Es Balok

Es Balok
32. New Couple


__ADS_3

Resya menggelengkan kepalanya melihat putrinya yang sedari tadi tak berhenti tersenyum.


"Ih kamu kenapa sih Lai gak kemarin lusa, kemarin dan sekarang pun kamu suka senyum-senyum sendiri gitu" Laika pun hanya menyengir dan melanjutkan memakan sarapannya.


"Hm mama tau nih, pasti kamu abis jadian kan?" Laika tiba-tiba tersedak dan langsung meneguk air yang berada di depannya ini, sedangkan Resya menatapnya bingung. "Ih kok mama tau sih?"


"Ya taulah keliatan dari gerak-gerik kamu tuh biasa kan orang lagi kasmaran" tiba-tiba pipi Laika merona akibat ucapan Resya.


"Apaan sih ma engga kok" Resya tersenyum menatap Laika.


"Jadi kamu jadiannya sama siapa nih Lai, Galih atau Mervin?"


Laika terkekeh mendengar ucapan mamanya, sedangkan Resya yang melihat Laika seperti itupun memasang wajah yang tak bisa diartikan.


"Kok ketawa sih kan mama nanya"


"Mama sekarang kepo ya" ucap Laika sambil tertawa, Resya pun yang mendengar ucapan Laika mendelik.


"Mama kan nanya doang Lai kamu pacaran sama siapa bukan kepo itu mah, kamu gak bisa bedain mana nanya sama kepo nih" Laika menunjukkan cengirannya.


"Hehe iya deh ma, Hm Lai baru jadian sama kak Mervin" Resya hanya membulatkan mulutnya seraya menganggukkan kepalanya.


"Mama cuman mau ingetin sama Lai aja ya, mama ijinin Lai pacaran tapi jangan sampai lupa belajar, intinya pendidikan tetep nomer satu ya, mama cuman gak mau liat nilai kamu turun hanya karena penyebabnya itu pacaran" Laika tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Iya ma Laika ngerti kok jadi mama tenang aja" Resya hanya tersenyum menanggapi perkataan putrinya itu.


"Oh iya 2 minggu lagi papa pulang, kalau bisa kenalin Mervin ke papa ya siapa tau papa suka"ucap Resya sambil tersenyum goda, Laika hanya tersenyum malu saat mendengar perkataan mamanya.


"Iya deh ma nanti aku bilangin ke kak Mervin" saat Laika baru saja menyelesaikan perkataannya terdengar bunyi klakson mobil yang berarti Mervin sudah datang, dengan cepat Laika beranjak dari duduknya dan menyalimi tangan Resya.


"Ma Laika berangkat ya itu kak Mervin udah dateng" Resya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Iyaa hati-hati Lai, inget belajar yang bener terus jangan lupa titip salam sama Mervin ya"


Laika hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban setelah itu ia melangkahkan kakinya menuju pintu utama.


Terlihat wajah Mervin saat Laika baru saja membuka pintu, membuat bibir Laika sedikit terangkat saat melihat wajahnya.


"Selamat Pagi pacar" senyum Laika mengembang ketika mendengar perkataan Mervin tadi.


"Pagi juga pacar" ucap Laika sambil menampakkan deretan giginya yang rapi membuat Mervin terkekeh gemas melihatnya.


"Ayo berangkat, eh tapi aku ada sesuatu nih buat kamu"ucap Mervin yang tengah mencari sesuatu didalam tasnya. Setelah ketemu ia langsung memberikan itu kepada Laika yaitu sebuah hoodie berwarna pink putih, Laika menerimanya dengan wajah bingungnya.

__ADS_1


"Aku lagi gak ultah loh kak kok dikasih hoodie" Mervin terkekeh mendengar perkataan Laika.


"Pake aja dulu" Laika hanya menuruti perkataan Mervin yang langsung memakai hoodie tersebut ya walaupun ia bingung kenapa Mervin memberikan ini padanya. Setelah hoodie itu terpakai, Mervin langsung tersenyum melihat Laika yang sangat cantik memakai hoodie pink itu.


Setelah sekian lama diam, Laika tersadar saat melihat hoodie Mervin yang ia pakai berwarna biru putih persis seperti hoodie yang ia pakai saat ini hanya saja warnanya yang berbeda, ia mendelik sambil menatap Mervin yang menaikkan satu alisnya.


"Maksudnya kamu nyuruh aku pake ini biar couple an gitu?!" ucap Laika yang agak kaget, sedangkan Mervin terkekeh dan menganggukkan kepalanya.


"Ya itu tau kamu telmi banget ih, udah ayo berangkat keburu telat" ucap Mervin yang melenggang pergi meninggalkan Laika yang tengah terdiam.


"***** GILA AJA GUE PAKE HOODIE COUPLE SAMA DIAA!" pekik Laika yang agak keras namun tidak terdengar oleh Mervin karena ia telah memasuki mobilnya saat ini, Laika pun berlari menuju mobil dan langsung memasuki mobilnya.


Saat sudah sampai di parkiran sekolahan, Mervin yang hendak turun pun tidak jadi karena Laika yang tiba-tiba menarik tangannya.


"Aku gak pede pake hoodie gini, jangan deh ya cuman gak pengen aja liat mereka nanti" ucap Laika dengan wajah seperti orang khawatir. Mervin tersenyum dan menggenggam tangan Laika.


"Hoodie couple ini itu ngebuktiin dan ngasih tau ke mereka kalo kita itu resmi jadian, udah kalo mereka sirik atau gak suka diemin aja Lai, pokoknya hari ini kamu harus pake hoodie ini aku gak mau tau" Laika memasang wajah cemberutnya, mau tak mau ia harus menuruti kemauan Mervin, Laika membuka pintu mobil dan keluar dari mobil Mervin sambil menghembuskan nafasnya.


Setelah itu mereka berjalan beriringan melewati koridor yang sudah ramai, dan benar, sekarang mereka berdua menjadi pusat perhatian disepanjang koridor di sekolah ini ya dengan tatapan yamg berbeda-beda, Laika yang mengeratkan genggamannya pada Mervin membuat Mervin menatap wajah Laika yang pucat sekarang, dan Mervin tahu bagaimana keadaan Laika sekarang pun mempercepat langkahnya agar cepat sampai di kelas Laika.


"Udah diemin aja mereka, ada aku kok" Laika mencoba tersenyum saat mendengar perkataan Mervin dan menganggukkan kepalanya.


Tak lama kemudian mereka telah sampai di depan kelas Laika, Laika berdiri menghadap ke Mervin dan menatapnya.


"Iyaa Lai, nanti jangan lupa ajak tiga sahabat kamu ke rooftop ya" Laika menganggukkan kepalanya dan langsung berjalan memasuki kelas, sedangkan Mervin membalikkan tubuhnya dan berjalan santai menuju kelasnya.


Semua pandangan tertuju pada Laika yang baru saja memasuki kelasnya, membuat Laika menautkan alisnya.


"Kalian kenapa sih natap gue gitu banget seakan kalian kayak mau makan gue tau gak" mereka malah menatap kesal Laika saat mendengar ucapannya.


"Lo sebenarnya temen kita bukan sih" ucap Hanindya si penagih utang setiap harinya alias bendahara kelas, Laika menatapnya bingung.


"Yaiyalah Nin masa iya nggak"


"Ya lo kenapa gak bilang ke kita kalau ternyata lo udah pacaran sama kak Mervin dih jahat banget udah gitu gak dikasi PJ lagi" Laika berjalan santai ke arah bangkunya dan menaruh tasnya kemudian menatap ke arah teman-temannya yang sedang menatapnya seperti butuh penjelasan.


"Gue juga baru kemaren jadian, udah deh ya kalian gak usah alay, lagian apa tuh PJ gak ada gitu-gituan dah" ucap Laika yang langsung duduk di bangkunya dan menyumpal telinganya menggunakan earphone, sedangkan mereka hanya menatap Laika dengan tatapan kesalnya.


▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪


Terdengar suara riuh di rooftop sekolah saat Mervin dengan santainya membawa nampan yang berisi pesanan mereka semua, seperti kata Mervin kemarin ia akan mentraktir keenam kawannya itu. Dengan wajah berseri-seri Daniel mengambil pesanannya dan langsung menyantapnya dengan lahap membuat yang lainnya menatapnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Syumpah..dwahhh..bweda..bwangett..ywa..hmm..kalaw dwii trwaktwir.. raswanyaa wewnak bwangett.." ucap Daniel yang berbicara sambil mengunyah makanan membuat semua menatapnya dengan tatapan jijik apalagi dengan Andira.

__ADS_1


"Ihh jorok banget sih, telen dulu napa baru ngomong" Daniel tak menggubris ucapan Andira ia tetap melanjutkan makannya.


"Lo kayak orang yang gak pernah makan setahun tau gak, jijik banget gue liatnya" ucap Naren yang bergidik ngeri.


"Yaudah-yaudah biarin aja lah sesuka dia, kalian makan aja nih tenang udah gue bayar" ucap Mervin yang membuat mereka langsung mengambil pesanannya masing-masing dan langsung menyantapnya, Mervin menatap Laika yang sedari memainkan ponselnya pun menghampirinya.


"Makan dulu tuh udah aku bawain" ucap Mervin membuat Laika menoleh dan tersenyum tipis.


"Kamu aja deh yang makan, aku lagi gak pengen" Mervin menghela nafasnya kemudian ia mendekatkan tubuhnya ke Laika dan merangkul Laika membuatnya sedikit tersentak akan pergerakan Mervin.


"Kamu kenapa?" Laika tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


"Lah emang aku kenapa?" ucap Laika yang malah bertanya balik sedangkan Mervin malah menghela nafasnya.


"Wajah kamu itu nunjukin kalo kamu lagi ada masalah, cerita aja sama aku" Laika menggelengkan kepalanya.


"Ya cuman gak enak aja sama semua yang tau kalau kita itu udah jadian, kamu tau gak? Dari tadi handphone aku banyak banget notif dan isinya hujatan semua, bukannya gimana cuman agak risih sama apa yang mereka lakuin, aku tau gak semua murid disekolah ini suka sama aku bahkan ada beberapa yang gak suka ngehujat atau segalanya ya aku gak enak aja kak" Mervin tersenyum.


"Udah Lai gue tau kok, dari awal gue tau resikonya apa tapi gue yakin lo itu tipe orang yang gak suka dengerin semua omongan yang gak penting jadi gue percaya kalau lo itu bisa nerima resikonya seperti apa" Laika tersenyum tipis.


"Iya aku lagi mencoba untuk menhadapi resiko ini karena aku tau yang suka sama kamu itu banyak yang ngeidolain kamu itu banyak, tapi yang bikin aku risih itu karena mereka selalu menyangkut pautkan masa lalu kamu sama mantan kamu itu, mereka selalu aja ngebeda-bedain aku sama dia, ya gak semuanya sih cuman beberapa aja dan beberapa nya lagi ada yang ngebelain aku"


"Iyaa intinya kamu sabar aja emang awalnya gitu, mereka suka sirik jadi gak usah dengerin ya apalagi ngomongin ke masa lalu aku, lama-kelamaan pasti mereka capek kok yang penting kamu gak usah ladenin mereka" Laika menganggukkan kepalanya mengerti sambil tersenyum, sedangkan Mervin membalas senyumamnya dan membawa kepala Laika agar menyender di pundaknya dan membiarkan angin berhembus mengenai wajahnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG


Jangan lupa vote dan komennyaa:))

__ADS_1


__ADS_2