ETERNAL

ETERNAL
Chapter 29


__ADS_3

Chapter 29


.


.


.


.


Pukul 4 sore di Konoha.


Naruko ingin sekali menelpon Sasuke. Tapi, ia ragu karena takut menganggu kesibukan Sasuke yang sedang menjalankan misi. Menunggu telepon yang bisa Naruko lakukan sambil berdo'a agar Sasuke cepat menghubunginya.


"Sasuke, kau sedang apa sekarang sayang?" Naruko menghela nafas jika ia ingat saat video call tadi siang sangat sebentar. Naruko belum puas. Ia ingin lebih lama lagi video call dengan suami tercinta.


Keluar kamar jadi pilihan Naruko untuk menghilangkan perasaan gelisah dan begitu menyiksa batinnya. Apalah daya Naruko yang sedang hamil. Ingin sekali menyusulnya tapi ia pasti dilarang untuk pergi. Pernah sekali memohon kepada ayahnya. Alhasil dilarang untuk pergi dengan alasan berbahaya untuk kandungan Naruko.


"Naru Sayang, jangan sedih begitu. Ibu jadi ikut sedih lihatnya," kata Kushina ketika Naruko menghampiri ke dapur.


"Bu, aku ingin pergi ketempat Sasuke!"


"Eh, jangan egois seperti ini Naru. Kau lagi hamil, jangan pergi menyusul suamimu!" Kushina menatap tegas dan bersendekap menghadap Naruko.


"Ah, kalau tau seperti ini, aku tidak mau hamil. Hamil jadi susah melakukan apapun dilarang! Aku rindu Sasuke, Bu!" Naruko berteriak kencang. Ia sangat kesal ingin sekali rasanya langsung pergi dari rumah. Tapi, ia takut akan menjadi anak yang durhaka membantah orangtuanya.


Kushina mendengus kesal dan mengajak Naruko duduk di sofa ruang tamu. Dengan nasehat yang lembut Kushina meredam emosi putrinya.


"Naru sayang, bersabar dulu ya? Sasuke pasti akan cepat pulang. Ini kan baru dua hari, nanti pasti tiba-tiba tanpa terasa Sasuke sudah pulang."


"Ta-tapi, tetap saja lama! Ibu tau kan aku paling tidak suka menunggu! Aku ingin ketemu Sasuke!! Hiks Sasuke sayang!!" Naruko menangis seperti anak kecil yang kehilangan mainannya. Kushina hanya mengelus punggung Naruko, Kushina tahu bagaimana rasanya jika suami tak ada di rumah ketika istrinya hamil. Apalagi misi Sasuke pun terbilang lama.


Sasuke yang jauh dari Konoha. Dia merasa amat tak tenang diperasannya yang begitu ngilu terasa dalam dada. Rasa ini lebih sakit dibandingkan tertusuk pedang dan tertancap kunai.


Sasuke berekspresi tenang tak terlihat bahwa ia sedang gelisah dalam batinnya. Tak disangka ia akan merasakan hal seperti ini, teringat sang istri dan buah hatinya. Sasuke takut ia tidak bisa pulang cepat karena misi ini tak mungkin selesai dalam hitungan hari.


Sasuke mendengar semua penjelasan tentang guild adventure dari Abelia. Abelia membacakan peraturan apa saja yang wajib dilakukan para petualang.

__ADS_1


Tugas pemula adalah mengumpulkan tanaman herbal dan kelinci bertanduk.


Tidak boleh mengabaikan anggota tim jika membentuk sebuah party.


Kaum bangsawan berperan sangat penting di Kingdom.


"Nah, tuan Sasuke. Apakah anda paham tentang penjelasan saya?" tanya Abelia.


"Hn." Sasuke hanya menatap datar dengan tatapan tegas khasnya.


Walaupun Sasuke lompat ke rank A. Dia harus paham tentang dasar sarat dari guild. Abelia yang masih tidak percaya kekalahan saat ditempat latihan guild menjelaskan bahwa yang dihadapannya ini lebih pantas mendapat rank S. tapi, itu hanya kelas pahlawan terbilang langka tepatnya sudah tidak ada.


Jika membahas tentang pahlawan pasti semua rakyat Kingdom tahu bahwa pahlawan 200 tahun yang lalu adalah seorang pemuda misterius yang entah datang dari mana tidak jelas statusnya dan memiliki bakat yang luar biasa ditambah sihir kuat dan fisik diatas rata-rata dan dengan berjalannya waktu banyak yang mengetahui asal-usul sang pahlawan dari dunia lain? Tidak masuk akal tapi itu adalah faktanya.


Di singgasana yang mewah dengan sikap yang angkuh ia memerintahkan semua pasukan untuk berkumpul. Mata berwarna merah menatap tajam ke arah wanita yang memiliki bentuk fisik berbeda.


"Lan!"


"Ya, tuanku! Saya sudah mencari tentang kabar itu. Dan ternyata yang mengunjungi Kingdom, bukanlah sang pahlawan, tapi hanya beberapa orang berbakat dari negara yang jauh!"


Wanita yang memiliki tanduk dan sayap seperti iblis itu adalah succubus bernama Lan Succuba. Dia tangan kanan Damon sang penguasa dungeon utama.


"Tu-tuan, menurut informan kita bahwa salah satu dari mereka menjadi petualang. Ketika di adakan tes, ia sangat kuat bahkan bisa mengalahkan Abelia Victor, dengan cepat!"


"Hoo?" Sang penguasa tertarik ketika mendengar perkataan Lan.


"Kalau gadis itu bisa kalah darinya berarti orang itu mungkin saja hampir setara dengan ku," kata sang penguasaan tepatnya Damon.


Damon telah kehilangan jenderal kuat yang ia miliki. Yang tersisa hanyalah Lan yang bisa dibilang kuat walaupun kalah dengan Abelia Victor. Lan, masih bisa hidup karena ia kabur pada saat yang genting.


Saat dimana Abelia menjadi pemimpin kruxen.


Penyerangan habis-habisan kruxen saat itu membuat Damon, bersemangat dan ingin melawan seseorang yang setara dengan dirinya.


.


.

__ADS_1


.


.


Esok harinya Pukul 8 pagi di hutan terlarang.


Sementara diperjalanan area hutan terlarang. Itachi, Kakashi dan Yamato dipimpin oleh marduk. Mereka mengawal kereta kuda pedangan menuju ke kerajaan tetangga. Perjalanan yang disuguhkan pemandangan hutan yang indah namun di balik keindahan hutan itu ada yang mengawasi pergerakan mereka. 5 pasukan yang dipilih oleh Marduk keliatan gugup ketika masuk dalam hutan.


Hanya berjalan kaki yang mereka lakukan tidak menunggang kuda seperti biasa. Itu adalah permintaan Itachi yang lebih memilih untuk berjalan kaki. Marduk menuruti permintaan tersebut walaupun rasanya sangat aneh untuk jenderal seperti Marduk untuk berjalan kaki ketika menempuh perjalanan jauh.


"Ada yang aneh," gumam Itachi diikuti Kakashi dan Yamato.


Marduk yang paham tentang gumaman itu, ia langsung memerintah kelima pasukannya berada didepan. Pemilik kereta kuda sudah takut gemetaran karena perubahan suasana yang tiba-tiba mencekam. 3 ekor serigala perak bertanduk muncul dari semak-semak dan yang paling besar berukurang 3 kali lipat muncul paling akhir.


"Serang!" Marduk berteriak lantang memerintahkan pasukannya untuk menyerang.


"Siap! Huaaaah!"


Kelima pasukan kepercayaan Marduk menyerang serigala perak itu. Sementara Itachi, Kakashi dan Yamato mereka benar-benar tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Dengan kemampuan seperti itu mana mungkin pasukan yang Marduk bawa bisa menang. Mengayunkan pedang, menebas membabi-buta dan menangkis dengan perisai benar-benar tindakan ceroboh sama saja memberi makan kepada monster yang sedang lapar.


"Amaterasu."


"GROAAAAH!!"


Api berwarna hitam berkobar-kobar membakar serigala perak dan pemimpinnya. Pasukan yang terluka hanya bisa takjub dengan api berwarna hitam itu benar-benar membakar tanpa henti. Marduk menoleh kearah Itachi yang membalas tatapan Marduk dengan senyum tipis khasnya.


.


.


.


.


**Next Chapter 30


Note : Hehe... Sorry makin gaje dan sering sibuk ya heheh**....

__ADS_1


__ADS_2