Es Balok

Es Balok
14. Sang Penolong


__ADS_3

Sore ini Laika ada janji dengan Galih yang mengajaknya untuk makan malam di sebuah restoran Galih tidak jadi menjemputnya jadinya mereka bertemu disana saja, sudah beberapa jam Laika menunggu kedatangan Galih tapi Galih tak kunjung datang ia sudah merasa capek menunggu dan ia mengetikkan pesan ke Galih.


Disisi lain..


Galih yang tengah menemani Mamanya berbelanja sedari tadipun menghembuskan nafasnya kasar.


"Maaa udah yuk kita pulang Galih ada janji sama temen buat makan malem maaa"ucap Galih yang hampir frustasi.


"Udah ditunda aja, stok dirumah semua udah habis jadi kamu harus temenin mama dan gak boleh kemana-mana"ucapan Mamanya membuat Galih menjambak rambutnya frustasi ia tidak tau lagi bagaimana Laika akan marah padanya karena ia telah berjanji pada gadis itu.


"Maaa tapi Galih ada janji" Mamanya menatapnya.


"Galih kalo kamu gak mau temenin Mama, mama bakalan sita semua fasilitas kamu dan mama gak peduli itu" ketika Mamanya sudah mengancam nya seperti ini ia hanya bisa pasrah tiba-tiba saja ponselnya berdering dan Galih langsung membuka pesan dari Laika tersebut.


LaikaA


Masih lama gak si kak gue capek nunggunya udah 4 jam gue nunggu dan udah mulai mendung juga nih kak:(


^^^GalihP^^^


^^^Maafin gue Lai makan malamnya gue batalin dulu ya, maafin gue nyokap maksa-maksa gue buat nemenin dia dan parahnya nyokap ngancem gue kalo gue gak mau temenin dia, maafin gue Lai gue gak bermaksud buat ingkar janji kok sumpah dah:"^^^


Setelah mengirimkan pesan itu ke Laika pun langsung memasuki ponselnya ke saku celananya.


...¤¤¤¤...


Laika tengah menunggu balasan dari Galih karena ia benar-benar sangat capek dan sangat lelah sudah menunggunya lama.

__ADS_1


Ting!


Ponselnya berbunyi ia langsung mengambil nya dan langsung membuka pesan yang baru saja dikirim Galih untuknya.


GalihP


Maafin gue Lai makan malamnya gue batalin dlu ya, maafin gue nyokap maksa-maksa gue buat nemenin dia dan parahnya nyokap ngancem gue kalo gue gak mau temenin dia, maafin gue Lai gue gak bermaksud buat ingkar janji kok sumpah dah


Saat membaca pesan tersebut Laika berdecak kesal ia sangat kesal kenapa tidak dari tadi saja Galih membatalkannya, kalau saja dari tadi pasti ia akan memaafkannya dan akan mengerti kenapa baru sekarang saat sudah menunjukkan pukul 10 malam dan sudah mulai turun hujan, ingin rasanya ia menangis ia tidak tahu bagaimana caranya untuk pulang karena ponselnya yang baru saja lowbat, yatuhann...


Tidak ada pilihan lain ia menerobos hujan ia memilih untuk jalan ya walaupun ia tahu jarak restoran dari rumahnya tidaklah dekat, Laika menangis sepanjang jalannya ia tak kuat menahan tangisnya jalan yang sangat sepi hanya terdengar suara hujan dan petir yang keras,sekarang Laika sudah basah kuyup dan mulai kedinginan, Laika begitu kesal dengan Galih yang teganya membuatnya ia menunggu lama ia terus menangis dan menatap kosong kedepan setelah itu ia tidak menyadari ada mobil yang terpakir di sebelahnya karena ia menangis sambil melamun, beberapa kali pemilik mobil itu memanggil namanya namun Laika tak kunjung untuk menoleh.


Laika tetap menatap kosong ke arah depan, cowok itu turun dari mobil sambil membawa payung, setelah itu cowok itu langsung memayungi Laika yang sudah sangat basah dan tubuhnya yang sudah menggigil.


"Lo kenapa bisa ada disini Lai? Sendirian lagi, lo kenapa nangis gini?"tanya cowok itu yang ternyata Mervin si es balok, Laika menoleh ke arah Mervin sebentar lalu ia menggelengkan kepalanya.


"Gue bakal diem disini sampai lo tenang dan mau ceritain semuanya ke gue" Laika sudah berhenti nangis sejak tadi tetapi ia masih terdiam.


"Jangan diem kayak gini, lo bukan Laika yang gue kenal Laika yang gue kenal orangnya bawel, cerewet, trus juga galak, apa lo gak mau cerita ke gue apa yang terjadi sama lo tadi?" Laika masih terdiam dan Mervin pun ikut terdiam sembari menunggu Laika tenang dan menceritakan semua apa yang terjadi.


Laika menghirup dan menghembuskan nafasnya ia mulai tenang.


"Gue kan ada janji sama kak Galih buat makan malam" Mervin seketika mengubah posisinya menatap Laika dengan serius.


"Terus kita ketemuan disana soalnya kak Galih gak bisa jemput gue pas gue udah nunggu lama kak Galih bilang dia agak ngaret terus dia bilang lagi nemenin mamanya belanja terus pas gue udah nunggu 4 jam dia line gue bilang ngebatalin acara makannya ya gue kesel kak kenapa gak dari awal dia bilang gitu sama gue kenapa bilangnya pas gue udah nunggu lama terus ditambah hujan dan udah jam 10 malem sialnya lagi ya baterai hp gue lowbat gue gak ada cara lain selain jalan sambil hujan-hujanan ya gue kesel banget makanya gue nangis kalo aja kak Galih ngomong dari awal kan gue bisa ngertiin dia dan gak bakalan kaya gini waktu gue jalan tadi pikiran gue udah mikir yang aneh-aneh gue takut jalanan udah sepi dan untung nya ada elo yang tiba-tiba dateng awalnya gue kaget eumm ma..makasi yang kak udah mau nolongin gue kalo gak ada lo gue gak tau gimana lagi" setelah menatap Mervin ia kembali menatap ke arah depan, Mervin dalam hati sudah kesal kepada Galih yang tega-teganya membuat Laika menjadi seperti ini.


"Udah lo gak perlu takut udah ada gue sekarang" Mervin memeluk Laika secara tiba-tiba Laika yang awalnya kaget pun akhirnya membalasnya pelukannya sembari memejamkan matanya sebentar ia hanya ingin mencari ketenangan.

__ADS_1


Setelah Laika sudah sangat tenang ia melepaskan pelukannya dan menatap Mervin.


"Kak udah malem langsung ke rumah gue ya alamat rumah gue di Altara Recident nomer 12" Mervin pun menganggukkan kepalanya dan mulai menjalankan mobilnya ke arah yang sudah diberitahu oleh Laika.


Setelah sampai di depan rumah Laika, Laika segera turun tetapi Mervin menahannya.


"Udah malem gue takut kalo nyokap lo mikir yang ngga-ngga gue ikut ke dalam ya biar gue yang jelasin apa yang sebenarnya terjadi biar gak salah paham nanti" Laika menggeleng kan kepalanya.


"Gak usah kak biar aku aja yang cerita, mama pasti ngerti, ini udah malem mending lo pulang aja jugaan mama udah tidur kayaknya" Mervin hanya menganggukkan kepalanya, Saat Laika sudah turun ia menatap Mervin sembari tersenyum.


"Makasih ya kak maaf kalo udah ngerepotin yaudah pulang gih" Mervin menganggukkan kepalanya.


"Iya Lai sama-sama inget mandi biar gak masuk angin trus langsung tidur jangan bergadang inget besok sekolah jangan sampai telat, yaudah gue pulang dulu ya" Laika menganggukkan kepalanya sambil tersenyum setelah itu Mervin langsung menjalankan mobilnya meninggalkan perumahan Laika, setelah itu Laika langsung melangkahkan kakinya memasuki rumah ia menatap rumah yang sudah sepi mungkin saja sudah tidur ia tidak ingin berlama-lama Laika langsung berlari menuju kamarnya dan segera mandi.


Setelah selesai ia mengganti pakaiannya menggunakan pakaian tidurnya dan Laika pun merebahkan tubuhnya ke kasur empuk miliknya ia tersenyum senang entah kenapa Mervin sangat lah beda dari biasanya ternyata Mervin bisa bersikap manis dan lembut juga setelah merasa puas memikirkan kejadian tadi akhirnya Laika mulai memejamkan matanya dan mulai tertidur.


.


.


.


.


Bersambung.....


jangan lupa vote dan komennyaaa hehe:))

__ADS_1


__ADS_2