Es Balok

Es Balok
33. Double Date.


__ADS_3

Saat ini Laika sedang mencari pakaian apa yang ia akan pakai untuk nanti karena hari ia telah membuat janji pada Zahra untuk double date, dan ya biasa kalau cewek mah paling rempong kalau udah milih baju yang bakal dia pake nanti ya contohnya si Laika ini.


"Duh gue pake baju apa ya nanti" ucap Laika yang melempar semua bajunya ke kasurnya, membuat Resya yang melewati kamar Laika pun memberhentikan langkahnya dan memasuki kamar Laika yang super duper berantakan kayak kapal pecah, dengan wajah mendelik.


"Astagfirullah Laii kamu ngapain sih berantakin baju kayak gini, kamar kamu udah kayak kapal pecah tau gak, isinya baju semua" Laika menoleh ke Resya dan menyengir.


"Ya maaf ma, Laika lagi bingung nih soalnya nanti Lai mau ngedate sama kak Mervin ya Laika bingung harus pake baju apa jadinya gini deh" Resya menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya.


"Susah mah kalo punya anak yang lagi kasmaran gini"ucap Resya yang membuat Laika cemberut.


"Mama ih, bantuin Laika cari baju yang bagus ya buat sore nanti pleaseee ya yaa" bujuk Laika yang membuat Resya mau tak mau membantu putrinya ini.


"Iya-iya mama bantu, tapi ini baju-bajunya diberesin dulu biar gak berantakan gini" Laika tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu ia langsung merapikan semua baju yang udah ia keluarkan dari dalam lemarinya.


********


Mereka telah sampai di sebuah restoran yang terlihat masih sangat baru, dari kunjungan orangnya bahkan susananya, ya Naren lah yang mengundangnya kesini karena restoran ini adalah milik papanya yang baru saja buka.


Mereka berempat langsung duduk dimeja yang sudah disediakan khusus untuk mereka.


"Gue udah pesen makanannya jadi kalian tunggu dulu ya"ucap Naren kepada Laika dan Mervin membuat keduanya menganggukkan kepalanya. Sambil menunggu Zahra dan Laika sibuk bercerita sedangkan Mervin dan Naren sibuk memainkan ponselnya.


Tiba-tiba Mervin menyodorkan ponselnya ke arah Laika membuatnya reflek menoleh dan menatapnya bingung.


"Kenapa?"


"Ada film yang baru keluar di bioskop kapan-kapan nonton yuk"ajak Mervin membuat Laika hanya mengangguk-angguk saja.


"Ngangguk-ngangguk doang, Emang berani?"ucap Mervin dengan memasang wajah seakan ia meremehkan Laika, sedangkan Laika menatap Mervin kesal karena meremehkannya.


"Beranilah cuman film horror doang"ucap Laika yang enteng, membuat Mervin terkekeh melihat wajah Laika yang terlihat kesal.


"Yakin nih?"ucap Mervin yang menggoda Laika dengan menaik-turunkan alisnya sambil tersenyum.


"Y..yakinn"ucap Laika sedikit gugup, bukan karena ia beneran takut melainkan melihat wajah Mervin yang sangat tampan itu.


"Tapi kok jawabnya gitu awas aja ya nanti meluk-meluk kalau takut"goda Mervin membuat Laika berdesis sebal dan menyubit pinggang Mervin hinga ia meringis kesakitan.


"Aww! sakit Lai ih mainnya nyubit, aku kan tadi bercanda doang" Laika tidak merasa kasian kepada Mervin malah ia memeletkan lidahnya meledek.


"Biarin. Ngeselin sih!"ucap Laika, membuat Mervin kesal pada Laika.


"Gitu banget sih kamu Lai" 


"Dih kok aku sih orang kamu yang duluan wuu"ucap Laika yang menyoraki Mervin.


Zahra dan Naren terkekeh melihat kelakuan mereka yang bisa dibilang seperti anak kecil.


"Serasi banget dah, nikah aja sono"ucap Naren membuat Laika mendelik.

__ADS_1


"Sembarang nih kalo ngomong, gue masih sekolah ya main nikah-nikah ae"ucap Laika yang tidak terima, sedangkan Mervin hanya tersenyum mendengar perkataan Mervin.


"Halah! Bohong tuh kak bilang aja Lai kalo sebenarnya lo emang mau kan di halalin sama kak Mervin?"ucap Zahra membuat lagi-lagi Laika mendelik hebat dan menginjak kaki Zahra. "Aw sakit Lai ngapain sih pake nginjek"ucap Zahra agak nyolot.


"Gue mana pernah ngomong gitu sama lo fitnah mulu nih"ucap Laika yang sangat kesal, Mervin hanya terkekeh mendengar keduanya yang saling beradu argumen begitupula dengan Naren yang menggelengkan kepalanya.


"Udah-udah kok malah ribut, gue udah tau Ra seharusnya lo gak usah kasih tau gue jadi malu kan cewek gue" Laika menatap kesal ke arah Mervin setelah mendengar ucapannya sedangkan Zahra hanya ceikikan tidak jelas membuat Laika merasa jengkel.


"Bodo ah ngeselin banget"ucap Laika yang langsung membuang muka membuat Mervin mendekatkan wajahnya.


"Yahh ngambek, lagi pms ya" Laika tetap tak menoleh.


"Ih Lai maaf baperan banget sih aku cuman bercanda doang" Laika menatap wajahnya lekat. "Gak lucu tau"Mervin tertawa.


"Ya emang gak lucu kan aku lagi gak ngelawak" ucap Mervin bersamaan dengan pesanan mereka yang sudah datang, membuat Laika langsung mengambil makanan tersebut dan langsung melahapnya dengan pelan karena masih terasa panas, Sedangkan Mervin hanya meliriknya sambil menyantap makanannya juga, ia ingin membiarkan Laika ngambek sebentar karena ia tahu bahwa Laika tidak akan bisa berlama-lama ngambek pada orang.


Setelah selesai menghabiskan semua makanan yang dihidangkan mereka memilih untuk mengobrol.


"Ternyata bokap lo jadi juga ya buka resto"ucap Mervin yang diangguki Naren.


"Yoii"


"Lo tau kan kenapa gue ngajak cuman kalian berdua doang?" Mervin menggelengkan kepalanya begitupula Laika yang sudah tisak ngambek.


"Karena kalau ngundang semua ya bangkrut dong resto bokap gue secara lo tau sendiri si Daniel gimana kalo liat ada yang gratisan hm langsung dah"ucapan Naren membuat Zahra, Mervin dan Laika tertawa.


"Bisa aja lo nyet"ucap Mervin membuat Naren sedikit terkekeh, sedangkan Laika dan Zahra hanya sibuk bercerita ria.


Didalam mobil Mervin melirik ke arah laika yang tengah diam sambil memandang lurus ke aras jalan.


"Kok tumben diem?"tanya Mervin membuat Laika menoleh ke arahnya dan menggelengkan kepalanya.


"Lagi capek aja, makanya jadi males ngomong" Mervin mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.


"Tapi nggak lagi ngembek kan?" Laika mengerutkan keningnya lalu menggeleng.


"Enggak kok" Mervin tersenyum ketika mendengar perkataan Laika.


"Yaudah kalo ngantuk tidur aja, nanti kalau udah sampai aku bangunin" Laika menggelengkan kepalanya dengan tatapanya yang masih menatap ke arah jalanan.


"Aku nggak ngantuk" Mervin hanya melirik sekejap ke arah Laika lalu menganggukkan kepalanya.


"Yaudah deh"


Tak lama kemudian mereka telah sampai tepat didepan rumah Laika membuat Laika langsung turun dari mobil Mervin dan melambaikan tangannya ke arah Mervin sambil tersenyum, begitupula juga dengan Mervin yang tersenyum.


"Jangan lupa cuci muka dulu, cuci kaki,cuci tangan terus tidur ya jangan bergadang, Good Night and i love you"ucap Mervin yang diakhiri dengan senyumanya, sedangkan Laika menganggukkan kepalanya mengerti.


"Iya kamu hati-hati ya dijalan, terus kalau udah sampai jangan lupa kabarin aku, Good Night Too and I love you too"ucap Laika membuat Mervin menganggukkan kepalanya dan mulai melajukan mobilnya keluar dari rumah Laika menuju rumahnya. Setelah dilihatnya mobil Mervin telah menghilang Laika pun memasuki rumahnya dengan senyum mengembang.

__ADS_1


Baru saja ia menutup pintu utama dan ingin berbalik tiba-tiba Ferrel menganggetkannya.


"Astaagfirullah, ihh Ferrelll lo mah ngagetin gue aja kaget tau"ucap Laika yang kesal terhadap Ferrel, namun Ferrel bukannya meminta maaf malah menertawakannya.


"Lagian ngapain sih lo dirumah gue!" 


"Besok gue libur gue bosen di bandung yaudah gue kesini" Laika memutarkan bola matanya malas.


"Lo itu kayak jailangkung datang tak di undang pulang tak diantar hm mirip dah"ucap Laika yang membuat Ferrel menatapnya datar.


"Sembarangan lo kalo ngomong Lai, gue yang ganteng gini malah dibilang jailangkung"


"Bomat!" Ferrel kembali terkekeh mendengar ucapan Laika ia pun mendekatkan tubuhnya ke Laika dan sedang mengambil ancang-ancang untuk mengejeknya.


"Ehh..Aduhh jangan lupa ya cuci muka,cuci tangan cuci kaki trus jangan bergadang, good night i love you aduhhh lulu cocwitnyee gemes deh gue liatnyaa"ucap Ferrel dengan nada mengejek dan tertawa. Laika yang merasa jengkel berjalan menuju sofa dan mengambil satu bantal kemudian melemparkan bantal tersebut ke arah Ferrel dan mengenai wajah nya.


"****** LOO!!"ucap Laika yang langsung melenggang pergi menuju kamarnya


"Sialan lo Lai awas aja!"ucap Ferrel yang menahan diri untuk selalu sabar pada Laika.


Sedangkan Laika ia langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur empuknya itu karena ia merasa sangat lelah sekarang, pandangannya tertuju pada langit-langit kamarnya, ia memikirkan sesuatu yang tidak pernah ia duga yaitu perasaan Mervin terhadapnya ini diluar ekspetasinya saat tau ternyata perasaan Mervin sama dengannya. awalnya ia tidak percaya bahwa ia telah menjadi pacar Mervin dan mereka adalah pasangan yang sedang di perbincangkan di sekolah. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada toples tempat kunang-kunagnya yang di tangkap oleh Mervin saat itu, Laika kembali bangkit dan mengambil toples itu dengan tatapan sedih karena melihat kedua kunang-kunang itu sudah tak bernyawa.


"Yah kunang-kunangnya mati, kasian banget ih lagian gue **** banget gak pernah ngeliatin ini jadi mati kan"ucap Laika yang berbicara seorang diri seperti orang gila saja. Setelah meneliti kedua kunang-kunang itu ia kembali menaruh toplesnya dinakas, dan..


Ting!


Ponselnya berdenting yang berarti bahwa ada pesan yang masuk dengan cepat Laika membuka pesan tersebut dan langsung senyumannya mengembang saat membaca pesan yang ternyata dari Mervin.


Saianggkuu


Lai aku udah sampai rumah ya abis ini aku langsung tidur kok dan gak bakalan bergadang main game, kamu juga ya, kamu liat pesan ini aja jangan di bales, Good night sweety.. Aku sayang kamu:*


Setelah membuka pesan tersebut Laika menaruh ponselnya kemudian ia kembali merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya memasuki alam bawah sadarnya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung......


happy reading don't forget to Vote and komen seperlunya.


__ADS_2