Es Balok

Es Balok
39. Dia Datang?!!


__ADS_3

Seminggu setelah Mervin berulang tahun mereka kembali bersekolah dan melakukan aktivitas seperti biasanya, Dengan senyuman yang menghiasi wajahnya, Laika berjalan melewati koridor sekolahnya menuju kelasnya, hari ini ia tidak bersama Mervin karena ia telat bangun gara-gara begadang nonton bareng mama dan papanya.


Laika langsung memasuki kelansya dan menaruh tasnya dibangkunya yang terletak di sebelah Zahra.


"Pagii gaisii!!"pekik Andira dan Calista yang baru saja datang membuat yang lainnya menutup telinganya.


"Pagi-pagi udah berisik aja lo pada"ucap Zahra yang berada dibelakangnya, ia langsung menaruh tasnya dan duduk disebelah Laika.


"Tumben gak bareng kak Mervin"ucap Zahra yang membuat Laika menyengir.


"Gue kesiangan *****" ucap Laika membuat Zahra menggelengkan kepalanya. "Kebiasaan.. " Laika terkekeh mendengar ucapan Zahra.


•••••••


Jam istirahat pun berbunyi membuat mereka berhamburan menuju kantin untuk mengisi perutnya, tetapi tidak dengan Laika yang ingin menuju rooftop karena Mervin yang menyuruhnya untuk kesana.


"Gue gak ke kantin ya kalian aja soalnya gue mau ketemu kak Mervin di rooftop" Mereka bertiga hanya menganggukkan kepalanya.


"Oke deh kalau gitu kita duluan ya Lai"ucap Andira, Laika hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya membuat mereka langsung meninggalkan kelas menuju kantin. Setelah ketiga sahabatnya telah pergi Laika melangkahkan kakinya menuju rooftop, tetapi ada yang mengganjal perasaannya saat melihat seseorang yang sedang memainkan ponselnya di koridor, Laika menajamkan pandangannya setelah itu ia mendelik ketika cewek itu mengalihkan padangannya dan melangkahkan kakinya pergi dari koridor.


Deg..


'itu bukannya Gladys ya mantannya kak Mervin? Dia ngapain disini?' jika itu bukan Gladys tidak mungkin karena Laika tau pasti bagaimana wajahnya apalagi saat Galih memberitahu fotonya.


Laika mempercepat langkahnya menuju rooftop ia ingin menghilangkan apa yang ia liat tadi diingatannya, mungkin saja tadi Laika salah lihat.


Sesampai di bawah tangga menuju rooftop Laika mendengar ada sekumpulan cewek yang berbicara mengenai cewek tadi si kayaknya.


'eh iya Gladys pindah kesini ya tadi gue liat dia, gue sapa lagi"


'Ha? Gladys mantan kak Mervin? Gila aja lo'


'Gue serius, dia itu temen smp gue makanya gue inget'


'Anjirr kalau kak Mervin atau Laika tau gimana ya responnya'


'Gila peperangan dunia ketiga terjadi kayaknya bakalan seru deh'


Laika sedikit mendelik ketika mendengar pembicaraan mereka, ia melanjutkan langkahnya menuju rooftop, setelah sampai diatas ia menatap Mervin yang tengah menikmati angin yang menerpa wajahnya membuat Laika perlahan mendekatinya dan duduk disebelahnya, Mervin yang menyadari ada seseorang yang duduk disebelahnya pun menoleh sambik tersenyum, entah kenapa pikiran Laika saat ini tertuju pada cewek tadi apakah benar tadi itu adalah Gladys mantan Mervin? Terus apakah Mervin tau bahwa mantannya telah kembali? Entahlah.


Laika tidak tahu respon apa yang akan dikatakan oleh Mervin ketika ia melihat Gladys ada didepan matanya.


Mervin mengerutkan keningnya menatap Laika yang sedang melamun.


"Kamu kenapa Lai? Kok melamun gitu, lagi ada masalah?"tanya Mervin membuat Laika tersentak dan membuyarkan lamunannya, ia tersenyum paksa.


"Haa.. Ee engga kok aku gak papa"ucap Laika membuat Mervin tersenyum dan menyenderkan kepala Laika dibahunya, Laika pun hanya menurut dengan pikirannya yang entah kemana.

__ADS_1


"Aku pengen berduaan sama kamu makanya aku suruh kamu kesini"ucap Mervin sambil melirik Laika yang tengah menatap kearah depan, sedangkan Laika hanya tersenyum kikuk saat mendengar perkataan Mervin, ia ingin bertanya bagaimana responnya kalau saja mantannya kembali kesini namun ia masih ragu takut Mervin marah padanya, entahlah Laika merasa sangat bimbang saat ini. Laika memutuskan untuk memberanikan diri untuk bertanya pada Mervin tak peduli bagaimana responnya.


"Hmm.. Aku boleh nanya sesuatu sama kamu gak?"tanya Laika membuat Mervin menganggukkan kepalanya, Laika berdehem sejenak dan menegakkan tubuhnya sembari menatap Mervin.


"Kalau semisalnya mantan kamu kembali lagi, kamu bakal ngapain?" tanya Laika dengan hati-hati, sedangkan Mervin menatapnya dengan menaikkan alisnya satu dan terkekeh, membuat Laika menatapnya bingung.


"Aku serius"ucapan Laika membuat Mervin berhenti untuk tertawa, ia menatap lekat Laika mebuat Laika merasa gugup sekarang.


"Mau dia balik lagi, mau dia gak balik juga aku gak peduli lagi, toh aku udah ngelupain dia yang sekarang ada dipikiran aku itu cuma kamu Lai percaya sama aku"ucap Mervin sambil menggenggam tangan Laika.


Lega. Laika merasa lega setelah mendengar ucapan Mervin yang sangat serius dan Laika percaya itu,  ia pun tersenyum dan kembali menyederkan kepalanya ke bahunya sambil menikmati hembusan angin.


Setelah lama mereka berdiaman akhirnya Laika menegakkan tubuhnya.


"Aku mau ketoilet bentar ya nanti aku balik lagi kok" Mervin menganggukkan kepalanya, sedangkan Laika ia langsung beranjak dan berlari menuju toilet karena ia sudah sangat kebelet.


Tiba-tiba ada seorang cewek yang menghampirinya dengan senyuman senangnya tetapi Mervin sama sekali tak sadar akan kedatangannya ia hanya tetap melihat ke arah depan menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya itu. Tangan cewek itu menyentuh bahu Mervin membuat Mervin merasa bahunya dipegang pun mengerutkan keningnya.


"Loh kok kamu cepet banget si ke toi-"ucapannya terpotong ketika melihat siapa yanh memegang bahunya, melihat senyuman gadis itu membuat Mervin mengubah mimik wajahnya menjadi dingin.


"Haii Mervinn, akhirnya kita ketemu lagi"ucap Gladys yang langsung duduk disebelah Mervin, karena merasa risih Mervin beranjak dari duduknya dan membuang muka tak ingin menatap wajah Gladys, sedangkan Gladys ikut beranjak.


"Lo ngapain disini?"tanya Mervin dengan suara dinginnya.


"Ya nyusul kamu lah, sebenarnya sih maunya waktu kamu ulang tahun tapi gara-gara gak kedapetan tiket yaudah jadinya bisa berangkat sekarang" Mervin memutarkan bola matanya malas mendengar ucapan Gladys seperti tidak merasa bersalah atas perlakuannya dulu terhadap Mervin.


"Mending lo balik lagi deh gue juga gak pengen kalau lo balik lagi"


"Alasan doang, intinya jangan panggil aku-kamu lagi karena kita udah gak ada hubungan apa-apa sekarang"ucapan Mervin membuat Gladys terkaget.


"Kamu kok ngomong gitu sih?! Jelas-jelas gak ada kata putus diantara kita Vin aku juga balik kesini karena pengen ketemu kamu lagi dan ngulang semuanya dari awal"ucapan Gladys membuat Mervin berdecih.


"Gak usah ngarep kalau gue bakal mau balikan lagi sama lo jugaan gue udah ada pengganti lo yang bisa ngertiin gue dan gak akan pernah ninggalin gue seperti apa yang lo lakuin di masa lalu, itu cuman bikin gue sakit hati Dys, jadi mulai sekarang lo gak usah deketin gue lagi karena sekarang gue bakal jaga satu hati yaitu pacar gue" ucapan Mervin benar-benar membuat Gladys mendelik tak percaya.


"Kamu kenapa tega Vin padahal disana aku selalu mikirin gimana caranya buat pindah ke indonesia sampai-sampai aku harus kabur dari Papa" Mervin tidak peduli ia tidak ingin sakit untuk kedua kalinya cukup dia saja yang membuat Mervin menjadi tersiksa.


"Seharusnya lo gak usah ngelakuin itu karena gue tau dari awal Papa lo emang gak setuju sama hubungan kita makanya lo diajak pergi gitu aja, ya kan?!!"ucap Mervin dengan suara yang agak meninggi.


Rasanya Gladys ingin menangis saat ini ia telah menyesal meninggalkan Mervin saat itu, jujur hatinya hanya untuk Mervin sampai saat ini.


"Vinn aku minta maaf aku bener-bener gak bermaksud untuk ninggalin kamu, aku cuman pengen balikan lagi sama kamu kayak dulu Vinn" Mervin menggelengkan kepalanya.


"Telat. Gue kasi tau lo sekali lagi ya, gue udah punya cewek jadi jangan pernah deketin gue lagi. Ngerti?"ucap Mervin yang ingin berjalan pergi tetapi Gladys menarik tangannya dan langsung memeluknya erat membuat Mervin awalnya terkejut dan ingin melepaskan pelukan tersebut.


"Ck.. Lepasinn!"ucap Mervin dengan suara yang meninggi, Gladys enggan melepaskan pelukannya malah ia mengeratkan pelukannya sambil memejamkan matanya.


"Biarin gini dulu aku masih kangen sama kamu" Mervin hanya bisa menghela nafas ia hanya diam membiarkan Gladys memeluknya sebentar.

__ADS_1


Namun tak disangka Laika yang baru saja datang dari toilet menatapnya tak percaya, mata Laika memanas melihat adegan yang berada didepannya Gladys tengah memeluk Mervin dengan erat.


Laika benar-benar kecewa mengapa Mervin harus bilang bahwa ia tidak peduli jika Gladys benar-benar kembali? Kenapa ia tidak jujur saja bahwa Mervin sangat merindukannya


"Kenapa gak ngomong aja sih kalau kangen, kenapa harus bohong?"lirih Laika yang menghapus air matanya yang terjatuh dan langsung berlari, sedangkan Galih yang ingin menemui Laika karena ada hal penting pun tidak jadi ia malah mengejar Laika yang terus berlari sampai pada akhirnya ia berhenti di taman sekolah dan langsung duduk di kursi yang berada di taman tersebut.


Saat Laika tahu bahwa Galih mengikutinya dan duduk di sebelahnya Laika mengubah posisinya menjadi membelakangi Galih, ia tak bisa menahan tangisnya air mata nya selalu saja mengalir membuat Laika terus menghapusnya, sedangkan Galih yang melihat bahu Laika bergetar pun menyentuh bahunya pelan.


"Lai.. Lo kenapa?"tanya Galih pelan yang membuat getaran bahunya Laika berhenti sejenak, ia tak menggubris ucapan Galih melainkan tetap diam menatap kosong ke arah depan, namun beberapa menit kemudian Laika langsung memeluk Galih sambil menangis membuat Galih yang awalnya tersentak pun membalas pelukannya dan mengusap-usap punggunya.


"Lo boleh nangis Lai sampai lo tenang, gue bakal temenin lo kok jadi lo tenang aja, kalau misal lo udah ngerasa tenang lo bisa cerita sama gue apa yang terjadi"ucap Galih sambil tersenyum. Laika tak peduli walau ia harus malu karena telah menangis pada Galih yang tepenting ia ingin tenang sekarang.


Setelah rasanya tenang Laika melepas pelukannya dan menghapus sisa air matanya.


"Kak Galih tau kan kalau Gladys pindah kesini lagi?" Galih hanya terdiam tidak membalas perkataan Laika.


"Jawab aja kak gue udah tau semuanya, Gladys kembali karena ingin mengulang semuanya kak" Galih hanya tersenyum miris dan menganggukkan kepalanya.


"Iya gue tau, tapi lo tenang aja Lai Mervin gak akan berpaling dari lo kok gue yakin dia gak bakal mau balik lagi sama dia"


"Itu ucapan dia dulu kak gak tau sekarang karena nyatanya Gladys udah kembali lagi, tadi aja mereka pelukan padahal waktu gue tanya kak Mervin gimana responnya saat tau Gladys kembali dia bilang dia gak peduli tapi kenapa peluk-pelukkan kayak gitu"


".... Bukannya gue egois atau gimana ya kak, gue juga punya perasaan jadi kalau semisalnya dia emang kangen ya bilang aja kangen gak usah pake bilang gak peduli tapi ujung-ujungnya dipeluk aja mau, kalau jujur aku bisa nerima kak ya walaupun ada rasa sakit sedikit, tapi seenggaknya jujur"ucap Laika yang benar-benar kecewa dengan Mervin.


"Udah lo gak usah sedih lagi gue ngerti gimana lo saat ini, jadi lo tenang aja gue janji bakal selalu ada buat lo gue janji bakal buat Mervin tetap bertahan untuk lo gue janji Lai, jadi sekarang kalau ada apa-apa lo bisa cerita sama gue, gue siap kok jadi pendengar lo selama 24 jam"ucap Galih yang diakhiri dengan senyuman, sedangkan Laika yang mendengar perkataan Galih pun hanya bisa tersenyum haru, ia tak menyangka bahwa Galih akan sebaik ini padanya, padahal saat itu Laika sudah menyakiti perasaannya karena menolak perasaannya.


Laika kembali memeluk Galih sambil memejamkan matanya mencari ketenangan di dada Galih, Galih pun kembali membalas pelukannya sembari tersenyum hangat.


"Thanks kak, gue gak tau lagi harus balas kebaikan lo kayak gimana"


Galih terkekeh.


"Udah santai aja gue ikhlas kok bisa bantu lo, selagi gue bisa kenapa nggak?"ucap Galih yang membuat Laika sedikit terkekeh.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung...


jangan lupa vote dan komennyaaa yaa.


__ADS_2