Es Balok

Es Balok
48. Permintaan Maaf.


__ADS_3

Setelah acara camping kemarin berlangsung mereka diberikan libur sebagai jeda semester, Laika tidak tahu ia harus bahagia atau tidak dan mungkin saja ini adalah salah satu cara untuk ngelupain Mervin.


Sementara itu terlihat kedua pasangan bahagia ini sedang berjalan-jalan di mall karena kebetulan mereka libur juga,  yaps siapa lagi kalau bukan Mervin dan Gladys.


Mereka sedang berkeliling di mall sambil bercanda ria.


"Vin kita makan yuk, aku laper nih kamu juga kan?" Mervin mengangukkan kepalanya dan merangkul Gladys menuju restoran yang berada di dalam mall tersebut.


Setelah mereka menemukan restoran, mereka berdua berjalan memasuki restoran tersebut dan langsung mencari tempat duduk yang dilihatnya kosong. setelah itu mereka memanggil pelayan untuk memesan makanan.


"Kamu mau pesen apa Vin?"tanya Gladys membuat Mervin berfikir sejenak.


"Samain aja deh Dys"ucap Mervin membuat Gladys menganggukkan kepalanya dan segera memesan makanan pada pelayan yang sedang berdiri di dekat mereka.


Sementara mata Mervin menatap ke arah lelaki yang baru saja memasuki restoran tersebut, namun langkahnya terarah padanya membuat Mervin mengerutkan keningnya. Lelaki itu langsung merangkul Gladys membuat Gladys tersentak kaget begitupula dengan Mervin membuat ia langsung beranjak dan melepas rangkulan itu dengan paksa


"Lo siapa? Berani-beraninya lo ngerangkul pacar gue!"ucap Mervin yang agak emosi membuat cowok tu tersenyum miring dan menatap Gladys yang terlihat seperti ketakutan.


"Dia belum tau aku siapa Dys?"tanya Lelaki itu membuat Gladys diam tak bisa menjawab, sedangkan tatapannya beralih ke arah Gladys seperti ingin meminta penjelasanya.


"Dys tolong jelasin sama aku sebenarnya siapa dia! kenapa dia tiba-tiba ngerangkul kamu kayak gitu!"ucap Mervin yang benar-benar tak terima dengan perbuatan Lelaki yang berada di depannya ini. Gladys tetapi diam dan tidak menjawab karena sangat takut jika ia berbicara yang sebenarnya.


Lelaki itu mengulurkan tangannya.


"Gue Ronald pacar Gladys selama di Australia"ucapan Ronald sukses membuat  Mervin mendelik seketika, dan tiba-tiba saja membuat dadanya merasa sesak.


"Pacar? Dys? Maksudnya gimana sih?!"bentak Mervin membuat Ronald tersenyum remeh.


"Iya gue pacar Gladys bukan elo" lagi-lagi emosi Mervin menaik membuat ia menatap Gladys dengan tatapan sangarnya.


"Dys, jadi selama ini lo anggap gue apa ha?!!"bentak Mervin membuat Gladys yang menunduk pun tersentak ketika mendengar bentakannya.


"Kalau lo emang udah punya pacar kenapa lo bilang sama gue kalau lo gak pernah pacaran? Kenapa lo bilang kalau lo pengen ngulang semuanya dari awal, kenapa lo ngehina Laika dan buat apa lo kembali kalau nyatanya lo udah punya cowok Dys!'bentak Mervin yang tak bisa menahan emosinya, sedangkan Gladys hanya bisa diam ambil menangis.


"Gue bener-bener gak tau salah gue sama lo itu apa sampai-sampai lo harus nyakitin gue kedua kalinya dan ngebuat gue makin dibenci sama Laika, gue rela ninggalin dia demi lo Dys tapi apa balasan lo!! Bener apa kata Galih kalau lo itu berubah banget, sampai Laika juga jadi korban lo!"ucap Mervin sampai menggelengkan kepalanya tak percaya. Ronald yang sedari tadi diam pun membuka suaranya.


"Gue kesini tujuanya mau jemput dia, karena dia bilang mau ke Indonesia untuk nyelesain masalah semuanya dan minta maaf sama mantannya karena gue sama dia mau tunangan, gue bener-bener gak tau kalau ternyata Gladys malah ngajak lo balikan sampai pacar lo harus jadi korban dia"ucapan Ronald sukses membuat hati Mervin kembali teriris, sekarang Mervin tau inilah yang dirasakan Laika saat ia menyakitinya. Ia benar-benar lelaki yang bodoh karena lebih memilih orang yang jelas-jelas telah menyakitinya di masa lalu daripada memilihnya yang benar-benar sangat baik dan setia padanya. Mervin kembali menatap Gladys dengan sorot kebencian.

__ADS_1


"Lo kenapa ngelakuin itu Dys, lo bener-bener tega apalagi lo sampai ngehina Laika dengan bilang orang tua dia udah meninggal dan lo sebar ke semuanya kalau Laika itu bukan anak kandung dari kedua orang tuanya, gue gak ngerti lagi Dys sama jalan pikiran lo itu"ucapan Mervin membuat Gladys mengangkat kepalanya akibat tak kuat mendengar ucapan Mervin yang benar-benar menyakitkan.


 "Gue ngelakuin itu karena gue gak mau sampai lo punya pacar lagi Vinn!!"pekiknya membuat Mervin mendelik.


"Teruss lo gak ngebolehin gue pacaran tapi apa kabar sama lo yang bentar lagi bakal tunangan Dys, lo emang egois gue kecewa sama lo"ucap Mervin yang ingin pergi tetapi tangannya ditahan oleh Gladys namun dilepas paksa oleh Mervin dan berbalik badan menatap Gladys.


"Mulai detik ini dan hari ini gue gak mau liat dan ketemu lo lagi"ucap Mervin yang langsung melenggang pergi, ia ingin meminta maaf pada Laika sekarang juga, ia pun mengendarai mobil dengan kecepatan yang diatas rata-rata dengan perasaan bersalah dan rasa sesak didadanya.


Sesampai di rumah Laika memencet bel rumahnya, membuat Resya membuka pintunya dan terkaget ketika melihat Mervin, pasal hubungan Mervin dengan Laika Resya sudah tau karena Laika yang  memberitahu padanya.


"Eh ada Mervin tumben kesini? Ada apa?" tanya Resya membuat Mervin mencoba untuk tersenyum walau hatinya merasa tak tenang saat ini.


"Laika ada nggak tante" Resya menganggukan kepalanya.


"Ada kok di kamarnya, yuk masuk dulu biar tante panggilin"ucap Resya membuat Mervin menggelengkan kepalanya.


"Gak usah deh tante, tapi Mervin boleh gak langsung nyamperin ke kamarnya soalnya ada sesuatu yang pengen Mervin bicarain sama Laika"ucap Mervin membuat Resya tersenyum dan menganggukan.


Resya memegang bahu Mervin.


"Selesaikan dengan cara yang baik ya Vin, kalau Laika gak mau jangan dipaksa takutnya ngedrop lagi" Mervin tersenyum dan mengangggukkan kepalanya lalu berjalan menuju kamar Laika yang terletak di lantai 2.


Mervin mencoba mengetok pintunya didalam membuat si empunya berdecak kesal.


Ceklek..


"Laika kan udah bilang sama mama kalau Laika makannya nanti aja karena bel-"ucapannya terpotong ketika melihat siapa yang ada di depan pintunya, Laika benar-benar tersentak dan mengubah wajahnya menjadi dingin dan cuek.


"Lo ngapain kesini? Bukannya kita gak ada urusan lagi? udah kelar juga kan?"ucap Laika membuat Mervin langsung memeluknya, Laika pun yang sedikit tersentak langsung melepaskan pelukannya tapi tidak bisa karena kekuatan Mervin lebih besar darinya.


"Ckk.. Lepasinnn kenapa pake meluk-meluk segala sihh" ucapan Laika membuat Mervin melepaskan pelukannya dan berlutut di depannya dengan raut wajah yang penuh penyesalan.


"Gue minta maaf Lai gue bener-bener minta maaf, gue tau kalau gue itu brengsek gue tauuu tapi plis maafin gue, gue nyesel gue nyesel"ucap Mervin yang sambil memohon pada Laika, sebenarnya ia tak tega melihat Mervin yang seperti ini namun harus bagaimana lagi Mervin yang telah membuat Laika sakit, dan Laika mana bisa begitu cepat melupakan kejadian kemarin yang begitu menyakitkannya. Laika menark tangan Mervin agar bangun membuat Mervin yang mengerti pun langsung berdiri.


"Nyesel kenapa?"tanya Laika yang berusaha setenang mugkin, membuat Mervin menatapnya.


"Ternyata Gladys bohongin gue Lai, dia mau balikan sama gue karena dia gak mau liat gue punya cewek baru padahal dia sendiri bentar lagi mau tunangan sama pacarnya yang orang Australia, gue bener-bener bodoh kenapa gue harus milih dia dibanding lo yang sama sekali gak pernah nyakitin gue malah sekarang gue yang udah nyakitin lo, Gue minta maaf Lai kali ini gue bener-bener nyesel"ucapan Mervin membuat air mata Laika mengalir begitu saja ia kembali menangis.

__ADS_1


"Jujur gue bener-bener kecewa kak waktu tau ternyata lo lebih milih Gladys daripada gue, sekarang gue semakin ragu dan gak yakin kalau lo masih ada perasaan sama gue, terus sama perkataan dan janji yang dulu kakak selalu bilang itu gimana? Kalau kakak suruh gue buat lupain aja berarti kakak bener-bener egois"ucap Laika yang tak bisa menahan untuk tidak menangis.


"Laii.. gue minta maaf gue bener nyesel udah nyakitin lo, maaf Laiii" ucap Mervin yang terus memohon agar Laika mau memaafkannya, namun apa yng diingkan tidak bisa kembali dengan semudah yang difikirkan.


Laika menggelengkan kepalanya dan menghapus air matanya.


"Semuanya udah terlambat kak karena saat ini gue bener-bener ingin ngelupain lo karena jujur gue capek, jadi lebih baik jangan temuin gue lagi karena gue gak mau ketemu lo lagi"ucap Laika yang ingin menutup pinti kamarnya namun ditahan oleh Mervin membuat Laika menatapnya dingin.


"Gak ada yang peru di bicarain dan di ulangin lagi karena semua udah jelas, dan sekarang gue minta kakak jangan pernah dateng ke rumah gue lagi, dan jangan pernah ada di depan gue"ucap Laika yang langsung menutup pintu kamarnya dan menguncinya sedangkan Mervin hanya bisa menunduk pasrah karena ia mengakui bahwa dirinya benar-benar sangat bodoh.


"Laiii gue mohon kasi gue kesempatan sekali aja gue janji akan memperbaiki semuanya dan gak akan mengulangi kesalahan yang sama"ucap Mervin membuat Laika yang berada di belakang pintu sambil menangis pun berteriak.


"LO PERGIII  SEKARANG KARENA GUE GAK MAU LIAT LO LAGI!! PERGII PERGII PERGIII!!"teriak Laika membuat Mervin pasrah dan berjalan pergi menjauh dari kamar Laika, ia memilih untuk  pulang dan membiarkan Laika agar tetap tenang ia tidak ingin membuat Laika akan menjadi drop nantinya jika terus di paksa sama seperti perkataan mamanya tadi, sedangkan Laika yang sedang mengintip ke arah bawah dari balkon kamarnya pun kembali menangis saat melihat mobil mervin benar-benar hilang dari rumahnya, Laika menangis sejadi-jadinya karena entah kenapa ia selalu teringat kejadian dulu.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Instagram


@velisateophania 


.


.

__ADS_1


.


tbc....


__ADS_2