Es Balok

Es Balok
46. Menjauh.


__ADS_3

Seperti apa yang kemarin menjadi keputusan Mervin, meski Laika tak bisa ia harus tetap merelakan. Awalnya Laika sempat kecewa karena ternyata pilihan Mervin tak berpihak padanya,namun Laika hanya bisa pasrah dan membiarkan ia kembali pada mantannya.


Sedari tadi Laika tak ingin keluar dari kelasnya, ia memilih untuk tetap diam dikelas dengan pikirannya entah kemana, membuat ketiga sahabatnya yang mengerti keadaannya pun membiarkannya, yang Laika hanya bisa lakukan kemarin adalah menangis mengeluarkan semua yang ada di dalam dirinya itu, Laika berfikir bahwa ia tidak boleh menjadi lemah.


Karena ketiga teman Laika tak kunjung datang juga, akhirnya Laika memilih untuk keluar kelas dan berjalan-jalan karena merasa bosan jika berada dikelasnya, seputar hubungannya dengan Mervin satu sekolah sudah tau entah siapa yang menyebarkan berita tersebut Laika juga tak peduli.


Laika memilih untuk ke perpustakaan ia hanya ingin mencari ketenangan saat ini.


Saat sedang serius membaca novel tiba-tiba ada seseorang yang duduk di sebelahnya membuat Laika menoleh dan mendapati Galih yang sedang tersenyum padanya..


"Serius amat bacanya sampai gak sadar kalau ada orang di sebelahnya" Laika hanya tersenyum tipis ia tidak ada niatan untuk tertawa atau berbicara banyak.


"Lai gue boleh ngomong gak sama lo?" Laika menutup novelnya dan menatapnya.


"Ini kak Galih udah ngomong, kenapa masih nanya lagi"ucap Laika membuat Galih terkekeh.


"Maksudnya gue mau nanya sama lo" Laika menganggukkan kepalanya.


"Nanya aja"


"Kenapa lo ngelakuin itu Lai, seharusnya lo gak usah kasih pilihan-pilihan itu ke Mervin"ucap Galih membuat Laika menghela nafasnya.


"Intinya gue gak mau sakit hati untuk kedua kalinya kak"


"Tapi gini juga bikin lo sakit hati karena ternyata Mervin gak milih lo Lai, plis pentingin perasaan lo juga"


"Maka dari itu kak gue ngasih dia pilihan antara gue atau Gladys supaya jelas siapa yang dia pilih biar gak saling ngegantung, ya emang sakit waktu kak Mervin bilang dia lebih milih Gladys daripada gue tapi itu hanya sementara kok, gue yakin cepet atau lambat gue bisa ngelupain dia"ucap Laika seraya menaikkan kedua bahunya tak peduli sedangkan Galih ia menghembuskan nafasnya sambil menyenderkan punggungnya ke kursi, Galih benar-benar tak mengerti dengan Laika begitu juga Mervin.


"Gue kadang gak ngerti sama kalian berdua, sebenarnya itu gimana sih"


"Kak Galih aja bingung apalagi gue kak, gue yang padahal gak pernah berbuat salah apapun malah jadi korban"ucap Laika yang menampilkan senyum kecutnya.

__ADS_1


"Iya gue ngerti, yaudah sekarang terserah lo mau gimana jugaan lo yang bakal ngadepin" Laika tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Terus abis ini lo mau gimana?" tabya Galih membuat Laika memnatapnya bingung.


"Gimana apanya?"


"Lo bakal tetep ngejauhin Mervin atau lo berubah pikiran?" Laika menggelengkan kepalanya.


"Gue bakalan tetep ngejauhin dia, buat apa tetep pertahanin perasaan sama orang yang bahkan udah gak ada perasaan sama sekali sama gue"


"Gue gak yakin kalau Mervin beneran ninggalin, gak tau kenapa gue bisa berfikir kalau Mervin itu ninggalin lo karena dia gak pengen lo tersakiti lagi untuk yang kedua kalinya" ucapan Galih membuat Laika tersenyum kecut.


"Basi tau gak"ucap Laika sambil membuka novelnya kembali, sedangkan Galih hanya menghela nafasnya.


"Gue gini cuman gak mau liat lo sakit Lai gue sayang sama lo"ucap Galih membuat Laika sedikit terpaku dan menoleh, kemudian ia menundukkan kepalanya.


"Sorry, seharusnya waktu itu gue milih lo"lirih Laika yang membuat Galih menggelengkan kepalanya.


"Makasii kak, makasi karena lo udah sayang sama gue maaf kalau semisalnnya gue udah nyakitin lo kak, gue bener-bener minta maaf" ucapan Laika membuat Galih terkekeh.


"Iya Lai sama-sama,  jadi lo gak usah khawatir gue bakal selalu ada buat lo"ucap Galih membuat Laika tersenyum di dalam pelukannya.


*******


Saat bel pulang telah berbunyi semua murid berhamburan keluar dari kelasnya menuju parkiran termasuk Laika dan tiga sahabatnya yang tengah bercanda ria entah apa yang mereka bicarakan Laika juga tak mengerti, ia lebih fokus menatap ke arah depan daripada ikut nimbrung pada ketiga sahabatnya karena ia merasa malas untuk berbicara.


Sesampainya di parkiran pandangan Laika tak sengaja melihat kedua insan yang sedang berjalan sambil mengobrol sesekali dengan ceweknya yang tertawa membuat Laika menatapnya sambil tersenyum kecut. Sedangkan ketiga sahabatnya melihat Laika yang tiba-tiba terdiam pun kembali menghampirinya dan menatap ke arah yang ditatap Laika membuat mereka menghembuskan nafasnya.


"Udah Lai gak usah diliatin mending kita pulang"ucap Zahra yang menarik Laika pelan membuat air mata Laika lagi-lagi menetes dan ia segera menghapusnya. Mereka yang melihat Laika sedih lagi pun merangkulnya.


"I'ts oke Lai lo harus bisa ngelupain dia, di dunia ini cowok banyak Lai bukan cuma dia, yang baik dan setia sama lo juga banyak kok"ucap Andira yang mengusap-usap bahu Laika. Sedangkan Laika berusaha untuk tetap tegar.

__ADS_1


Laika tersenyum tipis.


"Gue gak papa kok, yuk kita pulang aja"ucap Laika yang melangkahkan kakinya membuat ketiga sahabatnya mengikutinya.


Sesampai dirumah Laika langsung menuju kamarnya, saat ia baru saja memasuki kamarnya yang membuat ia ingin menangis yaitu foto bingkai yang berada di meja nakasnya, terlihat foto dirinya dengan Mervin yang sedang tertawa bahagia. Laika mengambil bingkai itu dengan air matanya yang mengalir kemudian ia melempar bingkai kecil itu ke lantai membuat kacanya menjadi pecah, setelah itu ia menangis lagi dengan wajahnya yang ia tutupi dengan bantal, ia tidak ingin berlama-lama merasakan sakit lagi, tapi bagaimana caranya? Bahkan setiap ke suatu tempat mereka kunjungi membuat mereka kembali mengingat kejadian dulu, ingin sekali ia menjauh tapi malah Laika sering melihatnya huftt membuat Laika menjadi susah melupakan saja.


Laika menghapus air matanya kemudian Laika mengambil ponselnya dan ia memblock akun line dan instagram Mervin setelah itu ia menghapus semua fotonya dengan dirinya di galery ponselnya.


Kemudian ia beranjak mengambil foto yang berada dibingkai yang sudah ia pecahkan itu lalu Laika merobeknya hingga yang tersisa hanya kertas-kertas kecil yang memberantaki lantai kamarnya.


Dan ia memilih untuk turun dan menonton televisi, mungkin itu bisa membuat Laika sedikit melupakan nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERASAMBUNGG...


Jangan lupa vote dan komennyaaa hehe..

__ADS_1


Don't forget to follow my instagram @velisateophania


__ADS_2