kebaca semua makanya gue jarang beli novel lagi"ucap Laika seraya menaruh novel tersebut.
"Kak Galih udah nemu bukunya?" Galih memperlihatkan buku yang tebal itu Laika langsung memasang wajah yang tidak bisa diartikan.
"Kenapa?"
Laika menggelengkan kepalanya.
"Gue gak bisa baca buku setebel itu apalagi isinya pelajaran semua bikin kepala gue puyeng"ucapan Laika membuat Galih tertawa.
"Lo gak mau beli buku?" Laika menggelengkan kepalanya.
"Yaudah gue bayar dulu ya lo tunggu di mobil aja" Laika menurut ia berjalan menuju mobil Galih dan masuk kedalamnya sambil menunggu Galih membayar bukunya Laika memainkan ponselnya.
Brak..
Galih memasuki mobil dan menatap Laika.
Laika menganggukkan kepalanya.
"Yaudah deh kak"
Galih melajukan mobilnya mereka mencari restoran terdekat untuk mengisi perut kosongnya. Setelah sampai mereka berjalan beriringan tiba-tiba Laika terpaku saat Galih menggenggam tangannya.
"Mau pesen apa Lai?"
"Samain aja" Galih yang memanggil pelayan dan memesan makanan setelah pelayan pergi Laika menatap Galih.
"Kak lo tau kenapa kak Mervin cuek?" Galih menanggukkan kepalanya.
"Lo suka sama Mervin?" Dengan cepat Laika menggelengkan kepalanya.
"Gue cuman gak suka sama sikapnya kak menurut gue dia songong" Galih tertawa.
"Laika belum kenal, coba kalo udah beda kok dia gak songong orangnya" Laika menghela nafas.
Tiba-tiba pesanan mereka datang mereka langsung melahap makanannya tersebut.
"Lo mau tau cerita tentang Mervin?"
Laika melongo menatap Galih.
__ADS_1
"Emang boleh?" Galih menganggukkan kepalanya.
"Dulu Mervin diphpin sama pacarnya eh ralat mantan deng namanya Gladys, Gladys ninggalin Mervin tanpa alasan, dulu Mervin sayang banget sama Gladys apa kemauan nya selalu Mervin turutin, dari kehilangan Gladys sikap Mervin berubah 360° dia jadi cuek, gasuka sama cewe, keliatannya sih sombong dia juga gak bisa bergaul beda dengan yang dulu dia ramah, suka tebar senyum sapa sama semua orang yang ngebuat cewek-cewek disekolahnya tertarik, dia juga orangnya gak bisa diem alias pencicilan, Gladys yang udah buat Mervin berubah, padahal gue sering bilang ke dia buat ngelupain Gladys dan cari cewek baru tapi dia malah-marah, Gladys itu cinta pertama Mervin, Gladys juga ade kelasnya dia seangkatan sama lo semua cewek iri sama dia termasuk kakak kelasnya karena dia bisa ngebuat Mervin tertarik sama Gladys ya menurut gue aja ya ni Gladys putus pasti punya alasan soalnya dia selalu di bully dikasi surat kaleng, kalo dia gak sama Mervin kadang seniornya jailin dia mungkin karena itu dia gakuat bertahan tapi dia takut buat bilang ke Mervin gue tau Gladys orangnya polos gak mungkin dia selingkuh atau apa karena gue tau kalo Gladys juga sayang sama Mervin"ucap Galih panjang lebar, membuat Laika menganggukkan kepalanya mengerti, Laika bisa menyimpulkan bahwa Mervin orangnya setia dan baik.
...¤¤¤¤...
"Makasi ya kak untuk hari ini"ucap Laika yang turun dari mobil Galih sambil tersenyum.
Galih menganggukkan kepalanya.
"Ya seharusnya gue yang bilang makasih ke elo karena udah mau temenin beli buku" Laika tertawa entahlah untuk saat ini ia merasa nyaman dengan Galih seketika Mervin hilang dipikirannya.
"Lo hati-hati ya kak gue masuk dulu"ucap Laika seraya memasuki rumahnya, setelah itu Galih mulai menjalankan mobilnya dan meninggalkan pekarangan rumah Laika.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"balas Resya tanpa menoleh karena ia sedang membaca majalah terbaru, Laika menghampiri mamanya dan duduk disebelahnya.
"Mama baru beli majalah?" Resya hanya menganggukkan kepalanya.
"Papa lembur lagi gak ma?"
"Iya Lai kerjaan papa masih banyak" Laika mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Laika udah makan?"
"Udah ma diajakin kak Galih tadi" Resya langsung menatap Laika.
"Galih baik banget ya Lai keliatan dari wajahnya mama setuju kalo kamu pacaran sama dia"goda Resya membuat Laika bersemu.
"Mama ah godain Laika mulu"
"Gak goda Lai Mama seriusan, dari kelakuannya juga aduh udah ganteng, baik, gak sombong, pinter, kayam tipe kamu banget tuh Lai"ucap Resya, Laika menatap Mamanya malas.
"Mama aja tuh yang jadian sama kak Galih"ucap Laika sambil berjalan menaiki tangga dan tertawa.
"Ihh mama kan udah punya papa"ucapan Mamanya membuat Laika semakin terbahak.
Laika membuka pintu kamarnya dan menutupnya kembali setelah itu Laika berjalan ke kasurnya dan menghempaskan tubuhnya, Laika menatap langit-langit kamarnya seraya memikirkan kejadian tadi Laika rasa Galih memang sangat baik tiba-tiba pikirannya tertuju kepada Mervin ntahlah dia sedang memikirkan apa yang diceritakan kak Galih tadi, hanya gara-gara mantannya ia berubah sangat berubah matanya yang selalu tidak bersahabat selalu menatap dingin, datar dan tajam Laika menghela nafasnya ia bingung kenapa pikirannya tertuju pada Mervin, Laika berfikir apa yang terjadi besok ia tidak ingin bertemu Mervin besok tidak ingin, bertemu dengannya hanya membuat Laika naik darah ya walaupun ia sudah mendengar cerita sebenarnya dari Galih tapi ia tetap tidak ingin bertemu dengannya.
.
.
.
.
.
Bersambung yee..:v
jangan lupa vote dan komennya:))
__ADS_1
Tbc..