ETERNAL

ETERNAL
Chapter 12


__ADS_3

**Eternal Vol 2.


Chapter 12**


.


.


.


.


Menikmati nikmatnya ramen bersama sahabat yang baik adalah suatu hal yang memuaskan hati. Alangkah bahagianya hatinya seakan berbunga-bunga terlihat jelas setiap kali ia tersenyum.


Naruko menghabiskan 2 mangku ramen extra jumbo.


Dia beruntung masih terlihat langsing walaupun makannya amatlah banyak. Mungkin itu salah satu bentuk kuasa ilahi.


Sai yang sudah menghabiskan ramen-nya sejak tadi. Dia melihat seseorang yang disebelahnya penuh dengan tatapan terpesona. Rasanya tidak rela jika hari ini hanya menikmati ramen lalu selesai begitu saja.


"Uwah, kenyangnya!"


"Selanjutnya ayo kita jalan-jalan?"


"Aduh, tapi sayangnya tidak bisa Sai."


"Kenapa?"


Naruko menghembuskan nafasnya, ia menjelaskan sebab tidak bisa karena Sasuke nanti marah karena pergi terlalu lama.


Sai hanya memakluminya walaupun dalam hatinya serasa kesal dengan penjelasan itu. Perpisahan di kedai ramen seperti perpisahan selamanya bagi Sai. Begitu berat jika Naruko harus pergi darinya. Sai membuka buku dan mencari penjelasan tentang yang ia rasakan sekarang.


Penjelasan tentang cinta pertama yang muncul dari buku yang ia cari sebelum berangkat tadi. 'Ketika hati kita berdebar bila melihat atau mendengar nama seseorang yang kita anggap penting itu sebuah tanda cintamu yang mulai tumbuh.'


Sai tersenyum senang selama membaca buku sembari melangkah pergi untuk pulang. Naruko teramat senang hari ini, ia berlari senang tanpa beban sedikitpun. Kata cantik terus-menerus ia ingat berkali-kali.


"Aku cantik. Astaga kata-katanya tadi membuatku melayang-layang." Naruko berbicara sendiri tanpa peduli sekitarnya padahal ada seseorang yang bisa mendengar jelas. Mereka menebak ada yang lagi kasmaran saat ini.


Dugh.


Naruko menubruk seseorang yang ada didepannya dan mengomel se'enak jidatnya walaupun ia yang salah.


"Aduh! Hey, kalau jalan lihat-lihat! Mata kau tar-. Waduh, Sasuke!?"


"Hn."


Tanpa basa-basi Sasuke meraih, menarik tangan kirinya, Naruko. Pergelangan tangan digenggam erat dan menarik untuk mengajaknya pergi entah kemana.


Di gang yang sepi hanya ada mereka berdua. Sasuke memastikan tidak ada yang tahu dan mendengar percakapan mereka berdua. Naruko masa bodoh dengan tatap tajam Sasuke yang tidak ia takuti.


"Kau melewati batasan mu," kata Sasuke.


"Batasan apa? Kau ngomong aneh lagi, Sasuke."

__ADS_1


"Hn, kau pergi dengan Sai, aku diam saja tapi kau tadi pegangan tangan."


"Astaga kau mengikuti aku?"


"Hn."


" Lagi-lagi, hn." Naruko bergumam kesal.


Naruko bersendekap dada. Sasuke memang pintar memojokkan seseorang. Terpojok di tembok kayu gang bukanlah sesuatu yang bisa menekan gerakan Naruko dengan mudah.


Taph


( ! )


Tangan mengeprak pelan tembok gang. Naruko menaikkan alis kanannya karena heran dengan sikap Sasuke. Wajah yang semakin mendekat hingga berjarak beberapa senti. Tatapan mata yang intens, mata onyx hitam itu seakan membawa ketempat yang kelam bertanya dengannya dengan detail.


"Jangan dekat-dekat nafasmu bau." Naruko bergumam dengan hinaannya.


".... Kau benar-benar jelek," kata Sasuke.


"Kalau jelek jangan lihat wajahku! Lihat wajah orang lain saja sana! Kau lama-lama bikin emosi, Sasuke!"


"Naru,"


Naruko tersentak dalam batinnya karena tidak biasanya Sasuke memanggil namanya walaupun hanya nama singkat.


"Apa?"


"Kau, aku larang menemuinya lagi."


"Kau itu calon istri, bodoh!" bentak Sasuke tiba-tiba. Naruko meringis karena suara keras Sasuke.


"Kan baru calon bukan istri sungguhan, jadi aku masih bebas melakukan apapun yang ku mau."


Sasuke hanya diam tak ingin membahasnya lebih jauh. Dia hanya fokus menatap birunya mata Naruko. Naruko merasa tak nyaman ketika ada sesuatu yang menahan pinggulnya. Rangkulan yang memaksa agar mendekat.


"Apa yang kau lakukan cepat lepaskan aku! Ini tempat umum kau mau bikin aku malu ya!"


Rangkulan yang berubah menjadi pelukan. Naruko tidak senang dengan kebiasaan Sasuke yang suka main peluk. Selama empat tahun ini ia selalu dipeluk secara tiba-tiba tiap di rumah ketika tidak ada siapapun, tapi Naruko selalu sukses menginjak kaki Sasuke.


"Hn, kau sudah terpojok," bisik Sasuke.


"Tech, bercanda mu kelewatan.


Ah, sesak bodoh." Naruko berucap nyaring di telinganya Sasuke.


Bagaimana caranya agar Naruko bisa kabur dalam keadaan seperti ini? Selain ia terpojok dan sesak karena dada mereka saling menyentuh. Ditambah lagi ini benar-benar tidak nyaman bagi Naruko.


Ting !


Naruko baru ingat ia pakai cara itu saja.


"Sa, Sasuke, ibu kan pernah bilang ke kita dulu. Kalau belum menikah belum boleh pelukan ingat tidak?" bisik Naruko.

__ADS_1


"Tidak."


'Brengsek!' kata batin Naruko marah dengan dusta Sasuke, yang sangat jelas.


"Mau sampai kapan kita begini Sasuke? Kau mau aku mati sesak?"


"Hn."


"Aduh, hn lagi...."


Naruko membiasakan diri dengan posisinya sekarang. Tanpa basa-basi ia pun membalas pelukan, mungkin dengan begini Sasuke akan cepat berhenti memeluk tubuhnya.


"Ah, kak Itachi!"


"Hn!"


Sasuke refleks melepaskan pelukannya dan berbalik melihat kebelakang. Tidak ada siapapun, saat menoleh kearah Naruko yang lari segenap kekuatannya. Sasuke tersenyum karena bisa dibodohi lagi kali ini dengan cara selain menginjak kaki.


"Aku berhasil kabur lagi! Dasar Sasuke bodoh, hihi... Dia pasti mati kesal sekarang! Hore! Puji aku, Kurama!"


Kurama pura-pura tidak dengar ia lebih memilih tidur dengan nyaman. Naruko kesal tidak mendapatkan pujian bahkan respon dari Kurama.


Dia menatap langit yang mulai menunjukkan mulai sore hari. Naruko memikirkan kembali kejadian tadi. Dia merasa ada yang aneh ketika berpelukan cukup lama.


Suasana tadi begitu terasa nyaman jika terlalu lama? Ada sesuatu yang aneh ketika mereka saling menatap wajah sedekat tadi?


Naruko mengepalkan tangannya dan menepuk kepalanya sendiri. Alangkah bodohnya, dia sampai memikirkan hal yang tidak penting seperti itu hanya kebiasaan bodoh Sasuke, yang makin parah sepanjang tahunnya.


Naruko menghabiskan waktu untuk berjalan hingga malam, ia lantas menuju pemandian air panas setelah dari pemandian ia pun memutuskan untuk pulang ke kediaman Uchiha.


Ketika membuka pintu dan mengucapkan, 'aku pulang.' Tidak ada siapapun di rumah mungkin ayah dan ibunya Sasuke, keluar lagi? Ketika ia menuju kamarnya dan membuka pintu. Sasuke dengan polosnya berbaring di ranjang.


"Ke-kenapa dia tidur di kasurku?"


Tertidur pulas sepertinya Sasuke tidak menyadari bahwa Naruko sudah pulang. Naruko duduk ditepi ranjang sembari memandang wajah Sasuke yang sedang tertidur pulas.


Naruko menyingkirkan helai rambut yang menutupi wajah Sasuke. Naruko hanya tersenyum karena Sasuke, enak dilihat ketika sedang tertidur.


"Kalau kau tidur baru kelihatan tampan. Emmm... Dia tampan apa yang aku bicarakan? Dia kan jelek? Ah, lebih baik aku cari camilan saja di dapur," gumam Naruko, lantas keluar dari kamar membiarkan Sasuke tidur di kamarnya.


Sasuke tersenyum dalam tidurnya karena sejak tadi ia hanya memejamkan mata. Sasuke tidak menyangka akan seperti ini, tadinya ia berpikir kalau Naruko akan marah-marah dengan apa yang Sasuke lakukan sekarang.


.


.


.


.


**Next Chapter 13


Note : Hehe... Gaje lagi :v

__ADS_1


Hihi.. Sasuke gagal again mungkin**?


__ADS_2