Es Balok

Es Balok
20. Back To Home


__ADS_3

Kebetulan hari ini adalah hari minggu dan hari dimana Mervin sudah di perbolehkan untuk pulang, sesuai apa perkataan Galih ia beneran datang bersama Naren dan Daniel begitu juga Laika yang bersama Zahra. Terlihat mereka sedang bercanda ria di kamar rawat Mervin sudah lama mereka tidak seperti ini apalagi ketiga teman Mervin yang sempat kaget dengan perubahannya begitu juga Zahra, sedangkan Laika hanya tersenyum menanggapi mereka.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka menampilkan wajah kedua orang tua Mervin.


"Mama udah urus biaya rumah sakit jadi ayo kita bisa pulang sekarang" Mervin menganggukkan kepalanya diikuti yang lainnya sambil bersorak ria, inilah yang dinanti yaitu Mervin yang sudah bisa pulang kerumahnya.


Saat semua berada di dalam mobil Mervin, mereka tengah bernyanyi ria untuk menghibur Mervin membuat Mervin tertawa.


"Kalian apaan dah kayak gue anak kecil aja pake dinyanyiin" semua tertawa mendengar ucapan Mervin termasuk Laika yang duduk disebelahnya


Posisinya gini


Helena    Adam


Mervin  Laika   Zahra


Galih   Daniel   Naren


Kalo gak ngerti yaudalah dingertiin aja:v


Oke lanjutt...


Skip..


Mobil Mervin telah sampai di parkiran rumahnya semua seketika langsung turun dari mobil, Helena yang melihat kelakuan mereka pun hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.


"Assalamualaikum!"pekik mereka berenam membuat pembantu yang berada di rumah Mervin menghampirinya dengan wajah terkejut.


"Waalaikumsalam, wahh den Mervin akhirnya pulang juga aduh gimana den keadaannya udah sembuh belum?"ucap bi Dina dengan logat jawanya membuat Mervin terkekeh.


"Kalo Mervin belum sembuh gak mungkin kali bi Mervin pulang"


"O iya den maap bibi lupa, kalo gitu bibi kebelakang dulu ya nanti bibi buatkan minum" Mervin menganggukkan kepalanya.


"Enam ya bi yang manis" seketika bi Dina hormat kepada Mervin. "Siap den"ucapnya lalu berjalan menuju dapur.


Semua duduk di ruang tamu sambil menonton tv, mereka ingin menghabiskan waktu bersama Mervin setelah sekian lama Mervin di rumah sakit.


Tiba-tiba ada seorang gadis kecil mungkin umurnya 6 tahunan berlari memeluk Mervin.


"Bang Melpinnnn!!"pekiknya dan langsung memeluk Mervin membuatnya terkejut seraya menatap adikknya gemas.


"Eh Marshaa, apa kabar?"tanya Mervin membuat Marsha melepas pelukannya dan tersenyum.


"Baik abang, bang Melpin gimana udah sehat belum?"tanyanya dengan nada cadel yang pastinya, Mervin terkekeh lalu menganggukkan kepalanya.


"Udah kok Marsha gausah khawatir" Marsha menganggukkan kepalanya. Laika yang menatap kelakuan mereka pun tersenyum senang ia tak menyangka ternyata Mervin sangat akur dengan adiknya, Mervin ternyata menyadari Laika yang sedang menatapnya sambil tersenyum.


"Eh Marsha kenalan dulu sama temen-temen abang" Marsha sontak menatap teman-teman Mervin.


"Maca kan udah kenal temennya abang, ini bang Galih, itu bang Nalen, yang itu bang Niel kan?" Mervin terkekeh begitu pula Zahra dan Laika yang merasa gemas.

__ADS_1


"Iya maksudnya sama temen abang yang cewek" Marsha menganggukkan kepalanya dan membentuk mulutnya 'o'. Marsha menatap Zahra dan Laika sambil tersenyum lalu ia mendekati Laika terlebih dahulu.


"Ih kakak cantik banget, nama kakak siapa?"Laika tersenyum menanggapinya lalu mencubit pipinya pelan.


"Nama kakak Laika, kamu juga cantik kok nama kamu siapa?"tanya Laika membuat Marsha tersenyum kembali.


"Maca kak" Mervin menatap Marsha dan Laika setelah itu ia membuka suaranya. "Maksudnya Marsha Lai"koreksinya membuat Laika menganggukkan kepalanya mengerti.


"Telus nama kakak yang ada disebelah kak Laika siapa?"tanyanya membuat Zahra yang mendengar pun terkekeh.


"Nama kakak Zahra, salam kenal ya Marca ih aku gemes banget sama kamu" Marsha tersenyum malu.


"Hehe iya kak Zahla salam kenal juga" setelah berkata seperti itu Marsha langsung berlari ke kamarnya membuat Helena menggelengkan kepalanya.


"Marsha jangan lari-lari nanti jatuh loh" Marsha yang menyengir sebentat lalu berucap. "I'm sorry mom" setelah itu ia melanjutkan jalannya menuju kamarnya.


Mervin melihat kelakuaan Marsha pun menggelengkan kepalanya.


"Maafin Marsha ya dia emang gitu" Laika dan Zahra hanya menganggukkan kepalanya.


"Santai aja kak, malah gue sama Laika gemes pengen bawa pulang"ucap Zahra seraya terkekeh.


Zahra dan Laika menatap banyak foto yang terpapang di seluruh penjuru rumah Mervin.


"Marsha model ya kak?"tanya Zahra membuat Mervin menganggukkan kepalanya.


"Hobby dia dari kecil" Laika dan Zahra menganggukan kepalanya mengerti. Mervin menggelengkan kepalanya menatap kelakuan temannya yang tengah berebut bermain ps.


"Diminum ya non, den"ucap bi Dina membuat keenamnnya menganggukkan kepalanya dan berkata. "Makasi bi" bi Dina menganggukkan kepalanya.


"Iya non, den, kalo gitu bibi ke belakang dulu"ucap bi Dina yang langsung berjalan menuju dapur.


"Vin, ps lo rusak ya kok gak bisa?"tanya Daniel membuat Mervin menaikkan kedua bahunya cuek.


"Gak tau, gue jarang maininnya"


"Yaudah kalo gitu kita ke kamar lo ya"ucapan Naren membuat Mervin seketika menggelengkan kepalanya.


"Gak, gue gak ijinin kalian main dikamar gue"ucapnya yang tegas membuat mereka bertiga hanya menganggukkan kepalanya menurut. Tiba-tiba Naren dan Daniel beranjak dari duduknya membuat Mervin, Galih, Zahra dan Laika menatapnya bingung.


"Mau ngapain lo berdua?"tanya Mervin membuat mereka berdua sontak menatap Mervin dengan senyumannya.


"Mau main barbie sama adik lo"ucapan Daniel membuat mereka mendelik.


"Dih lo pada suka main barbie?"pertanyaan Galih membuat Naren mendelik dan menggelengkan kepalanya lalu menyenggol Daniel.


"Ehh kita kan mau jailin Maca kenapa jadi mau main barbie si, kalau lo mau main barbie yaudah lo aja gue mah ogah"ucapan Naren membuat Daniel menatapnya. .


"Oh iya gue lupa, eh Vin gue ke kamar adik lo ya mau kita ganggu" ucap Daniel dan mereka langsung berjalan menuju kamar Marsha.


"Hehh awas aja ya lo pada bikin Maca nangis, gue gak mau tanggung jawab!"pekik Mervin dan mereka berdua berteriak "Yoi!" Setelah itu melanjutkan jalannya menuju kamar Marsha.

__ADS_1


Zahra menatap jam yang berada ditangannya lalu ia menatap Mervin.


"Kak gue pulang duluan ya soalnya gue ada acara maaf gak bisa lama-lama" Mervin menganggukkan kepalanya.


"Iya Ra santai aja, hati-hati ya" Zahra menganggukkan kepalanya kemudian ia menatap Laika.


"Lai gue duluan ya lo mau bareng gue atau nggak?" Laike menggelengkan kepalanya.


"Ngga deh Ra lo duluan aja, hati-hati ya" Zahra menganggukkan kepalanya lalu beralih menatap Galih. "Kak Galih, gue pulang dulu ya" Galih hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, Zahra pun langsung berjalan keluar dari rumah Mervin.


Tersisalah hanya Galih, Laika dan Mervin sekarang. Dan seketika menjadi hening tidak ada yang membuka suara semua hanya terdiam saja seperti ada rasa canggung antara ketiganya, karena merasa tak kuat akhirnya Laika memecahkan keheningan tersebut.


"Kak Mervin besok udah sekolah?" Mervin menganggukkan kepalanya.


"Udah dong jugaan gue udah sembuh" Laika menganggukkan kepalanya sedangkan Galih menatap Mervin.


"Vin gue sama yang lainnya seneng lo berubah kayak dulu lagi, lebih ceria suka senyum dan gak cuek gue berharap lo bakal seterusnya gini, gue cuman kasian sama kedua orang tua lo" Mervin tersenyum menanggapinya.


...♡♥♡...


Karena mamanya telah menelfon Laika, akhirnya ia memilih untuk pulang dan berpamitan kepada Mervin, Mervin pun menganggukkan kepalanya, kemudian Laika berjalan menuju luar rumah Mervin dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


Dirumah Mervin hanya tersisa tiga temannya, ia memilih untuk ke kamar nya dan diikuti oleh Galih.


Sepanjang perjalanan rumahnya, Laika hanya berkutat dengan ponselnya entah apa yang ia lakukan pada ponsel itu. Setelah sampai di depan rumahnya Laika langsung turun dan memasuki rumahnya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam Lai" Laika pun langsung menghampiri Resya yang sedang membaca majalah diruang tamu.


"Gimana sama keadaan kakak kelas kamu?" Laika duduk disebelah Resya dan menatapnya.


"Baik kok ma, untungnya sama sekali gak ada yang patah atau luka parah"


"Syukur deh kalo gitu, yaudah sekarang Laika makan dulu dari pagi belum makan kan?" Laika menggelengkan kepalanya sambil menyengir, membuat Resya tersenyum.


"Yaudah makan dulu bibi udah masak tuh" Laika pun langsung beranjak dari duduknya menuju dapur untuk mengisi perutnya yang kosong dari pagi tadi.


.


.


.


.


.


...○•Bersambung•○...


jangan lupa Vote yaaa inget biar aku makin semangat nihh apalagi masih banyak yang part part yang lebih seru ditunggu ya updatetannya:).

__ADS_1


__ADS_2