
Setelah beberapa bulan Laika tidak pernah bertemu papanya karena ia sedang ada perkerjaan lain di luar kota akhirnya hari ini papanya akan pulang, ia juga tidak ingin berlama-lama meninggalkan Resya dan Laika, Refand juga sangat rindu dengan kedua wanitanya itu.
Pagi ini Laika tengah bersiap, karena ia ingin menjemput papanya dibandara tentunya dengan perasaan yang sangat bahagia, Laika juga sudah bilang pada Mervin dan dia bilang dia akan ikut menjemput papa sekalian ingin berkenalan dengan papanya dan berbicara sedikit.
Tap.. Tap.. Tap..
Derap langkah Laika terdengar ke sepenjuru ruangan dirumahnya, Laika mengalihkan pandangannya mencari keberadaan m amanya yang tak kunjung keliatan.
'Hm.. apa masih dikamar ya, yaudah mending nunggu di sofa aja'batin Laika,
Ia berjalan menuju sofa ruang tamu dan menghempaskan bokongnya setelah itu ia mengeluarkan ponselnya dan memainkanya sembari menunggu mamanya dan Mervin.
Setelah selesai Resya menghampiri Laika yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
"Mama udah siap Lai yuk berangkat" Laika menoleh ke arah Resya.
"Tunggu kak Mervin dulu ma katanya dia mau ikut" Resya menganggukkan kepalanya dan ikut duduk di sebelah Laika.
Tak lama kemudian bel rumah berbunyi membuat mereka berdua sontak beranjak dan menghampiri pintu utama.
Ceklek..
"Pagii tantee"ucap Mervin yang langsung menyalimi tanga Resya, Resya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Pagi juga Mervin, yaudah yuk kita berangkat aja langsung" Mervin dan Laika menganggukkan kepalanya, mereka langsung memasuki mobil pribadi Resya dengan posisi Resya berada didepan dengan kang Ojo sedangkan Laika dan Mervin berada di tengah.
Jarak rumah Laika ke bandara itu cukup memakan waktu apalagi ditambah dengan macet, membuat Laika menghela nafasnya melihat jalan yang sangat padat itu.
"Malesnya Laika keluar tuh ya gini ma"ucap Laika membuat Resya menoleh ke belakang.
"Mama juga sama makanya mama kadang males banget ke butik kalau macet kayak gini" ucap Resya membuat Mervin hanya bisa terkekeh melihat ibu dan anak yang benar-benar serasi.
"Ehm.. Papa kamu darimana Lai?"tanya Mervin membuat Laika menoleh.
"Ada kerjaan di Kalimantan" Mervin hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
Setelah lama berdiam di jalan karena terjebak macet akhirnya mereka telah sampai di bandara dengan selamat sentosa. Eh wkwk..
Mereka pun langsung turun dari mobil dan jalan beriringan menuju tempat menunggu orang yang baru saja landing. Dengan Resya yang memegang papan nama didadanya.
Tak butuh waktu lama orang yang ditunggu-tunggu mereka akhirnya datang dan menghampirinya dengan senyuman, membuat Laika menatapnya berbinar dan menghamburkan pelukannya pada seseorang yang membuatnya sangat rindu.
Refand terkekeh dan membalas pelukan putrinya.
"Aaa papa akhirnya papa dateng jugaa duhh Laika kangen banget pvtgaaa"ucap Laika yang mengeratkan pelukannya, Resya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Laika begitupula dengan Mervin yang terkekeh.
"Iya Lai iyaa papa juga kangen Laika, udah ya jangan erat-erat papa sesak nafas nihh" Laika pun langsung melepas pelukannya sambil menyengir. Kemudian Refand menghampiri Resya dan memeluknya sebentar lalu melepaskannya kembali, setelah itu pandangan Refand tertuju pada Mervin yang tersenyum sopan padanya. Laika yang melihat wajah bingung papanya pun mendekat ke arah Mervin dan memegang lengannya.
"Paa.. Kenalin ini kak Mervin pacar Laika"ucap Laika yang diakhiri oleh cengiran, sedangkan Refand menatap Resya kaget.
__ADS_1
"Seriously ma?! Laika udah punya pacar?" Resya tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Refand terkekeh dan mendekat ke arah Mervin.
"Nama kamu siapa? Nama om Refand"ucap Refand yang memegang pundak Mervin membuat Mervin tak berhenti tersenyum.
"Saya Mervin om pacar Laika" Refand mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Nama yang bagus kayak wajahnya ganteng"puji Refand membuat Mervin terkekeh.
"Ah om bisa aja, btw makasih atas pujiannya om, om juga ganteng kok" Refand terkekeh dan menganggukkan kepalanya, sedangkan Laika yang melihat wajah senang papanya pun ikut tersenyum senang karena rasanya papa suka dengan Mervin.
"Kita ngobrolnya lanjutin di rumah aja yuk"usul Resya membuat ketiganya menganggukkan kepalanya.
*******
Mereka telah sampai di rumah, membuat mereka langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Resya yang menarik koper Refand dan membawa ke kamarnya, sedangkan Refand, Laika dan Mervin berjalan menuju sofa ruang tamu dan langsung duduk di sofa tersebut.
"Jadi awal ketemu dimana?"tanya Refand yang to the poin.
"Disekolah om kebetulan saya kakak kelas Laika" Refand mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti ketika mendengar ucapan Mervin.
"Kamu kenapa bisa sih suka sama Laika, anak om itu males loh terus jorok"ucap Refand yang menatap Laika sembari tersenyum goda, Laika yang mendengarnya pun mendelik.
"Ihh apa sih papa Laika mana gitu!"ucap Laika yang kesal membuat Refand dan Mervin terkekeh melihat respon Laika.
"Ya gak tau juga om, cinta kan bisa dateng kapan aja tanpa harus ngeliat sikapnya gimana"ucap Mervin membuat Refand tersenyum dan mengangguk setuju.
"Bukannya gak tau, ya emang aja papa yang ngebet banget pengen sama mama karena mama dulu banyak yang suka kan?"ucap Laika membuat Refand tertawa dan diikuti oleh Mervin.
"Tau aja nih Laika"
"Om cuman mau kasih tau ke Mervin aja ya, om ngijinin kamu pacaran sama Laika tapi tau batasnya ya dan jangan sampai menggangu pelajaran juga, terus om gak mau sampai kamu nyakitin Laika, kalau sampai kamu ngelakuin opsi ketiga om gak akan ngijinin Mervin untuk ketemu Laika lagi"ucap Refand yang langsung diangguki oleh Mervin.
"Iya om saya janji gak akan pernah nyakitin Laika dan saya janji bakal jagain dia terus" Refand tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Janji jangan cuman diucapin aja tapi dilakuin"ucap Refand membuat Mervin lagi-lagi menganggukkan kepalanya.
"Iya om saya ngerti kok apa yang akan saya lakuin, saya gak akan buat Laika kecewa intinya" Refand tersenyum hangat ke arah Mervin sedangkan Laika hanya tersenyum ketika mendengar perkataan Mervin pada Papanya.
"Hm.. Lai papa kok gak liat Ferrel? Dia udah pulang? Katanya kan dia lagi disini?" Laika menganggukkan kepalanya.
"Udah pulang pa waktu itu disuruh tante Lana pulang karena tante Lana mau keluar kota sama om David jadinya Ferrel disuruh jagain Caca" Refand menganggukkan kepalanya.
"Padahal papa udah bawain dia oleh-oleh"
"Ihh terus oleh-oleh Laika mana?!"ucap Laika membuat Refand dan Mervin terkekeh.
"Ada tuh di tas nanti deh papa ambilin" tiba-tiba ponsel Refand berdering membuat Refand mengambil ponselnya di kantong celananya dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
__ADS_1
"Emm baru aja di omongin udah nelfon aja si Ferrel, yaudah deh kalian ngobrol aja dulu papa ke luar dulu mau angkat telfon" ucap Refand yang langsug beranjak dari duduknya dan melenggang pergi mengangkat telepon dari Ferrel.
"Ihh papa ditelfon Ferrel aja pake keluar segala udah kayak client papa aja"ucap Laika membuat Mervin terkekeh.
"Papa kamu lucu juga ya, ramah terus baik orangnya aku suka aja gitu nyaman jadinya" Laika tersenyum.
"Nyaman? Awas ya kamu sampai naksir sama papa"ucapan Laika membuat Mervin tak bisa menahan tawanya.
"Apasih Lai" Laika hanya menyengir melihat Mervin yang tertawa seperti itu.
"Papa kamu emang deket banget ya sama Ferrel?" Laika menganggukkan kepalanya.
"Ferrel itu udah dianggap kayak anaknya sendiri karena papa kan gak punya anak cowok jadinya aku nganggep Ferrel itu kakak aku sendiri" Mervin hanya meng'oh'kan saja sambil mengangguk ngerti.
"Hari ini kita ada acara jalan nggak?" Laika menggelengkan kepalanya.
"Jangan sekarang deh ya, soalnya papa baru pulang" Mervin mengacak puncak rambut Laika sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Iya deh lain kali aja ya, yaudah aku pulang dulu ya, mama aku mau pergi jadi aku harus stay di rumah" Laika tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Iyaa hati-hatii" Mervin hanya tersenyun dan beranjak dari duduknya. Laika mengekori Mervin dari belakang, saat berada di depan pintu utama Mervin menghampiri Refand yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
"Om saya pulang dulu ya soalnya mama mau pergi"ucap Mervin yang membuat Refand sontak menoleh ke arah Mervin.
"Eh iya hati-hati ya"
"Iya om, assalamualaikum"ucap Mervin sambil menyalimi tangan Refand dengan sopan.
"Waalaikumsalam"ucap Refand sambil tersenyum, setelah itu pandangan Mervin tertuju pada Laika.
"Hm Lai aku pulang dulu ya" Laika tersenyum dan menganggukkan kepalanya membuat Mervin melenggang pergi memasuki mobilnya dan langsung menancap gasnya meninggalkan perumahan Laika.
Setelah dilihatnya sudah menghilang Laika menatap Refand yang sedang menatapnya sambil tersenyum.
"Laii papa setuju kamu sama Mervin, tapi jangan sampai lupa belajar ya" Laika tersenyum lalu menganggukkan kepalanya
.
.
.
.
.
.
bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa vote dan komennya yaaa:))