Es Balok

Es Balok
12. Mervin POV.


__ADS_3

Suara dobrakan dari mobil terdengar jelas, Mervin yang sedang keluar dari mobilnya ia langsung berjalan menuju dalam rumahnya entahlah karena ia melihat kejadian kemaren Mervin jadi malas berbicara atau Mervin suka dengan Laika? Itu yang masih dipikirkan oleh Mervin, bisa-bisanya gadis ceroboh itu selalu mengganggu pikirannya.


Mervin tidak mengerti dengan perasaan nya, saat melihat Laika dengan Galih ada perasaan tidak suka di dalam dirinya, selalu senang ketika Laika memarahinya, senang saat berada dengan gadis ceroboh itu Mervin berfikir ia seperti cowok yang egois entah kenapa ia ingin memiliki gadis itu sepenuhnya ia tidak ingin ada cowok selainnya yang dapat bersamanya ya walaupun sebenarnya Mervin enggan bilang tentang perasaannya, Mervin terlalu gengsi, hatinya tidak sama dengan perkataannya ia selalu bilang bahwa ia tidak akan pernah suka dengan gadis ceroboh itu tapi apa? Hatinya tidak bisa berbohong sekarang ia mulai menyukai gadis ini entah kapan dan dimana perasaan itu timbul.


"Arghhh kenapa sih dia selalu ada dipikiran gueee"pekik Mervin sambil memegang kepalanya.


"Gue juga masih bingung sama perasaan gue sekarang, disisi lain gue bilang gak akan pernah suka sama dia tapi gue gak bisa bohong hati gue yang bilang sebenarnya kalo gue suka sama diaa, dia yang selalu buat gue khawatir, gue seneng kalo debat sama dia gue juga gak tau kenapa gue iri sama Galih hhhh tau ahh"erangnya sendiri Mervin langsung mengambil ponselnya menyuruh Naren dan Daniel agar ke rumahnya ia sedang galau hari ini.


Tak lama kemudian Naren dan Daniel datang, mereka langsung ke kamar Mervin dan langsung merangkulnya.


"Lo kenapa tumbenan nyuruh kita kesini, lagi galau lo?"tanya Naren, Mervin hanya diam seraya memainkan ponselnya.


"Cerita napa Vin" Mervin menggelengkan kepalanya.


"Gak ada apa-apa gue cuman males ngomong aja soalnya gue lagi sariawan"alibi Mervin.


"Yaudah kalo gak mau cerita kita main ps aja gimana?"ajak Daniel.


Mervin beranjak dari tidurnya.


"Lo duluan aja gue mau kebawah bentar"


Mereka langsung duduk dan mulai memainkan ps Mervin sembari menunggunya kembali ke kamar.


Saat mereka sudah lama bermain ps Daniel menatap Naren.


"Gimana hubungan lo sama Zahra?" Naren menatap Daniel.


"Ya gak gimana"


Daniel gantian menatap Mervin, Mervin yang ditatap seperti itu pun mengerutkan keningnya.


"Apaa lo mau nanya apa?!"ucap Mervin yang agak ngegas membuat Daniel ngakak.


"Selow napa gak usah ngegas gitu, nah gimana lo sama Laika kok tadi cuek-cuekkan tumben, biasanya kan kayak tom&jerry"ucap Daniel yang masih tertawa, Mervin menatapnya datar dan dingin.


"Dia kan sama Galih" melihat perubahan wajah Mervin pun Naren menggodanya.


"Aaaciee cemburu kan lo mukanya berubah gitu" Mervin menatap tajam Naren yang sedang menertawainya.


"Bodo amat"ucap Mervin sambil memainkan ponselnya.


"Eh eh ini siapa nya Laika?" Daniel yang menujukkan sebuah foto pada Naren, Naren pun melihatnya.

__ADS_1


"Eh iya lo liat dari mana?"


"Dari tag-tag an instagram dia, pas gue liat cowok ini ada ngetag dia lo tau gak vin?" Daniel menyerahkan foto tersebut kepada Mervin dan Mervin menatapnya dengan wajah dinginnya.


"Ya mana gue tau"


"Tapi yaa cowok ini waktu kita liat dipasar malam kan sama Laika itu?"tanya Naren membuat Daniel menoleh.


"Nah iyaa" Mervin menatap mereka malas.


"Biarin aja kali sapa tau dia pacarnya" Daniel dan Naren yang mendengar kata seperti itu pun tersenyum goda.


"Tuh kannn lo cemburu sama tu cowok buktinya kemaren lo minta kita langsung pulang, aduhh udah gak usah banyak ngeles" Mervin melempar bantal ke wajah Daniel.


"Rese lo!" Daniel makin terbahak ia suka jika menjahili Mervin.


"Tapi yaa gue gak yakin kalo itu pacar Laika" Mervin menatap Naren bingung.


"Kenapa gak yakin? Bisa aja kali pacarnya" Naren memutarkan bola matanya malas.


"Ya gak yakin aja kali aja sih sepupunya atau siapanya jugaan kan dia lagi deket sama Galih"  Mervin hanya menaikkan kedua bahunya tidak peduli.


Naren melempar bantal ke arah Daniel karena ia sedang berkutat dengan ponselnya.


"Gue juga tau pasti lo lagi deket kan sama Andira hahaha"ucap Mervin yang kini tertawa membuat Daniel terdiam karena ketangkap basah temannya.


"Aah rese lo pada" Naren dan Mervin masih tertawa.


"Uda lah Vin jan cuek-cuek lagi gue kirain lo kenapa tau tadi di sekolah"


"Bawel lo ah"


"Gue gak sabar nih nembak Zahra doain ya secepatnya" Daniel langsung merangkul Naren.


"Wihh punya nyali juga lo" Naren tersenyum.


"Iya dong harus, emang Mervin gak pernah mau jujur sama perasaannya" Mervin langsung menjitak jidat Naren dan membuatnya meringis.


"Kenapa mesti gue mulu si yang kena? Tuh Galih sesekali kenakin"


"Bodo amat lah Vin"


"Lo tau ga vin? Waktu tadi lo cuek gitu, Laika bingung tau seketika dia kayak punya salah sama lo gue aja juga pertamanya bingung ngeliat sikap lo tadi"ucap Naren.

__ADS_1


"Gue cuman males ngomong aja kan gue udah bilang" Daniel menatap malas Mervin.


"Bisa ngeles aja lo emang, alasannya sariawan lah males ngomong lah nanti apa lagi?"


"Gue suruh kalian kesini buat nemenin gue bukan ngajak ribut"ucap Mervin yang sedikit kesal.


"Serah apa kata lo deh, kalah gue kalah"ucap Daniel yang hampir menyerah berdebat dengan Mervin.


Mereka bertiga seketika hening, ketiganya sibuk mengutak-atik ponselnya, ntahlah apa yang mereka lakukan terhadap ponselnya itu.


"Kadang yaa gak tau kenapa gue suka gitu liat Laika marah-marah sama gue" seketika ucapan Mervin membuat Daniel dan Naren saling tatap.


"Berarti lo suka sama dia"ucap Naren seraya tertawa, Mervin lagi lagi menjitak Naren dan membuatnya meringis.


"Lo mah suka jitak mulu"


"Lo sih kalo ngomong suka ngawur"


"Menurut gue si iya lo ada perasaan sama dia udah Vin kita ini temen lo masa lo gak mau jujur si sama kita masalah perasaan lo sendiri, lo gak usah bohongin kita"ucap Daniel sambil merangkul Mervin dan Mervin hanya berdehem.


"Kalian tau gak? Tadi gue kerjain si Laika"


"Lo ngerjain apaan dah tumben banget?"tanya Naren.


"Jadi kan pas pulang sekolah itu tas gue gak ketutup rapet nah buku gue jatuh dikoridor, pas gue deket parkiran gue baru sadar tas gue gak ketutup rapet akhirnya gue tutup deh tapi gue gak sadar buku gue ada yang jatuh nah saat itu si Laika dateng nepuk bahu gue dan ngasih buku itu ke gue tapi gue bilang itu bukan buku gue waktu gue baca namanya, pas gue langsung pergi gue liat mukanya yang kaget gitu nah trus dia buka buku gue dan dia ngeliat nama gue ada dibuku itu trus dia kesel banget sampe hentak- hentakin kaki"ucap Mervin sambil tertawa ia masih membayangkan ekspresi menggemaskan Laika ia suka melihat wajah gadis itu saat sedang kesal.


"Emang ya lo suka banget bikin dia ngamuk liat aja besok pasti deh dia gak segan-segan buat marahin lo dah"ucap Daniel sambil tertawa diikuti Naren.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa buat vote yaaa..:)


Terimakasih udah mau baca nanti ceritanya bakalan tambah seru kok hehe...

__ADS_1


__ADS_2