
Laika melangkahkan kakinya melewati koridor sekolah nya dengan wajah cerianya. Laika tak sadar bahwa sedari tadi Galih jalan disebelahnya sembari menatapnya.
"Gimana keadaan Mervin Lai?"tanya Galih yang membuat Laika reflek menatap Galih.
"Baik kok kak kebetulan kemarin dia udah sadar paling pulangnya besok" Galih mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Besok deh gue sama yang lainnya jenguk dia kalau emang dia udah pulang ya kita ikut nganterin nya soalnya hari ini kita ada latihan basket"ucap Galih membuat Laika menganggukkan kepalanya.
"Iya deh kak nanti Laika kasih tau kak Mervin" Galih tersenyum.
"Kalau gitu gue ke kelas duluan ya nanti ketemunya dikantin aja bye Lai" Laika menganggukkan kepalanya dan Galih pun langsung berlari ke kelasnya sedangkan Laika mempercepat langkahnya ke kelas.
"Ra maaf nanti gue gak jadi ke rumah lo ya gue buat sendiri aja"ucap Laika saat berada di sebelah Zahra yang sedang mengobrol dengan Calista, Zahra menatap Laika saat Laika berbicara padanya.
"Eh Laika, iya Lai gak papa kok santai aja" Laika menganggukkan kepalanya dan menaruh tasnya tepat di sebelah Zahra.
"Andira gak sekolah dia ijin, biasa papinya kan udah pulang pasti nyempetin waktu buat ngajak jalan-jalan keluarganya"ucap Zahra tiba-tiba membuat Laika terkekeh.
"Eh iya Lai gimana keadaan kak Mervin?"tanya Calista membuat Laika menatapnya.
"Udah baikan kok baru aja sih kemaren dia sadar tapi katanya dia gak papa"ucapan Laika diangguki Calista dan juga Zahra.
Saat Mervin mengalami kecelakaan berita itu tersebar di satu sekolahan membuat para kaum hawa yang menyukainya sedikit sedih dan terkejut ketika mendengar berita tersebut, ada yang sampai nangis malah. Apalagi mereka tahu penyebab Mervin kecelakaan adalah saat ia menolong Laika tetapi semua tidak menyalahkan Laika malah mereka sangat ramah dengan Laika, dan mereka sangat berharap agar Mervin cepat pulih dan bisa kembali ke sekolahan.
...♡♥♡...
Laika berjalan tergesa-gesa di koridor rumah sakit, dengan cepat ia berjalan menuju kamar inap Mervin, saat ia telah berada di depan kamar tersebut Laika memegang knop pintu dan membukanya secara perlahan.
Laika melihat Mervin yang sedang tertidur pun enggan untuk membangunkannya ia lebih memilih duduk disofanya dan mengerjakan tugas yang di berikan guru padanya.
Setelah beberapa saat kemudian Mervin mengerjapkan matanya beberapa kali, setelah fokus ia menatap Laika yang sangat serius mengerjakan tugasnya, bibirnya terangkat menjadi senyuman tipis.
"Sejak kapan lo disini?"ucapan itu membuat Laika tersentak dan langsung menatap Mervin.
"Udah dari tadi"ucap Laika singkat dan kembali melanjutkan mengerjakan tugasnya.
Mervin merubah posisinya menjadi duduk.
"Kok lo gak bangunin gue?"
"Gak enak aja ngebangunin soalnya tidur kak Mervin nyenyak banget, lagian santai aja kak gue juga ngerjain tugas daritadi" Mervin menganggukkan kepalanya.
"Kita belajar bareng aja gimana? Kalau ada yang gak tau lo bisa tanya ke gue langsung"ucapan Mervin barusan membuat Laika mematung seketika.
__ADS_1
"Ee..emm..g..gue udah mau selesai kok kak"ucap Laika yang gugup membuat Mervin terkekeh.
"Udah sini gue tau ada yang nggak lo ngerti kan sama soalnya?" Laika menganggukkan kepalanya kemudian ia beranjak menghampiri ranjang Mervin.
Mervin mengambil buku yang dipegang Laika setelah itu ia menjelaskan sedetail-detailnya tentang materi itu ke Laika membuat Laika menganggukkan kepalanya mengerti. Saat Laika sedang menulis di buku tulisnya Mervin tersenyum menatapnya.
"Lo tau gak Lai? Lo yang udah bikin gue berubah"ucapan Mervin lagi-lagi membuat Laika tersentak dan menatap Mervin.
"M..maksud kak Mervin apa?" Mervin tesenyum kearahnya.
"Lo bakalan tau nanti" Laika menundukkan kepalanya merasa dirinya salting, ia kembali melanjutkan menulis jawaban dibuku tulisnya.
Tak butuh waktu lama tugas Laika sudah selesai berkat Mervin yang membatunya sedari tadi, ternyata ucapan Mervin benar banyak soal yang Laika tidak dimengerti dan membuat Mervin dengan senang hati menjelaskannya.
"Oh iya kak kata kak Galih besok dia sama yang lainnya mau kesini" Mervin menganggukkan kepalanya.
"Eh tapi kan besok gue udah boleh pulang?"
"Iya katanya sekalian mau nganterin ke rumah" Mervin menggelengkan kepalanya melihat tingkah para sahabatnya, pulang ke rumah sakit saja pakai ikut nganterin segala memang mereka sahabat terbaik Mervin.
"Beruntung ya kak Mervin punya sahabat gitu ya walaupun kadang otaknya ada yang sengklek tapi ya pengertian banget"ucap Laika yang tertawa.
"Biasa temen emang gitu, oh iya lo pulang sekarang?" Laika menatap arloji yang ada di pergelangan tangannya disana menunjukkan pukul 5 sore.
"Lo diem disini aja gue lagi pengen ngabisin waktu sama lo hari ini, gak papa kan?"Tanyanya membuat Laika terdiam sejenak lalu menganggukkan kepalanya.
"Oke, gimana kalo kita ke taman? Gue bosen dikamar terus" Laika menatap Mervin.
"Tapi kan kak Mervin belum sembuh total jangan deh"cegah Laika tetapi Mervin menggelengkan kepalanya.
"Gue udah mendingan kok, gue pake itu aja"ucap Mervin seraya menunjuk Kursi Roda di dekat sofa, Laika pun melihat ke arah yang ditunjuk Mervin langsung beranjak mengambilnya.
Dengan perlahan Mervin turun dari ranjangnya dan langsung duduk di kursi roda tersebut, setelah itu Laika mendorong kursi roda Mervin membawanya keluar dari kamar.
Terlihat di taman rumah sakit banyak yang berlalu lalang, bahkan banyak yang membawa pasien kesana untuk mencari angin atau menyuruhnya makan ya termasuk Mervin yang ingin ketaman sekarang karena merasa bosan di kamarnya. Laika mendorong kursinya sambil tersenyum.
"Kita duduk disitu aja ya"ucap Mervin seraya menunjuk ke arah sebuah bangku taman yang kosong, Laika pun mendorong Mervin ke arah yang ditunjuknya itu. Laika langsung duduk dibangku tersebut sedangkan Mervin membalikkan kursinya berhadapan dengan Laika membuat Laika sempat mematung sebentar. Mervin menatap Laika lekat membuatnya salah tingkah dan memilih untuk menunduk dan memainkan ponsel.
Mervin terkekeh, sepertinya ia menyadari Laika yang salah tingkah.
"Gue baru kali ini liat lo salting gitu duh gemes"ucap Mervin yang tertawa sedangkan Laika menatapnya kesal.
"Apaan sih orang gue gak salting"ucapan Laika membuat Mervin terkekeh lagi.
__ADS_1
"Lai, coba aja dari awal kita akur ya pasti kita udah deket kayak gini gak berantem kayak dulu"Laika menatapnya malas.
"Baru sadar lo kak? Lo tuh dulu songong banget dimintain tanda tangan aja gue harus jawab dulu tinggi lo berapa, gila emang lo"ucap Laika, Mervin tertawa.
"Ya maaf, nanti gak lagi deh pokoknya kita akur aja ya sekarang"ucap Mervin yang menunjukkan jari kelingkingnya, Laika tersenyum sambil menganggukkan kepalanya setelah itu ia menautkan jari kelingkingnya dengan Mervin, Mervin tersenyum menurutnya ini hari yang paling berkesan dalam hidupnya entah kenapa itu bisa terjadi.
Laika mendorong kursi roda Mervin menuju kamar rawatnya karena langit sudah mulai gelap dan Laika harus segera pulang.
Saat memasuki kamarnya mereka berdua terkaget karena didalam kamar tersebut ada kedua orang tua Mervin yang sedang tersenyum kearah mereka. Laika tersenyum kikuk sedangkan Mervin tersenyum.
"Mervin darimana aja?"tanya Helena seraya memeluk Mervin yang masih duduk di kursi roda.
"Jalan-jalan mah, ditaman sama Laika bosen soalnya di kamar terus" Helena melepas pelukannya dan menatap Laika sambil tersenyum.
"Makasi ya Laika udah mau jagain Mervin selama Mervin dirawat"ucapan Helena membuat Laika menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Iya tante sama-sama, kalo gitu Laika pulang dulu ya om, tan soalnya udah malem takut Mama nyariin" Laika menyalimi tangan Helena dan Adam, Adam tersenyum.
"Maaf ya Laika kalau Mervin susah diatur" Laika terkekeh, sedangkan Mervin menatapnya malas.
"Hehe, iya om santai aja" Laika melirik Mervin yang menatapnya datar.
"Laika hati-hati ya maaf tante gabisa nganterin kamu, oh iya besok Mervin udah pulang kamu ikut kerumah ya" Laika menganggukkan kepalanya.
"Iya tan, Laika pulang ya, kak semoga cepet sembuh"ucapan Laika membuat Mervin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Thanks Lai, lo hati-hati ya" Laika menganggukkan kepalanya kemudian ia berjalan keluar dari kamar rawat Mervin menuju parkiran karena supirnya sudah menjemputnya.
Selama berada di dalam mobil Laika tak henti-hentinya tersenyum dan membayangkan kejadian tadi, ia benar-benar tak percaya bahwa Mervin secepat itu berubahnya, ternyata benar kata Galih kalau sebenarnya Mervin itu baik.
.
.
.
.
.
.
...○•Bersambung•○...
__ADS_1
Yeyyy part 19 udah selesaii yuhuu yipiii wkwk:v gak kerasa ya udah jauh ceritanya hehe. Jangan lupa di VOTE dan komen juga gapapa:) baca terus yaa masih banyak cerita yang lebih seru kok hehe.