Es Balok

Es Balok
35. Nobar.


__ADS_3

Hanya terdengar suara jam dinding yang berbunyi membuat Laika menghela nafasnya bosan karena harus sendirian berada di rumahnya dikarenakan mamanya yang baru saja pergi yang katanya ada urusan mendadak, sedangkan Ferrel sedang pergi ke rumah temannya yang berada di Jakarta.


Laika bangkit dari tidurnya dan mengambil ponselnya yang berada dinakas setelah itu melangkahkan kakinya menuju lantai bawah.


Saat baru saja ingin menghempaskan bokongnya ke sofa empuk yang berada di ruang televisi, tiba-tiba bel rumahnya berbunyi membuat Laika mau tak mau berjalan menuju pintu utama dan melihat siapa yang bertamu.


Senyum Laika mengembang ketika melihat para teman-temannya datang dengan wajah cerianya membuat Laika mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam.


"Sepi amat Lai, lo lagi sendirian?"tanya Zahra membuat Laika yang sedang menutup pintu rumahnya menganggukkan kepalanya.


"Tadi mama pergi katanya ada urusan mendadak, terus kalau Ferrel dia main ke rumah temennya"ucap Laika yang berjalan duluan dan mengajak nereka untuk duduk di sofa ruang televisi, sedangkan Zahra yang mendengar perkataannya pun menganggukkan kepalanya.


"Kalian duduk aja dulu biar gue buatin minum dulu"ucap Laika yang ingin melangkahkan kakinya menuju dapur tapi tangannya di tarik seseorang yaitu Mervin membuat Laika sedikit tersentak dan langsung menoleh.


"Aku ikut ya" Laika tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, setelah itu Mervin mengikuti langkah Laika yang menuju dapur.


"Kamu bawain camilan aja tempatnya tuh disana"ucap Laika sambil menunjuk ke arah tempat kaca yang hanya berisikan berbagai macam camilan membuat Mervin mendelik.


"Banyak banget, ini emang sengaja tempat khusus untuk camilan?" Laika menganggukkan kepalanya.


"Iya soalnya semua di rumah ini suka ngemil"


"Termasuk kamu kan?" Laika terkekeh mendengar ucapan Mervin lalu menganggukkan kepalanya.


"Ya itu kamu tau, gih kamu bawain camilannya biar aku yang buatin minum" Mervin menuruti perkataan Laika dan membuka tempat kaca itu lalu mengambil beberapa camilan, setelah itu ia menoleh ke arah Laika yang tengah sibuk menuangkan minuman ke dalam gelasnya.


"Aku bawain ini dulu ya Lai" Laika menoleh lalu menganggukkan kepalanya dan Mervin pun membalikkan tubuhnya lalu melangkahkan kakinya menuju ruang televisi, tempat dimana teman-temannya telah menunggunya.


Setelah selesai menuangkan minuman ke dalam gelas Laika langsung melangkahkan kakinya menuju ruang televisi dengan membawa nampan setelah itu ditaruhlah nampan tersebut dimeja depan sofa.


"Nih diminum dulu" mereka menganggukkan kepalanya.


"Thanks Lai"ucap Naren yang langsung mengambil satu gelas yang berisikan minuman didalamnya , sedangkan Laika hanya menganggukkan kepalanya.


"Jadi kita mau nonton apa?"tanya Laika di sela-sela mereka meminum minumannya.


"Apa aja deh Lai gue sih bebas aja"ucap Andira membuat Laika menatap ke arah lainnya seakan meminta pendapat.


"Terus yang lain gimana? Kalian mau nonton apa?"


"Gue pengen nonton film Captain Marvel Lai"ucap Calista membuat diangguki oleh semuanya.


"Boleh deh"


Film pun diputar membuat mereka semua duduk tenang dengan pandangan yang terarah ke televisi yang berada di depannya, tak lupa dengan camilan yang berada di tangannya.


Setelah serius mereka menonton tiba-tiba pintu utama terbuka membuat mereka sontak menoleh ke arah pintu tersebut, dan disana terdapat Resya yang baru saja pulang membuat Laika bangkit dari duduknya dan menghampirinya.


"Mama udah pulang?" Resya yang sedang membuka sepatunya pun menoleh dan menganggukkan kepalanya.


"Eh ada temen-temen Laika"ucap Resya sambil menghampiri mereka yang tengah duduk di sofa.

__ADS_1


"Ada Mervin juga" Mervin tersenyun dan mendekat ke arah Resya lalu menyalimi tangannya.


"Hehe. Iya tante" setelah itu tatapan Resya beralih ke arah televisi.


"Kamu ngapain Lai?"


"Tadi lagi nonton ma" Resya hanya meng'oh'kan saja dan mengangguk-angguk.


"Kalau gitu mama ke kamar dulu ya Lai nanti jangan lupa ajak temen-temen kamu makan tuh di dapur" Laika hanya menganggukkan kepalanya mengerti, lalu Resya melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


"Ferrel kenapa bisa ada dijakarta Lai?" Laika menaikkan kedua bahunya.


"Gak tau, dia kan emang suka gitu tiba-tiba aja tuh nongol"ucap Laika membuat Andira terkekeh.


"Dia kan belum tau Calista terus kak Mervin juga gak ada niatan pengen kenalan gitu Lai?"


"Ada sih kemaren dia sempet bilang mau tau, tapi diemin aja lah orang dianya nggak ada" ucap Laika yang kembali duduk di sofa, dan melanjutkan menonton film yang ia jeda tadi.


*****


Setelah film yang mereka tonton telah usai seketika semua merenggangkan tubuhnya karena merasa capek menonton film satu jam lebih itu. Tiba-tiba mereka mendengar suara orang berbicara di pintu utama membuat mereka menoleh ke arah sumber yang ternyata Ferrel yang baru saja pulang dengan ponsel yang menempel di telinganya.


"Iya maa besok Ferrel pulang"


.........


"Ck..Caca nyusahin aja sih"


"Ferrel kan libur seminggu gara-gara ada pembangunan bangunan baru di sekolah"


.........


"Ya emang seminggu, emang maunya sebulan"


............


"Ckk.. iya ma besok Ferrel pulang"


...........


"Waalaikumsalam"


Setelah dirasanya selesai menelepon pandangan Ferrel ter-arah ke ruang tamu dimana tempat Laika dan teman-temannya membuat Ferrel menghampiri mereka.


"Eh ada temen-temennya Laika" Laika tersenyum.


"Nih Rel lo masih inget Zahra sama Andira kagak?" Ucapan Laika membuat Ferrel menganggukkan kepalanya.


"Masih dong ingatan gue itu tajam tau" Andira menatap Ferrel dengan tatapan malas.


"Gue yang gak sudi harus inget lo"ucap Andira membuat Laika terkekeh, sedangkan Ferrel menaikkan kedua bahunya.

__ADS_1


"Oh iya Rel ini kak Mervin pacar gue" ucap Laika membuat Ferrel mendelik dan seketika langsung menatap Mervin.


"Seriusan pacar lo?" ucap Ferrel yang agak kaget membuat Laika berdecak kesal akan responnya.


"Iyaa, emang kenapa sih gitu banget dah lo"


"Ya gak nyangka aja pacar lo cakep gini kok mau sih sama lo yang kayak begini"ucap Ferrel membuat Laika menyipitkan matanya dan berkacak pinggang.


"Yang kayak begini apa maksud lo hah?!" wajah sangar Laika membuat Ferrel hanya menyengir dan mengangkat tangannya menjadi peace.


"Santai Laika gak usah ngamuk gitu gue bercanda" Laika hanya memutarkan bola matanya malas, sedangkan Ferrel kembali menatap Mervin yang terkekeh pun mengulurkan tangannya.


"Gue Ferrel, sepupunya Laika"ucap Ferrel yang tersenyum membuat Mervin balas menjabat tangannya dan tersenyum.


"Salken bro gue Mervin" Ferrel habya menganggukkan kepalanya dan melepas genggamanya kemudian beralih ke Naren dan Daniel.


Dan akhirnya mereka memilih untuk melakukan aktivitas masing-masing karena merasa sangat gabut hari ini,  Mervin dengan Ferrel yang sedang mengobrol entah apa yang mereka obrolkan di ruang tamu, Naren dan Daniel yang sedang memainkan playstation di bawah juga, trus Calista dan Andira yang tengah ngegosip apalah itu, dan yang terakhir Zahra yang sedang sibuk  berkutat dengan ponselnya entahlah apa yang dia lakukan dengan ponselnya ia pun juga tidak tau.


"Sumpah Lai, Dir, Lis acara prom bakal diadainn!"ucap Zahra yang sedikit heboh membuat Laika dan keduanya menatap Zahra tak percaya.


"Hah? Seriusan lo?" tanya Andira yang tidak percaya dengan perkataan Zahra membuatnya menatapnya malas.


"Iyaa gue serius ngapain juga gue boong" seketika Calista dan Andira yang paling bersemangat pun melompak kegirangan.


"Akhirnyaa setelah beberapa hari gue nunggu, jadi juga anjirr!"ucap Calista membuat Laika sedikit terkekeh akan responnya yang begitu exited.


"Emang kapan Ra acaranya?"tanya Laika membuat Zahra menatapnya.


"Lusaa Laii"


Lagi-lagi membuat Calista dan Andira mendelik.


"What?! Lusa? Parahh Lis kita harus cari gaun intinya besok kita harus ke butik!"ucap Andira yang disetujui oleh Calista,  Zahra dan Laika yang melihat kelakuan mereka hanya menggelengkan kepalanya.


.


.


.


.


.


.


.


...Bersambung...


jangan lupa vote dan komennya yaaa:))...

__ADS_1


__ADS_2