Es Balok

Es Balok
30. Romantis


__ADS_3

Senyuman Laika terus mengembang hingga Resya pun menatapnya sedikit bingung, sesuatu apakah yang membuat Laika bisa tersenyum terus seperti ini.


"Lai mama ngeri ih liat kamu senyum-senyum gitu" Laika pun menyengir ketika mendengar ucapan Resya.


"Mama ih Laika gak kesambet kali" Laika menarik kursi yang akan ia duduki setelah itu ia mulai menyantap sarapannya itu, baru saja Laika mengunyah sarapannya bel rumahnya berbunyi dengan sontak Resya menoleh ke arah Laika.


"Siapa?"tanya Resya membuat Laika yang sedang minum pun menoleh.


"Kak Mervin ma tolong suruh tunggu dulu ya Lai masih sarapan" Resya mengangukkan kepalanya kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu utama.


Hal pertama Resya lihat adalah wajah Mervin yang tak lupa dengan senyuman yang menghiasi wajahnya membuat Resya membalas senyuman tersebut.


"Pagii tante, Laikanya udah siap?"


"Pagi juga nak Mervin, yuk masuk dulu Laikanya masih sarapan kamu tunggu sebentar ya" Mervin mengekori Resya yang berjalan menuju arah dapur, disana dengan jelas Mervin menatap Laika yang sedang asik menyantap sarapannya membuat Mervin sedikit berdehem yang membuat Laika menoleh dan tersenyum.


"Pagi Lai" ucap Mervin seraya menarik kursi dan duduk tepat didepan Laika, membuat Laika tetap tersenyum.


"Pagi juga kak, udah sarapan? Kalau belum bareng aja sini" Mervin menggelengkan kepalanya.


"Gue udah sarapan tadi dirumah jadi Lai lo aja yang sarapan" Laika menganggukkan kepalanya kemudian melanjutkan sarapannya dengan cepat.


...******* ...


Terlihat Laika dan Mervin tengah duduk di taman belakang sekolahnya dengan posisi tatapan Mervin tertuju ke arah langit, sedangkan Laika menatap ke arah bawah sambil menggerak-gerakkan kakinya, keadaan hening seperti ini hanya membuat jantung Laika semakin berpacu lebih cepat. Mervin yang menyadari suasana seperti ini pun mengubah posisinya menghadap ke arah Laika membuat Laika sontak menoleh ke arahya.


"Nanti malem ada pasar malem gue mau ngajak lo kesana, lo mau kan?"ucapan Mervin seketika membuat wajah Laika berseri kaget.


"Serius?!" Mervin tersenyum ia merasa gemas dengan wajah Laika seperti itu dan menganggukkan kepalanya.


"Gimana mau nggak?" dengan keangtusiannnya Laika menganggukkan kepalanya.


"Ihhh mau dong kak, kak Mervin tau kalau aku suka banget sama pasar malem?" Mervin berpikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya.


"Tau dong"


"Tau darimana?" Mervin mendekatkan sedikit wajahnya ke arah Laika.


"Rahasia." setelah berucap Mervin menjauhkan wajahnya sambil terkekeh karena mendengar Laika berdecak.


"Gue juga suka kok sama pasar malem tadi gue bohong, gue sama sekali gak tau kalau lo suka juga sama pasar malem padahal awalnya gue iseng doang ngajakin elonya" Laika terkekeh mendengar perkataan yang baru saja terlontar dari mulut mervin.

__ADS_1


"Gue bener-bener suka banget sama pasar malem biasanya sih gue perginya sama sepupu gue, si Ferrel" Mervin menautkan alisnya ketika mendengar nama Ferrel seperti tak asing lagi ditelinganya,setelah agak lama berpikir akhirnya ia mengingatnya, Ferrel pernah memposting foto di instagramnya dan mengetag instagram Laika yang awalnya membuat Mervin dan kedua temannya mengira bahwa Ferrel adalah kekasih Laika tetapi mereka salah mengira.


"Jadi Ferrel itu sepupu lo?" Laika menganggukkan kepalanya.


"Iya dia sepupu gue kak kenapa? Lo kenal sama dia?" dengan cepat ia menggelengkan kepalanya.


"Ah enggak gue pernah liat aja, eh oh iya lo kenapa suka banget sama pasar malem?" ucap Mervin yang mengalihkan pembicaraannya sedangkan Laika tengah berpikir sejenak.


"Emm... karena asik gitu trus rame banyak orang lalu lalang gue juga udah suka dari kecil gitu ya intinya asik aja sih"ucap Laika sambil terkekeh diikuti oleh Mervin juga yang tengah terkekeh mendengar ucapan Laika.


"Kalau kak Mervin kenapa suka sama pasar malem?" 


"Lo mau tau alasannya kenapa gue suka sama pasar malem?"ucap Mervin yang malah balik bertanya, Laika pun menganggukkan kepalanya.


"Gue suka banget sama pasar malem apalagi kalau sama lo kesananya, alasannya sih gue cuma pengen pegang tangan lo terus supaya lo gak hilang diantara beberapa orang yang berlalu lalang disana" ucapan Mervin sukses membuat Laika bersemu malu.


"Ihh apaan sih kak Mervin gue serius tau" melihat Laika yang seperti itu pun terkekeh karena gemas, sedangkan Laika berusaha menghilangkan rasa malunya.


"Ya abisnya lo nanya gue sih, gue mana tau kenapa" kemudian Mervin kembali tertawa membuat Laika tak bisa menahan agar tidak tersenyum.


"Lah terus kenapa kak Mervin bisa suka sama pasar malem" Mervin menatap Laika lekat membuat Laika berusaha untuk tetap normal.


"Nanti gue jemputnya jam 7 ya, nanti gue minta ijin ke mama lo" Laika lagi-lagi menganggukkan kepalanya, setelah itu mereka berdua beranjak dari duduknya.


"Bentar lagi bel bunyi jadi ayo gue anterin lo ke kelas"ucap Mervin seraya menarik pelan pergelangan tangan Laika, Laika hanya menganggukkan tangannya dan tersenyum penuh arti. Sedangkan terlihat dari kejauhan sana seorang lelaki yang telah menatap kedua insan tersebut dengan senyum mirisnya ntahlah ia merasa hatinya hancur saat ini, tetapi disisi lain ia senang melihat gadis yang ia sukai tersenyum bahagia seperti itu walau bukan bersamanya, ternyata orang itu adalah Galih, Galih tidak ingin menjadi orang yang egois lebih baik ia yang sakit hati daripada ia harus menghambat kebahagiaan Laika, Galih langsung meninggalkan tempat itu setelah melihat kedua insan itu telah pergi menjauh.


...*****...


Jam dinding yang berada di rumah Laika sudah menunjuk pukul 7 sore dan Laika sudah siap dengan pakaian yang ia kenakan, ia tengah memainkan ponselnya sambil menunggu Mervin yang menjemputnya.


Ting..nong..ting..nong..


Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi dengan cepat Laika beranjak dari duduknya menuju pintu utama dan tak lupa dengan senyuman yang menghiasi wajahnya itu. Terlihat wajah Mervin saat Laika membuka pintu membuat senyum Laika kembali mengembang.


"Gimana udah siap?" Laika hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Tante Resya ada?" Laika menggelengkan kepalanya.


"Mama lagi gak ada dirumah tapi tadi gue udah minta ijin kok" 


"Oh yaudah deh" Mervin menarik pelan tangan Laika menuju mobilnya, sebelum itu ia membukakan pintu untuk Laika dan mempersilahkannya untuk masuk, Laika pun hanya tersenyum menerima perlakuannya tersebut, setelah itu Mervin yang memasuki mobilnya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama mereka telah sampai disuatu tempat yang banyak pegunjungnya sedang berlalu lalang, yaps seperti apa yang dibilang itu adalah pasar malam.  Mereka berdua langsung turun dari mobil apalagi Laika yang begitu bersemangat membuat Mervin sangat gemas dengan tingkahnya. Saat mereka melangkahkan kakinya mendekati tempat tersebut tak lupa dengan Mervin yang menggengam erat tangan Laika seperti tidak ingin kehilangan Laika, Laika pun tak bisa apa-apa memilih untuk diam dan tak memperdulikan itu karena tatapan wajahnya kini tertuju ke arah beberapa permainan yang ada disana. 


"Kita mau kemana dulu?" setelah berucap seperti itu Mervin tiba-tiba ditarik oleh Laika menuju tempat permainan yang banyak dikerumuni orang. Mervin mengerutkan keningnya ketika telah sampai di depan tempat permainan tersebut. Laika yang menatap wajah Mervin yang sangat bingung pun membuka suaranya. "Biasanya gue sukanya main ini biar bisa dapet tuh boneka tapi setiap gue yang main kalah mulu"ucap Laika yang menekuk wajahnya membuat Mervin menghela nafasnya.


"Gue coba deh ya" dengan wajahnya berseri Laika menganggukkan kepalanya. Mervin melepaskan genggaman tangannya dan mendekat ke arah permainan tersebut dan menemui sang penjual, setelah itu ia memulaikan permainannya. Sedangkan Laika yang sedang menatap Mervin yang tampak serius dengan lekat ia berharap semoga Mervin bisa mendapatkan bonekanya untuknya. Mervin terkekeh gemas melihat Laika yang tampak bersemangat menyemangatinya jadi terlihat seperti anak kecil ingin rasanya Mervin mencubit kedua pipinya.


Tak lama kemudian Mervin berhasil memenangkan permainan tersebut dan mendapatkan sebuah boneka yang berukuran sedang, Laika tersenyum dengan perasaan bahagia ia menerima boneka tersebut dari tangan Mervin membuatnya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Laika yang seperti anak kecil. "Bisa gak bawanya, kalau nggak sini biar gue aja yang bawain" ucap Merevin yang melihat Laika agak kesusahan membawa bonekanya, Mervin pun kembali mengambil alih boneka tersebut membuat Laika menyengir.


"Thanks ya kak gue bener-bener seneng banget, maaf kalau kelakuan gue agak gak ke kontrol soalnya gue emang antusias kalo sama apa yang gue suka gitu"ucap Laika yang merasa tak enak akan kelakuannya. Mervin mendekat kearahnya dan mengacak pelan puncak rambutnya sambil tersenyum. "Kalo sama gue santai aja, lagian kelakuan lo kayak gini bikin gue gemes sama lo" Laika hanya terkekeh menanggapinya, kemudian mereka melanjutkan langkahnya ke arah lain dan tak lupa Mervin yang menggenggam tangan Laika sambil memegang boneka yang ia dapatkan untuk Laika. 


Setelah dirasanya lama telah mengelilingi pasar malam tersebut mereka berdua memutuskan untuk pulang dan mencari makan terlebih dahulu, itu semua adalah usul dari Mervin dan Laika pun menyetujuinya. Saat sampai di sebuah rumah makan mereka langsung berjalan beriringan memasuki tempat tersebut dan mulai mencari tempat duduk.


"Mau makan apa?"tanya Mervin membuat Laika berpikir sejenak. "Samain aja deh kak" Mervin pun menganggukkan kepalanya mengerti kemudian ia beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya untuk memesan makanan.


Tak butuh waktu lama makanan yang mereka pesan pun datang, dan mereka mulai menyantap makanannya masing-masing. Dengan secara tiba-tiba Mervin mengarahkan sesendok nasi goreng ke arah Laika yang membuatnya tersentak apalagi ketika melihat senyuman Mervin itu, Laika pun tersenyum kikuk kemudian dengan rasa gugupnya secara perlahan ia menerima suapan dari Mervin dan langsung mengunyahnya. Ketika melihat dibibir Laika ada sedikit noda dengan reflek ia mengambil tissue lalu mendekat ke arah Laika dan mengelap bibirnya dengan telaten. Lagi-lagi harus membuat Laika tersentak dan mematung dan dengan detak jantungnya yang berpacu cepat di kala jarak antara mereka berdua sangatlah dekat, setelah selesai membersihkan noda yang berada di bibir Mervin pun ia kembali melanjutkan makannya sedangkan Laika masih terdiam karena memikirkan kejadian tadi, tatapan Mervin terarah pada Laika yang hanya terdiam.


"Laii"panggilnya namun Laika tak kunjung  menoleh membuat Mervin menghela nafasnya.


"Laika Arfasya!"panggilan Mervin sontak membuat Laika tersentak dan terbuyar dari lamunannya. "Lo kenapa kok diem? Dilanjut tuh makannya" Laika tersenyum kikuk sambil menganggukkan kepalanya lalu ia melanjutkan makannya lagi begitupula dengan Mervin.


Setelah mereka berdua selesai makan mereka memutuskan untuk pulang dengan Mervin yang harus mengantarkan Laika terlebih dahulu. Mobil Mervin telah sampai di depan rumah Laika, sebelum turun dari mobil Mervin ia menatap Mervin sambil tersenyum. "Thanks for today ya kak" Mervin membalas senyumannya dan menganggukkan kepalanya.


"Sama-sama Lai, yaudah masuk gih jangan lupa cuci muka dulu, cuci tangan, cuci kaki terus langsung tidur ya jangan bergadang karena besok kita sekolah biar lo gak telat bangunnya" Laika tersenyum. "Iya kak, Kak Mervin juga" kemudian Laika langsung turun dari mobil Mervin.


"Besok pagi gue jemput atau gimana?" 


"Hmm.. Gak usah deh kak gue berangkat sama mama aja" Mervin menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Yaudah lo masuk gih, and good night Lai" sebelum Laika ingin membalas perkataan Laika mobil Mervin sudah melesat meninggalkan rumah Laika, dan Laika pun melangkahkan kakinya memasuki dalam rumahnya dengan perasaan bahagia dan tak lupa dengan senyuman yang terus mengembang, jujur baru kali ini Laika merasakan sebahagia ini karena sebelumnya Laika tidak pernah merasakannya apalagi bersama cowok yang ia sukai, sukai? yaps Laika jujur karena ia telah menyimpan perasaan pada Mervin saat ini.


.


.


.


.


...*Bersambung*...


jangan lupa vote dan komennya yaaa:))

__ADS_1


__ADS_2