ETERNAL

ETERNAL
Chapter 19


__ADS_3

Chapter 19


.


.


.


.


Langkah kaki berhenti untuk berlari. Bibir tertutup rapat dan pikirannya tak mengerti kenapa semua itu bisa terjadi? Yang dia tahu jika menerima kecupan di bibir artinya cinta? Jika lebih dari kecupan berarti apa?


Tangan saling menggenggam dibalik punggungnya. Langkah kaki yang santai dan beberapa orang melirik ketika ia tersenyum. Jujur ini sangatlah memalukan baginya bila berkata tidak suka dengan tindakan itu. Dia merasa berbohong pada dirinya sendiri sebenarnya dalam hati terdalamnya sedang merasa bahagia.


.


.


.


.


Naruko POV.


Aku mulai mengerti apa itu cinta, tapi ada yang sangat ingin aku tanya kepadanya. Apa harus seperti itu caranya? Caramu memperlakukan wanita seperti ku?


Aku harap dia tidak pernah memperlakukan wanita lain seperti ia memperlakukan ku. Caranya mengecup bibir dan selebihnya seakan dia itu sudah terbiasa?


Sebodoh-bodohnya aku bisa merasakan keanehan itu. Dan karena itu juga aku berlari karena bingung dan takut menjadi satu. Jika ini sebuah pertempuran ku pastikan aku akan menang dalam sedetik dan sayangnya ini bukanlah pertempuran yang bisa ku hadapi....


Selama ku melangkah tanpa terasa ku sampai di rumahnya! Di tempat itu dulu menghabiskan hari-hari bersamamu.


Apakah aku sudah gila ya?


Aku bicara dalam hati sampai sebanyak ini? Mau bagaimana lagi aku jadi seperti ini karena dia. Aku bertanya dan ku jawab sendiri, semoga cinta itu tidak seperti ini dan semoga ini karena aku sedang merasa bingung saja.


Melamun ku di patung kepala ayahku sendiri. Pemandangan Konoha sangat indah jika dilihat dari sini. Sedihku setiap mengingat jika sudah tak tinggal bersamanya lagi.


Kangen rasanya bisa mengerjai dan mengejek-ngejeknya. Sasuke apa kau pernah memikirkan ku seperti ku memikirkanmu?


Hn.


Pasti dia jawabnya begitu saja hehe....


Naruko POV end.


.


.


.


.


"Naru!"


Naruko menoleh kearah suara panggilan. Seorang pria berwajah tampan putih-pucat menyapanya dan mendatanginya tergesa-gesa.


"Eh, Sai?"


"Aku mencarimu," ucapannya.


"Mencari ku?" Naruko menujuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Naruko ingat bahwa Sai pernah mengecupnya lebih dulu dan kini ia tahu pasti Sai, cinta padanya. Naruko mengerti sekarang kenapa Sai sampai seperti itu.


Sai mengajak Naruko jalan-jalan dan tanpa berpikir panjang kata iya-lah yang Naruko katakan. Sai mengajaknya ke suatu tempat yang tidak Naruko tahu? Tempat itu area di dalam hutan. Disana ada danau yang luas dan di pinggir danau itu ada pohon yang lumayan besar.


Naruko melihat kearah pohon itu karena ada objek yang menarik yaitu 'ayunan.' Sai meraih tangan Naruko dan mengajaknya kearah pohon itu.


"Coba kau duduki ayunan ini," kata Sai.


"Eh, apa tidak apa-apa ku duduki?"


"Tentu saja tidak. Karena ini aku buatkan khusus untukmu."


"Ka, kau buatkan untukku!?"


"Ayo duduklah cepat coba duduki."


"Iya ku duduki! Kau tidak sabaran sekali!"


Naruko mengerakkan ayunan yang ia duduki. Pemandangan danau yang ada dihadapannya sangatlah indah dan sepoi-sepoi angin terasa sejuk.


"Naru, aku mau bilang sesuatu," kata Sai.


"Mau bilang apa?"


"Apa kau mau menikah dengan ku?"


( Deg! )


"Aku dengar pertunangan mu di batalkan. Jadi aku berpikir bagaimana kalau aku melamarmu?"


"Aduh gimana ya Sai..." Naruko garuk kepala.


"Pasti kau tidak mau kan?"


"Eeh!?" Naruko terkejut karena dalam pikirannya seperti sudah dibaca.


"Sai, apa yang kau suka dari ku?"


"Sifat mu yang lucu."


".... Sifatku yang lucu," gumam Naruko. Ia tidak habis pikir kenapa bisa Sai, suka dengan sifatnya yang sering mendapatkan omelan dari ibunya.


"Sai, aku senang mendengarnya," lanjut Naruko.


"Begitu ya ...."


"Aku minta maaf karena tidak bisa memjawabnya. Aku sekarang sedang bingung dan tidak bisa berhenti memikirkan dia ...."


"Dia siapa? Apa dia yang kau maksud itu, Sasuke?"


"He'em kenapa kau bisa tau, Sai?"


"Aku tau karena kau selalu bersamanya. Dan pastinya kau sangat mencintainya kan?"


"Aku mencintainya?"


"Disaat seseorang memikirkan oranglain diluar keluarga atau sahabat berarti dia adalah yang kau cinta."


"....."


"Walaupun awalnya aku baca di buku, tapi aku mengerti betul maksud buku yang kubaca. Seseorang yang saling mencinta akan selalu melindungi dan menutupi kekurangan masing-masing. Ketika mereka jauh dadamu akan terasa sesak dan menangis karenanya."


"Berarti aku cinta dia ...."

__ADS_1


.


.


.


.


Pukul 04.12 sore musim gugur....


Naruko terus menjauhi Sasuke karena ia masih memerlukan waktu untuk bertanya atau mengatakan sesuatu. Setelah musim semi dan musim panas terlewati. Dia pun meneguhkan hati ingin menemuinya ketika musim gugur.


Sreeekh


Jendela kaca geser sedikit terbuka, digeser dengan kasar. Naruko menerobos masuk kedalam kamar Sasuke. Sasuke terkejut dengan Naruko yang secara tiba-tiba masuk tanpa permisi apalagi dengan masuk lewat jendela seperti itu.


"Sasuke!"


"Hn?"


Sasuke sedang duduk ditepi ranjang dan mengamati tingkah Naruko ketika bingung dengan apa yang akan ia katakan.


Mondar-mandir di kamar oranglain benar-benar susah di mengerti bagaimana cara ia berpikir kadang ragu dan kadang tak peduli apapun.


"Ehem! Aku mau tanya apa kau cinta padaku?"


"Hn."


"?"


Sasuke beranjak dari duduknya. Dan mendekati Naruko yang sedang cemberut karena jawaban tak jelas Sasuke. Memeluk secara tiba-tiba tak ingin melepas seorang yang di cinta. Amat kesal jika selalu dihindari sampai frustasi di kamar memikirkan cara agar bisa bertemu lagi.


"Aku tidak mencintaimu."


"...."


Sedih rasanya ketika mendengar bahwa yang Naruko pikirkan itu salah. Dia berpikir kalau ia mencintai Sasuke berarti Sasuke, pun sama? 'Sebelum mengatakan cinta bagaimana kalau ku tanya dulu?' pikir Naruko yang entah ia dapat darimana.


Naruko berusaha melepaskan pelukan Sasuke. Pelukan itu tak mau ia lepas? Kebingungan pun ada dalam pikirannya Naruko. Kenapa tidak mau melepasku? Dia kan tidak mencintaiku?


"Sasuke, lepaskan aku ..."


"Diamlah."


"Tech!" Naruko menjentikan lidah ia kesal dan bingung anehnya ia pun menuruti perintah Sasuke?


Amarah memuncak karena pelukan yang Naruko anggap tak penting. Memang terasa nyaman tapi jika mengingat kalau Sasuke tidak mencintainya rasanya begitu menyakitkan kan.


"Baiklah kalau sudah begini. Aku mencintaimu! Lepas aku mau pulang!!"


"Stth... Diam dan kau tidak boleh pulang," bisik Sasuke.


".... Lepas aku mau pulang," ucap lemas Naruko.


Sasuke senang karena yang ia cinta mencintainya juga.


.


.


.


.

__ADS_1


Note : Aisshhh, ribetnya. Oiya ini lanjutnya di chapter bagian selanjutnya!


(\=.\=) Author tak paham dengan sifat mereka berdua....


__ADS_2