
Sudah tiga hari Laika sepulang sekolah selalu menyempatkan diri untuk menjenguk dan mengecek keadaan Mervin tapi tetap saja belum kunjung sadar dari tidurnya, selama tiga hari itu Laika rutin menjaganya tak peduli bagaimana keadaannya yang terpenting ia sudah menebus kesalahannya itu.
"Kak lo kapan bangun si lama banget dah tidurnya"ucap Laika yang agak kesal.
"Gue pulang dulu ya nanti sore gue kesini lagi dan semoga aja lo bangun, byee"ucap Laika seraya berjalan keluar kamar rawat Mervin dan pulang kerumahnya
17.00
Laika berjalan di koridor rumah sakit tempat Mervin di rawat dan dia langsung memasuki kamarnya untuk melihat keadaannya yang ternyata masih sama tidak ada perubahannya.
Saat Laika tak sengaja menatap wajahnya tiba-tiba jarinya bergerak membuat nya seketika terkejut dan menatapnya, perlahan kedua mata Mervin terbuka dan pertama kali yang Mervin lihat adalah wajah Laika.
"La..laikaa"ucap Mervin dengan suara yang serak, Laika langsung memberikannya minum.
"Ee..ehh kak Mervin udah bangun gue panggil dokter dulu ya"ucap Laika seraya berjalan keluar dari kamar tetapi Mervin memegang tangannya.
"Gak usah Lai gue gak papa, lo disini aja temenin gue" Laika hanya menurut dan menunduk.
"Kenapa nunduk?"tanya Mervin, Laika hanya menggelengkan kepalanya.
"Emm...gue minta maaf kak karena gue lo jadi kayak gini"ucap Laika yang menatap Mervin dengan tatapan penuh penyesalan.
"Coba aja lo gak lakuin itu ke gue kak lo gak bakalan kenapa-napa, gue berasa bersalah banget sama lo, ada yang sakit gak kak?" Mervin tersenyum, astagaa!! Baru pertama kali Laika melihatnya tersenyum membuatnya terdiam seraya berbicara dalam hati.
"Bukan sepenuhnya salah lo, jangan salahin diri lo sendiri, gue nolongin lo juga karena gue pengen kok lo tenang aja gue gak papa, tapi kalau boleh tau gue berapa lama tidurnya? Sampe suara gue serak gitu"tanya Mervin.
"Tiga hari kak, dan selama 3 hari gue selalu jenguk lo sepulang sekolah dan ngecek keadaan lo kak dan gue aja kaget sekarang lo tiba-tiba bangun" Laika yang menatap Mervin datar membuat Mervin terkekeh.
"Makasih ya Lai udah mau jagain gue selama gue gak bangun" Laika tersenyum.
"Gak papa kali kak itu juga sebagai permohonan terimakasih gue karena lo udah mau nolongin gue" Mervin mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Makan dulu ya kak gue suapin deh" Mervin tetap tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Kenapa si kak senyum mulu, tumbenan"
"Gak papa cuman seneng aja diperlakuin manis sama lo, kan biasanya kita sering berantem tuh, jugaan ya senyuman gue cuman buat lo aja tau"ucapan Mervin membuat Laika malu.
"Terserah apa kata lo aja deh"ucap Laika yang langsung duduk di sebelah ranjang Mervin.
"Gimana sama sekolah?"tanya Mervin.
"Biasa aja"
"Biasa aja karena gak ada gue kan?" Laika menatap Mervin dengan tatapan jijik saat Mervin menaik- turun kan alisnya.
__ADS_1
"Ngga sih biasa aja karena emang biasa aja bukan karena gak ada elo, geer banget"ucapan Laika membuat Mervin tertawa, Laika menatap Mervin aneh saat Mervin tertawa seperti itu.
"Lo berubah banget semenjak gak bangun-bangun, jadi sering ketawa terus ceria gitu, bisa gitu ya? Hebat banget dong"ucapan Laika membuat Mervin tersenyum tipis.
"Bukan karena itu Lai, ya gue kayak gini juga karena seseorang yang buat gue selalu senyum, selalu jadi alasan gue untuk ketawa" Laika mengerutkan dahinya.
"Siapa?"
Mervin tersenyum.
"Elo" seketika Laika terkekeh.
"Apaan si lo gak danta banget" Mervin ikut terkekeh.
"Lo lucu Lai kalo lagi salting gitu" Laika seketika mendelik dan menyubit lengan Mervin, mambuatnya tertawa sambil meringis.
"Nyebelin banget sii!"
Mervin masih tertawa.
"Sakit tau Lai"ucap Mervin yang tiba-tiba cemberut.
"Lo berubah banget kak, gue jadi berasa bukan ngomong sama lo sekarang" Mervin menatap Laika tanpa mau mengalihkan pandangannya.
"Lo juga berubah, gak marah-marah lagi trus gak judes malahan lo sering ketawa sama senyum sekarang, gue seneng aja liat lo yang sekarang"ucap Mervin sambil tersenyum, Laika hanya terdiam ia memikirkan mengapa Mervin bisa berubah cepat seperti ini apa ada kaitannya dengan kecelakaan kemaren, ah Laika selalu merasa heran saat Mervin berlaku manis padanya.
"Ohh gitu yaudah kalo gitu gue baik aja sama lo biar kita gini terus"ucapan Mervin tadi seketika membuat Laika terkejut.
"Terserah deh lo mah ngomongnya ngawur mulu dari tadi, gue pulang dulu deh udah mau malem nanti mama cariin gue lagi"
"Lo belum bilang?" Laika mengerutkan keningnya.
"Udah kok yakali gue gak bilang, tapi kan sekarang udah mau malem takut Mama nyariin, gue pulang ya kak gue udah suruh mama lo kesini jangan lupa istirahat" M-ervin hanya menganggukkan kepalanya.
"Lo gak papa pulang sendiri?"tanya Mervin
"Gak papa kok, lagian gue minta dijemput supir"
"Lo hati-hati ya maaf kalo gue gak bisa nganterin elo"
Laika tersenyum.
"Iya santai aja"
"Oh iya besok abis pulang sekolah lo kesini kan? Jenguk gue lagi?" Laika menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kayaknya besok gak bisa deh kak, gimana kalau gue suruh kak Naren sama kak Daniel buat nemenin lo aja" dengan cepat Mervin menggelengkan kepala.
"Gak mau ah mereka pada rusuh yang ada gue keganggu, emang kenapa gak bisa?"tanya Mervin membuat Laika menatapnya.
"Tugas gue banyak kak jadi gue belum sempat buat, karena minggu depan harus dikumpul jadinya gue gak bisa jenguk elo, gue harus ke rumah Zahra besok"
"Lo bisa kok buat tugas disini dan gue bisa bantuin nyelesainnya gini-gini gue juga pinter loh" Laika tersenyum kikuk.
"Iyaa gue tau lo pinter Kak tapi gue tetep aja gak bisa" Mervin menatapnya bingung.
"Apa ada alasan lain kenapa lo gak bisa jenguk gue besok?" Laika menggelengkan kepala.
"Gak ada kak seriusan gue mau buat tugas, lagian kenapa si lo maksa banget nyuruh gue jenguk lo besok bukannya kita itu gak akur ya?"
"Gue cuman perlu waktu buat akur sama lo Lai, udah itu aja jujur gue merasa capek aja harus berantem sama lo tiap hari makanya gue nyuruh lo besok kesini ngerjain tugas bareng gue" Laika berpikir sejenak saat mendengar ucapan Mervin.
"Yaudah deh gue pulang ya" Laika yang melangkahkan kakinya menuju parkiran rumah sakit.
Skip..
Laika merebahkan tubuhnya dikasur empuknya, pikirannya kemana-mana entahlah ia selalu memikirkan Mervin yang tampak beda sekali hari ini, Laika seperti merasa senang saat bersama Mervin tadi.
"Laikaa! Ayo makan dulu!"pekik Resya dari bawah membuat Laika sontak bangun dari posisi tidurnya dan langsung berjalan menuju ruang makan.
"Laika gimana keadaan Mervin?"tanya Resya membuat Laika menoleh.
"Udah sadar ma tadi, tapi besok Laika harus jenguk lagi boleh kan?" Resys tersenyum lalu menanggukkan kepalanya.
"Iya boleh tapi pulangnya jangan kemaleman" Laika menganggukkan kepalanya dan melanjutkan melahap makanannya.
Skip..
Saat Laika sudah selesai makan ia langsung berlari ke kamarnya, kemudian ia merebahkan tubuhnya dk ranjang miliknya sambil menatap langit-langit kamar. Laika masih belum percaya kalau tadi ia berbicara dengan es balok karena tidak seperti biasanya ia seperti itu. Setelah lama melamun Laika pun memutuskan untuk memejamkan matanya.
.
.
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1
Nahhh gimana nih sama partnya wkwk,
aku ngerasa kek cepet aja gitu tiba-tiba udah part 18 hehe. Jangan lupa sahabat reading sebelum baca VOTE terlebih dahulu karena itu penting banget wkwk soalnya banyak nih yang baca tapi gak vote:v. Maaf juga nih kalau ceritanya ada yang gajelas atau gimana yaaa keep enjoy guyss...