ETERNAL

ETERNAL
Chapter 10


__ADS_3

Chapter 10


.


.


.


.


Indahnya pagi di hari Minggu.


Di kediaman Namikaze, Kushina sedang menjemur pakaian di halaman belakang rumahnya. Suasana yang sunyi sejak Naruko berada di rumah besar Uchiha.


"Aah, bagaimana keadaan anak itu sekarang ya?" keluh Kushina sembari memandang langit.


Mau bagaimana lagi, seberapa besar keinginan keluar Namikaze agar sang putri mandiri, rasa rindu tidak bisa Kushina tahan kerinduannya terhadap putrinya satu-satunya.


"Ibu, aku pulang!"


( ! )


Yap, yang dirindukan sang ibu adalah kehangatan ini. Naruko melambai riang di ruangan utama dekat halaman rumah.


Tap.


Tap.


Tap.


Tap.


Langkah kecil yang cepat, seketika memeluk tubuh Naruko, yang hanya diam membalas pelukan hangat ibunya. Kushina merasa senang karena yang ia pikirkan kini sedang ada dihadapannya.


"Ibu?"


"Ibu, sangat merindukanmu. Naru, apa kau hanya sendiri kesini?" tanya Kushina tanpa melepaskan pelukannya, enggan untuk melepaskan yang pasti.


"Aku juga rindu ibu... Aku bersama dia itu," kata Naruko. Kushina melihat kearah pintu keluar ruangan utama. Sasuke hanya mengangguk menunjukkan rasa sopan.


"Aduh, sampai lupa. Aku selesaikan dulu jemurannya. Naru, kau ajak Sasuke ke ruangan utama depan. Nanti ibu buatkan minuman dan camilan.


"Hehehe... Siap bos, ayo Sasuke, ikuti aku!"


"Hn."


Respon Naruko cemberut karena sebuah kata, 'hn' khas Sasuke.


Kushina hanya terkekeh geli melihat respon Naruko, yang kesal. Kushina merasa tidak ikhlas bahwa kenyataannya putrinya sekarang sudah dewasa.

__ADS_1


Kediaman Namikaze lebih sederhana dibanding Uchiha. Namun suasana rumah itu sangatlah nyaman nan hangat. Naruko tanpa basa-basi langsung ambruk di sofa. Ia merasa bebas dengan kelakuannya sekarang.


"Hn?"


"Kau, hn terus Sasuke! Di jalan sampai rumah terus saja begitu!"


Sasuke duduk setelah dipersilahkan. Naruko dengan seenak jidatnya, mengangkat kaki- kaki kanan bertumpu di paha.


"Nyamannya... Aku jadi bebas tanpa rasa sungkan!


Plak!


Tamparan mendarat di kaki Naruko. Kushina benar-benar malu dengan kelakuan putrinya, apalagi didekatnya ada Sasuke, yang sedang duduk bersama.


"Kebiasaan angkat kaki, kau pikirkan sifat jelekmu itu! Dan harus cepat diubah Naru!"


"Iya, aduh sakit sampai merah gini! Ibu seenaknya main nampar kakiku!"


"Itu hukuman untuk gadis ugal-ugalan!"


"Eh, ugal-ugalan!?"


Sasuke tidak habis pikir dilihat darimanapun ibu dan anak ini sama-sama tidak memiliki namanya sopan santun?


Berdebat panjang sampai akhirnya Kushina dan Naruko kelelahan sendiri, mereka menarik nafas dan menghembuskan nafas perlahan.


Sasuke sudah seperti patung yang jadi saksi bisu perdebatan berisik tanpa jeda itu. Kushina mengetuk kepalanya sendiri atas kebodohannya. Lupa dengan apa yang ia bilang saat di ruangan utama belakang rumahnya.


Takh!


"Kau ini dasar nakal sekali!"


"Huwaa, ibu kenapa jahat padaku! Aku baru pulang kena omel terus!"


Sasuke menyeruput teh hijau, dengan ekspresi wajahnya yang tenang. Kushina meliriknya sekilas, Kushina benar-benar suka dengan sifat tenang Sasuke sangat dewasa jika dibandingkan dengan suaminya sendiri? Astaga jika boleh dibandingkan sangatlah jauh! Minato tipe laki-laki manja ketika diabaikan sedikit saja.


"Ehem! Sasuke, apa Naru, selalu merepotkan mu?"


"Iya."


Kushina menatap tajam ke Naruko yang langsung tercengang karena ucapan Sasuke, seperti sengaja namun tertutupi oleh ketenangannya. Naruko membatin kesal dan akan membalasnya lebih parah.


"Ibu sayang, aku punya cerita loh, masa Sasuke main peluk semalem." Sasuke langsung membatu, dengan ceplas-ceplos nya Naruko.


"Ara, berarti ada perkembangan!"


"Eh?!" Naruko bingung dengan respon ibunya?


Nah, Sasuke berapa kali kalian kencan?"

__ADS_1


"Kencan?" gumam Sasuke dan Naruko.


"Kenapa kalian malah balik nanya?" Respon Kushina dan ia baru sadar mungkin mereka masih terlalu muda untuk mengerti arti kencan? Tapi, aneh sekali buktinya, Minato saat umur 10 tahun sudah berani mengajak Kushina kencan.


Sasuke tidak menyangka kalau ibunya Naruko, akan bertanya hal seperti itu. Naruko pernah dengar kata kencan itu, tapi ia tidak tahu seperti apa kencan itu?


"Kencan itu sangat menyenangkan, dan sangat romantis," lanjut kata Kushina.


"Romantis?"


'Ara-ara, Naru yang polos pasti tidak mengerti dan belum pernah bukan?"


Batin Kushina melanjutkan, 'putrinya kan belum pernah punya pacar?'


"Kalau tahu belum pernah kenapa tadi ibu nanya?"


"Uups, iya juga ibu tadi lupa!"


Kushina menceritakan segalanya tentang kisah cintanya mengenai kencan pertama ketika ia dan suaminya masih umur 10 tahun.


Ketika itu Minato dan Kushina Selesai dari misinya. Minato tanpa pikir panjang langsung mengajak Kushina kencan.


Kushina yang awalnya tidak mengerti, dia hanya senang dan menyanggupi permintaan Minato. Kencan mereka sangatlah penuh kenangan indah apalagi saat jalan-jalan di taman bunga terbesar dekat hutan.


Banyak bunga matahari pada saat itu dan disitulah Minato, berjanji akan menikahinya kelak. Kushina malu-malu menceritakan tentang kisah cintanya. Naruko yang belum pernah diceritakan merasa tertarik dengan yang namanya kencan di tempat spesial itu.


(Note : tertarik tanpa embel-embel, kalau kejadian kisah cinta orangtuanya itu romantis malah tertarik dengan bunga matahari harinya. Astaga tepuk jidat lah plak dessh...)


"Nah, gimana menurut mu, Naru sayang?"


"Bu, bunga matahari nya apakah banyak?"


"Ara?" Kushina malah bingung.


Sasuke menghusap wajah sendiri karena si Naruko, kelewatan polos atau bodohnya. Naruko bertanya-tanya apakah bunga matahari ditempat itu masih ada? Dia pun bertanya dengan penuh antusias. Kushina merasa senang dengan menjelaskan bahwa tempat itu masih sama.


"Sasuke, lain kali kita kesana ya!" Naruko bertanya dengan Sasuke yang hanya menjawab lewat senyuman.


"Nah, kalian harus coba kencan, jalan-jalan sesekali, loh," ucap Kushina meniru kebiasaan putrinya dengan logat 'loh-nya.'


Hari menjelang sore. Sasuke dan Naruko pamit untuk pulang, dengan berat hati Kushina mengikhlaskan mereka pulang. Selama perjalanan pulang Naruko terus membayangkan seperti apa tempat itu? Seindah apa? Pikirnya. Dan kencan apakah harus janji seperti itu?


Sasuke melirik wajah Naruko, yang sedang menunjukkan bahwa ia sedang memikirkan sesuatu yang serius. Sasuke juga memikirkan hal sama, tapi jujur ia belum pernah kencan sebelumnya.


.


.


.

__ADS_1


.


Next Chapter 11


__ADS_2