
Laika melangkahkan kakinya menuju lantai bawah karena sedari tadi Resya sudah memanggilnya.
"Lai ayo sarapan dulu" Laika menganggukkan kepalanya, tetapi saat ia baru duduk tiba-tiba ada suara bel Mobil di depan rumahnya.
Tinn..tin..tin..
Laika pun berdiri lagi dan menatap Resya seraya menyengir.
"Ma, kak Mervin udah jemput, Laika sarapan disekolah aja ya, assalamualaikum"ucap Laika yang menyalimi tangan Resya.
"Waalaikumsalam, hati-hati ya Lai" Laika menganggukkan kepalanya dan langsung berjalan menuju mobil Mervin, dan tersenyum kearah Mervin yang membuka kaca mobilnya.
Saat Laika ingin masuk dengan cepat Mervin langsung turun dari mobil nya dan membukakan pintu untuk Laika, Laika pun tersenyum lalu ia masuk ke dalam mobil Mervin.
"Thanks kak" Mervin tersenyum sambil menganggukkan kepalanya kemudian ia kembali masuk ke dalam mobilnya dan mulai menancap gasnya menuju sekolah.
"Kak pokoknya gue mau lo berubah dari sekarang, nanti pokoknya lo harus nyapa orang yang ada di koridor" Mervin mengerutkan keningnya setelah mendengar ucapan Laika.
"Semua? Gue kan gak tau nama mereka satu-satu" Laika menepuk keningnya.
"Ih bukann maksud gue sapanya kayak ucapin selamat pagi atau apa gitu pokoknya lo harus ramah terus tuh senyum juga" Mervin menatap Laika seraya tersenyum.
"Iya-iya deh"
...¤¤¤¤¤...
Mobil Mervin terparkir di parkiran sekolah m mereka berdua langsung berjalan beriringan menuju kelas masing-masing. Seperti apa yang Laika katakan bahwa Mervin harus berubah seperti dulu lagi sekarang dan Mervin hanya menurutinya ia tersenyum disaat berjalan di koridor membuat semua menatapnya dengan terpana dan ada juga yang kaget karena melihat Mervin yang sudah pulih.
"Huwaa demii apa most wanted kita sekolah lagi"
"Ih seneng banget liat kak Mervin gak dingin lagi"
"Gilaaa senyumnyaa, baru kali ini gue liat Mervin senyum"
"Aaaaa kyaaa tambah ganteng aja"
"Gila iya bener tambah ganteng aja apalagi sambil senyum tuh"
"Akhhh gue seneng banget akhirnya most wanted kita sekolah lagi"
Mervin hanya menggelengkan kepalanya mendengar semua ocehan para gadis yang sedang berada dikoridor, saat melewati koridor lagi Mervin memulai aksinya.
"Pagi semua!"ucapan Mervin membuat semua menoleh dan menganga tak bisa berbicara apa.
"Eh tadian itu beneran kak Mervin?"
"Huwaaa baper"
"Pagi kakkk, aduh senyumnya bikin adek meleleh"
"Pacaran yuk Vin"
"Gila aja lo ngajakin dia pacaran"
__ADS_1
"Akhirnyaaa Mervin sekolah juga"
"Astagaaa berasa mimpi gueee"
Lagi-lagi Mervin terkekeh mendengar para ocehan gadis-gadis tersebut, sedangkan Laika hanya menggelengkan kepalanya.
Mervin melihat segerombolan gadis yang menatapnya lekat dan Mervin pun langsung mengedipkan satu matanya sambil tersenyum, ia berniat untuk menggoda adik kelasnya. Mervin dan Laika melihat ekspresi mereka yang hanya diam menganga pun tertawa terbahak-bahak apalagi Laika yang tak bisa menahannya, tiba-tiba saat mereka merasa ada yang melihat mereka yang sedang tertawa pun langsung menahan tawanya dan ketika tidak ada yang melihatnya mereka tertawa lagi.
"Sumpah dah kak gue gak bisa nahan buat gak ketawa"ucap Laika yang masih tertawa begitu pula dengan Mervin.
"Kalau tau gitu reaksinya jadi pengen gue ulang biar lebih ngakak lagi" Laika masih tertawa sambil menatap Mervin.
"Ih jangan kasian"
"Yaudah deh gue duluan ya Lai nanti kita kantin bareng kan?"Laika menganggukkan kepalanya.
"Berdua doang?"
Laika menggelengkan kepalanya.
"Mau banget ya makan berdua sama gue"ledek Laika sambil tertawa lagi membuat Mervin menatapnya datar.
"Gue serius Lai" Laika menyengir.
"Ngga lah yakali berdua gue males tuh kalo diliatin, kita bareng-bareng aja kayak biasanya" Mervin hanya menganggukkan kepalanya setuju.
"Yaudah gue ke kelas ya Lai, lo belajar yang bener"ucap Mervin yang mendekat ke arah Laika dan mengacak puncak rambutnya pelan membuat Laika yang melihat kelakuan Mervin pun tiba-tiba nafasnya tercekat dan detak jantungnya berpacu sangat cepat. Mervin hanya tersenyum menatap Laika yang mematung kemudian ia langsung berlari menuju kelasnya begitu juga Laika yang berjalan santai memasuki kelasnya.
"Nih kalau lo pada gak percaya tanya aja ke Laika"ucapan Zahra yang tiba-tiba membuat Laika menatapnya bingung.
"Eh Lai emang bener semenjak kak Mervin sadar dia berubah total?" Laika tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Iya gue juga awalnya gak percaya tapi beneran dia berubah banget" Zahra menganggukkan kepalanya.
"Iya tuh gue juga sama awalnya gitu tapi ya akhirnya percaya aja" Calista mendelik.
"Wah gila-gila gue yakin fans nya makin banyak, gue heran kenapa bisa gitu ya"ucapan Calista membuat Laika menaikkan kedua bahunya.
Tak lama kemudian terdengar suara heels, mereka seketika langsung hening apalagi saat melihat guru mata pelajaran tersebut sudah memasuki kelasnya.
"Selamat pagi anak-anak"ucap bu Yanti yang tersenyum ramah.
"Pagi buu!!"ucap mereka serempak.
"Oke sekarang buka buku paket kalian dan kerjakan halaman 43-45 ibu kasi waktu sampai jam istirahat dan Fahri tolong kumpul saat jam istirahat ya dan bawa ke ruangan ibu, jangan ada yang ribut karena ibu ada urusan sebentar" semunya menganggukkan kepalanya mengerti dan mulai mengerjakan tugas yang di berikan bu Yanti.
...◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆...
Laika, Zahra, Andira dan Calista berjalan menuju kantin karena sedari tadi bel istirahat telah berbunyi, saat memasuki kantin mereka langsung duduk di tempat Mervin d.k.k. terlihat Mervin yang sedang menatap ke arah Laika sambil tersenyum.
"Okeee karena udah komplit nih, gue bakalan teraktir lo lo pada sebagai penyambutan karena Mervin udah sekolah lagii!!"pekik Daniel yang tiba-tiba beranjak membuat mereka berdelapan bersorak ria mendengar ucapan Daniel.
"Apalagi nih Mervin udah berubah lagi jadi Mervin yang dulu, ya jadi gue mau deh sekali-sekali teraktir kalian"
__ADS_1
"Tiap hari juga gak papa Dan"ucap Naren sambil tertawa.
"No way! Bangkrut lah gue, udah ah lo pada mau mesen apa nih gue pesenin"ucapan Daniel membuat Mervin tersenyum.
"Wih seriusan lo mau traktir kita?"tanya Mervin dengan wajah seperti meremehkan membuat Daniel menatapnya datar.
"Lo emang selalu ngeremehin gue banget Vin, iya gue seriusan gak boong udah ah buru pesen"
"Samain aja kak biar gak ribet"ucap Laika yang langsung disetujui lainnya, Daniel menganggukkan kepalanya dan langsung berjalan untuk memesan.
"Eh kapan-kapan kita main yuk ke rumah Laika"ucapan Zahra membuat Laika mendelik.
"Ih kenapa harus gue si, lo aja Ra"
"Boleh juga tuh gue setuju"ucap Galih tiba-tiba membuat Laika menghela nafasnya.
"Lai nanti pulang bareng nggak?"tanya Mervin yang membuka suaranya membuat Laika menatapnya.
"Gak deh kak, Laika dijemput mama kayaknya soalnya minta ditemenin belanja" Mervin menganggukkan kepalanya.
Tak lama kemudian Daniel membawa pesanannya di bantu oleh Naren juga dan mereka langsung mengambil pesanannya masing-masing lalu menyantapnya.
"Gimana nih hubungan lo berdua?"ucap Daniel yang membuka suaranya di sela-sela makannya membuat semuanya menatap Daniel bingung
"Berdua siapa maksud lo Dan?"tanya Galih yang terkekeh membuat Daniel menatapnya sambil tersenyum goda.
"Si itu Naren sama Zahra maksud gue"ucap Daniel yang santai sambil memakan makanannya membuat Zahra dan Naren sontak menoleh karena Daniel menyebut namanya.
"Kok lo jadi bawa-bawa gue?"tanya Naren bingung membuat Daniel tertawa.
"Nanya aja Ren, gimana nih lo berdua"
"Ya ga gimana-gimana kak biasa aja"ucap Zahra membuat semua menatap Zahra.
"A MASA SII?"ucap mereka serempak membuat Zahra langsung menutup.mukanya menahan malu.
"Ih apaan sih gue serius"ucap Zahra yang masih menutup wajahnya, Naren yang melihat kelakuan Zahra terkekeh.
"Udah-udah kasian tuh anak orang salting"ucap Naren yanh tertawa diikuti semua membuat Zahra memukul lengan Naren.
"Ih kalian ngeselin banget" Laika memegang bahu Zahra.
"Kali-kali Ra jailin lo, kan biasanya elo yang jailin gue" Zahra cemberut, dan mereka kembali melanjutkan makannya sampai bel istirahat telah berakhir.
.
.
.
.
...○•Bersambung•○...
__ADS_1
jangan lupa buat Vote ya, makasi yang udah baca cerita ini mohon maaf kalo banyak typo atau gajelas:v, ditunggu ya part2 selanjutnyaaa hihi.