
Chapter 14
.
.
.
.
Sasuke yang semakin hari semakin posesif terhadap Naruko, yang tak tahan lagi dengan tingkah Sasuke, membuatnya menggila!
Mandi ditungguin, makan diliat, tidur di intipin? Pasti tidak akan ada yang kuat dengan sikap yang kelewatan aneh seperti itu. Jangan kan Naruko, Kurama saja sampai merinding dibuatnya.
Kurama tahu jika cinta penuh perhatian, tapi kalau yang semacam ini apa bisa dibilang perhatian juga? Kurama banyak memberikan saran positif kepada Naruko yang banyak mengeluh tentang Sasuke lakukan kepadanya.
"Mo~, aku bisa mati berdiri kalau seperti ini loh, Kurama!"
"Ehem, aku mengerti perasaanmu. Aku sangat paham."
Kurama manggut-manggut paham dengan yang Naruko rasakan saat ini. Naruko membalas dengan senyum lebar, hanya Kurama yang mengerti dirinya.
Mengintip keluar pintu kamar, menoleh, celingak-celinguk memastikan tidak ada kehadiran Sasuke, si pengganggu.
"Naru, kau sedang apa?"
"Ha! Oh, kak Itachi kukirain Sasuke. Bikin kaget saja hehe..," kata Naruko ketika setelah menoleh kebelakang.
"Kau ini ada saja. Sasuke, sedang ada misi kau santai saja, penguntit mu sudah pergi."
"Benar-benar... Kak Itachi, benar sekali, Sasuke sekarang jadi penguntit, loh," kata Naruko menambahkan.
Taph.
Sekh-sekh.
(\=.\=)
Naruko cemberut kesal dengan kebiasaan Itachi yang suka mengacak-acak rambutnya yang ia rawat susah payah. Itachi tersenyum dengan ekspresi kesal Naruko itu.
Naruko merasa telah bebas dari penjara abadi. Dia meminta izin Itachi, Fugaku dan Mikoto. Naruko keluar rumah tanpa si pengganggu sekarang.
"Horeeee! Inilah hidup yang sesungguhnya! Kurama, aku bebas kau ikut senang juga kan!"
"Selamat untuk kebebasmu."
"Loh, cuma gitu aja?"
"Umu, terus aku harus bilang apa lagi?" tanya Kurama.
Alah, lupakan-lupakan. Kurama, tak selalu mengerti perasaanku!"
Kurama mengangkat bahu tak paham apa yang dimaksud Naruko tentang dirinya. Naruko berlari, melompat keatas rumah. Dia berlari membebaskan semua beban yang ia rasakan karena posesif nya Sasuke, terlalu aneh.
Duaaak!
__ADS_1
"Ayahku Sayang!"
Pintu ruang Hokage terbuka lebar dengan keras menghantam tembok. Naruko langsung lemas ketika melihat tumpukan kertas diatas meja kerja ayahnya.
"Oh, Naru Sayang. Kau tumben kemari? Ada masalah apa?"
"Tidak jadilah sepertinya Ayah terlalu sibuk..."
"Tu-tunggu dulu, Naru!"
Minato menahan Naruko agar tidak pergi dulu. Minato bertanya kenapa Naruko berkata seperti itu. Apa yang putrinya inginkan darinya?
Naruko ingin mengajak Minato pergi jalan-jalan, tapi tumpukan kertas itu menjadi alasannya mengurungkan niatnya.
Minato meminta maaf jika selalu sibuk dan tidak ada waktu untuk jalan-jalan dengan putrinya sendiri. Jangankan jalan-jalan dengan putrinya, istrinya sendiri saja seperti terlupakan?
Naruko pulang untuk menemui ibunya. Naruko pasti akan jalan-jalan kalau mengajak ibunya yang kurang perhatian oleh sang ayah yang selalu sibuk.
"Aku pulang! Ibu yang kucinta engkau dimana gerangan!"
(Plak)
Kurama tepuk jidatnya sendiri karena Naruko, mulai menggila lagi jika sudah senang. Berlari kesana-kemari mencari ibunya, Naruko membuka pintu kamar, kamar mandi, pintu gudang sampai tutup tempat sampah ikut ia buka?
( Note : Plak!- Astaga inikan bukan genre humor ya? Aku lupa :v )
.
.
.
.
"Ara~ ada Naru, toh," ucap Kushina yang sedang melihat putrinya frustasi jika sedang merasa kurang hiburan dan perhatian. Kushina tahu sifat Naruko dari A sampai Z.
"Hiks, aku kesepian~," drama tangis Naruko.
Naruko beranjak bangun, berlari dan memeluk erat Kushina. Kushina membelai sayang surai pirang putrinya. Naruko menyamakan pelukannya tak ingin cepat-cepat melepaskan peluk erat untuk ibu tercintanya.
"Kau sudah dirumah dari tadi?"
"Iya, Ibu habis darimana?"
"Ibu habis belanja untuk makan malam. Ibu lupa kalau bahan masakan untuk kare, habis," jawab Kushina.
Kushina pergi ke dapur diikuti Naruko yang mengingat-ingat begitu banyak kenangan di rumahnya ketika ia belum menjadi calon istri Sasuke. Betapa rindu ketika menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan.
"Bu, boleh aku ke kamarku?"
"Ya ampun jelas boleh sayang. Kau istirahat saja sana, nanti kalau ibu sudah selesai masak kau, ibu bangunkan"
"Yihaaay, jadi ingat masa lalu! Masa lalu sungguh indah! Yahoo, kamar aku datang!" Naruko berlari kearah kamar lamanya.
Kushina geleng kepala memaklumi dengan sifat kekanak-kanakan putrinya. Namun khawatir juga jika terus seperti itu nanti bagaimana dengan hubungan Naruko dan Sasuke? Semakin dipikirkan semakin mengerikan untuk Kushina bayangkan. Menghela nafas berat ia baru sadar kalau Naruko belum bisa masak.
__ADS_1
Brukh.
Berbaring dikamar yang ia tempati dari kecil hingga remaja sangatlah nyaman. Jika dibandingkan dengan kamarnya yang sekarang sangatlah jauh berbeda.
"Aku lupa bilang mau jalan-jalan pada, Ibu!"
Mengacak-acak rambutnya sendiri karena kebodohannya yang semakin mendekati pikun. Tengkurap mengembungkan pipinya, ia diam tak bergumam apapun hanya senyum tak jelaslah yang Naruko lakukan.
"Aku bebas~." Naruko menendang guling hingga jatuh ke lantai. Seisi kamar ia lihat tak ada yang berubah semua tetap pada tempatnya dan bersih karena ibunya pasti selalu merawat kamar miliknya.
Tok...tok.
Suara ketukan pintu menyadarkan Naruko dari lamunannya.
"Masakannya sudah selesai ya, Bu?"
Clekh.
"Hn, ayo pulang."
Naruko rasanya ingin sekali menangis, kebebasan yang hilang ketika ia melihat sosok Sasuke, yang berdiri diambang pintu kamarnya.
"Ara~ Naru sayang. Sasuke menjemput mu," kata Kushina yang sedang berdiri dibelakang Sasuke. Kushina heran dengan putrinya cemberut, padahal Sasuke sudah susah-susah langsung datang, walaupun Sasuke baru selesai menjalankan misi.
Naruko menurut dan ikut pulang, ia ingin makan malam dengan kedua orangtuanya, tapi Kushina bilang lain waktu tak apa karena Sasuke ingin Naruko cepat pulang.
Hari sudah sore tanpa terasa begitu cepat. Naruko tidak terima dengan waktu yang terlalu cepat ini. Sasuke melirik kearah kiri karena ekspresi Naruko terlihat sedih. Sasuke hanya bisa menggenggam tangan kanan Naruko, agar ada sedikit rasa senang dalam diri Naruko.
"Hn, ayo pulang. Dan berhentilah murung."
"Iya ayo pulang, haaah... Jalan-jalan ku gagal!"
"Hn?" Sasuke tidak paham dengan gumam aneh Naruko.
'Apa dia ingin jalan-jalan?'
Naruko melirik tangannya yang sedang di genggam. Pegangan tangan dengan Sasuke sungguh aneh rasanya? Pikirannya. Naruko bertanya apa penyebab perasaan aneh yang Naruko rasakan?
"Sasuke?"
"Hn?"
Sasuke menoleh ia hanya tersenyum ketika melihat Naruko tersenyum bodoh seperti biasanya. Rencana membuat Naruko senang ternyata berhasil.
.
.
.
.
**Next Chapter 15.
Ehem! Uhuk-uhuk tunggu lanjutannya OKAY** (>.<)
__ADS_1