ETERNAL

ETERNAL
Chapter 31


__ADS_3

Chapter 31


.


.


.


.


BRAAK! DAAAK!


"Awas kalau kau pulang, aku tendang pantat mu nanti! Sasuke, sialan!"


Naruko sangat kesal dengan Sasuke, yang mematikan videocall mereka. Naruko tadi sempat mendengar suara wanita ketika videocall bersama Sasuke.


Jam weker sudah menunjukkan pukul 11 malam. Perasaan Naruko gelisah karena suara wanita yang ia dengar tadi. Bantal, guling di tendang sampai jatuh ke lantai. Amarahnya sudah memuncak sampai ubun-ubun kepalanya.


Naruko keluarga rumah lewat jendela kamar. Dia dengan cepat menuju ke tempat kerja ayahnya. Tempat pemimpin desa Konoha bekerja.


Minato tak habis pikir, Naruko akan datang hampir tengah malam, dan masih mengenakan piyama biru muda motif beruang kecil yang ia biasa pakai bersama, Sasuke.


"Ayah, besok aku mau pergi ke tempat, Sasuke!"


"Tidak boleh. Sasuke, dalam misi penting, kau jangan kesana."


"Kenapa tidak boleh? Karena hamil kah!?"


"Itu, kau tau kenapa, ayah larang."


"Aku bosan alasan hamil, agar aku terkurung di rumah," gumam Naruko.


"Naru, kamu harus tenang. Kau harus memikirkan keadaanmu."


"Cih!" decih Naruko kesal.


"Naru, kau kenapa jadi begini sejak hamil?"


"Heeh...."


Naruko keluar dan menutup pintu. Dia kesal dengan ayahnya, karena tak mengerti dengan apa yang ia rasakan. Naruko takut kalau Sasuke, akan menyukai wanita lain. Naruko tak mau membayangkan kalau nanti Sasuke, menikah dengan wanita yang Naruko dengar suaranya ketika, Sasuke dan Naruko videocall.


Keesokan harinya.

__ADS_1


Tidak peduli mau diizinkan atau tidak. Naruko tetap akan pergi ke Kingdom. Kushina, mati-matian mencegah Naruko yang malah membantah tak peduli omongan dari ibunya sendiri.


Minato sampai geram karena tingkah tak biasa Naruko, sampai membuat Minato naik darah. Entah semua ini karena ngidam ingin bertemu Sasuke, atau alasan lain apapun itu, Minato tak peduli kalau sikap anaknya benar-benar kurang ajar.


Naruko yang tak ingin dilarang lagi, sampai berani mengajak duel Ayahnya, jika Naruko menang maka Minato akan memberikan izin agar Naruko bisa menyusul, Sasuke.


Duel ditempat ujian menjadi penentu. Semua yang ada ditempat itu tak boleh mencegah duel antara anak dan ayah ini. Kurama hanya tersenyum, sesuatu yang tak biasa ini akan menjadi daftar sejarah Konoha.


"Naru, duel kita tanpa bantuan chakra, Kyuubi."


"Tanpa bantuan Kyuubi, aku sudah bisa mengalahkan Ayah dengan kekuatan kusendiri," kata Naruko membalas.


"Tajuu Kage bunshin no jutsu!"


Sepuluh bunshin, Naruko menyerang Minato bersama. Minato melempar kunai yang ia pegang kesembarang arah. Naruko sudah tahu semua tehnik ayahnya sendiri dari dasar sampai tehnik terkuat.


Kecepatan yang luar biasa dengan mudah Minato menghabisi bunshin Naruko. Menarik nafas dan bersiap untuk menyerang balik dengan Rasengan, yang Naruko pikirkan.


Kushina hanya bisa pasrah melihat acara duel Minato dan Naruko, yang terbilang sengit. Dan sudah bisa ditebak siapa yang akan menang nanti. Kunai melesat kearah wajahnya Naruko. Naruko menghindar, berbalik dan melempar Kunai nya kearah kunai yang Minato lempar. Naruko yakin, pasti ayahnya akan menyerang dari belakang karena bantuan teleport andalan Minato


Minato yang baru muncul langsung menghindari Kunai, yang hampir mengenainya. Minato tak menyangka akan mudah ketahuan.


'Ayah, jurusmu itu sudah kadaluarsa.' Naruko membatin diikuti senyum liciknya.


Kurama, hanya asik menonton kejadian itu dari alam bawah sadar Naruko. Bagaimana cara Minato bisa menang dari anaknya sendiri malah menjadi tontonan yang menarik bagi Kurama.


Minato terkejut karena sosok yang ada dipaling belakang dari semua bunshin, Naruko kini mengunakan Sage mode. mengangkat satu tangan kanan, dan RasenShuriken langsung, Naruko lemparkan kearah Minato, yang langsung menghilang setelah melempar kunai nya kearah kiri.


DUAAAR!


"Sial, apa anakku sendiri mau membunuhku?" gumam Minato.


Tembok pembatas arena ujian hancur tak berbentuk lagi. Kushina mulai panas dengan tindakannya Naruko, yang tak bisa lagi dimaafkan. Minato memberi isyarat kepada Kushina agar tidak ikut untuk membantunya. Naruko langsung menyerang, melompat ditambah Odama Rasengan, yang sangat besar.


"Ayah menyerah saja! Aehkh!"


Wes....


Sage mode Naruko sirnah, Naruko terjatuh dan gagal menghantamkan Odama Rasengan miliknya. Minato dan Kushina panik karena Naruko tersungkur, menahan sesuatu.


Kurama, terkejut karena terlalu fokus melihat pertarungan, Naruko dan Minato. Kurama, baru sadar ia seharusnya menjaga sesuatu yang penting malah ia lupakan.


"Aakh! Sakit! Perutku sakit!"

__ADS_1


"Gawat! Minato, cepat panggil ninja medis!" teriak Kushina setelah menghampiri Naruko. Minato yang panik langsung pergi dengan cepat.


"Ibu, perutku sakit, ah!"


"Ini salahmu! Kau sudah aku suruh diam malah, ahh! Anak bodoh!"


Fugaku dan Mikoto yang baru datang karena mendengar terjadi duel antara Minato dan Naruko. Mikoto, menyuruh agar lebih baik membawa Naruko langsung ke rumah sakit.


Di perjalanan menuju rumah sakit, mereka bertemu Minato yang membawa ninja medis. Secepat apapun mereka membawa Naruko ke rumah sakit, kabar terburuk harus mereka dengar.


Naruko mengalami pendarahan karena keguguran akibat terlalu memaksakan dirinya untuk bertarung ditambah lagi, Naruko sering marah-marah karena banyak pikiran dan stress kepikiran Sasuke.


Naruko hanya bisa merenungi kebodohannya di ruangan kamar rumah sakit. Isak, tangisnya tak bisa ia tahan, menyesal karena tak menuruti ucapan kedua orangtuanya. Naruko takut memberi tahu Sasuke, mungkin akan sangat marah bahkan akan membencinya.


Naruko, mengelus perutnya sendiri tanpa sadar ia menangis sekencang-kencangnya. Dia menyesal karena bersikap egois lebih mementingkan perasaan rindunya sendiri.


Minato, Kushina, Fugaku dan Mikoto berada di luar ruangan rawat Naruko. Mereka merasa apa yang Naruko rasakan, dan tidak menyalakan keegoisannya yang bisa dimaklumi.


Entah kabar buruk ini akan mereka sampaikan kepada Sasuke, atau membiarkannya saja agar Naruko lah nantinya yang akan memberi tahu Sasuke.


Kurama, menjelaskan semuanya sembari meminta maaf, Kurama merasa bersalah akibat kelalaian Kurama yang lebih fokus melihat pertarungan Naruko. Naruko mengelengkan kepala, ketika Kurama menyalahkan dirinya sendiri.


"Kurama, ini semua salahku, bukan salah, Kurama," ucap Naruko terdengar lesu.


"..."


Kurama hanya bisa terdiam membisu karena yang ada dihadapannya kini lebih memilih menangis dan menyalakan dirinya sendiri ketimbang oranglain, apalagi menyalahkan Kurama, yang menurut Naruko tak salah sama sekali.


Ku, Kurama, aku takut, Sasuke akan membenciku, hikss....aku harus bilang apa nanti pada Sasuke, hikss...aku tidak mau dibenci, Sasuke," isak dan ucap Naruko sembari menghapus air matanya.


'Aku yakin nanti dia tak akan menyalahkan mu,' kata batin Kurama.


.


.


.


.


**Next Chapter 32.


Note : Yah, paling gak ini pelajaran buat Naruko dan kita semua, jika egois berlebihan dampaknya gak baik. Dan Orangtua tu klo ngasih tau jangan disepelekan nanti hasilnya kayak Naruko 'kan?

__ADS_1


Ehem! Jangan pikir klo Author ni kejam. Ini cuma kebahagiaan yang tertunda hehehe~


(>.<) kabur, ah takut digebukin masa :v**


__ADS_2