
Dengan wajah yang tidak bisa diartikan, Mervin dengan cepat berjalan menuju kelasnya entahlah ekpresi apa yang telah Mervin tunjukkan saat ini. Saat sudah memasuki kelas ia menatap Galih yang sedang membaca bukunya tiba-tiba tangannya terkepal dan langsung menonjok wajah Galih tanpa berbicara sepatah katapun, yang membuat Galih kaget dan langsung meringis menatap Mervin sengit.
"Maksud lo apa nonjok-nonjok gue!"ucap Galih dengan nada yang meninggi, Mervin menatap Galih dengan penuh amarah.
"Seharusnya gue yang marah sama lo!"bentak Mervin, Galih masih tidak mengerti kenapa Mervin tiba-tiba saja menyerang nya.
"Lo kenapa sih Vin?! Gue ada salah apa sama lo?"
"Lo gak ada salah sama gue, tapi lo ada salah sama Laika yang udah lo sakitin, lo gak tau? Dia udah nunggu lo 4 jam demi janji busuk lo itu tapi apa? Dengan seenak jidat lo, lo ngebatalin itu semua, lo gak tau? Kemaren hujan deras jam 10 dia jalan di tengah turunnya hujan sambil nangis karena handphone dia lowbat dan lo masih nanya kesalahan lo apa? Lo bahkan gak bisa disebut sebagai lelaki, dia kecewa sama lo dan kenapa lo ngebatalin nya pas dia udah nunggu lama? Coba lo pikirin deh gimana kalau lo ada diposisi dia"ucap Mervin yang mencoba untuk tenang ia mencoba merendam emosinya karena ia tahu bahwa Galih masih temannya. Galih terdiam saat mendengar ucapan Mervin, Galih masih bingung dengan sikap Mervin yang berubah seperti ini.
"Gue tau gue salah tapi gue udah minta maaf sama dia Vin" Mervin menatapnya dengan penuh amarah seperti tadi ia tidak bisa meredamkan emosinya saat mendengar perkataan Galih.
"Minta maaf aja gak cukup Gal, lo udah nyakitin dia, mending sekarang lo gak usah deketin dia lagi!"ucap Mervin yang meninggi, Galih menatap Mervin kesal.
"Lo kenapa sih Vin?! Tumben banget sikap lo sebegininya, oh gue tau apa lo suka sama Laika makanya lo suruh gue jauhin dia?"ucapan Galih dengan tatapan seperti meremehkan entah kenapa Galih kesal terhadap Mervin yang biasanya dia tidak seperti ini. Mervin hanya menatap Galih tajam dan dingin setelah itu ia mengambil tas ranselnya dan keluar dari kelasnya ia tidak ingin berantem dengan Galih yang notabetnya adalah sahabatnya Mervin memilih ke rooftop untuk bolos di pelajaran pertamanya, Mervin juga masih bingung dengan dirinya entahlah kenapa ia marah seperti tadi ia juga tidak tau alasannya.
****
Galih yang tengah keluar dari kelasnya sambil memegang sudut bibirnya yang membiru dan sedikit terluka akibat tojokan Mervin tadi, Galih memilih untuk segera mencari Laika karena ia sangat merasa bersalah terhadap gadis itu.
Galih melihat Laika yang ingin memasuki kelasnya pun menarik tangannya membuat Laika sedikit terkejut.
"Laiii kalo lo masih marah sama gue, gue minta maaf kalau bukan karena mama gue, gue gak bakalan ngebatalin itu semua gue tau gue salah maafin gue Lai plis"ucap Galih yang agak tebata-bata dikarenakan bibir nya masih terasa sakit, Laika menatap Galih yang sedang kesakitan didalam hati Laika sebenarnya dia masih marah terhadap Galih tetapi karna Galih sudah beberapa kali meminta maaf ia tidak boleh bersikap egois.
Laika tersenyum tipis.
"Gue udah maafin lo kok kak jadi santai aja gue cuman minta sama lo buat gak ngulangin lagi" Galih seketika lega Galih kira tipe Laika tidak akan memaafkan orang yang udah nyakitin dia tapi Galih salah, Galih tersenyum.
"Em ma..makasi ya Lai kalo gitu gue balik ke kelas dulu" Galih masih menahan sakitnya saat berbicara dan ia pun masih menutupi sudut bibirnya agar Laika tidak melihatnya.
Tiba-tiba Laika menahan langkahnya trus menarik tangan Galih yang sedang menutupi memarnya itu, Awalnya Galih sempat terkejut,Laika melihat memar itu dengan telaten dan sekekali menyentuhnya dengan pelan.
"Kenapa bisa memar gini? Abis berantem?"ucap Laika dengan nada datar, seketika Laika berubah tidak seperti tadi membuat Galih menatap Laika.
"Yakali gue berantem"
"Lha trus ini kenapa? Gak mungkin kalo gak berantem" Galih terdiam.
"Udalah Lai gak papa"
__ADS_1
"Gak papa apanya ini harus diobatin itu aja lo udah susah ngomongnya" dengan cepat Galih menggelengkan kepalanya.
"Gak usah Lai gue gak papa, gue ke kelas dulu ya lo yang bener belajarnya" Galih tersenyum dan mengelus puncak kepala Laika sebentar setelah itu ia membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju kelasnya. Dan Laika pun memasuki kelasnya.
...¤¤¤¤...
Setelah beberapa menit yang lalu bel istirahat sudah berbunyi, Laika yang tidak kantin bersama temannya melainkan melangkahkan kakinya ke perpustakaan karena ia harus meminjam buku itu. Saat Laika melewati koridor yang nampak ramai, Laika mendengar sekumpulan perempuan yang sedang berbicara sesuatu membuat Laika menajamkan pendengarannya.
'Eh lo tau gak? Tadi pagi ya gue ngeliat kak Mervin kek mukanya marah gitu pokoknya dia buru-buru masuk kelas gitu'
'Nah iyaa gue juga ngeliat kan kalian tau apa yang kak Mervin lakuin? Dia nonjok kak Galih tau kayaknya dia lagi marah banget sampai emosinya gak bisa ke kontrol gue juga masih bingung permasalahan nya apa sampai sampe kak Mervin nonjok kak Galih gitu'
Laika mendelik seketika ia ingin bertemu dengan Mervin sekarang ia ingin meminta penjelasan kenapa Mervin harus menonjok Galih.
'Oh jadi kak Galih bonyok gara-gara si esbalok itu? Dia ngapain si aneh banget'Batin Laika.
Laika berlari menuju kelas Mervin ia harus bertemu dengan Mervin sekarang karena Laika kesal padanya Laika marah.
Setelah berada di depan kelas ia langsung melihat dan tidak ada Mervin disana.
"Nyari siapa ya dik?"tanya seorang perempuan dengan rambut sebahu yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Dari pelajaran pertama dia gak ada dikelas dik, gue juga gak tau dia kemana, tapi si gue denger temen-temennya dia bilang kalo dia di rooftop dia bolos"
"Oh oke makasi ya kak" setelah berkata seperti itu Laika langsung berlari menuju rooftop, ia melihat Mervin yang sedang terduduk sambil memainkan hpnya dengan cepat Laika menghampirinya dan duduk disebelahnya.
"Lo kenapa tiba-tiba nonjok kak Galih?"tanya Laika dengan suara dingin, seketika Mervin menatapnya.
"Tadi gue cuman kebawa emosi doang"
"Tapi kan seenggaknya gak usah nyakitin, emang dia salah apa sih sama lo?"ucap Laika yang mulai kesal. Mervin menatap Laika lekat.
"Lo mau tau alasan kenapa gue nonjok dia? Kareqna dia udah nyakitin lo dan sekarang lo malah marah-marah ke gue, gue tau tindakan tadi gue salah tapi apa gue lebih brengsek daripada dia?" Setelah berkata seperti itu Mervin langsung menatap ke arah depan, Laika yang langsung mendelik mendengar perkataan Mervin barusan.
"Terus kenapa lo bolos?"
"Gue tadi lagi emosi sama Galih gue cuman takut ngelukain dia terlalu banyak makanya gue kesini buat nenangin diri" Laika terdiam.
"Lo tau darimana gue disini?"tanya Mervin, membuat Laika sontak menatapnya.
__ADS_1
"Dari temen sekelas lo niatnya si mau marah-marah karna lo udah nonjok Galih, gue tau lo mau bela gue tapi jangan pake kekerasan kak"
"Gue kesel sama dia, masih aja lo belain gue pengen lo jangan deketin dia Lai atau lo bakal sakit hati sendiri, lo gak tau gimana Galih, dan gue bilang gini karena gue tau lo mulai ada perasaan sama Galih "ucap Mervin yang kesal, Laika hanya menghela nafasnya.
Setelah berbincang lama dengan Mervin, Laika berniat meninggalkannya setelah berjalan dikoridor sendiri tiba tiba Galih menghampirinya.
"Lai kantin bareng yuk, gue tau lo belum ke kantin" Laika menatap Galih bingung tau darimana Laika belum ke kantin? Galih yang ditatap seperti itupun menarik tangannya.
"Udah ayoo" Galih menarik pelan tangan Laika yang membuat si empunya hanya mengikuti tarikan tersebut tetapi saat sudah dekat di kantin tiba-tiba Mervin datang dengan wajah dingin dan melepaskan genggaman tersebut membuat keduanya terkaget, Mervin langsung menarik Laika untuk menjauh dari Galih.
"Apa sih kak?!"tanyanya Laika membuat Mervin menatapnya.
"Gue udah bilang sama lo gak usah deketin dia lagi lo batu atau gimana?"ucap Mervin yang dingin membuat Laika menatap Mervin malas.
"Buat lo Gal jangan deketin Laika lagi atau lo habis sama gue, ayo Lai" Mervin langsung menarik Laika dan meninggalkan Galih tanpa mau mendengar perkataannya.
"Kak lo jangan kayak gitu!!"ucap Laika yang kesal.
Mervin menatap Laika.
"Terserah lo deh gue udah belain lo gue cuman takut lo sakit hati tapi lo malah gini"
"Gue gak minta di bela!"
Mervin berjalan pergi meninggalkan Laika setelah berbicara seperti itu entahlah Mervin merasa cemburu dengan Galih mungkin saja Mervin sudah mulai suka dengan Laika.
.
.
.
.
.
Bersambungg....
jangan lupa vote dan komennya yaa:))
__ADS_1