Es Balok

Es Balok
38. Mervin Birthdayy.


__ADS_3

Besok adalah hari istimewa bagi Mervin karena besok hari ulang tahunnya. Laika sudah menyiapkan surprise saat nanti malam bersama teman-temannya. Mumpung hari ini libur Laika sengaja tidak mengirim pesan pada Mervin dan tidak mengangkat teleponnya ketika Mervin meneleponnya. Dan Laika juga sudah bersekongkol dengan yang lainnya untuk mencueki Mervin dan mereka pun hanya menurut saja agar surprise yang diidekan Laika berhasil.


Sedangkan Mervin yang tengah berada di kamarnya pun berdecak sebal karena chatnya tidak balas Laika dan teleponnya pun juga tidak diangkat, padahal setaunya ia tidak membuat Laika marah tapi mengapa Laika tidak menghubunginya sedari pagi tadi sampai sekarang, rasa ke khawatiran melanda di pikiran Mervin membuat ia langsung menelepon Laika lagi, namun teleponnya tak kunjung diangkat membuat Mervin mengacak rambutnya frustasi.


"Kamu dimana sih Laii, jangan bikin aku panik ginii"lirih Mervin sambil menatap ke arah ponselnya.


Kembali ke Laika yang tengah cekikikan sambil menonton televisi si bawah, sementara Resya yang mendengar suara ponsel Laika yang sedang berdering pun bartanya.


"Laii itu ada telepon kenapa gak diangkat sih? Angkat duluu siapa tau penting" Laika berhenti tertawa dan menatap ponsel yang berada di sebelahnya saat sudah melihat nama yang tertera di layar ponsel ia menatapnya acuh dan kembali mengarahkan pandangannya ke arah televisi sembari kembali ceikikian akibat acara yang ia tonton. Resya yang menatap tingkah Laika pun menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya.


"Btw maa papa kemana? Kok Laika gak liat ya"


"Papa lagi keluar sama temennya udah daritadi, kamu aja yang diem mulu dikamar" Laika hanya menyengir ketika mendengar ucapan Resya.


"Ma hari ini kak Mervin ulang tahun jadi nanti jam 12 aku minta ijin kerumahnya ya hehe"ucap Laika seraya terkekeh.


"Pantesan aja ada kue di dalem kulkas, nanti Laika ijin juga ya sama papa"ucap Resya yang diangguki oleh Laika, pandangan Laika tertuju kembali pada televisi ia menunggu jam 7 sore karena ia segera bersiap-siap dan yang lainnya datang ke rumah Laika jam 8 malam, Laiak juga udah bilang sama Mamanya Mervin dan dia hanya mengangguk setuju dengan cara Laika.


Tiba-tiba saat asik menonton ponsel Laika kembali berdering saat melihat nama yang tertera itu adala Zahra ia langsunh menganggkatnya.


"Haloo"


'Halo Lai kita otw deh ya lo udah siap belum?'


"Ihh cepet banget emang ini jam berapa? Kan gue suruh dateng jam 8"


'Astaga Laikaa ini udah jam set8 sayanggg, jangan bilang lo belum siap?'


Laila mendelik kaget kemudian pandangannya terarah ke jam dinding yang menunjukkan angka setengah 8 disana.


"Anjirr gue kira belum jam 7, gara-gara asik nonton gilaaa" ucap Laika yang agak heboh sedangkan Zahra berdecak.


'Yaudahh lo buru siap-siap sana sekarang gue sama yang lainnya otw'


"Iyaudah oke baii"ucap Laika yang langsung mematikan teleponnya sepihak kemudian ia berlari menuju kamarnya untuk mandi.


Tak butuh waktu lama Laika sudah selesai mandi ia langsung memakai baju dan memoleskan sedikit bedak di wajahnya, setelah dirasanya sudah siap ia kembali menuju bawah menghampiri temannya yang ternyata sudah datang.


"Maaf guys kalau nunggu lama" mereka hanya menganggukkan kepalanya.


"Santai aja Lai jugaan masih jam 8 lebih, kan kita mau kasih surprisenya jam 12 teng"ucap Daniel membuat Laika menghampiri mereka dan ikut duduk di sofa.


"iya deh, eh kalian udah makan? Kalau belum ayo makan dulu" semua serempak menyengir.

__ADS_1


"Paling peka deh Laika emang"ucap Andira sambil menyengir membuat Laika terkekeh.


"Yaudah ayo makan dulu"ucap Laika yang kembali beranjak dan mengajak keeenam temannya ke ruang makan.


"Makan aja jugaan gue sama mama papa udah makan" mereka hanya menanggukkan kepalanya dan langsung menyantap makanan yang ada didepannya.


********


Mereka telah sampai di rumah Mervin dengan keadaan gelapnya karena Laika tahu semua pasti sudah tertidur kecuali mama Mervin karena ia sedang menunggu Laika datang bersama yang lainnya.


Mereka mencoba mengendap-ngendap agar langkahnya tidak terdengar oleh siapapun tetapi sebelumnya Laika menyerahkan kue tersebut ke Galih.


"Kak Galih pegang dulu ya nanti baru kasih gue"bisik Laika yang diangguki Galih. Mereka sempat terperanjat kaget ketika melihat tante Helena yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka membuat Helena mengkode agar mereka tidak berteriak, setelah itu mereka kembali melangkahkan kakinya menuju lantai atas tempat dimana kamar Mervin berada. Setelah berada di depan kamarnya, dengan perlahan Helena mencoba membuka pintu kamar Mervin.


Gelap dan sunyi yang Laika tangkap ketika berada di dalam kamar Mervin, mereka langsung mengerumuni dan mencoba menyalakan lilin yang ada di kuenya, setelah nyala Laika kembali membawa kue nya, sedangkan lainnya bersiap untuk meledakkan balon kecuali Naren yang nerada dekat saklar lampu.


Tek..


Naren menekan saklar lampu setelah mendengar aba-aba dari Laika, dan setelah itu mereka berteriak.


"SURPRISEEEE!!" pekik mereka dan langsung memecahkan semua balon yang mereka pegang, Mervin yang mendengar suara tibut pun membuka matanya perlahan dan mencoba memfokuskan pandangannya ke arah mereka dan langsung terkejut.


"Happy Birthday sayangg!"ucap Laika sambil tersenyum membuat Mervin langsung duduk dan menatap mereka tak percaya.


"Yaiyalah nanti gagal lagi surprisenya, yaudah nih tiup dulu tapi sebelum itu make a wish"ucap Laika membuat Mervin langsung memejamkan matanya dan mengatakan wishnya dalam hati.


'Semoga setelah ini gak akan ada hal gak terduga yang tidak diinginkan, gue cuman mau selamanya sama Laika sampai maut memisahkan kita berdua' Batinnya.


Mervin membuka matanya dan langsung meniup lilin itu, setelah meniup semuanya langsung bersorak ria.


"Makasih yaa buat kalian sumpah gue gak nyangka"ucap Mervin membuat mereka dengan kompak menganggukan kepalanya, setelah itu dari belakang Laika keluarlah Helena yang tersenyum haru menatap Mervin yang sudah bertambah umurnya, Helena langsung memeluk Mervin.


"Happy Birthday my boy, semoga sehat selalu ya, jadi Mervin yang mama kenal jangan cuek-cuek lagi, wishnya yang baik aja deh buat Mervin dan intinya jangan pernah sakitin Laika yaa" Mervin membalas pelukannya Mamanya dan menganggukkan kepalanya.


"Iya ma, mama tenang aja" setelah itu Helena melepaskan pelukannya.


"Lai biar tante yang bawa kuenya ya kayaknya kalian perlu waktu berduaan deh"ucap Helena yang mengambil alih kue yang dipegang Helena membuat Laika tersenyun malu.


Helena berbalik.


"Ayo yang lain ikut tante dibawah yuk kita makan kue biarin mereka dulu"


Mereka berenam bersorak ria dan mengikuti Helenan menuju lantai bawah.

__ADS_1


Mervin sedikit bergeser dan menepuk sebelahnya agar Laika duduk disana, Laika yang mengerti pun langsung duduk disebelah Mervin.


"Aku masih gak nyangka tau Lai kamu bakal kasih aku surprise gitu"ucap Mervin sambil terkekeh diikuti oleh Laika juga.


"Sekali-sekali kasih surprise ke kamu masa iya kamu terus"ucap Laika yang diangguki oleh Mervin.


"Aku ada sesuatu buat kamu"ucap Laika yang sembari menyerahkan flashdisck dan Mervin menerimanya dengan wajah bingungnya.


"Ini apa?"


Laika tak menjawab melainkan ia beranjak dari duduknya dan mengambil laptop Mervin yang berada di meja belajarnya.


Mervin yang mengerti pun langsung menghidupkan laptopnya dan mencolokkan flashdiscknya ke laptopnya. Setelah itu ada satu video yang membuat Mervin mengerutkan keningnya.


"Buka aja itu hadiah aku untuk kamu, aku berharap kamu selalu simpen video ini ya walau semisalnya kita udah gak sama-sama lagi" ucap Laika membuat Mervin menatapnya bingung setelah mendengar perkataan Laika.


"Kamu ngomong apa sih, kita gak bakal pisah Laii percaya sama aku aku gak akan ninggalin kamu"ucap Mervin yang agak khawatir membuat Laika terkekeh gemas melihat kekhawatiran yang ada diwajah Mervin.


"Ihh kan aku cuman bilang kalau misalnya kakkk, yaudah buka dulu kita nonton bareng-bareng" Mervin langsung mengklik video tersebut dan mereka langsung menatap video itu dengan serius.


Setelah selesai menonton entah karena dorongan apa Mervin memeluk Laika erat, Laika yang sedikit tersentak pun membalas pelukannya.


"Aku gak tau harus ngomong apa lagi sama kamu intinya makasih yaa, aku sayang kamu" Laika tersenyum.


"Iya sama-sama aku juga sayang kamu"


Setelah itu mereka berlarut dengan pelukannya, mereka sama-sama ingin mencari ketenangan.


.


.


.


.


.


.


...Bersambung....


jangan lupa vote dan komennya yaa:))..

__ADS_1


__ADS_2