Es Balok

Es Balok
43. Pilih aku atau dia?


__ADS_3

Sesampai di rooftop Laika langsung duduk dan menikmati hembusan angin sampai tak terasa air matanya kembali menetes, untuk saat ini Laika adalah orang yang sangat cengeng Laika juga tak mengerti mengapa ia bisa sebaper ini. Ia memilih membiarkan angin menerpa wajahnya Laika hanya butuh ketenangan saat ini.


Laika juga tak mengerti mengapa saat ini selalu saja mendapat masalah atau cobaan yang membuat hati Laika seperti tertusuk ribuan jarum, Laika meyakinkan dirinya bahwa ia bisa menjalani ini semua, dan Laika sempat berfikir apakah ia harus mengakhiri hubungannya dengan Mervin? Itu lebih baik daripada ia tetap bertahan tetapi selalu dicampakkan. Laika harus kuat saat ia benar-benar ingin melepaskan Mervin dan membiarkan ia kembali kepada mantannya mungkin saja pemikirannya itu benar, bahwa Laika hanya menjadi pelampiasan semata saat Gladys tidak ada. Laika menutup wajahnya karena tak kuat menahan rasa sesak di dadanya.


Sedangkan Galih mencoba mencari keberadaan Mervin sambil menahan emosinya, gitu-gitu Mervin masih menjadi sahabatnya.


"Vin lo gila?!"pekik Galih yang mencoba menahan emosinya saat melihat Mervin. Sedangkan yang ditatap hanya menaikkan satu alisnya.


"Sebenarnya pacar lo itu siapa sih? Laika atau Gladys? Mentang-mentang Laika itu anaknya polos dan gak gampang marah lo malah seenak jidatnya nyakitin dia, emang dia salah apa sama lo gak ngerti lagi gue!"ucap Galih dengan suara meninggi.


Mervin tersenyum miring.


"Lo bilang apa? Polos? Mana ada orang polos tapi malah nyiram orang yang gak ada salah sama sekali sama dia!"ucap Mervin dengan suara meninggi.


"Ohh jadi lo percaya gitu sama perkataan Gladys tadi? Lo bener-bener **** Vin padahal lo gak liat kejadian sebenarnya gimana, gue tau lo ngebela dia karena dia baik tapi itu dulu Vin dia udah berubah dia licik banget!"ucap Galih membuat Mervin menatapnya datar.


"Mau itu bukan yang sebenarnya pun gue juga udah gak peduli lagi Gal, dan lo bilang Gladys berubah kayaknya lo salah deh yang berubah itu Laika! Gue aja gak nyangka dia bakal gitu, oh gue tau apa karena dia iri kali ya karena dia bukan cinta pertama gue"ucap Mervin dengan nada meremeh sedangkan Galih yang mencoba mengontrol emosinya pun tak bisa ia langsung menonjok wajah Mervin membuat Mervin terdiam.


"Lo emang cowok brengsek Vin, lo sama sekali gak punya hati, bahkan lo gak tau kalau selama seminggu ini Laika gak sekolah itu karena sakit, yang lo tau itu cuman Gladys yang dateng ke elo sambil ngemis-ngemis cinta, gue kira lo itu orangnya bisa menilai mana yang tulus dan mana yang nggak tulus ternyata gue salah gue bener-bener kecewa sama lo, dan satu lagi gue emang bukan siapa-siapanya Laika tapi gue gak akan biarin aja orang yang nyakitin dia kalau emang lo sadar lo bisa langsung minta maaf sebelum terlambat Vin gue gini karena lo juga masih sahabat gue dan Laika juga sahabat gue, gue gak mau liat lo nyakitin dia lagi, terakhir gue cuman mau kasih tau lo terserah lo mau percaya atau nggak tapi nyatanya emang gini, Laika sama sekali gak ada nyiram Gladys dia yang ngelakuin sendiri dia memfitnah Laika supaya bisa narik perhatian lo dan asal lo tau sebelumnya Gladys yang tiba-tiba nampar Laika tanpa sebab"ucap Galih dan langsung meninggalkan Mervin yang hanya terdiam di tempat, Galih hanya tak ingin terlalu emosi makanya ia memilih untuk meninggalkan Mervin membiarkan ia berfikir terlebih dahulu. Sedangkan Mervin masih mengingat perkataan Galih barusan, Galih benar bahwa ia cowok brengsek yang bisanya cuman sakitin hati cewek doang. Disisi lain Mervin tak tega melihat Laika yang sakit karenanya namun disisi lain entah kenapa ia masih memikirkan Gladys apakah bohong atau tidak.


Mervin berjalan mencari Laika, satu tempat yang terngiang di otaknya. Rooftop.


Mervin mempercepat langkahnya menuju rooftop sampai akhirnya ia sampai di atas dan menatap punggung Laika.


Dengan perlahan Mervin menghampirinya dan duduk disebelahnya membuat Laika menoleh dan sedikit tersentak karena kedatangan Mervin yang tiba-tiba.


"Aku minta maaf udah salah paham sama kamu"ucap Mervin membuat Laika tersenyum tipis, Laika sempat melihat pipi Laika yang memerah pun merasa bersalah karena Mervin tak membelanya.


"Itu pipinya masih sakit?" Laika menggelengkan kepalanya.


"Lai gue emang brengsek, gue udah nyakitin lo, gue bener-bener minta maaf"ucap Mervin membuat Laika menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Gak papa" Mervin menatap Laika lekat.

__ADS_1


"Kamu kemana aja? Kenapa tiba-tiba menghilang gak ada kabar gitu"


"Ada masalah yang harus aku selesain"ucap Laika, Mervin tahu ia berbohong karena sebenarnya Laika sakit seperti apa yang di beritahu oleh Galih barusan.


"Tapi muka kamu pucat, kamu baik-baik aja kan?"tanya Mervin membuat lagi-lagi Laika menganggukkan kepalanya, Mervin menarik Laika ke dalam pelukannya membuat Laika yang tadi terdiam pun membalas pelukannya, Laika sudah lama tidak merasakan pelukan Mervin entah kenapa Laika rindu itu.


"Maaf Lai"lirih Mervin, Laika tak membalas perkataannya ia memejamkan matanya di dada bidang Mervin karena merasa sangat nyaman.


Setelah itu Laika melepaskan pelukannya.


"Kak daripada aku terus-terusan merasa tersakiti mending aku nyerah"ucap Laika yang membuat Mervin bingung. Ia meneggakkan tubuhnya dan menatap Laika dengan tatapan serius.


"Maksud kamu apa?"tanya Mervin.


Laika menghembuskan nafasnya dan mengubah posisinya menghadap ke arah depan.


"Aku itu emang pacar kak Mervin tapi disisi lain aku ngerasa kalau hati kak Mervin bukan cuman untuk aku melainkan untuk Gladys kak, aku cuman gak mau maksa kamu terserah mau kamu gimana sekarang intinya kalau terus-terusan aku ngerasain sakit mending aku nyerah, ya walaupun sakit juga tapi seenggaknya sebentar" ucap Laika membuat Mervin terpaku diam.


"Seharusnya dari awal kamu jujur sama aku kalau ternyata kamu gak sepenuhnya sayang sama aku, aku jadi ngerasa kayak pelampiasan aja sampai pada akhirnya Gladys datang lalu kamu campakkin aku gitu aja"ucap Laika membuat Mervin menggelengkan kepalanya.


"Aku bukannya gitu Lai, aku deket sama Gladys bukan ingin kembali seperti dulu lagi aku cuman pengen supaya dia bisa ngelupain aku" Laika menaikkan alisnya.


"Membuat dia lupa dengan cara kamu mendekatinya? Itu cara mustahil seseorang untuk membuat orang itu lupa aku gak percaya kalau dia bakal bisa ngelupain kamu dengan cara kamu yang sekarang"


"Jangan paksain diri kamu, kalau emang kamu ingin kembali sama dia aku gak papa kita selesain hubungan kita sekarang juga"ucap Laika membuat Mervin terkejut ia mengambil tangan Laika dan menggenggamnya.


"Aku gak minta untuk selesai Lai, aku masih sayang sama kamu, sumpah Lai sumpah jangan tinggalin aku, aku gak mau itu aku emang serius pengen ngebuat dia ngelupain aku Lai"ucap Mervin membuat Laika menatapnya tanpa ekspresi.


Laika melepas genggaman tangannya.


"Aku masih belum yakin, gini aja aku mau kasi kamu pilihan, kamu pilih aku atau Gladys, itu terserah kamu aku gak ada maksa kamu untuk milih aku atau nggak itu sesuai sama kata hati kamu aja, tapi sebelumnya bukan karena aku gak sayang kamu tapi aku gini karena gak mau nantinya aku bakal tersakiti karena hal yang sama"ucap Laika yang diakhiri dengan senyuman. Sedangkan Mervin ia merasa sangat bersalah.


"Laii.."lirih Mervin membuat Laika memegang kedua pipi Mervin.

__ADS_1


"it'okey kak aku gak papa, karena aku yakin banget kalau hati kamu masih sama Gladys, aku kasih waktu 3 hari untuk mikir dan hari keempat kakak kasi tau langsung ke aku disini, misal kakak milih aku otomatis kakak gak boleh deket sama Gladys lagi, tapi kalau kakak milih Gladys, oke aku bakalan menjauh dan mengakhiri semuanya"ucap Laika yang langsung beranjak dari duduknya, saat ingin melangkahkan kakinya Mervin menahan Laika membuat Laika berbalik.


"Kenapa?"tanya Laika membuat Mervin memeluknya erat.


"Jangan tinggalin aku Lai, aku gak mau" Laika tersenyum tipis di dalam pelukan Mervin.


"Kalau kamu seperti ini berarti kemungkinan besar kamu bakal pilih aku, tapi aku masih gak tau juga"ucap Laika yang melepaskan pelukannya.


"Aku tunggu di hari keempat, tolong fikirin matang-matang karena aku juga bakal ngelakuin cara untuk ngelupain kamu kalau misalnya gak pilih aku"ucap Laika yang langsung melenggang pergi meninggalkan Mervin yang terdiam mematung disana akibat ucapan Laika.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..


jangan lupa vote dan komennya:))


instagram


@velisateophania

__ADS_1


__ADS_2