Es Balok

Es Balok
40. Pengakuan Yang Sebenarnya.


__ADS_3

Laika sedang berdiam diri di dalam kamarnya sambil memikirkan hal yang membuat hati Laika terasa tertusuk ribuan jarum. Laika menekuk wajahnya karena merasa bosan berada di rumah ingin rasanya ia pergi jalan-jalan bersama teman-temannya tetapi mereka tengah sibuk katanya sih ada acara gitu, Laika beberapa kali menghela nafas seraya mengutak-atik ponsel nya.


Kemudian ia menatap ke arah langit-langit kamarnya sambil merebahkan tubuhnya.


"Duhh bosen bangett, lagian baru aja sekolah udah libur lagi"desis Laika yang kembali memainkan ponselnya, ia mencoba mengescroll instagram dengan asal.


Saat Laika ingin menaruh ponselnya, tiba-tiba ada notif masuk dari ponselnya yaitu notif dari Mervin, entah kenapa karena kejadian itu Laika menjauh dari Mervin bukannya ia egois tapi Laika hanya ingin menenangkan dirinya. Ia tak menggubris pesan dari Mervin Laika memilih untuk memejamkan matanya dan berlarut di dalam mimpinya.


*******


Karena sudah sore Laika mau tak mau harus bangun dari tidurnya karena kalau sore-sore belum bangun tuh gak baik, Laika langsung beranjak dari duduknya setelah itu ia berusaha untuk mengumpulkan tenaga karena ia baru saja bangun tidur.


Saat ia perlahan berjalan menuju lantai bawah ia mendengar suara orang seperti sedang membincangkan sesuatu, Laika juga tidak tau apa yang dibicarakan oleh kedua orang tuanya saat Laika mendekat ia menajamkan pendengarannya.


"Sepertinya kita harus jujur ma, ini udah lama banget, kayaknya ini tepat untuk bicara kalau tenyata dia bukan anak kandung kita"ucap Refand membuat Laika mendelik kaget setelah mendengar bukan anak kandung itu, Apa Laika hanya berhalusinasi? Masa Laika bukan anak kandung dari mereka.


"Mama juga masih bingung pa apa kita bilang aja ya yang sebenarnya, tapi mama cuman takut dia pergi pa ninggalin kita karena kita gak ngasih tau"lirih Resya membuat Refand merangkulnya.


"Kalau dia pergi emang kemana ma? Dia gak akan pergi ninggalin kita, papa juga gak mau jika itu terjadi"ucap Refand membuat mata Laika semakin memanas, sebenarnya apa maksud dari ucapan mama papanya itu Laika sama sekali tidak mengerti. Laika pun memutuskan untuk menghampiri mama P


papanya dengan mata yang memerah karena menahan tangisnya.


"Maksud mama sama papa apa?"ucap Laika membuat keduanya tersentak karena melihat kedatangan Laika tiba-tiba.


"Laiii papa bisa jelasin" Laika menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Apa yang perlu dijelasin lagi pa semua udah jelas! Aku kecewa ma pa"ucap Laika sembari menghapus air matanya yang mengalir begitu saja kemudian berlari menuju kamarnya, sedangkan Refand langsung mengejarnya tidak dengan Resya yang menangis karena melihat Laika yang sepertinya hatinya sakit karena mendengar semua ucapannya.

__ADS_1


"Lai, Laii papa gak ada maksud bohongin kamu papa cuma lagi nunggu waktu yang pas buat ngasih tau semuanya, mungkin ini lah waktu yang pas Lai karena kamu sudah besar" Laika yang berada di kamarnya pun semakin menangis ketika mendengar perkataan papanya yang berada di depan kamar.


"Kamu juga harus ngerti Lai, papa kayak gini juga karena gak mau buat kamu ngedown dan gak bisa fokus belajar, dan papa juga gak mau kamu marah dan pergi ninggalin papa sama mama karena kita sayang kamu Lai"lirih Refand yang masih berdiam diri di depan pintu kamar Laika. Laika tak menggubris ucapan Papanya ia tetap dengan tangisannya.


"Laika, kasih papa jelasin semuanya"lirih Refand karena Laika sama sekali tidak menjawab perkataannya yang didengar Refand hanya tangisan saja.


"Pa Laika lagi pengen sendiri, Laika mau papa pergi jangan ganggu Laika dulu"ucap Laika yang masih sesegukan, sedangkan Refand tetap tak ingin pergi.


"Kasih kesempatan papa dulu Lai buat jelasin semuanya setelah selesai terserah Laika mau gimana, mau Laika benci papa juga gak papa" tangis Laika terhenti ketika mendengar perkataan Refand, seharusnya Laika mendengar penjelasannya dulu. Dengan perlahan Laika bangkit dan langsung membuka pintunya membuat Refand tersenyum tipis, Laika mempersilahkan Refand untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Papa mau jelasin apa sama aku?"ucap Laika yang nada bicaranya dingin, Refand tersenyum tipis.


"Jadi dulu orang tua kandung Laika sahabat papa sama mama hm sebelumnya kamu jangan berpikiran kalau orang tua kandung Laika itu jahat ya Lai, awal ceritanya itu dulu waktu kalian pergi jalan-jalan, kalian mengalami kecelakaan parah yang membuat nyawa kedua orang tua kamu tidak terselamatkan, saat mama mu telah tiada ia sempat berpesan pada mama Resya agar merawat Laika karena saat itu juga papa dan mama belum dikarunia seorang anak Lai, papa sama mama dengan tulus menjaga kamu seperti apa yang di katakan mama kandung Laika dulu, saat kamu tumbuh besar papa juga bener-bener gak tau harus bilang gimana sama kamu, disisi lain kamu harus banget tau tapi disisi lainnya papa gak mau kamu sakit, papa gak mau kamu sedih Lai, walaupun kamu bukan anak kandung papa dan mama, tapi Laika udah kita anggap sebagai anak sendiri, papa tau itu menyakitkan untuk kamu karena kedua orang tua kandung Laika sudah tiada, setelah ini papa mohon jangan pernah tinggalin kita Lai papa sayang kamu, papa ingin menjaga kamu dan papa ingin kamu tetap bersama kami"ucap Refand yang tak terasa meneteskan air mata. Membuat Laika yang tak tega pun memeluknya sambil menangis.


"Maafin Laika pa karena Laika gak mau dengerin penjelasan papa dulu"ucap Laika membuat Refand tersenyum.


"Papa sayang Laika jadi papa gak bilang ke Laika karena ada alasan tertentu, salah satunya papa gak mau Laika sampai ninggalin mama sama papa" Laika menggelengkan kepalanya.


"Papa mau kan nganterin aku ke makam orang tua kandung Laika?"tanya Laika membuat Refand Langsung menganggukkan kepalanya.


"Pasti Lai, mama sama papa pasti anterin kamu" Laika tersenyum dan menghapus sisa air matanya yang mengalir.


Sedangkan Resya yang berdiam di pintu kamar Laika pun menghampirinya dan memeluknya erat sambil menumpahkan tangisannya.


"Maafin mama Lai karena gak pernah jujur sama kamu soal ini, maafin mama"ucap Resya membuat lagi-lagi Laika menangis, memang sakit rasanya bahwa ia bukan anak kandung dari mereka berdua dan sakit rasanya jika mengetahui bahwa kedua orang tua kandungnya telah tiada.


"Iya ma Laika gak papa kok, mama tenang aja jangan nangis" Resya terus menangis.

__ADS_1


"Mama cuma gak mau bikin kamu terbebani saat mama jujur sama kamu apalagi kalau sampai kamu pergi ninggalin kita gara-gara kamu marah sama kita"


"Nggak ma Laika gak bakal ninggalin mama sama papa, memang awalnya Laika sempet kecewa tapi Laika ngerti saat papa udah jelasin bagaimana yang sebenarnya"ucap Laika sembari melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Resya.


"Mama jangan nangis lagi, Laika gak mau liat mama nangis kayak gini"ucapan Laika membuat Resya langsung menghapus air matanya dan tersenyum.


"Laika beneran janji kan selamanya bakal sama kita terus?" Laika tersenyum dan menganggukkan kepalanya membuat Resya kembali memelukknya begitu pula dengan Refand yang memeluk mereka berdua dengan senyum bahagianya, saat seperti ini Laika tak ingin menjadi orang yang sangat egois karena ini sudah takdir, takdir tidak bisa Laika ubah yang bisa hanya tuhan saja. Maka dari itu Laika sudah mengikhlaskan walau hatinya masih terasa sakit dan sesak.


*******


Setelah kejadian tadi Laika memilih untuk mengurung diri dikamar karena ia benar-benar ingin tenang dan menyendiri, membuat Refand dan Resya pun mengerti bagaimana keadaannya saat ini. Resya tahu ini sangat berat untuknya karena ia harus kehilangan orang tuanya saat ia masih kecil. Laika yang tadinya tengkurap pun mengubah posisinya menjadi rebahan dan menatap langit-langit kamarnya dengan pikirannya yang entah kemana.


.


.


.


.


.


.


...bersambungg.. ...


***jangan lupa vote dan komennya. yaaa:))

__ADS_1


instagram


@velisateophania***


__ADS_2