Es Balok

Es Balok
45. Jawaban Dari Mervin.


__ADS_3

Setelah beberapa hari Laika berada dibandung hari yang dia tunggu-tunggu datang juga, entah kenapa detak jantungnya tak senormal biasanya, ia tidak tahu bagaimana jawabannya bagaimanapun nanti ia harus bisa menerima konsekuennya.


Laika mencoba menampilkan senyumannya saat ada yang menyapanya di sepanjang koridor, sesampai di kelas ia langsung duduk dibangkunya.


"Gimana acaranya?" Laika tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Lancar kok"ucapan Laika membuat ketiganya menganggukkan kepalanya.


"Oh iya hari ini gue gak ngantin lagi ya soalnya ada sesuatu yang harus gue selesain"ucap Laika sambil membuka novelnya.


"Sok sibuk banget dah lo Lai"ucapan Andira membuat Laika terkekeh, ia tidak menggubris ucapannya malah ia tetap fokus membaca novelnya sampai guru mata pelajarannya datang.


*********


Dengan perasaan Laika yang ia kuatkan, Laika berjalan menuju rooftop, walau ia tahu bahwa saat ini perasaanya merasa tak enak tapi ia harus mendengar bagaimana jawaban Mervin.


Sesampai diatas seperti biasa Laika duduk menghadap ke arah depan sambil menunggu kedatangan Mervin.


Tak lama kemudian Laika mendengar suara derap langkah kaki membuat Laika menoleh dan tersenyun tipis, sedangkan Mervin yang baru saja datang pun memilih untuk langsung duduk di sebelah Laika.


"Kenapa menghilang lagi?"tanya Mervin membuat Laika tetap terdiam.


"Apa kamu sengaja mau jauhin aku dengan cara tiba-tiba menghilang gitu aja, Lai plis kamu juga seharusnya ngerti sama perasaan aku" Laika tersenyum ketika mendengar perkataan Mervin.


"Aku gak ada maksud untuk menjauh, aku cuma gak mau ganggu kamu dulu karena kamu harus berfikir matang atas keputusan yang bakal kamu tentuin"ucap Laika, membuat Mervin terdiam sejenak.


"Sekarang aku gak ngerti Lai aku ngerasa kalau kamu itu berubah banget, kamu bukan lagi Laika yang dulu"ucap Mervin membuat Laika  menatapnya bingung.


"Maksud kamu apa? Aku gak berubah kak, aku gini cuman gak mau ngerasa tersakiti aja"


"Kamu selalu bilang gitu seakan aku udah nyakitin kamu banget, Lai plis aku sayang sama kamu"ucap Mervin membuat Laika tersenyum kecut.


"Aku gak yakin" ucapan Laika membuat Mervin lagi-lagi terdiam.

__ADS_1


"Kedatangan aku kesini mau denger jawaban kamu, jadi langsung ke intinya aja dan gak usah bahas yang lain dulu"


"Aku gak bisa Lai" Laika menatap Mervin dengan tatapan kesal.


"Kenapa gak bisa? Kamu harus bisa milih antara aku atau Gladys, kamu gak bisa egois kayak gitu"ucap Laika membuat Mervin menundukkan kepalanya..


"Jadi aku tanya sekarang, kamu pilih aku atau Gladys?" Mervin tetap terdiam ia bingung harus berucap apa pada Laika.


"Jujur aja, it's oke kalau semisalnya kakak lebih milih sama Gladys, aku ikhlas aku cuma harus bisa ngelerain karena aku gak bisa paksa kak Mervin untuk pilih aku"


Mervin menatap Laika lekat.


"Aku bener-bener minta maaf Lai aku emang cowok yang brengsek buat kamu, Oke jawabannya aku lebih milih Gladys daripada kamu karena apa yang kamu bilang benar kalau ternyata aku masih menyimpan perasaan sama dia, maaf Lai"


Deg..


Tiba-tiba rasa sesak didadanya kembali muncul saat mendengar ucapan Mervin ia mencoba untuk tidak menangis sekarang, Laika menampilkan senyum tipisnya dan memegang pundak Mervin.


"Gue bakal jauhin lo tanpa lo minta, dan gue juga berharap gak akan pernah liat lo lagi"ucap Laika yang sebenarnya ia sangat kecewa atas pilihannya.


"Mantan gak mesti musuhan dan jauh-jauhan kan? Kenapa kamu sebegitunya banget?"ucap Mervin yang tidak terima setelah mendengar perkataan Laika yang ingin menjauhinya. Laika menoleh.


"Gimana bisa gue ngelupain kakak kalau kita masih tetep deket-deketan itu malah nyiksa gue doang kak"ucap Laika membuat Mervin beranjak dan mendekatinya, padahal di dalam hati Mervin ia ingin tetap memilih Laika namun ia telah menyakiti Laika ia tak tega jika suatu saat Mervin akan menyakitinya lagi, makanya Mervin memilih untuk meninggalkannya walaupun sakit tapi setidaknya hanya sementara, Mervin hanya ingin Laika mendapatkan pengganti yang lebih baik dari dirinya karena Mervin tau bahwa Laika adalah gadis yang sangat baik.


"Gue bener-bener minta maaf gue tau ini emang menyakitkan tapi gue mohon jangan jauhin gue"ucap Mervin yang memohon pada Laika tetapi Laika hanya tersenyun tipis, rasanya ia ingin menangis sekarang juga di pelukan Mervin tapi ia harus tau diri bahwa Mervin bukanlah siapa-siapanya lagi.


"Gue bener-bener gak bisa kak, gue minta maaf karena konsekuennya gue harus ngejauhin lo"ucap Laika yang langsunh meninggalkan Mervin yang masih terdiam ditempat, hatinya kini terasa hancur sekarang Mervin tau bagaimana rasanya disakitin, jujur Mervin sangat menyesal telah melakukan itu. Alasannya ia memilih Gladys pun juga sama karena ia masih ada rasa padanya entah kenapa Mervin merasa dirinya egois dan benar-benar brengsek.


Sedangkan Laika pun menumpahkan rasa sesak didadanya di taman ia merasa tak kuat dengan semuanya. Mau bagaimana lagi ini sudah menjadi pilihannya Laika pun juga tidak bisa memaksa. Laika menangis sejadi-jadinya membuat Mervin yang menatap dari kejauhan pun merasa tak tega, tetapi ia harus melakukan ini karena Laika terlalu baik untuk disakiti.


Sementara itu Zahra yang melihat Laika sedang menangis ditaman pun menghampirinya dengan wajah panik.


"Astagaaa, lo kemana aja gue daritadi nyariin elo Laii terus lo kenapa nangis!"ucap Zahra yang memegang bahu Laika dengan wajah yang masih panik.

__ADS_1


"Laii lo cerita sama gue" Laika tak membalas ucapan Zahra melainkan tetap menangis, Zahra yang menatapnya tak tega pun membawanya ke dalam pelukan.


"Masalah Mervin lagi? Udah lah Lai lo harus bisa ikhlasin dia masih banyak cowok yang nunggu lo dan lebih baik daripada dia, sumpah gue awalnya gak percaya sama apa yang Mervin perbuat sama lo, stay strong Lai biarin nanti dia nyesel sendiri karena udah nyakitin lo dan ninggalin lo, lo masih punya kita Lai jadi gak usah sedih gituu"ucap Zahra membuat Laika melepaskan pelukannya.


"Tapi susah Ra susahh, gue udah bener-bener sayang sama dia tapi balasan dia malah gini ke gue, gue salah apa sih selalu aja yang kena gue padahal gue ngerasa kalau gue gak ada salah sama dia maupun Gladys tapi kenapa Gladys selalu aja ngejatuhin gue"lirih Laika yang langsung menghapus air matanya.


"Udah Lai tenang aja, gue tau kok rasanya gimana tapi lama-kelamaan kalau lo gak selalu mikirin masalah ini gue yakin pasti lo bisa ngelupain semuanya, gue bakal bantu apapun Lai yang bisa ngebuat lo biar gak nangis lagi kayak sekarang, trust me suatu saat Mervin pasti nyesel senyesel nyeselnya karena gak milih lo"ucapan Zahra sedikit membuat Laika menjadi tenang.


"Bantu gue ya Ra" Zahra tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Apapun untuk lo pasti gue lakuin"ucapan Zahra membuat Laika memelukkan kembali, ia tidak tahu bagaimana nasibnya jika tidak mempunyai sahabat seperti Zahra.


"Thanks Ra, lo itu selalu ada cara buat ngebantu gue, gue sampai gak tau gimana caranya ngebales kebaikan lo selama ini"


"Gue ngelakuin ini ikhlas kok gue cuman pengen lo gak sedih lagi udah itu aja" Laika kembali tersenyum setelah mendengar perkataan Zahra


.


.


.


.


Bersambung..


jang**an lupa vote dan komennya yaaa makasih hehe**


Instagram


@velisateophania


...

__ADS_1


__ADS_2