ETERNAL

ETERNAL
Chapter 18


__ADS_3

Chapter 18


.


.


.


.


Naruko kembali riang, ia mengingat kejadian kemarin malam. Betapa hangatnya pelukan itu! Kushina senang melihat putri kesayangannya kembali ceria dengan tingkah laku yang susah untuk dijelaskan jika dikatakan sopan ya sangat jauh, jika dibilang rajin pun tidak. Sarapan saja lahap dan jauh dari cara sarapan yang baik dan benar.


"Bu, aemmm~. Enak sekalikuareeenyuaaa~." Naruko melahap rakus kare, dan bicara sambil makan.


"TELAN DULU BARU KAU BICARA! KAU SUDAH DEWASA NARU! DAN LAGI KAU INI PEREMPUAN BUKAN PREMAN YANG KURANG MAKAN!"


"Bu, tambah lagi!"


"Iya, astaga untunglah kau ini tidak pernah gemuk walaupun makannya banyak sayang," ujar Kushina.


"Memangnya kalau aku gemuk kenapa, Bu?" tanya Naruko sambil menjilat ujung sendok.


"Haaah, yang pasti semua laki-laki akan mengataimu si ngebrot,"


Naruko mode berpikir ya tak masalah kalau ada laki-laki yang memanggil nya seperti itu asalakan bukan Sasuke.


"Dan bisa saja Sasuke, bilang begitu juga kalau melihatmu berubah jadi gendut!" tambahan Kushina menakutinya.


"APA! MANA MUNGKIN SASUKE AKAN BILANG, DIA KAN CUMA BISA BILANG HN, HN, MELULU!"


"Oh, apa iya, Sayang? Kamu yakin sekali. Semua pria suka wanita yang langsing. Ibu saja sering diet agar ayahmu betah di rumah."


"Uh, diet pasti bakal kelaparan!"


Yah namanya saja Naruko ia tidak ambil pusing dengan ucapannya ibunya. Diet? Apa itu penting baginya?


Pukul 10.12 siang di jalan utama desa Konoha...


Naruko berjalan-jalan dengan riang. Semburat rona merah di pipinya itu menunjukkan ia sedang memikirkan kejadian semalam berulang-ulang kali.

__ADS_1


( ! )


Dari kejauhan terlihat sosok kakak Sasuke, sedang bersama seorang wanita yang cantik, surai berwarna cokelat yang indah dan dipunggungnya tepat di baju dress biru tua wanita itu memperlihatkan simbol klan Uchiha?


"Wanita itu siapa ya?" gumam penuh tanda tanya yang besar ada dalam kepala Naruko. Dia tidak mengenal siapa pun kecuali yang pernah menjadi anggota timnya ketika dalam misi, juga kenalannya ketika masih di akademi.


Senyuman iseng Naruko muncul bersama rasa penasarannya. Oh astaga rencana untuk menemui Sasuke malah dilupakan? Kebiasaan yang mengecewakan sekali!


Mengendap-endap mengikuti Itachi dan si wanita misterius yang cantik. Tidak biasanya Itachi bersama wanita? Pikir Naruko yang sok tahu tentang Itachi.


"Uh, pegangan tangan?!"


Bergandengan tangan menyusuri taman. Itachi menyadari kehadiran Naruko yang berkali-kali sembunyi di balik pohon jika wanita itu berpaling kebelakang merasa ada seseorang yang memperhatikan mereka berdua.


Naruko heran kenapa mereka mengarah ketempat yang sepi? Ikuti saja agar lebih tahu apa yang terjadi selanjutnya dan siapa tahu ada hal-hal yang mengejutkan nantinya.


Naruko membayangkan pasti nanti akan lebih seru jika ia mengikuti lebih jauh lagi. Wanita misterius itu berdiri menghadap ke Itachi yang sedang memojokannya di pohon besar.


"Perasaan ku jadi aneh?" gumam Naruko dengan bingung ia melihat dan menyimpulkannya.


Naruko tidak pernah melihat kejadian yang membuat panas dingin tubuhnya. Alangkah mengejutkan tidak disangka malah adegan ciuman yang romantis dan saling membalas dengan mesra.


Pikirannya untung saja Sasuke, tidak melakukan itu padanya. Bisa kelagepan kehabisan nafas ia nanti! Naruko menganga lebar dan lebih tak percaya lagi. Astaga Itachi bertindak terlalu intim walaupun ia tahu jika Naruko mengintipnya.


Naruko sudah tidak tahan lagi ia memilih kabur saja jika dilanjutkan bisa saja ia pingsan ditempat karena pipi dan tubuhnya mulai memanas. Ketika berbalik ia terkejut, dan didekap seketika itu juga.


Sejak kapan Sasuke ikut mengintip juga. Naruko tidak sadar kalau sejak tadi ia diikuti Sasuke, yang akhirnya hanya diam dibelakang Naruko ketika Naruko mengintip dari balik pohon.


Tidak disangka ia harus melihat hal cabul? Dia hanya tahu orang cabul selalu berfantasi liar? Tanpa tahu seperti apa itu sesungguhnya. Sasuke menyandarkan Naruko di pohon, tangan masih mendekap mulut Naruko agar ia tidak jadi berisik.


"Ssst... Diam."


Naruko meremas kuat kedua bahu Sasuke. Naruko ingin agar ia dan Sasuke harus pergi dari tempat ini karena pasti bisa gawat kalau urusan peribadi Itachi yang harusnya tidak boleh diketahui, Naruko malah ketahui.


Dekapan pun Sasuke lepas. Naruko yang hendak beranjak dan mengajak Sasuke pergi, Naruko malah ditahan agar diam ditempat.


"Sasuke kita harus per-." kata-kata Naruko terputus, ia terbungkam dengan kecupan di bibirnya. Belum berhenti disitu, Sasuke mencoba *******, menikmati bibir Naruko?


Naruko benar-benar tidak suka cara yang seperti ini dan ia tidak nyaman dengan perlakuan Sasuke, namun semakin ia menolak Sasuke semakin memaksanya agar menerima ciumannya.

__ADS_1


Naruko yang hendak menginjak dan menghantam perut Sasuke, dengan lutut hanya bisa ia pikirkan tak bisa melakukanya. Luluh dan tak mungkin ia melakukan itu? Ya ampun sejak kapan si Naru ragu melakukan itu ke Sasuke?


Lumatan di bibir terhenti, Naruko menarik nafas- mengatur arus nafas yang tak stabil. Sasuke mengecup lama sisi kiri leher Naruko. Naruko yang merasa perlakuan Sasuke itu sangat membuatnya geli, ia pun meremas surai hitam Sasuke.


"Ah, itu ge-geli~." Naruko memejamkan mata erat.


Sasuke menghentikan tindakannya. Naruko memalingkan wajah dengan kesal, ia belum siap dengan serangan tiba-tiba itu.


"Jangan lakukan lagi. Ayo kita pergi."


"...."


Suasana menjadi cangguh, Naruko tetap memalingkan wajahnya tak melihat Sasuke. Selain itu juga ia tak ingin dilihat ketika merasa malu. Itachi sudah pergi dari tempat itu sejak tadi.


"Naru." Naruko menatap Sasuke ketika dipanggil.


Membulatkan mata dan pasrah karena yang Naruko larang tadi seakan tak dianggap Sasuke. Lumatan yang agresif di bibir, Naruko yang tak tahu harus membalas seperti apa? Dia hanya pasrah sesekali meniru cara Sasuke sebagai balasan.


Dua menit kemudian...


Naruko merasa senang sekaligus bingung karena ia dengan mudahnya pasrah seperti ini? Dia sampai tak protes jika Sasuke menyusuri tubuhnya dengan tangan.


"Sudaah! Cukup!" teriak Naruko sambil mendorong.


Naruko berlari pergi ia merasa bodoh sampai pasrah seperti itu? Hampir saja Sasuke menarik turun resleting jaket Naruko. Seketika itu juga ia sadar dan takut untuk diam tanpa memberontak.


Sasuke merasa bersalah, sekaligus senang karena dengan itu ia harap Naruko akan tahu dengan perasaannya.


.


.


.


.


Next Chapter 19


Note : Astaga kok jadi gini aduh sorry ya semuanya!

__ADS_1


(>.<) Malah jadi pencabulan ke Naruko aduh si polos ternoda!


__ADS_2