Es Balok

Es Balok
42. Kecewa


__ADS_3

Dengan perasaan malas Laika berjalan melewati koridor sekolahnya yang sudah lumayan ramai, entah kenapa Laika jadi ingat kejadian kemarin dimana Mervin dengan duduk berdua besama Gladys di taman, mereka saling tertawa entah apa yang mereka bicarakan saat itu.


Saat Laika baru saja menginjakkan kakinya ke dalam kelas Laika sempat terkaget karena pekikan ketiga sahabat nya yang langsung mendekatinya memeluknya sebentar.


"Sumpahh lo kemana Lai, lo gak tau apa kalau kita itu khawatir banget"ucap Andira membuat Laika tersenyum tipis.


"Gue sakit makanya gak sekolah"


"Hah sakit? Sakit apa? Kok lo gak bilang sih sama kita"ucap Calista yang agak heboh.


"Gue emang sengaja gak ngasi tau kalian biar kalian gak kepikiran soal keadaan gue"


"Ihh tapi kan gak gitu juga Lai, lo seminggu gak ada kabar sama sekali tau gak!"ucap Zahra yang agak kesal.


"Iyaaa kita bener-bener khawatir, tapi sekarang lo udah baikan kan?"tanya Andira membuat Laika menganggukkan kepalanya.


"Udah gue gak papa kok, cuman sakit panas biasa"ucap Laika singkat membuat mereka serempak menganggukkan kepalanya.


Laika berfikir jika teman-temannya sebegitu khawatirnya tentang keadaannya bagaimana dengan Mervin apakah ia sebegitu khawatirnya juga? Laika merasa ragu karena ia melihat wajah Mervin yang seperti tak ada khawatir-khawatirnya tentang keadaannya.


Laika mencoba menghilangkan pikirannya itu dan langsung duduk dibangkunya sambil menunggu bel masuk berbunyi.


********


Laika, Zahra, Andira dan Calista berjalan menuju kantin karena bel istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Saat telah sampai dikantin seperti biasa mereka memilih tempat dipojok, kalau ditanya mengapa hanya berempat tidak dengan lainnya kata Zahra mereka ada pelajaran tambahan yang membuat istirahatnya sedikit terundur.


"Kalian mau pesen apa?"ucap Calista sembari beranjak dari duduknya.


"Gue gak makan deh ya Lis lagi gak pengen gue minta beliin air putih aja"ucap Laika membuat Calista menganggukkan kepalanya.


"Kalau lo pada?"tanya Calista pada Zahra dan Andira.


"Gue lagi pengen siomay Lis minumnya es jeruk aja ya" Calista menganggukkan kepalanya.


"Kalo gue nasi goreng deh minumnya es teh"ucap Zahra yang membuat lagi-lagi Calista menganggukkan kepalanya dan langsung melenggang pergi untuk memesan makanan.


"Lo kok kayak cuek-cuekan gitu sih sama kak Mervin Lai?"tanya Zahra membuat Laika menaikkan kedua bahunya.


"Tau gak si lo waktu lo gak sekolah dia itu udah kayak orang yang frustasi gitu mukanya lecek banget dah terus dia itu gak tenang Lai gara-gara mikirin lo"ucapan Andira membuat Laika berfikir apakah benar Mervin seperti itu? Karena pasalnya kemarin Laika melihat wajah Mervin yang bahagia sekali. Laika hanya tersenyum menanggapi ucapan Calista karena jujur Laika sangat malas membahas tentang Mervin saat ini.


Brak..

__ADS_1


Suara gebrakan itu sontak membuat Laika, Zahra dan Andira menoleh, ternyata yang menggebrak mejanya adalah si Gladys.


"Oh jadi elo yang namanya Laika?"tanyanya sambil tersenyum, Laika memilih tetap diam dan tak meresponnya karena benar-benar malas bicara.


"Gue kasih tau ya sama lo, gara-gara elo Mervin gak suka lagi sama gue! Padahal selama ini gue itu selalu nungguin dia tapi nyatanya apa? Dia udah gak ada perasaan apa-apa sama gue ya itu karena lo!"pekik Gladys yang kesal membuat mereka menjadi pusat perhatian sekarang, saat mendengar ucapan Gladys seperti itu membuatnya beranjak dan menatap Gladys datar.


"Jadi lo nyalahin gue?"


"Masih nanya gue lo? Ya jelas lah lo itu PHO diantara hubungan gue sama Mervin! Dasar cewek kegatelan"ucapnya yang membuat Zahra mendelik.


"Heh lo bilang apa barusan? Cewek kegatelan? Bukannya elo tuh plis deh sebelum ngomong ngaca dulu" Gladya menatap Zahra sinis.


"Lo mending diem deh gue gak ada urusan sama lo"ucap Gladys yang kembali menatap Laika.


"Gue cuman mau lo jauhin Mervin atau rahasia terbesar lo akan gue bongkar sekarang juga"ancam Gladys membuat Laika mengerutkan keningnya.


"Emang gue pernah ya ngasih tau rahasia gue ke lo? Gue aja gak kenal sama lo"ucap Laika yang cuek, sedangkan Gladys tertawa sinis.


"Ngeremehin gue banget ya lo, nih guys gue mau kasi tau hal penting sama kalian"ucap Gladys sembari menatap ke arah murid yang sedang menonton mereka.


"Tau gak si guys Laika ini ternyata bukan anak kandung dari kedua orang tuanya! Dan ternyata orang tuanya itu udah meninggal, aduhh kasian banget yaa ternyata dia kaya bukan dari orang tua kandungnya melainkan orang tua angkatnya!"pekiknya membuat semua yang melihat terkejut tak percaya dengan perkataan Gladys termasuk Laika yang benar-benar terkejut.


ia tak bisa menahan ketika mendengar ucapan Gladys apalagi ketika semua menyorakinya. Sedangkan Andira dan Zahra yang tak tahan pun ingin membuka suaranya tapi ditahan oleh Laika membuat mereka berdua terdiam sambil mengumpat kesal.


"Terserah lo mau bilang gue ini itu, yang jelas gue bukan PHO yang seperti lo bilang tadi, emang kak Mervinnya aja yang mau sama gue bukannya gue kecantikan, terlalu pede atau gimana tapi emang nyatanya begitu, seharusnya lo gak usah ngelakuin ini karena cuma bikin lo malu tau gak, dan asal lo tau aja Mervin gak suka sama lo juga gara-gara lo yang ninggalin dia tanpa kabar, jadi salah lo sendiri lah ngapain lo jadi nyalahin orang, dan lo boleh ngehina gue atau ngejek gue tapi tolong jangan pernah bawa orang tua gue, Gue emang bukan orang kaya kayak lo tapi gue punya harga diri gak kayak lo yang masih ngemis-ngemis cinta ke kak Mervin sampai nangis-nangis gak jelas, dan lo gak ada berhak buat ngejahuin gue sama kak Mervin karena apa? Gue ini pacarnya sekarang, dan maaf sepertinya cewek kegatelan yang lo maksud itu diri lo sendiri deh"ucap Laika seraya tersenyum sinis, sedangkan yang lain menatap kaget setelah mendengar ucapan Laika mereka hanya memilih untuk diam. Sementara Gladys yang merasa di permalukan pun mengeram kesal dan menampar Laika.


Plak..


Laika terkejut ketika tamparan itu mendarat dipipinya sungguh Laika ingin menangis sekarang juga karena tamparannya yang terlalu keras, sedangkan kedua sahabatnya mendelik hebat termasuk Calista yang baru saja datang, sementara itu dari kejauhan ternyata Galih melihat saat Gladys menampar Laika membuatnya ia langsung berlari ke arah kerumunan itu.


"Gladys lo apa-apan sihh!!"bentak Galih yang membuat tatapannya langsung tertuju pada Gladys.


"Lo ngapain nampar Laika? Emang Laika salah apa sih sama lo"pekik Galih yang sangat emosi membuat Gladys merasa sedikit takut tiba-tiba saat Mervin ingin menghampiri kerumunan itu dengan cepat Gladys mengambil gelas yang berisi air dan ditumpahkannya ke baju Gladys membuat Gladys teriak, dan saat itu juga Mervin langsung menerobos kerumunan itu.


"Ada apasih rame-rame!"ucap Mervin yang agak kesal, tatapannya terarah ke Laika yang sedang menunduk dan kemudian beralih ke Gladys yang sudah basah kuyup.


"Ada apa?!"tanya Mervin sekali lagi dengan suara meninggi.


"Ini Vin Laika gak ada salah apa-apa malah di tam-"ucapan Galih terpotong karena Gladys yang menyela ucapannya.


"Itu loh Vin, tadi aku disiram sama Laika padahal aku cuman nanya baik-baik tadi"ucapan Gladys yang berlagak seperti menjadi korban bully membuat semuanya mendelik kaget termasuk Galih yang amarahnya memuncak.

__ADS_1


"Ohh, jadi ini cara lo? Lo fitnah Laika di depan Mervin supaya Mervin lebih percaya lo gitu, dasar cewek bermuka dua?!"ucap Galih yang hampir saja kehilangan kesabarannya, sedangkan Laika ia mencoba menahan rasa sakit tamparan yang tadi sambil memejamkan matanya sejenak lalu kembali menatap ke arah mereka, Laika sungguh tidak percaya apa yang Gladys lakukan padanya saat ini mengapai ia menfitnah Laika pada Mervin apa ia hanya ingin mendapat perhatian darinya?.


'Lo kuat Lai lo kuat, lo bisa ngadepin ini semua'batin Laika.


Sementara Mervin menatap Laika dengan tatapan tak percaya.


"Apa yang dikatain Gladys itu bener Lai?"tanya Mervin dengan suara dinginnya, sementara Laika tak tahu harus berbicara pun tetap terdiam membuat Mervin yang menunggu sedikit geram.


"Jawab Lai lo punya mulut kan!!"bentak Mervin membuat semua orang yang berada di sini terperankat kaget termasuk Laika, Laika memberanikan diri menganggkat wajah nya dan menatap Mervin ia mencoba untuk menarik hembuskan nafasnya agar sesak didadanya dapat sedikit berkurang.


"Iya. Aku yang udah nyiram Gladys, kenapa? Kamu mau marah?" ucapan Laika membuat Mervin menjadi menatapnya sinis, sementara yang lain kaget mendengar ucapan Laika, Galih mendekat ke arah Laika.


"Laii..."lirih Galih yang tidak tahu mengapa Laika berucap seperti itu, membuat Laika memegang bahunya dan tersenyum tipis.


"Gue kira lo itu baik Lai, gue kira lo orangnya gak gampang emosi, ternyata selama ini gue salah menilai lo, gue kecewa Lai"ucap Mervin yang benar-benar sangat marah dengan Laika, sementara Gladys tersenyum kemenangan ketika ia mendengar perkataan Mervin yang sangat kecewa pada Laika, ternyata rencananya yang ia sudah buat tidak sia-sia. Setelah Mervin menatap Laika dengan tatapan tak suka ia menarik tangan Gladys dan membawanya keluar dari kerumunan itu sementara Galih menatap Mervin dengan tatapan bengis saat ini ia masih bisa mengontrol kesabarannya karena melihat wajah Laika yang benar-benar sangat sedih. Galih membubarkan mereka yang masih melihat Laika terdiam di tempat, sedangkan ketiga sahabatnya hanya bisa menahan tangisnya karena mereka tahu itu sangat menyakitkan apalagi Laika yang baru pertama kali merasakan cinta.


Galih memegang bahu Laika.


"Seharusnya tadi lo gak usah ngomong gitu Lai, itu malah bikin lo makin sakit"ucap Galih membuat Laika langsung berlari meninggalkan kantin sementara Galih ia hanya diam membiarkan Laika merasa tenang dulu.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..


***jangan lupa vote dan komennya...


instagram


@velisateophania***

__ADS_1


__ADS_2