ETERNAL

ETERNAL
Chapter 20


__ADS_3

Chapter 20


.


.


.


.


"Kau milikku Naru," kata Sasuke.


"Milikmu? Kau kan tidak mencintaiku!"


Naruko terus berusaha agar pelukan Sasuke terlepas. Sekuat tenaga ia meronta hingga terlepas. Kata-kata 'kau milikku?' terdengar sangat tidak masuk akal bagi Naruko.


Begitulah cara Sasuke untuk mengutarakan isi hatinya? Terdengar sangat membingungkan bukan? Tanpa kata cinta dan malah berkata seperti itu? Naruko merasa kecewa dan sakit hati. Ia bukan barang ia manusia yang bisa menilai juga mana yang terbaik untuknya.


Melamun karena teringat Sai yang menilai dirinya mencintai dari sifat. Dan secara halus juga menerima keputusan Naruko, yang lebih memilih Sasuke.


Naruko merasakan apa yang Sai rasakan sekarang. Kecewa ketika harapannya tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan. Dalam hatinya Naruko meminta maaf kepada Sai, atas ucapannya karena ia baru tahu rasa kecewanya hati.


"Sasuke, aku mencintaimu dan ini untuk terakhir kali kukatakan padamu!"


"....."


Sasuke lebih mementingkan perasaannya sendiri. Dianggap cintanya yang lebih besar dibandingkan dengan Naruko? Sasuke berbeda dari Naruko yang mencintai Sasuke, sepenuhnya. Sementara Sasuke mencintai Naruko dengan tindakannya? Tindakan Sasuke lebih mengarah ke fisik bukan kata-kata manis, bisa dibandingkan dengan cara Sai yang mencintai Naruko dan mengutarakannya dengan kata-kata.


"Ak-aku tidak akan menemuimu lagi! Ini sumpah ku! Dengar dan ingat ini Sasuke!"


Amarah bercampur bulir air mata menunjukkan betapa sakit hatinya Naruko, harus mengatakan kalimat yang tak ingin ia ucapkan.


Naruko berbalik ingin pergi namun tangan kirinya diraih agar tetap diam ditempat. Sasuke mengeraskan genggaman tangannya.


"Aku tadi bilang kau tidak boleh pulang."


"Kau tidak punya hak melarangku!" bentak Naruko, tatapan tajam ia tujukan ke Sasuke walaupun Naruko, tak sadar jika air matanya membasahi pipinya.


Mengayunkan tangan dengan kasar agar genggam Sasuke terlepas. Sasuke kelihatan tidak suka dengan tingkah Naruko melawannya sampai seperti itu.


"Kelakuanmu buruk sekali."


"Cih! Sasuke jelek! Mirip monyet!!"


"Hn, monyet?"

__ADS_1


"Tech," respon Naruko sembari sendekap dada.


Berat sekali kakinya untuk melangkah pergi. Diam dan memalingkan wajahnya kearah lain tak mau menatap mata yang kelam milik Sasuke.


Sasuke membelai rambut pirang panjang Naruko. Dan di tepis seketika itu juga, berulang beberapa kali dengan hasil yang sama pula.


"Kalau tau begini mending kuterima saja lamaran, Sai ...," gumam Naruko masih memalingkan wajahnya.


"Hn?"


Sasuke tidak senang dengan gumam itu walaupun hanya sekedar kata-kata, asal-asalan,  Naruko saja.


Amarahnya Naruko berangsur menghilang, ia masih sedih atas pengakuan Sasuke jika ia tak mencintainya.


Meskipun berat inilah kenyataanya. Naruko berbalik untuk melangkah pergi. Sasuke langsung memeluknya agar tak kemanapun. Naruko tak mengerti kenapa Sasuke seperti ini? Dia tak mencintainya kenapa harus mencegahnya untuk pergi?


"Temani aku hari ini Naru," bisik Sasuke.


"Malas! Aku malas menemani mu apalagi bicara lebih lama!"


"Hn, aku tidak mengajakmu untuk bicara."


"?"


Sasuke mengandeng Naruko menuju tempat tidurnya. Naruko tidak mengerti dengan sikap rumit Sasuke. Duduk berdampingan ditemani hening, Naruko lelah untuk bicara dan membahas hal yang sudah jelas.


"Aku sangat mencintaimu, Sayang," kata Sasuke. Naruko membulatkan matanya karena tidak percaya dengan yang baru saja ia dengar.


Naruko seketika itu juga ia luluh dan memeluk Sasuke penuh sayang. Tidak peduli kata-kata itu hanya kebohongan semata. Naruko senang mendengarnya. Mencintaimu diakhiri dengan kata sayang.


Sasuke membelai rambut pirang panjang Naruko. Senyum tipis Sasuke tujukan kepada yang ia sayang. Bodoh rasanya jika ia terus dengan perasaannya sendiri. Sasuke tidak ingin terus membuat Naruko sedih. Biarkanlah harga dirinya yang ia pertahanan leyap.


"Kata-kata bohongmu itu sangat menenangkan ku, Sasuke."


"Hn, aku serius."


Naruko tersenyum dan menyamakan pelukannya. Dia senang jika kata Sasuke itu benar adanya. Sasuke menghentikan pelukan mereka. Mengecup, bibir dengan gemas. Naruko meremas pundak Sasuke karena tindakan Sasuke, terlalu tiba-tiba dan agresif.


Naruko tidak punya alasan untuk tak membalas ciuman bibirnya. Tanpa sadar terbaring di tempat tidur karena ciuman yang memabukkan dan hanyut dalam perlakuan Sasuke yang terus menerus ia luncurkan.


Saling menatap berhenti berciuman, yang tadinya menghanyutkan begitu dalam. Sasuke hanya tersenyum melihat wanitanya benar-benar terlihat sangat kacau karena mengatur nafas begitu terburu-buru.


"Hah..hahh... Huuhh..."


Belum selesai Naruko mengatur nafasnya. Dia harus menerima lebih lama lagi dan terpaksa penolakan yang ia berikan. Bukannya ia menolak karena tak suka tapi ia perlu bernafas juga kan?

__ADS_1


Naruko hanya bisa hanyut dan pasrah dengan semua perlakuan Sasuke. Bra dan celana dalam yang masih melekat di tubuhnya. Naruko tidak tahu lagi mau ditaruh dimana wajahnya karena malu.


"Sas-Sasuke sudah aku malu!"


"Ssth.."


"Ah, kau pemaksaan sekali!"


Naruko menutup wajahnya sendiri dengan bantal. Dia tidak pernah membayangkan hal seperti ini ditambah lagi Sasuke sama denganya mereka berdua tanpa sehelai benang pun.


Rasanya ia ingin kabur dari kamar ini, tapi apa ia bisa kabur begitu saja? Menggigit kuat bantal yang ada disebelahnya dan meremas sprai tempat tidur.


Naruko kesal dengan kebohongan Sasuke, bahwa tidak akan terasa sakit namun yang ia rasakan amat sakit sampai-sampai bingung mencari cara agar bisa menahannya.


Sasuke menghusap sisa air matanya Naruko, ketika menahan rasa sakitnya. Terdengar manis kata bercinta, Naruko yang tanpa tahu maksud arti itu ia pun tanpa pikir panjang menyetujuinya.


"Sasuke," kata Naruko cemberut dan merona.


"Mmmh.."


Naruko membelai surai hitam Sasuke. Helaan nafas karena mencoba memaklumi sifat Sasuke yang baru Naruko tahu.


"Sasuke, kau bukan bayi. Aku lelah!"


"Hn," balas Sasuke seketika menatap datar. Dan Naruko menahan tawanya, ia paham pasti bayi besar ini marah karena dilarang.


"Naru," ucap Sasuke.


"Apa Sasuke?"


"Tambah."


"Hah! Kau mau membunuhku ya! Masih sakit dasar, Sasuke bodoh! Kau pikir aku ini ramen, apa minta tambah!"


Sasuke hanya tersenyum dengan amukan Naruko, yang tidak jelas ia menceramahi Sasuke karena dusta nya karena janjinya semua palsu. Semua yang di katakan awal tidak sakit malah sebaliknya?


Sasuke yang tidak mau mendengar lagi omelan panjang Naruko. Dengan polosnya Sasuke membenamkan wajahnya di dada Naruko.


Naruko membalasnya dengan membelai. Dia berpikir bagaimana nanti jika orangtuanya tahu? Apa dia akan dimarahi ataukah ayah dan ibunya malah senang. Naruko tidak ambil pusing ia pikirkan itu nanti saja.


"Kau benar-benar manja sekali," gumam batin Naruko.


Next Chapter 21


Note : Biarpun rumit paling gak mereka dah mendingan biarpun dengan cara anu-anuan (\=.\=)

__ADS_1


(\=.\=) Author yang nulis, tapi gak bisa buat kesan romantis. Sampe pas bercinta pun malah debat (\=.\=) Namanya aja SasuNaru mau digimanain aja tetep aja gitu :v


( ! ) Author sadar kyknya Naruko tanda-tanda mau dewasa (sifat) okeh makasih udah baca dan sorry kalau berlemon :v tapi udah banyak sensor! Tenang aja!


__ADS_2