
Happy readinggg...
Jangan lupa buat vote ya hehe:) thank you...
...¤¤¤¤¤¤¤¤¤...
Derap langkah kaki Laika terdengar seluruh koridor disekolahnya karena Laika datang pagi sekali hari ini. Setelah kemarin ia menghabiskan waktu bersama keluarganya mau tidak mau Laika harus berangkat pagi karena ternyata ada tugas yang belum ia selesaikan, dengan wajah lesunya dan matanya yang masih sangat ngantuk Laika memasuki kelasnya. Perlahan Laika membuka tasnya dan mengambil buku tugasnya setelah itu ia langsung mengerjakan tugas tersebut dengan mata yang dipaksakan terbuka.
Drttt..drtt..
Laika menghela nafasnya ketika mendengar ponselnya bergetar, Laika memang sengaja ponselnya di silent agar tidak ada yang mengganggunya. Dengan perasaan terpaksa Laika mengambil ponselnya di dalam tas setelah melihat pesan yang masuk Laika mendelik kaget, dengan terburu-buru ia membuka pesan tersebut yang ternyata dari Mervin.
Mervin.A
Haii Lai..
Tadi gue ke rumah lo tapi kata mama lo, lo udah berangkat duluan.
Lo dimana sekarang? Gue udah di kelas.
Laikaa tak bisa berkata apa-apa ketika Mervin menanyakan keberadaannya dengan perasaan gugup pun ia membalas pesan Mervin.
^^^Laika.A^^^
^^^Iyaa gue sengaja dateng^^^
^^^awal soalnya gue ada tugas yang belum gue selesain^^^
^^^Btw gue dikelas nih^^^
^^^[R]^^^
Setelah membalas pesan Mervin ia langsung menaruh kembali ponselnya dan melanjutkan mengerjakan tugasnya.
Tak lama kemudian Mervin memasuki kelas Laika yang sangat sepi dan langsung duduk di sebelah Laika.
Mervin tersenyum menatap Laika yang sangat serius mengerjakan tugasnya.
"Haii, lo udah sarapan?"tanya Mervin membuat Laika sontak menoleh dan menggelengkan kepalanya.
"Gue buru-buru tadi jadi nya gak sempet sarapan" Mervin mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Masih banyak gak tugasnya?"tanya Mervin, Laika menggelengkan kepalanya.
"Dikit lagi sih" Mervin menarik pelan tangan Laika membuat Laika tersentak.
"Eh..eee.. kak mau n..ngapain?"tanya Laika yang terbata-bata, Mervin melihat Laika pun terkekeh.
__ADS_1
"Gue gak macem-macem kok Lai santai aja, sekarang lo bawa buku lo kita lanjutin di kantin sambil lo sarapan soalnya kan nanti upacara yang ada lo pingsan lagi kalo lo gak sarapan" Laika mendelik mendengar ucapan panjang Mervin, Mervin yang melihat Laika terdiam pun menarik tangannya lagi.
"Ayoo, mau nggak?" Laika tersadar dari lamunannya kemudian ia mengambil bukunya dan menganggukkan kepalnya.
"I..iyaa kak" Laika hanya mengikuti tarikan Mervin, saat sampai di kantin Mervin lalu memesan makanan untuk Laika sedangkan Laika melanjutkan tugasnya.
Setelah selesai memesan Mervin memberikan makanan tersebut kepada Laika.
"Nih makan dulu" Laika tersenyum.
"Thanks ya kak" Mervin menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, Laika pun langsung menyantap makanan yang dipesan.
Mervin tersenyum seraya menatap Laika yang sedang serius memakan makanannya sedangkan Laika yang merasa di perhatikan oleh Mervin pun tersenyum malu, Mervin terkekeh menatap Laika yang seperti itu.
"Kak Mervin gak sarapan?" Mervin menggelengkan kepalanya.
"Udah tadi dirumah, makan masakan Mama yang enak" Laika mendengar ucapan Mervin tertawa.
"Mama kak Mervin pinter masak ya?"
"Uhh jelas Lai pokoknya masakan mama gue gak ada yang nandingin, chef Juna aja kalah" Lagi-lagi Laika tertawa mendengar ucapan Mervin membuat Mervin tersenyum senang karena ia berhasil membuat Laika selalu tersenyum dan tertawa.
"Gue baru tau ternyata mama kak Mervin bisa masak"
"Kapan-kapan lo kerumah gue ya lo harus cobain masakan mama gue" Laika menganggukkan kepalanya, saat Laika serius memakan makanannya Mervin melihat ada sedikit noda di dekat bibir Laika membuat Mervin reflek mengambil tissue dan mengelapnya, Laika tersentak dengan kelakuan Mervin yang tiba-tiba.
Saat makanannya sudah habis Laika pun beranjak sambil membawa bukunya.
"Kak gue ke kelas dulu ya makasi sarapannya"
Mervin menganggukkan kepalanya.
"Iya Lai, nanti pulang sama gue ya, gue gak nerima penolakan" Laika mendelik.
"Tapi-" Mervin menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Gue gak nerima penolakan, gue mau ngajak lo ke suatu tempat"ucap Mervin yang melenggang pergi meninggalkan Laika yang sedang mematung.
...◇◆◇◆◇◆◇◆...
Seperti apa janji Mervin barusan, ia akan mengajak Laika ke suatu tempat dan entah kenapa Mervin mengajaknya ke danau, disini tidak terlalu sepi ternyata banyak orang yang berlalu lalang. Laika pun menatap Mervin bingung.
"Kita kenapa kesini kak?" Mervin tidak menjawab melainkan ia langsung duduk di rerumputan sambil menghadap ke arah danau dan Laika pun mengikutinya.
Setelah Mervin menghirup udara sambil memejamkan mata ia beralih menatap Laika.
"Dulu gue sering kesini, gak tau kenapa tempat ini selalu buat gue tenang setiap gue ada masalah, gue ngajak lo kesini cuman pengen aja sih kali aja lo suka sama tempat ini"ucap Mervin yang tak lupa tersenyum, Laika menganggukkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya menatap danau yang ada di depannya.
__ADS_1
"Dulu gue juga sering ke danau tapi pas gue masih kecil, gue suka main disana dan itu pas gue masih tinggal di bandung" Mervin hanya tersenyum menanggapinya ia masih tetap fokus menatap ke arah danau tersebut, Laika seperti mengingat sesuatu yang membuatnya langsung menatap Mervin.
"Kak lo mau cerita sama gue gak? Kenapa lo berubah jadi Mervin yang dingin+cuek+nyebelin?" ucap Laika yang membuat Mervin terkekeh ketika mendengar ucapan terakhirnya, Mervin mengubah posisinya menjadi menghadap Laika yang tengah menatapnya, entah kenapa membuat detak jantung Laika menjadi sangat cepat sekarang. Laika mencoba mengontrol dirinya agar tidak gugup saat Mervin mengubah posisinya.
"Maaf gue belum bisa cerita ke elo Lai tapi gue janji kalau gue udah siap gue bakal cerita"ucap Mervin yang diakhiri dengan senyuman, Laika pun menganggukkan kepalanya mengerti. Mervin kembali memandang lurus ke arah depan membuat Laika menatapnya tak enak.
"Kak Mervin lagi ada masalah?"tanya Laika pelan tetapi masih bisa didengar oleh Mervin membuatnya hanya menggelengkan kepalanya, Laika melihat Mervin yang tengah memikirkan sesuatu pun langsung menatap Laika.
"Lai kalo lo ada masalah, cerita sama gue ya jangan di pendem sendiri karena gue tau rasanya mendem masalah dan gak cerita ke siapapun, lo tenang aja gue gak bakal kasih tau siapapun masalah yang lo alami, dan gue bakal selalu ada buat lo kalo lo lagi sedih atau kalo lo lagi ada masalah" Laika tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kak Mervin juga, kalo ada masalah cerita aja sama gue, gue juga gak bakal kasih tau masalah kak Mervin ke siapapun" Mervin menganggukkan kepalanya juga sama seperti yang dilakukan Laika tadi dan tersenyum ke arahnya.
"Gue ngerasa kalo lo harus tau masalah di masa lalu gue Lai, gue janji gue bakal ceritain semuanya sama lo, tapi nggak sekarang" Laika tersenyum.
"Iya kak gak papa gue gak maksa kok"
Setelah lama mereka mengobrol dan sesekali bercanda ria mereka memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing karena mereka masih memakai pakaian sekolah dan matahari juga sebentar lagi akan terbenam.
Saat sampai di depan rumah Laika, Laika yang ingin turun pun tiba-tiba Mervin menahannya membuat Laika menoleh.
"Ada apa kak?" Mervin tersenyum lalu berkata.
"Thanks Lai, gak tau kenapa hari ini gue seneng banget" ucapan Mervin membuat Laika berusahan menahan detak jantungnya yang berpacu sangat cepat, Laika hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Iya kak gue juga mau bilang makasi sama lo karena udah ngajak gue ke danau tadi, gue suka kok tempatnya"ucapnya yang masih tersenyum.
"Yaudah lo turun gih inget mandi, makan trus tidur jangan bergadang nanti sakit" ucapan Mervin berhasil membuat pipi Laika merona, Laika pun menganggukkan kepalanya, dengan cepat ia turun dari mobil Mervin dan setelah itu langsung berlari memasuki rumahnya, Mervin yang melihat kelakuan Laika pun hanya menggelengkan kepalanya dan langsung menjalankan mobilnya meninggalkan perumahan Laika.
Di dalam rumah Laika berjingkrak-jingkrak tidak jelas membuat Resya melihat kelakuan anaknya itu menggelengkan kepalanya.
"Kamu kenapa si Lai kayaknya lagi seneng banget" Laika yang tertangkap basah oleh mamanya pun langsung menggelengkan kepalanya sambil menyengir.
"Eumm gak papa ma, Laika ke kamar dulu ya"ucap Laika yang langsung berlari menuju kamarnya dengan perasaan bahagia.
.
.
.
.
.
.
...○•Bersambung○•...
__ADS_1