
Chapter 25
.
.
.
.
Pukul 11 malam, Sasuke memberitahu Naruko bahwa ia akan menjalankan misi di negara yang belum pernah Sasuke lihat secara langsung. Naruko hanya merespon dengan cara memunggunginya, cemberut dan tak terima bagaimana bisa ia harus ditinggal suami ketika sedang hamil walaupun kehamilannya belum sampai sebulan.
"Naru, apa kau marah?" kata Sasuke ketika memeluk dari belakang.
"Tidak. Aku tidak marah! Cepat tidur besok pagi kau harus berangkat!"
"Hn, kau marah? Dari cara bicaramu sudah ketahuan."
"Aku tidak marah,"
Naruko berbalik sembari mengembungkan pipi. Dia benar-benar marah karena seharusnya Sasuke ada di rumah sampai ia melahirkan nanti? Naruko sampai memikirkan hal seserius seperti itu?
"Jangan lama-lama kalau sampai lebih dua Minggu kalau pulang nanti tidak akan ada jatah lagi untukmu! Sasuke, kau harus janji padaku!"
"Aku janji cuma dua minggu paling lama."
( ! )
Naruko tiba-tiba merengkuh kepala Sasuke dan membenamkan wajah Sasuke ke dadanya. Dada terasa sesak setiap memikirkan Sasuke harus pergi selama dua Minggu apalagi ditempat yang jauh. Dia tahu dengan komunikasi yang mulai canggih bisa mengurangi kerinduannya, tapi itu mana mungkin bisa membuatnya bahagia hanya sekedar mendengar suara saja kan?
"Mmph.. Naru, aku tidak bisa nafas!"
"Ahh, maaf!"
Naruko berhenti merengkuh dan beralih memeluk Sasuke, ia bersembunyi di pepotongan leher Sasuke. Menghisap perlahan kulih leher sesekali menjilatinya.
Sasuke tersenyum jahil dan merasa beruntung karena tidak biasanya istrinya mau melakukan hal yang seperti ini.
"Aku mencintaimu sayang~"
__ADS_1
Naruko berbisik dan mengecup pipi, bibir Sasuke yang langsung membalas kecupan bibir Naruko. Mereka saling membalas ciuman yang semakin memanas karena nafsu.
"Sasuke, matikan lampunya," Sasuke menggeleng dan melepas baju piyama yang ia pakai. Mereka memakai piyama putih dengan motif beruang kecil yang sama.
Sasuke yang sayang istri, hanya menurut apapun yang disukai istrinya ia pun menyukainya juga. Naruko paling senang jika Sasuke memakai piyama yang berwarna cerah dengan motif yang imut sangat terlihat lucu dan selalu ia tertawa ketika melihat Sasuke, mengenakannya.
Ini untuk pertama kalinya Naruko bisa melihat jelas tubuh atletis suaminya. Biasanya ia selalu meminta agar lampu kamar tidak menyala disebabkan malu sebagai alasannya.
Ketika Naruko ingin beranjak bangun untuk mematikan lampu. Sasuke menariknya dan membaringkan tubuhnya.
Naruko meronta-ronta agar lampu kamarnya dimatikan. Sasuke tidak mempedulikan permintaan istrinya yang terlihat mengemaskan itu. Membuka tiap kancing baju piyama yang mengait. Naruko mencegah agar Sasuke tak melakukanya jujur saja jika dengan keadaan kamar yang lampunya masih menyala benar-benar terlihat jelas dan sangat memalukan.
Mengatur alur nafas agar tetap tenang. Mata melihat jelas wajah suaminya yang mempesona. Ketika melirik kearah dadanya sendiri ia menyaksikan betapa gemas suaminya meremas dan memainkan dadanya. Walaupun masih tebalut bra berwarna biru muda. Dia bisa merasakan betapa kasar perlakuannya Sasuke.
"Sshhh... Uuhh.. Aaassshh..." desah Naruko lolos dari mulutnya. Perasaan yang mulai tak menentu ketika tangan Sasuke memanjangkannya.
Menarik turun bra yang Naruko pakai. Dan ******* bukit Naruko, dengan gemas. Naruko memalingkan wajahnya dan meremas rambut hitam Sasuke dengan kasar.
"Aah~"
Sasuke menikmati dan menghisap-hisap ujung gunung kecil Naruko, dengan rakus sembari meremas-remas.
Naruko menutup rapat matanya dan tak peduli lagi entah berapa kali desahan lolos dari bibirnya.
"Sasuke! Ja-jangan liat!"
Naruko merapatkan kedua kakinya, ia tak ingin Sasuke melihat bagian yang memalukan itu biarpun ia terbaring dengan deru nafasnya yang tak stabil namun ia masih punya kesadaran ketika Sasuke menatap selangkangannya dengan penuh nafsu.
"Hn, buka kakimu, Naru." Sasuke membimbing agar Naruko tidak merapatkan kakinya.
Naruko tidak mau menurut lebih baik ia tidak jadi istri yang patuh dari pada Sasuke melihatnya dengan keadaan memalukan. Sasuke dengan sigap menarik paksa celana dalam Naruko. Naruko terkejut karena Sasuke benar-benar tidak peduli dengan keadaannya. Memaksa Naruko agar menurut dan memberinya selah bisa membenamkan wajah diselangkangan Naruko yang mulus itu.
( Note : Waduh?! )
Naruko hanya bisa pasrah dan menyerah dalam perlakuan Sasuke yang menjilati bagian sensitifnya begitu liar. Dalam pikirannya Naruko, ia tak mau jika kamar dalam keadaan terang, tapi ia bisa melihat jelas seperti apa Sasuke ketika memperlakukan dirinya. Pikirannya yang tidak jujur itu benar-benar mengaduk-aduk perasaannya sampai kesadaran entah ada dimana sekarang.
Naruko membulatkan mata terkejut karena tiba-tiba bibirnya di raup begitu agresif tanpa berpikir malu lagi. Ia langsung membalas dengan agresif pula, lidah saling bermain, melilitkan cinta mereka.
Sasuke menunduk diikuti oleh Naruko yang terkejut ia tidak menyangka milik suaminya sebesar itu. Tatapan ngeri Naruko tujukan ke Sasuke yang langsung mengecup bibirnya.
__ADS_1
Naruko memeluk erat Sasuke yang menghimpit tubuh. Meringis menahan tiap hentakan kasar dan paksaan yang begitu liar dari sang mesum yang begitu senang ketika melihatnya menahan rasa sakit.
"Sayang, lebih..sshhh..cepathh.."
Naruko menatap intens Sasuke yang sibuk dengan kegiatannya. Naruko hanya menikmati dalam baringnya ia tidak peduli lagi apa saja yang Sasuke lakukan terhadapnya. Rona merah di pipinya menunjukan saat ini Naruko benar-benar sudah tidak bisa mengendalikan dirinya karena begitu terpesona dengan betapa tampannya suaminya sekarang.
"Sayang apa kau lelah?" tanya Naruko ketika sadar di dahi Sasuke ada bulir keringat.
"Hn, lelah? Tidak."
Naruko yang tahu bahwa Sasuke sedang berbohong ia merubah posisi mereka. Sasuke benar-benar terkejut sejak kapan istrinya suka diatasnya?
"Sayang, khusus malam ini biar aku yang bermain~." Naruko menggoda Sasuke dengan kata-kata.
Mulai mengerakkan pinggulnya dan menekan dada Sasuke. Naruko yang belum pernah sekalipun melakukan tindakan itu, ia hanya mengikuti naluri nafsu saja. Pelan-pelan dan menikmati yang ia lakukan dengan lembut.
Sasuke dengan polosnya mengerakan pinggulnya dan Naruko yang ada
diatasnya pun tersentak terkejut.
Dia tidak menyangka Sasuke akan tetap bisa mengejutkannya walaupun mereka bertukar posisi.
"Akkh! Ahhh... Sasuke hent-ssh!" Sasuke memegang pinggul Naruko dengan kedua tangannya, diikuti senyum jahil segaligus senang dengan suara desah dan rintih Naruko memelas.
Naruko menyesal mengikuti instingnya mengambil alih kendali, tapi tetap saja ia dibawah kendali suami mesumnya yang rupawan ini.
.
.
.
.
Next Chapter 26.
( **Jika ada sendor, udah jadi aturan admin, hehe...)
Note : Kali ini gada yang spesial cuma kegiatan malam SasuNaru :v
__ADS_1
Sudah author duga gak bakat buat lemon hahahahah... Gpplah yang penting happy :v
Author penasaran ma kata Sasuke cuma pergi 2 Minggu? Apa ia ya? Masa 2 Minggu** ??