Es Balok

Es Balok
31. Acieeeeee Mervin Laika Jadian!!?


__ADS_3

Karena kejadian kemarin perlakuan manis Mervin terhadap Laika membuat Laika saat ini seperti orang gila yang tengah senyum-senyum sendiri di dalam kamarnya, Mamanya pun sampai heran sebenarnya apa yang membuat Laika menjadi seperti ini. Ya coba aja deh kalian jadi Laika terus dapet perlakuan manis dari cowok, apa nggak ngefly kalian?:v.


Laika tak henti-hentinya memikirkan kejadian kemarin dan tak henti-hentinya menatap foto dirinya dengan Mervin. Entahlah baru kali ini Laika merasakan hal yang beda di dalam dirinya dan Laika tidak tahu pasti itu apa. Laika tidak ingin terlarut dengan kebaperannya saat dekat dengan Mervin karena ia tak ingin merasakan sakit jika mengetahui perasaan Mervin pada dirinya tidak seperti apa yang dia fikirkan. Laika tau pasti bahwa mereka hanya sebatas teman dan tidak lebih, Laika juga tidak tau bagaimana perasaan Mervin kepadanya saat ini, yang jelas saat ini Laika jujur bahwa sebenarnya ia telah menyimpan perasaan lebih pada Mervin entahlah ia juga tak mengerti mengapa bisa seperti ini akhirnya. Laika menghela nafasnya ia mencoba untuk tidak memikirkannya lagi.


Saat ingin merebahkan tubuhnya tiba-tiba ponselnya berdering membuat Laika mau tak mau harus mengangkat telepon tersebut, Laika mendelik ketika melihat nama yang tertera diponselnya itu yang adalah si Mervin, dengan gerakan cepat Laika mengangkat teleponnya.


'Halo Lai'


"Iya kak ada apa ya?"


'Hari ini kamu ada waktu buat keluar gak?'


"Engga sih, kan lo tau sendiri kalo gue itu jarang keluar kalo gak ada yang ngajakin" setelah berkata seperti itu Laika mendengar suara Mervin yang terkekeh di sana membuat Laika hanya menahan senyumannya.


'Berarti lo bisa dateng kan nanti jam 7 di taman?'


"Hah? Mau ngapain kak?"


'Udahh lo dateng aja gue gak bakal macem-macem kok, dan jangan lupa dandan yang cantik pokoknya gue pengen malam ini jadi malam yang berharga buat gue Lai, kalau bisa sih buat lo juga' Laika tersenyum ketika mendengar perkataan Mervin yang seperti itu.


"Emang ada apaan sih kak? kayaknya penting banget"


'Ini lebih darikata penting Lai ya intinya lo harus dateng jam 7 pakaiannya rapi ya kalau bisa pake dress dan jangan lupa dandan'


"Hmm.. gue bisa dateng gak ya nanti"


'Laii.. please kali ini gue beneran serius dan gue lagi gak bercanda' Laika terkekeh pelan ketika mendengar suara Mervin datar seperti itu.


"Iya-iya gue pasti dateng kok nanti"


'Okei deh see u Lai kalo gitu udah dulu ya gue mau cari pakaian biar gue keliatan ganteng didepan lo nanti' saat mendengar ucapan Mervin, Laika langsung tersenyum malu.


"Bisa aja deh kak" Mervin terkekeh ddikuti Laika juga.


'Yaudah gue tutup ya'


"Iyaaa"


tut...


Setelah Mervin memutuskan untuk mengakhiri teleponnya, Laika pun merebahkan tubuhnya ke kasur empuknya sambil menatap langit-langit kamarnya. Laika tidak tahu untuk apa Mervin menyuruhnya datang ke taman dan menyuruhnya umtuk berdandan. Laika kembali membuka ponselnya dan langsung memberitahu Calista agar ia mendadani Laika karena Laika tahu bahwa Calista pandai mendadani orang. Setelah memberi tahu Calista Laika menaruh ponselnya di nakas dan berjalan menuju lantai bawah.


"Sarapan dulu Lai" ucap Resya saat melihat Laika yang melewati ruang makan menuju ruang tamu, Laika yang mendengarnya pun memutar tubuhnya menghadap Resya.


"Nanti aja deh ma" Resya menatap Laika seperti orang yang tidak ingin dibantah, Laika pun menghela nafas pasrah dan melangkahkan kakinya menuju ruang makan.


"Cuman disuruh sarapan aja udah cemberut, sarapan itu penting loh" Laika hanya menganggukkan kepalanya malas sebagai jawaban setelah itu ia memakan makanannya dengan penuh paksaan.


🌸🌸🌸🌸


"Finish!!" pekik Calista yang sudah selesai mendadani Laika, Calista menatap Laika takjub ia baru kali ini melihat Laika secantik ini.


"Woww! Sumpah gila lo cantik parah Laii" seru Calista membuat Laika hanya tersenyum lewat pantulan cermin yang ada di depannya.


"Gue kan emang udah cantik dari dulu, masa iya lo baru nyadar sih Lis" Calista memutarkan bola matanya malas, sedangkan Laika terkekeh melihat wajah Calista yang seperti itu.

__ADS_1


"Mulai deh, kalau udah aja ada yang muji pasti pedenya keluar" Laika hanya menyengir.


"Lo kaya gatau gue aja Lis"


"Yaudah gih udah jam setengah 6 nih mending lo otw sekarang" bukannya tersenyum malah Laika menekuk wajahnya membuat Calista menatapnya bingung.


"Kok mukanya di tekuk gitu? Seharusnya lo seneng dong diajak ngedate sama kak Mervin" Laika menatap Calista dengan wajah cemberut.


"Bukan gitu."


"Ya trus kenapa?"


"Gue gak pede aja Lis pake dress gini trus dandan gini gue takutnya gak sesuai sama apa ekspetasi gue, malah nanti jadi malu" Calista mendekat ke arah Laika dan merangkulnya.


"Ihh Lai lo gak usah gitu gue yakin kok kak Mervin bakal ngajak lo ngedate malam ini dan gue yakin malam ini pasti malam yang ga akan pernah lo lupain, percaya deh sama gue" ucapan Calista tadi membuat Laika kembali percaya dengan dirinya, ia pun tersenyum ke arah Calista.


"Thanks ya Lis lo emang sahabat terbaik gue deh" Calista tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


Tepat jam 7 lebih Laika sudah sampai di taman yang Mervin suruh, tetapi Laika sama sekali tidak melihat keberadaanya Laika menjadi sangat gelisah apalagi melihat taman ini yang sangat sepi membuatnya berpikir bahwa Mervin akan membohonginya. Laika mencoba mengirimkan pesan kepada Mervin namun tak kunjung dibalas, tetapi tiba-tiba ada ada yang menepuk pundaknya membuat Laika sedikit tersentak dan menoleh ke arah orang tersebut. Terlihat seorang lelaki yang memakai baju serba hitam dengan topeng yang melekat diwajahnya membuat Laika menjadi ketakutan.


"Sekarang.lo.ikut.gue" ucapnya dengan penuh penekanan disetiap katanya. Sedangkan Laika menggelengkan kepalanya dengam wajah yang sangat takut.


"Lo ikut gue atau gue paksa lo?" tanyanya dengan senyum miringnya membuat lagi-lagi Laika menggelengkan kepalanya.


"Lo siapa sihh!? Gue gak kenal elo jadi lo gak ada berhak buat maksa gue" ucap Laika yang sedikit berteriak sedangkan lelaki itu tetap tersenyum miring, tiba-tiba ada yang menutup matanya dengan kain membuat Laika berteriak ketakutan ia tidak pernah berpikir akan seperti ini jadinya. Karena Laika yang berteriak tiba-tiba ada yang membekap mulutnya dan menariknya secara paksa agar Laika mau mengikutinya. Didalam hati Laika terus saja berdoa agar ia tetap selamat dari orang ini, demi tuhan! Laika hanya bisa menangis dan meronta-ronta agar dilepaskanya oleh ketiga orang itu.


Tak lama kemudian ketiga orang itu memberhentikan Laika disuatu tempat yang Laika tak tahu pasti karena matanya masih tertutup dan ia tak mendengar suara bentakan ketiga orang itu ketika mendengar jeritan Laika, Laika semakin penasaran dan kemudian penutup mata itu terlepas, membuat Laika perlahan membuka matanya. Tiba-tiba mulutnya menganga tak percaya, Hal yang pertama kali ia lihat adalah tempat dimana Mervin yang mengajaknya kesini, tempat yang Laika sangat amat suka karena banyak sekali kunang-kunang yang berterbangan disini.


Tiba-tiba dari arah kanan terlihat sebuah foto dimana hanya foto dirinya dengan Mervin saja, dan terdengar di sebelah kiri ada seseorang yang bernyanyi dengan indahnya membuat Laika benar-benar tidak percaya. Dan tak lama kemudian Mervin datang menghampiri Laika dengan pakaian yang benar sangat rapi.


"Hai Lai, gimana?" Laika tetap terdiam ia hanya bisa tersenyum senang hari ini, sedangkan Mervin tetap tersenyum.


"Malam ini gue mau ngomong hal penting sama lo, dan lo harus dengerin ini baik-baik, oke?" Laika hanya menganggukkan kepalamya dengan senyuman yang terus mengembang, Mervin menyelipkan rambut Laika ke belakang telinganya sambil tersenyum dan kemudian kembali menggenggam tangannya.


"Gue tau Lai gue ini bukan cowok romantis yang pernah lo kenal, gue bukan puitis yang bisa selalu buatin puisi indah untuk lo karena gue tau manusia itu gak ada yang sempurna, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, tapi.. Gue ini bener-bener tulus Lai lo percaya deh, saat pertama kali gue liat lo gak tau kenapa rasanya bener-bener beda banget, gue akuin lo itu beda dari semua cewek yang gue kenal, lo bisa banget bikin hati gue itu deg-deggan disetiap kali lo natap gue, lo bisa banget bikin gue nyaman disetiap kali gue deket lo, dan gue gak bisa terlalu lama nyimpen perasaan ini Lai..."


"....Dan lo tau? Dulu kita emang selalu gak akur ada aja yang buat kita selalu berantem yang lebih utama sih karena sifat kedinginan gue itu, banyak orang bilang kalau kita sering gak akur malah bikin kita jadi suka gue awalnya sih gak percaya tapi lama-kelamaan perasaan itu muncul tanpa gue sadari Lai, apalagi pas gue bener-bener udah akur sama lo gue gak bisa nahan semuanya, kalau lo nanya kenapa gue juga gak tau kenapa dan sekarang gue udah mulai suka sama lo Lai bahkan gue sayang banget sama lo, ya gue sih gak tau gimana elonya ya Lai yang jelas malam ini gue mau jujur sama soal perasan gue selama ini sama lo, gue juga pengen malam ini adalah malam yang paling berharga bagi gue, dan Lai.. Kamu mau gak jadi pacar aku?" ucapan panjang lebar Mervin membuat Laika menatapnya tak percaya sampai-sampai ia tidak merasa air matanya begitu saja mengalir membuat Mervin menghapus air matanya


"Jangan nangis dong, kamu jawab aja gak papa kok apapun keputusan kamu aku terima" ucap Mervin sambil tersenyum, sedangkan Laika sedang menguatkan diri untuk memberi jawaban pada Mervin.


"I..iya aku mau" ucapan Laika membuat Mervin mendelik tak percaya dengan jawaban Laika.


"Serius kamu mau?" Laika tersenyum dan menganggukkan kepalanya sedangkan Mervin langsung memeluk Laika erat dengan ekpresi senangnya sedangkan Laika hanya tersenyum senang.


"Makasih Lai karena kamu udah mau terima aku, aku janji Lai gimana pun keadaannya aku gak akan pernah ninggalin kamu, aku akan selalu ada buat kamu, aku akan selalu ngejagain kamu dan aku gak akan buat kamu kecewa dan sedih Lai, aku sayang kamu" Lagi-lagi air mata Laika keluar begitu saja setelah mendengar ucapan Mervin, Laika tak menyangka bahwa selama ini perasaan Mervin sama seperti perasaannya dan Laika tak menyangka akan jadi seperti ini.


"Iya aku percaya. Aku sayang kamu juga"


Mervin melepaskan pelukannya dan merangkul Laika.


"Biarin kunang-kunangnya jadi saksi kita malam ini, Lai aku bener-bener seneng banget" Mervin menatap Laika sambil tersenyum begitupula dengan Laika.


Tiba-tiba sahabat Mervin dan Laika datang dan berseru.


"ACIEEE UDAH AKU KAMU AJAAA!!" ucapan mereka berenam membuat Laika tersentak kaget.

__ADS_1


"Ihh kok bisa ada kalian sihh?!!" ucap Laika yang kaget akan kedatangan mereka yang secara tiba-tiba, sedangkan mereka hanya tertawa.


"Ya kita kan ikut serta di dalam acara penting ini" ucap Zahra sambil tertawa.


"Loh Lis kok lo?" ucap Laika pada Calista yang juga ada disana.


"Ya gue juga udah tau kalo hari ini kak Mervin bakal nembak lo Lai. Hehe peace" ucap Calista yang menyengir sambil menampilkan jari berbentuk 'v'.


Laika menatapnya malas.


"Pantesan aja tumben lo gak nanya banyak biasanya kan lo kepo banget walaupun gue gak tau alasan kak Mervin ngajak gue keluar"


"Dan terus masalah culik-culikan tadi itu juga skenario kalian?" mereka bertujuh termasuk Mervin menganggukkan kepalanya, membuat Laika ingin sekali menangis lagi.


"Ihh kalian emang jahat banget sih gue jantungan tau gak" Mervin tertawa sambil mengeratkan rangkulannya pada Laika.


"Jangan salahin kita Lai kita cuman ikut serta, lo salahin tuh sama cowok sebelah lo dia yang ngasih ide ini semua" ucap Daniel membuat Laika menatap Mervin kesal.


"Ya kan aku cuman mau kasih surprise ajaa" ucap Mervin yang masih terkekeh.


Setelah itu tak sengaja pandangan Laika bertemu dengan Galih yang sedang tersenyum padanya, ia tahu bahwa ini menyakitkan untuknya namun Laika juga tidak bisa harus terus menahan perasaannya ini. Laika sangat mengerti bagaimana perasaan Galih dan mengerti bahwa Galih mencoba tersenyum walaupun hatinya terasa sakit. Tiba-tiba Laika melepas rangkulan Mervin dan mendekati Galih, membuat mereka sedikit tersentak begitupula dengan Galih.


"Kak Galih gue-" ucapan Laika terpotong oleh Galih yang tiba-tiba seakan tau apa yang ingin Laika ucapkan.


"I'ts okey Lai, gue gak papa gue seneng kalau lo bahagia walaupun bukan sama gue, gue ngerti jadi lo gak usah khawatir gue yakin Mervin yang terbaik buat lo" tiba-tiba air mata Laika keluar begitu saja Laika tak bisa menahan tangisnya dan langsung memeluk Galih.


"Makasih kak karena lo udah ngertiin gue, gue bener-bener minta maaf" Galih tersenyum dan mengusap punggung Laika.


"Udah gue gak papa, lo jangan nangis gini kita kan masih bisa temenan gue gak bakalan musuhin lo kok" ucap Galih seraya terkekeh dan melepaskan pelukannya, setelah itu ia menghapus air mata Laika, dan Laika sedikit tersenyum.


"Nah gitu dong senyum gak usah dipikirin lagi, udah sana nanti Mervin cemburu lagi sama gue" ucap Galih yang masih terkekeh, kemudian Laika tersenyum dan kembali kepada Mervin yang menatapnya seraya tersenyum.


"Udah jangan sedih-sediham gituuu, nah berhubung gue baru jadian sama Laika besok gue teraktir kalian makan tapi makannya di rooftop, gimana?!" ucap Mervin membuat mereka berenam berseru senang.


"Alhamdullilah akhirnya makan gratis lagi" ucap Naren.


"Asikkk deh kayaknya besok bakalan makan besar-besaran nih!!" pekik Daniel membuat semuanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Naren dan Daniel.


Mervin menatap Laika sambil tersenyum begitu juga Laika yang melakukan hal sama.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


                      *Bersambung*


jangan lupa vote dan komennya ya..:))


__ADS_2