
Chapter 44
.
.
.
.
Sekujur badan terasa pegal dan malas untuk bangun pagi hari. Naruko tak habis pikir dengan kelakuan Sasuke yang tak pernah berubah suka memaksa maunya harus dituruti dan mesum. "Lelahnya..."
Naruko menoleh kearah kiri. Sasuke memberikan senyum yang hangga karena sudah memandang wajah sang istri yang sejak tadi tidur pulas.
"Naru, ronde ke 5."
"Tak ada yang ke 5, aku baru bangun! Dasar suami cabul pagi-pagi sudah mesum!" Naruko menarik selimut, menyelimuti seluruh tubuhnya. "Sasuke, hari ini kita pulang. Kita sudah seminggu di rumah Ibu."
Sasuke menarik selimut dan membuang selimut ke lantai. Naruko cemberut karena kebiasaan seperti itu selalu terulang, Sasuke yang selalu tak ingin di tolak setiap menginginkan sesuatu benar-benar mengesalkan. "Sasuke, dasar suka KDRT, kau harus cepat tobat malu sama umur!" Sasuke hanya tersenyum dan mendekatkan jarak wajahnya.
"Aku tak akan tobat Naru, aku akan selalu melakukan itu padamu Sayang, sampai kita tua."
"Apa! Sampai tua! Sasuke, kau parah sekali!"
Sasuke terus memaksa sampai Naruko harus menurut dan melakukan kegiatan pagi hari pribadi mereka berdua. Hampir 2 jam mereka melakukannya, Kushina yang berniat membangunkan mereka berdua, Kushina mengurungkan niatnya karena tahu apa yang sedang Sasuke dan Naruko lakukan.
Naruko memalingkan wajahnya sembari berekspresi masam. Sasuke hanya tersenyum jahil dan berkata, "lagi?" Naruko mendelik, ia marah kenapa Sasuke mengatakan lagi padahal Naruko tak ingin melakukan hal itu lagi.
"Aku tidak mau lagi, aku lelah...Sasuke mesum mana pernah lelah kalau melakukan ini."
"Hn," sahut Sasuke dan mengecup pipi kanan Naruko. Naruko hanya merona malu dan mengutuk diri sendiri karena punya suami yang pintar meluluhkan hati.
"Naru, kau cantik sekali."
"Jangan bohong, kau sudah membuatku berantakan di pagi hari mana ada cantiknya? Di lihat dari mananya kalau aku cantik?" protes Naruko.
"Semuanya darimu terlihat cantik." Naruko mengembungkan kedua pipinya sendirian karena suaminya pintar sekali membuat alasan, dan mana ada yang menganggap seorang wanita terlihat cantik kalau rambutnya saja sampai tak tertata rapi dan leher sampai ada banyak bekas merahnya.
"Dasar...pembohong!" Naruko lekas beranjak dari tempat tidur, setiap Sasuke menarik Naruko agar kembali ke tempat tidur, Sasuke mendapat tatapan datar dari Naruko. "Sasuke mesum, aku mau mandi, masak dan bersih-bersih."
"Hn, kita kan di rumah Ibu."
"Dasar...aku mau mandi dulu."
__ADS_1
Naruko melihat pantulan dirinya sendiri di cermin yang ada di kamar mandi, bekas merah di leher yang memalukan jadi objek utama yang ia lihat.
"Dasar egois..." Senyum terlukis di wajah diikuti rona merah di kedua pipinya, pikirannya memang tak terima namun perasaan begitu senang karena yang ia cinta tak berubah sedikitpun.
"Entah aku harus bersyukur atau marah."
Membangunkan setiap tertidur pulas, memaksa semua yang diinginkan untuk dituruti, Naruko malu sendiri setiap sering di serang secara mendadak.
"Haaa...kenapa dia tak pernah mau main pelan, Sasuke suami bejat."
Di kediaman Uchiha tempat tinggal Sasuke dan Naruko. Menma sibuk menyiapkan sarapan untuk kedua adiknya yang nakal karena saling mengejek dan marah-marah tidak jelas.
"Kak, aku mau pisang."
"Pisangnya habis."
"Kak, ada novel baru lagi, belikan dong," kata Nasuke sembari menarik lengan kanan Menma. "Haaahh..." Sudah seminggu Menma mengurus rumah sendirian dari memasak, mencuci pakaian dan bersih-bersih rumah. Sudah seperti anak gadis yang teramat rajin dan cocok jadi calon istri.
"Benar-benar kelewatan punya orangtua lupa anak, haah," kata Menma sambil menjemur baju. Jadi anak yang baik dan rajin sangat melelahkan apalagi harus mengerjakan semuanya walaupun tak mengeluh namun Menma merasa sangat lelah.
"Bu, cepatlah pulang..."
Menma duduk di dekat halaman rumahnya sembari melihat pakaian yang sudah selesai ia jemur. Sepoi-sepoi angin begitu menyejukkan dan menghilangkan perasaannya yang sedang bosan.
"Menma Sayang!"
"Dia Menma ku jangan kau panggil Sayang!"
"Matilah aku..." Menma melihat 2 orang gadis remaja sedang saling berdebat dari pintu pagar rumah. "Kenapa tak ada ketenangan seditipun ya, paling tidak ada tante bohay yang datang..." Menma menuju pintu pagar rumah sembari menatap tajam dengan aura hitam seperti pembunuh berdarah dingin.
"Sayang, buka pintu pagarnya, aku rindu padamu!" kata Shion.
"Dasar *****."
"Woi, lacur jaga mulut mu!"
"Berani sekali kau bilang aku lacur!" balas Sara emosi.
Shion dan Sara berdebat saling menghina dengan kata-kata kasar tak ada sopan santun. Menma hanya diam dari balik pagar sembari menatap datar.
Mereka berdua selalu bersaing untuk mendapatkan cinta Menma yang selalu menghindar dan menolak secara langsung tanpa berpikir terlebih dahulu. Segala cara sudah mereka lakukan sampai melepas semua pakaian dengan hasil yang sama selalu di tolak dengan kejam.
"Menma Sayang, biarkan aku masuk ya!"
__ADS_1
"Shion, jangan seenaknya bilang sayang padaku."
"Tapi kan kita saling mencintai!"
"Sejak kapan kita saling cinta?"
"..."
Menma memutuskan untuk masuk ke dalam rumah meninggalkan Shion dan Sara di luar pintu pagar. "Shion, kita menyerah saja ya."
"Aku akan tetap mengejarnya!"
"Aku menyerah saja kalau begitu."
"Kenapa? Sara kau juga mencintai Menma kan?"
"Iya tapi aku lama-kelamaan malu karena selalu di tolak. Apa kau tidak malu?"
"... Sedikit..."
Sara memutuskan untuk pulang dan tak ingin melakukan hal yang bodoh lagi untuk mengejar cinta yang tak pasti. Shion masih tetap yakin dengan apa yang ia yakini. Menma melihat Shion dari balik kaca jendela kaca kamar lantai 2. Menma menghela nafas dan berkata,
"kenapa kau tidak ikut menyerah saja, Shion."
Naruko dan Sasuke saling mengobrol sambil menuju arah pulang ke rumah. Mereka berdua melihat Shion sedang berdiri di depan pintu pagar rumah sambil berekspresi sedih. Mereka berdua sudah tahu bagaimana perasaan Shion terhadap Menma namun Menma tak menyukai Shion.
"Shion."
"Bibi?" kata Shion ketika menoleh.
Sasuke hanya diam berekspresi datar, ketika Naruko melirik. 'Awas kalau matamu jelalatan.' Sasuke membalas lirikan Naruko sembari tersenyum jahil.
'Gawat pasti minta lagi!' kata batin Naruko yang hafal dengan gelagat sang suami mesumnya.
.
.
.
.
Next Chapter 45
__ADS_1
Note : Besok up ( OC x KK )