
Seperti dengan kejadian kemaren Laika dengan Mervin ternyata membuat satu sekolah gempar akan berita panas itu, apalagi kaum hawa yang tak henti-hentinya tengah membicarakan mereka berdua tetapi Laika dan Mervin tak memperdulikan itu, toh untuk apa? Jugaan mereka berdua tidak ada hubungan spesial apapun.
"Lo gak risih dengerin mereka tuh yang gak berhenti buat ngoceh?" Laika menoleh ke arah Mervin, sekarang mereka tengah berjalan berdampingan melewati koridor yang sudah sangat ramai, banyak mata yang menatap mereka mendelik kaget, adapula yang menatapnya sinis dan ada juga yang langsung berbisik-bisik.
Laika menggelengkan kepalanya.
"Udah kebal." Mervin tersenyum lalu mereka melanjutkan melangkahkan kakinya menuju kelas mereka masing-masing tapi Mervin terlebih dahulu mengantar Laika ke kelas.
Setelah sampai di depan kelas Mervin mendekat ke arah Laika dan mengelus puncak kepalanya sambil tersenyum, membuat Laika sedikit tersentak.
"Belajar yang bener, jangan mikirin hal lain dulu apalagi mikirin gue"ucapan Mervin membuat Laika tersenyum.
"Mulai deh pedenya" Mervin terkekeh.
"Ih gue serius tau"
"Yaudah deh kak Mervin masuk kelas sana belajar yang bener juga" Mervin tersenyum.
"Gak ah gue mau mikirin lo aja" Laika tersenyum malu lalu menabok pelan lengan Mervin membuatnya terkekeh melihat tingkah Laika.
"Yaudah gue ke kelas dulu yaa" Laika hanya menganggukkan kepalanya, setelah itu Mervin langsung melangkahkan kakinya menuju kelasnya.
...¤¤♥¤¤...
Mendengar berita yang tersebar di sekolahnya itu membuat telinga Galih terasa panas ingin sekali ia menyumpal telinganya dengan sesuatu agar tidak mendengar berita tersebut, berita itu hanya membuat hatinya terasa sangat sakit.
Entahlah Galih benar-benar sudah menyukai Laika bahkan ia ingin sekali menyatakan perasaannya pada Laika tapi mungkin ini bukan saatnya apalagi saat tahu bahwa berita kedekatan Mervin dan Laika sedang menjadi trending topik di sekolahannya.
Kini Galih memilih untuk duduk dibangkunya sambil memainkan game di ponselnya, intinya sekarang ia sedang tidak mood dan tidak ingin diganggu oleh siapapun.
Jam istirahat telah berbunyi namun Galih tak ingin beranjak dari duduknya ia tetap memainkan ponselnya membuat Daniel berdecak.
"Buru Gal nanti gak ada tempat kosong ****** kita gak bisa makan" tanpa menoleh Galih berkata.
"Gue gak ngantin hari ini" Daniel melongo mendengar ucapan Galih, tumben sekali ia tak ingin ke kantin itu menjadi pertanyaan Daniel.
"Lah? Kenapa? Udah ayo buru lo mah, liat tuh kita ditinggal Naren sama Mervin"Galih menggelengkan kepalanya.
"Gue gak selera makan lo aja sana susul mereka" Daniel berdecak kesal daripada ia sibuk mengurusi Galih yang keras kepala lebih baik Daniel pergi ke kantin saja menyusul Mervin dan Naren. Galih hanya menatap sebentar kepergian Daniel lalu kembali fokus pada ponselnya.
Setelah Daniel sampai di kantin ia langsung duduk di sebelah Mervin yang sedang menatapnya bingung.
__ADS_1
"Galih mana?"tanya Mervin membuat Daniel menggelengkan kepalanya.
"Gak mau ikut tuh anak katanya gak selera makan elahh alasan banget emang"ucap Daniel membuat Laika yang berada disana mengerutkan dahinya.
"Kak Galih lagi sakit?"tanya Laika membuat Naren menggelengkan kepalanya tetapi Mervin menatapnya dengan tatapan tak suka seperti ingin berkata 'ngapain sih lo peduli banget sama dia'.
"Ngga Lai dia baik-baik aja kok gue juga gak tau dia kenapa soalnya daritadi asik main game mulu tuh dikelas ya gak Dan" Daniel menganggukkan kepalanya mantap setelah mendengar ucapan Naren membuat Laika hanya terdiam.
'Kak Galih kenapa ya? Dia sakit? Ah nanti gue tanyain deh'batin Laika.
Saat pikiran Laika tengah memikirkan Galih tiba-tiba Zahra menepuk pundaknya membuat ia tersadar dan langsung menatap Zahra.
"Kenapa Ra?"
"Gue yang harusnya nanya, lo kenapa melamun?" Laika menggelengkan kepalanya, Mervin pun yang sedari tadi menatap Laika menghela nafasnya.
"Udah Lai gausah dipikir, Galih baik-baik aja kok" Laika tersenyum menanggapi ucapan Mervin tidak dengan Naren, Daniel, Zahra, Andira dan Calista yang menatapnya bingung.
Mervin yang ditatap bingung pun langsung membuka suaranya.
"Lo pada ngapain sih liatin gue gitu banget"
"Gak papa lo keliatan aneh aja"
Sedangkan Galih yang sangat bosan berada di kelasnya pun memutuskan untuk meminjam buku di perpustakaan. Saat melangkahkan kakinya masuk kedalam perpustakaan ia menatap pandangan yang kembali membuatnya memanas dan sakit seketika, yaitu melihat Laika dengan Mervin yang tengah bercanda ria. Galih jadi ingat waktu ia berdua dengan Laika di perpustakaan tapi untuk sekarang Galih yakin ia tidak akan bisa seperti dulu lagi dengan Laika karena Galih tau bahwa Laika telah menyukai Mervin bukan dirinya.
Galih hanya bisa menghela nafas, matanya sudah memanas ia tak bisa berlama-lama menatap pandangan yang berada didepannya dan Galih sangat jujur bahwa ia sangat menyayangi Laika sejak pertama kali melihatnya waktu ia dihukum oleh Mervin karena telat, karena tidak ingin berlama-lama akhirnya Galih mengambil buku yang ia inginkan dengan gerakan cepat lalu ia melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan.
Kembali ke Laika yang tengah tertawa pelan akibat lelucon yang dibuat oleh Mervin awalnya ia tak sadar bahwa ada yang menatap ke arah mereka tetapi saat seseorang dengan cepat mengambil bukunya kemudian pergi dari perpustakaan membuat Laika mendelik karena pelakunya adalah Galih. Laika sangat bingung hari ini sebenarnya ada apa dengan Galih. Apa dia sedang ada masalah? Itupun Laika juga tidak tahu.
"Lai.. kenapa?"tanya Mervin membuat lamunannya terbuyar dan Laika langsung menatap Mervin.
"Ee..emm.. gapapa kok Kak"ucap Laika sambil tersenyum kikuk.
...¤♥¤...
Mervin tengah menunggu Laika di depan kelas karena bel pulang sudah berbunyi, membuat Laika menghampirinya.
"Kenapa kak?"
"Kita pulang bareng ya?"ucapnya sambil tersenyum, tetapi Laika malah menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Maaf kak kayaknya hari ini gak bisa deh lain kali aja ya gue lagi ada urusan penting jadi kita gak bisa pulang bareng" Mervin hanya tersenyum tipis lalu menganggukkan kepalanya.
"Yaudah kalo gitu gue duluan ya lo hati-hati" Laika hanya tersenyum ketika melihat punggung Mervin yang semakin menjauh setelah dilihatnya sudah menghilang Laika langsung melangkahkan kakinya menemui Galih.
Dan saat ia tengah berjalan dikoridor Laika melihat Galih jaraknya yang tak jauh darinya membuat Laika langsung berlari untuk menghampirinya. Saat sampai di depan Galih, Laika mengatur nafasnya membuat Galih menatapnya bingung.
"Lo kenapa kak? Hari ini beda banget, lagi sakit ya?" pertanyaan yang terlontar dari mulut Laika membuat Galih mengerutkan keningnnya.
"Gue baik-baik aja kok"ucap Galih sambil tersenyum sebisa mungkin, intinya ia jangan sampai keliatan kalo Galih sedang cemburu dengannya.Tetapi Laika mendekat ke arah Galih dan sedikit berjinjjit karena tubuh Galih lebih tinggi darinya, membuat Galih menautkan alisnya.
"Ngapain Lai?"ucap Galih yang berusaha tidak gugup, Laika hanya tersenyum lalu menempelkan telapak tangannya ke dahi Galih membuat Galih menegang dan nafasnya tercekat ia berusaha mengontrol detak jantungnya yang berdetak sangat cepat ketika tangan lembut Laika menyentuh dahinya.
Setelah itu Laika langsung menurunkan tangannya dan agak sedikit menjauh dari tubuh Galih.
"Kak Galih beneran gak sakit kan?" Galih kembali menatapnya bingung lalu ia menggelengkan kepalanya.
"Enggak Lai gue baik-baik aja serius" Laika menganggukkan kepalanya lalu berdiri di sebelah Galih dan menatapnya.
"Kalau kak Galih ada masalah cerita sama gue jangan disembunyiin, kalo gitu gue pulang duluan ya" Galih menegang lagi ketika mendengar perkataan Laika lalu ia melihat Laika yang semakin menjauh pun langsung menyusulnya dan menahan tangannya membuat Laika menoleh.
"Ada apa kak?"
"Eee..emm.. Gue sayang sama lo Lai"ucap Galih sambil tersenyum membuat Laika mendelik dan mematung seketika sedangkan Galih yang menatap Laika terdiam pun kembali membuka suaranya.
"Hm. Gausah di pikirin gue cuma mau bilang itu doang kok, gue duluan ya lo dijemput kan?" Laika hanya menganggukkan kepalanya membuat Galih tersenyum lalu mendekat ke arah Laika dan mengacak pelan rambutnya membuat Laika kembali tak sadar akan kelakuan Galih.
"Hati-hati Lai" setelah berucap seperti itu Galih langsung melangkahkan kakinya menuju parkiran sedangkan Laika pun masih terdiam sambil menatap punggung Galih yang semakin menjauh, setelah dilihatnya menghilang Laika langsung tersadar.
"Sumpah ini gue mimpi gak si, tadi itu beneran kak Galih?"gumamnya sambil berfikir sejenak, setelah itu ia tidak mau terlalu lama akhirnya Laika memutuskan berjalan menuju parkiran karena mungkin supirnya sudah menjemputnya.
.
.
.
.
.
...♡Bersambung♡...
__ADS_1
jangan lupa vote dan komennya yaa makasii heheh..
Tbc...