Es Balok

Es Balok
17. Sang Penolong (2)


__ADS_3

Matahari yang sangat terik di siang hari ini membuat Laika menyipitkan matanya sebab ia merasa tak kuat, Laika mengelap wajahnya dengan tissue karena mamanya menyuruhnya untuk ke supermarket, saat ingin memasuki supermarket tersebut Laika bertemu dengan esbalok, dia menatap Laika dingin setelah itu Mervin keluar dari.supermarket tersebut. Laika hanya menatapnya bingung setelah itu dengan cepat ia melangkahkan kakinya memasuki supermarket tersebut dan mulai membeli beberapa macam barang yang disuruh mamanya.


Setelah selesai ia pun segera membayarnya dan berniat pulang ke rumahnya, tetapi saat menyebrang Laika tidak melihat ada mobil yang sangat ngebut ke arah nya tetapi dari kejauhan ada seorang lelaki yang melihat itu dia segera lari untuk menolong Laika.


"LAIKAA AWASS!!"pekik lelaki itu seraya mendorong Laika ke trotoar, sedangkan lelaki itu tertabrak oleh mobil yang melaju sangat kencang dan yang kalian harus ketahui orang itu adalah Mervin ia yang telah mengorbankan nyawanya untuk Laika.


Laika terkaget dan segera bangun walaupun kakinya sedikit terluka tetapi ia tidak peduli ia harus tau siapa yang telah menolongnya.


Laika berjalan menuju kerumunan tersebut, saat melihat orang yang tergeletak tak berdaya itu pun menutup mulutnya terlihat syok saat melihatnya, air matanya pun turun begitu saja, kakinya terasa lemas ia langsung bersimpuh di sebelah Mervin yang diketauhi cowok yang sangat nyebelin, Laika menangis sejadi-jadinya ia begitu syok dan langsung saat itu juga ia menelepon ambulan.


Rumah Sakit Harapan Kasih.


Nama itu yang terpapang jelas saat ini, tempat Laika berada sekarang. Tak henti-hentinya Laika menangis menyalahkan dirinya sendiri, kalau dia bisa berhati-hati pasti saja kejadian ini tidak terjadi, Laika saja masih tak percaya bahwa yang menolongnya itu Mervin si esbalok bisa-bisanya dia mengorbankan nyawanya hanya untuk Laika, Laika merasa bersalah padanya karena saat itu ia tidak menghiraukan pembelaannya, memang benar walaupun Mervin sangatlah menyebalkan bagi Laika namun ia ternyata sangat baik mau menolong orang sampai mengorbankan nyawanya.


Laika terus berdoa agar Mervin baik-baik saja. Tiba-tiba kedua orang paruh baya yang di ketahui orang tu Mervin pun datang dengan wajah paniknya Laika langsung beranjak.


"Nak gimana keadaan Mervin?"tanya Helena mama Mervin yang ingin menangis.


"Aku belum tau tan, maafin aku tante gara-gara aku kak Mervin jadi masuk rumah sakit coba aja tadi aku hati-hati pasti gak bakal terjadi"ucapnya yang sangat menyesal.


Helena tersenyum.


"Tidak apa-apa nak jangan khawatir, mungkin saja Mervin ingin menyelamatkan kamu, oh iya nama kamu siapa?"


"Ee..Laika tante"ucap Laika yang tersenyum kikuk.


"Teman sekelasnya Mervin?"kali ini yang menanyakan adalah Adam papanya Mervin, Laika melihat wajahnya yang tenang tidak keliatan dia sedang marah.

__ADS_1


"Nggak om aku adik kelasnya kak Mervin"ucap Laika yang tersenyum ramah.


"Kamu gak usah khawatir ya Laika, Mervin pasti baik-baik saja serahkan semuanya pada tuhan kita cuman perlu berdoa saja"ucap Helena yang menenangkan Laika yang masih syok.


"Tapi tan ini salah Laika juga, Laika janji bakal tanggung jawab kalo kak Mervin kenapa-napa, Laika bakal bayarin semua biaya rumah sakit juga tante jangan khawatir"ucap Laika yang masih menangis.


Adam membuka suaranya.


"Sudah Laika, tidak apa-apa yang jelas pasti Mervin baik-baik saja, kalau masalah pembayaran serahkan saja sama om biar om yang bayar semuanya tunggu dulu ya om mau mengurusi semuanya dulu" Adam berjalan menuju tempat administrasi sedang Helena dan Laika kembali duduk dengan posisi Laika yang dirangkul Helena.


Dan tak lama kemudian Dokter yang menangani Mervin keluar dari ruangan tersebut membuat Laika dan Helena sontak beranjak dan menghampiri dokter tersebut.


"Dokk bagaimana keadaan anak saya?"ucap Helena yang sangat panik, dokter tersebut tersenyum.


"Anak ibu baik-baik saja, lukanya tidak terlalu parah hanya saja anak ibu belum sadarkan diri" Helena mengelus dadanya ia takut terjadi apa apa dengan Mervin.


"Tapi udah boleh masuk belum dok?"tanya Laika, dokter tersebut hanya menganggukkan kepalanya.


Laika hanya mencium bau obat-obatan dan hanya bisa melihat beberapa alat ada pada tubuh Mervin, Laika menutup mulutnya ia menahan tangisan nya. Laika memegang tangan Mervin yang dingin, melihat wajahnya yang tenang dan ia tidak dapat menahan tangisannya lagi..


"Hikkss..hikss..maa..maafin gue kak karena gue kak Mervin jadi kayak gini seharusnya kak Mervin gak usah nolongin gue, gue merasa bersalah banget kak, gue janji bakal tanggung jawab"ucap Laika yang masih memegang tangannya, Helena hanya tersenyum menatap Laika.


"Lai kamu tau gak? Setelah kejadian dulu dia dengan mantannya dia tidak pernah seperti ini tapi setelah bertemu denganmu dia benar-benar berubah walaupun dia sangat cuek dengan sekitar nya tapi dia masih punya rasa peduli apalagi sama kamu, tante kaget aja dia berani mengorbankan nyawanya demi kamu"ucapan Helena membuat Laika terdiam.


"Tante rasa dia ada perasaan sama kamu, tante senang banget kalo dia udah berubah lagi seperti dulu, itu yang tante inginkan" Helena memegang bahunya dan melanjutkan kalimatnya.


"Laika, Mervin itu sangat setia dan baik terhadap perempuan yang dia suka buktinya dia seperti itu saat ditinggal oleh mantannya, jangan pernah berfikir dia adalah orang yang sombong justru dia sangatlah baik, perhatian dan suka menolong"ucap Helena, Laika hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Iya tante Laika tau, maafin Laika ya" Helena menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Ini bukan lah sepenuhnya salah kamu malahan tante bangga melihatnya yang mengorbankan nyawanya demi seorang perempuan itu adalah suatu kebanggaan Laika ya walaupun tante memang sedih dia seperti ini tapi kamu itu seperti orang yang sangat istimewa menurutnya, sudah jangan menyalahkan dirimu sendiri kalau saja Mervin tau kamu seperti ini pasti dia akan marah padamu, Mervin tidak suka melihat orang yang menyalahkan dirinya sendiri yang jelas-jelas bukan salahnya sekarang kamu tenang saja Mervin pasti baik-bak saja yang diperlukan hanyalah doa saja agar Mervin cepat sadar" Laika hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


"Makasi ya tante"ucap Laika seraya tersenyum dan Helena membalasnya.


Tak lama kemudian Adam datang dan memegang pundak Helena.


"Semua biaya om udah urus ya Laika sekarang kamu pulang saja ini sudah larut malam takutnya orang tua kamu malah khawatir nyariin kamu" Laika menggelengkan kepalanya.


"Nggak papa om, Laika udah bilang kok sama mama papa mereka juga udah ngijinin mending tante sama om aja yang pulang udah malem pasti kalian capek gak papa biar Laika yang temenin kak Mervin" Helena tersenyum.


"Tapi kan besok kamu sekolah, udah mending kamu pulang aja biar tante disini sama om yang jagain Mervin"


"Gak papa tan besok kebetulan aku libur sehari gara-gara ada rapat guru gitu makanya libur deh udah tante sama om pulang aja istirahat tenang ada Laika yang jagain"ucap Laika.


"Hm yaudah deh kalau ada apa-apa kasi tau tante aja ya Lai" Laika hanya menganggukkan kepalanya.


Saat kedua orang tua Mervin telah pergi Laika menatap wajah Mervin dan mulai tertidur dengan posisi kepalanya disebelah tangannya.


.


.


.


Bersambungg..

__ADS_1


Jangan lupaa sebelum baca vote terlebih dahulu biar authornya makin semangat buat part part selanjutnya yang pasti gak kalah seru dari part sebelumnya hehe.


Tbc...


__ADS_2