
...'Kunang-kunang nya lucu ya? Jadi pengen kamu yang jadi kunang-kunangnya siapa tau aku suka:)'...
...-Laika Arfasya...
...¤¤¤¤¤...
Seperti apa yang dikatakan Mervin barusan, Mervin mengajaknya ke suatu tempat yang Laika juga tidak tahu bagaimana menggambarkan tempat ini, karena tempat ini terlihat sangat sepi hanya terdengar suara jangkrik dan hembusan angin.
"Kita ngapain kesini?"tanya Laika membuat Mervin menatapnya.
"Tunggu aja" Laika masih tidak mengerti apa yang sebenarnya Mervin lakukan sekarang tetapi ada sesuatu yang membuat Laika menganga dan tak bisa percaya bahwa itu benar-benar ada. Terlihat sekumpulan kunang-kunang terbang ke atas dan bertebaran dimana-mana.
"Ini serius kan kak? Gue gak mimpi kan?" Mervin terkekeh mendengar keantusiasan Laika ia pun menggelengkan kepalanya.
"Ini emang beneran ada dan lo gak mimpi sekarang" Laika sangata menyukai kunang-kunang entah kenapa sudah lama Laika tak melihat nya lagi ia menatap kunang-kunang yang bertebaran dimana-mana dengan sangat antusias, Laika juga tak mengerti mengapa Mervin sangat tahu tempat yang membuatnya selalu terlihat bingung.
"Demi apapun gue udah lama banget gak liat kunang-kunang astagaa disini bagus banget, lo tau darimana si kak tempat beginian? Kayaknya lo tau banyak sama tempat unik kayak gini"ucap Laika sambil terkekeh begitupula Mervin yang juga terkekeh mendengar ucapan Laika.
"Ya tau aja, gue gak sengaja waktu lagi sedih liat tempat ini yaudah gue kesini, oh iya lo suka kunang-kunang kan? Kalo lo suka nih lo bisa bawa pulang" Mervin menyerahkan sebuah toples yang berukuran tidak terlalu kecil, kemudian Mervin mulai menangkap dua kunang-kunang menggunakan jaring dan langsung ia masukan ke dalam toples tersebut. Laika tak henti-hentinya menatapnya kagum sedangkan Mervin hanya bisa tersenyum ketika melihat ekspresi Laika yang sangat antusias.
"Lo mau tau gak kenapa gue tangkap dua kunang-kunang?"tanya Mervin menatap kunang-kunang yang berada di toples itu membuat Laika menatap Mervin sambil menganggukkan kepalanya.
"Kalo gue tangkap satu nanti kasian dia kesepian makanya gue tangkap dua supaya dia ada yang nemenin, kayak gue sama lo" tiba-tiba Laika merasa tercekat mendengar perkataan Mervin, membuatnya hanya bisa tersenyum kikuk saja.
"Lo seneng sama tempatnya?" Laika menganggukkan kepalanya semangat membuat Mervin gemas dan mengelus-elus puncak rambut Laika membuat Laika lagi-lagi merasa jantungnya seperti berhenti berdetak sejenak.
"Kita bisa sesekali ke tempat ini kalo lo mau dan kunang-kunang ini lo bisa bawa pulang nanti, tapi sekarang kita nikmatin dulu sama suasana disini" Laika tak bisa berkata-kata ia hanya menganggukkan kepalanya entahlah baru kali ini Laika menemui tempat seindah ini malah menurutnya lebih bagus daripada bukit yang sering ia kunjungi bersama keluarganya.
Mereka berdua memilih untuk duduk direrumputan dan menatap kunang-kunang yang bertebaran kesana kemari di langit sangat gelap yang hanya di terangi sang rembulan.Tak lama kemudian mereka saling tatap ntah karena dorongan apa Laika memeluk Mervin membuat yang awalnya Mervin tersentak lalu ia membalas pelukannya.
"Makasih kak, karena lo udah buat gue seneng hari ini asal lo tau dari dulu gue pengen banget yang namanya liat kunang-kunang dulu sempet waktu kecil tapi gue udah gak inget apapun, lo tau banget dah kesukaan gue"ucap Laika yang terkekeh di pelukan Mervin entahlah keduanya merasa nyaman saat ada diposisi itu seperti tidak ingin melepaskan pelukannya. Mervin hanya tersenyum dalam pelukan Laika.
'Gue janji Lai bakal buat lo selalu tersenyum, gue janji gak bakal nyakitin lo sedikit pun, asal lo tau lo udah buat gue nyaman saat ini lo udah bikin gue jatuh cinta sama lo dan lo udah bikin gue ngelupain masa lalu gue sekarang'batin Mervin.
'Gue juga gak tau kenapa bisa senyaman ini, gue juga gak tau pasti kalau gue bener-bener udah suka sama lo kak, ini pertama kalinya gue ngerasain hal gini didalam hidup gue'batin Laika.
Ketika mereka telah lama berpelukan dibawah langit gelap dan disekeliling Kunang-kunang yang sedang berterbangan akhirnya Laika melepaskan pelukannya ia sadar seharusnya tidak melakukan hal tadi.
"Hmm..maaf kak kalau gue tiba-tiba meluk lo gitu"ucapnya sambil tersenyum kikuk, Mervin lagi-lagi melihatnya gemas.
"Gak papa Lai santai aja" Laika hanya tersenyum lalu ia melihat sekumpulan kunang-kunang yang sedang terbang kesana kemari. Tatapan Mervin pun tak lepas dari Laika ia merasa senang bisa membuat Laika tersenyum seperti itu.
__ADS_1
"Gue seneng Lai bisa bikin lo tersenyum kayak gitu, apalagi ini semua karena gue" Laika menatap Mervin dengan diam, entah apa yang membuat ia jadi terdiam seperti ini, namun setelah ia tersadar Laika tersenyum.
"Gue boleh kan kesini lagi?" Mervin menganggukkan kepalanya.
"Boleh dong, gue kasih tempat ini buat lo bahkan kunang-kunangnya sekalipun gue kasih ke elo"ucapan Mervin membuat Laika tertawa. Mereka sama-sama menatap ke arah kunang-kunang tersebut dengan senyuman mereka benar-benar menikmati malam yang bercahaya ini karena ulah kunang-kunang itu. Sampai tak sadar Mervin menarik kepala Laika untuk menyender dibahunya, Laika pun hanya menurut walaupun awalnya sempat ragunya. Akhirnya hanya langit gelap bercahaya karena sang rembulan dan kunang-kunang ini yang telah menemani mereka juga dengan hembusan angin yang menerpa wajahnya. Jujur hari ini Laika merasakan kebahagian yang tertanam didalam dirinya begitupula dengan Mervin yang merasa bahagia bisa membuat gadis yang ia sukai ini tersenyum bahagia.
...◇◆◇◆◇◆...
Laika berjalan menuju balkon kamarnya sambil membawa toples yang berisi dua kunang-kunang yang ditangkap oleh Mervin tadi, ia tersenyum senang menatap kunang-kunang tersebut.
"Gue kasih nama mereka Melai yaitu kepanjangan dari Mervin dan Laika"ucap Laika sambil terkekeh ketika menamai kunang-kunang tersebut.
"Kalo lagi satu gue namain hmmm... Vinka deh artinya juga sama Mervin dan Laika" lagi-lagi Laika tertawa mendengar perkataan nya yang ngasal itu.
Seketika pandangan nya teralih pada langit yang diterangi bulan dan bintang disana.
"Selamat malam kak Mervin"ucap Laika yang diakhiri dengan senyuman. Kemudian ia memasuki kamarnya dan menaruh toples itu di nakasnya lalu Laika merebahkan tubuhnya dan tak hentinya ia menatap kedua kunang-kunang yang berada ditoplesnya itu.
Tiba-tiba ponselnya bergetar dan Laika langsung mengambil ponselnya saat melihat pesan yang masuk senyumnya mengembang karena itu pesan dari Mervin pastinya.
Mervin.A
Selamat tidur..♡
Jangan bergadang besok kita sekolah
^^^LaikaA.^^^
^^^Hehe.. tau aja kak^^^
^^^Iya gue gak bergadang kok:)^^^
^^^Selamat tidur juga kak:)♡^^^
Setelah selesai membalas pesan dari Mervin, Laika langsung menaruh ponselnya diatas nakas, awalnya ia sempat ragu untuk mengirimkan emot love kepada Mervin tapi tidak apalah sekali-sekali, setelah itu ia memutuskan untuk memejamkan mata.
Disisi lain...
Terlihat Mervin tampak sedang melamun di balkon kamarnya, ia tengah memikirkan kejadian tadi dimana Laika sangat merasa bahagia karena ulahnya sendiri, dan Mervin senang itu. Mervin janji pada dirinya sendiri bahwa ia harus selalu membuat Laika tersenyum seperti itu ia janji tidak akan menyakitinya walau sedikit pun.
Saat lama melamun akhirnya ia tersadar dan tatapanya beralih menatap langit yang dipenuhi ribuan bintang dan disinari oleh bulan Mervin tersenyum menatap langit tersebut.
__ADS_1
"Tidur yang nyenyak Lai, Selamat Malam" setelah berucap seperti itu Mervin lalu membuka lockscreen ponselnya dan langsung mengetikkan sesuatu untuk Laika.
^^^Mervin.A^^^
^^^Gue yakin pasti tidur lo bakalan nyenyak:)^^^
^^^Selamat tidur..♡^^^
^^^Jangan bergadang besok kita sekolah^^^
Sambil menunggu balasan dari Laika, Mervin kembali menatap ke arah langit berharap langit akan memberikan sesuatu yang indah untuknya. Tak lama kemudian ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk, dan Mervin segera membuka pesan tersebut yang ternyata dari Laika.
LaikaA.
Hehe.. tau aja kak
Iya gue gak bergadang kok:)
Selamat tidur juga kak:)♡
Mervin tak bisa menahan dirinya agar tidak tersenyum, Mervin senang saat Laika mengirimkan emot love seperti apa yang ia kirim untuknya. Intinya dari semua ini Mervin merasa bahagia ia sangat ingin melupakan masa lalunya yang pahit dan ia ingin yang ada di ingatannya adalah Laika dan masa depannya.
Kemudian ia memilih untuk masuk kembali ke dalam kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya lalu menatap langit-langit kamarnya.
"Gue bahagia kalau lo bahagia Lai, walaupun semisalnya bukan sama gue lo bahagianya, gue gak masalah" ada sebuah pikiran muncul yang membuat Mervin tak yakin bahwa Laika menyukainya, karena ia teringat dengan Galih yang sangat dekat dengannya begitu juga Galih adalah sahabatnya Mervin hanya tak ingin persahabatannya tak utuh hanya gara-gara merebutkan seorang cewek saja.
Mervin tak ingin berlama-lama memikirkan hal yang seharusnya tidak ia pikirkan, Mervin pun memutuskan untuk memejamkan matanya dan menuju alam bawah sadarnya.
.
.
.
.
.
¤Bersambung¤
jangan lupa vote dan komennyaaa hehe:)
__ADS_1