ETERNAL

ETERNAL
Chapter 9


__ADS_3

Chapter 9


.


.


.


.


Di malam Minggu tanpa ada misi sama sekali di hari Sabtu-Minggu. Fugaku dan Mikoto lagi-lagi selalu jalan-jalan berdua untuk liburan. Naruko dan Sasuke, hanya tinggal di rumah. Namun kali ini ada satu orang lagi sebagai tambahan.


Itachi Uchiha yang sedang mengawasi mereka berdua.


"Sasuke, ayo kita keluar malam ini indah loh, ramai lagi! Aku mau ke kedai ramen!"


"Hn." Sasuke hanya menyahuti.


"Ya ampun..." Itachi geleng kepala karena sikapnya Naruko.


Merengek-rengek seperti anak kecil. Itulah Naruko, dengan sejuta sifat kekanak-kanakan yang ia miliki. Itachi yang tak mau mendengarkan rengekan itu lebih lama. Dia pun mengiyakan permintaan Naruko dengan halus.


"Horeeee! Kakak memang yang terbaik!"


Itachi lebih mudah akrab dibandingkan dengan Sasuke yang lebih suka diam tanpa basa-basi untuk mengobrol jika tidak benar-benar penting.


Suasana desa Konoha dimalam hari sangatlah ramai dengan aktivitas para penduduk yang berjualan. Naruko kesana-kemari melihat-lihat suasana- apa saja yang dijual di jalan utama desa.


"Kita pilih ini aja ya!"


Naruko menunjuk, bahwa ia ingin pergi ke kedai ramen. Cara menunjuk yang mantap dan tak ingin ditolak, yang ia kunjungi kali ini.


'Ramen lagi..' Sasuke dan Itachi hanya mengangguk bersamaan terserah apa yang diinginkan Naruko.


"Paman, aku pesan ramen ektra jumbo 1 dan untuk mereka berdua-. Kakak, mau yang jumbo juga?"


"Aku yang biasa saja."


"Kalau Sasuke?" Sasuke hanya diam dan duduk di bangku.


"Hn, biasa."


Extra jumbo 1 dan 2 ukuran biasa. Naruko, duduk ditengah 2 orang yang tampan. Ada pengunjung yang iri dengan gadis itu 'beruntung sekali,' kata batinnya.


Mungkin jika Naruko memiliki sifat seperti gadis yang umum amat bahagianya dia sekarang. Namun, yah apa daya sifatnya tidak seperti mereka, malah hanya respon umum. Bersama Kakak dari calon suaminya apa istimewa nya bukan? Mungkin itu yang Naruko pikirkan jika ada yang bertanya.


Pesanan mereka sudah tersaji diatas meja kedai. Naruko sudah tidak sabar untuk melahap habis ramen yang ada dihadapannya.


Anak gadis pemilik kedai sampai iri setiap Itachi memberikan perhatiannya terhadap Naruko- pertanyaan, mengobrol apa saja yang Naruko, lakukan setiap menjalankan misinya. Sasuke hanya bisa diam dalam hatinya merasa kesal karena ia seperti jadi obat nyamuk sekarang.

__ADS_1


"Kakak, coba bilang akk.. Aku suapin." Itachi menurut menerima permintaan Naruko. Sasuke melirik dengan tajam disambut senyum oleh Itachi.


"Naru, Sasuke juga mau kau suapi sepertinya."


"Malas ah, Sasuke tidak cocok di suapi!"


( ? )


Apa-apaan ini? Sasuke sempat berpikir akan disuapi malah jadi seperti ini? Kenapa Naruko bilang tidak cocok dan apa yang menyebabkan tidak cocok?


Malam ini Naruko sangat senang selain ke kedai ramen. Dia akhirnya bisa tahu rasanya bagaimana mempunyai seorang kakak laki-laki.


Merangkul tangan dengan ekspresi wajahnya yang manja. Sasuke yang berjalan dibelakang Naruko dan Itachi yang sudah mirip orang pacaran.


"Ehem!" Berdeham agar Naruko berhenti, malah direspon dengan ekspresi wajah yang kesal ditujukan ke Sasuke.


Itachi hanya tersenyum tipis melihat adiknya dalam keadaan sedang cemburu seperti itu. Posisinya tidak berubah sampai ditujuan mereka- rumah.


Tidak ada tempat yang paling nyaman selain rumah yang begitu hangat. Itachi menyuruh agar Naruko lekas ke kamar untuk beristirahat. Sasuke belum reda dengan perasaannya yang sedang cemburu.


"Kak." Sasuke memanggil dengan singkat.


"Hmm?" Respon Itachi membalas.


"Kakak jangan terlalu memanjakan dia."


"Apa maksudmu, Sasuke?"


Sasuke kembali ke kamarnya tanpa menjelaskan apa maksud dari kata-katanya tadi. Itachi hanya tersenyum dan kembali ke kamarnya.


3 hari lagi mungkin orangtua mereka akan pulang selama itu juga Itachi akan menetap di rumah. Dia sebenarnya sangat senang karena bisa dekat dengan Naruko. Biarpun Sasuke terlihat tidak begitu senang jika Itachi dekat-dekat Naruko.


Pukul 12.13 malam.


Naruko keluar dari pintu kamarnya. Dia ingin pergi ke kamar mandi dan tidak jauh dari tempatnya berdiri ada Sasuke yang sedang berjalan menuju arahnya.


"Sasuke, kau habis dari kamar mandi ya? Aku mau kesana juga dada..."


Sasuke mengerutkan keningnya. Dia tidak habis pikir dengan Naruko yang bertanya asal tebak ditambah lagi memberi tahu kalau mau ke kamar mandi?


Sasuke menatap langit-langit kamar. Dia tidak bisa tidur karena kejadian tadi. Naruko dekat dengan kakaknya dan kelihatan sangat mesra? Pikirannya benar-benar penuh dengan hal-hal yang negatif. Sasuke tidak ingin lebih pusing lagi dari ini. Dia keluar kamar, ketika diluar kamar. Sasuke melihat Naruko baru kembali dari kamar mandi?


"Hey." Naruko menoleh kearah Sasuke.


"Kau belum tidur? Mau ke kamar mandi juga?"


"...."


Pertanyaan yang entah harus bagaimana menjawab nya? Naruko mendekat dan berdiri tepat didepan Sasuke. Mereka berhadapan, jarak lumayan dekat. Mata saling bertemu, Naruko bertanya-tanya dengan ekspresi penasaran karena sikap Sasuke yang selalu diam.

__ADS_1


"Kau lagi banyak pikiran ya?"


"Hn?"


"Tech, kau selalu 'hn' terus jika ditanya! Sasuke, apa tidak ada cara yang lain dengan cara menjawab singkat mu itu?"


"Hn,"


"Sasuke ngeselin," gumam Naruko yang bergerak pergi.


"Hey!"


"Apa! Aku ni punya nama jangan hay, hey terus!"


"Hn."


Plak- Naruko menepuk jidatnya sendiri karena kesal harus bagaimana lagi untuk menghadapi laki-laki semacam Sasuke?


Sasuke melangkah hingga sangat dekat dengan Naruko, yang diam hanya memiringkan kepalanya sendiri karena penasaran apa yang ingin Sasuke lakukan dan apakah ia akan bertanya hal yang tidak bisa dipahami lagi?


( ! )


Untuk pertama kalinya dan bingung harus merespon apa? Sasuke memeluk tubuh Naruko. Naruko hanya diam merasa tak nyaman untuk pelukan tiba-tiba itu.


"Le-lepas, kau kenapa main peluk-peluk aku!"


"Hn.." Sasuke semakin menyamakan pelukannya. Naruko yang sedang dipeluk ia menghela nafas tak mengerti dengan tingkah aneh Sasuke.


Naruko mendongak menatap Sasuke dengan jutaan pertanyaan yang tak mau terucap dari bibirnya. Jarak wajah mereka semakin dekat. Naruko hanya diam karena tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Sasuke, wajah jelek mu terlalu dekat."


"Hn."


Semakin lama semakin dekat, perasaan Naruko mulai tidak nyaman dengan posisi semakin ganja. Dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi jika ini berlanjut.


Tekh!


"Akh!"


"Rasakan! Sakit'kan! Aku mau ke kamar, ah!"


Sasuke meringis menahan sakit, ia tidak menyangka kakinya akan tiba-tiba diinjak seperti itu. Naruko yang sudah masuk di dalam kamar, ia bersandar di pintu bersama perasaan aneh didalam dadanya.


"Dia itu kenapa ya? Main peluk aja?"


Penyakit bodoh gadis itu mulai muncul, susah membaca suasana. Kurama hanya tidur, malas untuk memberi tahu Naruko, yang bingung dengan tingkah Sasuke.


Next Chapter 10.

__ADS_1


Note : Ara~ara Sasuke gagal :v


__ADS_2