
Berserker. Apa aku bisa**?
Dengan kuku yang tajam, Berserker pun melompat dan mengarahkan kukunya yang tajam ke leher Gadis itu. Dengan cepat, Gadis itu dapat menghindar dengan serangan super cepat itu.
Apa apaan itu!? Serangan seperti itu hanya bisa dilakukan oleh Assassin. Tapi kenapa yang satu ini!? Apa dia Assassin**!?
Berserker pun mulai menyerang secara brutal yang membuat Gadis itu harus serius menghadapinya. Gadis itu terus menghindar dari serangan Berserker. Ia melompat dari dinding satu ke dinding yang lain secara acak. Namun hal itu sia-sia, Berserker berhasil menangkap kakinya dan melemparnya ke udara. Dengan cepat, Berserker sudah berada tepat di belakang Gadis itu dan menghantamkannya ke tanah.
Gadis itu lalu mengeluarkan skill "Rope of Light." agar dapat mengikat Berserker. Rope of Light adalah skill berbentuk tali panjang yang dapat mengikat korbannya sekaligus memberikan damage saat korban terjerat talinya. Semakin kuat penggunanya, semakin kuat pula skill ini.
Aku harus cepat, skill ini gak bertahan lama.
Ia lalu berlari sambil menangis kearah Gadis yang terbaring di atas tanah tersebut. Ia pun memeluknya.
"Maaf. Aku terlambat, kamu jadi terluka. Biarkan Aku menyembuhkanmu."
Gadis itu lalu memasang "Healing Barrier." Agar Gadis tersebut dapat terselamatkan. Pelindung itu tidak hanya menyembuhkan luka yang diterima korban, tapi juga dapat menumbuhkan anggota. Jadi, pelindung ini mampu mengobati semua luka fisik yang diterima korban.
Aku harus cepat, sebelum warga berdatangan!!
Tiba-tiba saja, muncul Barrier merah yang menutupi gang tersebut disertai dengan melemahnya Rope of Light. Tubuh berserker pun berubah menjadi merah dan darahnya pun menguap membentuk asap yang menyebar ke seluruh gang tersebut. Berserker pun terbebas.
"Ahh ini buruk. Sekarang Kita terjebak dan Berserker akan mengamuk!! Aku harus ber-"
Settt
Dengan cepat Berserker berhasil membelah tubuh Gadis itu menjadi dua bagian. Gadis itu terjatuh ke tanah dengan darah yang mengalir deras. Gadis itu berusaha kabur dengan sikunya menuju Healing Barrier. Namun dengan cepat, Kedua tangan nya dipotong oleh kuku milik Berserker.
"Sudah selesai... semuanya. Aku tak akan pernah menang melawan mu. Berserker."
Gadis itu menutup matanya. Sesaat, dia melihat Berserker yang ingin memotong kepalanya.
------------------------------------------------------------------------
Apa yang akan kamu lakukan?
"Siapa kamu? Dan ini dimana?"
Apa yang akan kamu lakukan?
"Tempat ini.. Apa di pikiran ku?"
Apa yang akan kamu lakukan?
"Tidak ada. Tidak ada yang bisa Aku lakukan."
Apa yang akan kamu lakukan?
"Siapa kamu? Dimana wujudmu?"
Apa yang akan kamu lakukan?
"Tidak ada. Tidak ada yang perlu dilakukan lagi. Aku kalah dan bersiap untuk mati."
Apa yang akan kamu lakukan?
"Tidak ada."
Apa yang akan kamu lakukan?
"..."
Apa yang akan kamu lakukan?
"..."
Apa yang akan kamu lakukan?
"Tujuanku untuk menyelamatkan Gadis itu dan sekarang Aku gagal."
Apa yang akan kamu lakukan?
"Kau tak akan pernah berhenti bertanya yah."
Apa yang akan kamu lakukan?
"Aku akan menyelamatkan Gadis itu."
__ADS_1
Apa yang harus kamu lakukan?
"Pertanyaan nya berubah. Aku tidak tau harus apa, tapi Aku ingin Gadis itu tetap hidup."
Caranya?
"Aku tidak tau."
Membunuhnya?
"Tidak akan pernah."
Membunuh?
"Tidak."
Apa yang akan kamu lakukan?
"Aku akan menyelamatkannya."
Caranya?
"Aku tidak mau membunuh."
Apa yang akan kamu lakukan?
"Aku akan menyelamatkannya, tapi Aku tidak akan membunuh Berserker. Tidak akan pernah!"
Apa yang akan kamu lakukan?
"Jangan bertanya!!"
Apa yang akan kamu lakukan?
"Jangan bertanya lagi.. kumohon.."
Mati atau Membunuh?
"Eh!?"
Mati atau membunuh?
Ya. Mati atau membunuh?
"Aku tak ingin membunuh. Pasti ada cara lain."
Cara apa yang akan kamu lakukan?
"..."
Bunuh kalau kau tak punya cara lain. Kau ingin Gadis itu selamat. Tapi kau gak tau caranya. Maka bunuhlah!
"Ti-"
Bunuh! Hanya itu jalannya.
"Tidak!!"
Apa kau yakin? Pilihanmu akan bergantung dengan nasib mu dan Gadis itu. Tindakan kecil bisa merubah semuanya.
"Tapi.."
Apa yang akan kamu lakukan?
"Aku akan membunuhnya... Demi Gadis itu.. setelah nya Aku akan bunuh diri."
Apa kau yakin? Pilihanmu akan merubah semuanya.
"Ya."
Pergilah.. Aku akan memperbaikimu sedikit.
------------------------------------------------------------------------
Gadis itu terbangun. Dengan cepat ia pun menghindari serangan Berserker. Ia merasa tenaganya pulih sedikit dan dengan cepat tubuhnya pun beregenerasi. Gadis itu bangkit dan memukul Berserker hingga menabrak sebuah dinding.
"Berserker. Maaf membuatmu menunggu, Aku tidak akan menyerah semudah itu. Selamat tinggal."
__ADS_1
Matanya pun berubah menjadi kuning bercahaya dan tubuhnya pun mengeluarkan cahaya kecil. Seketika, asap merah tadi pun perlahan menghilang digantikan dengan cahaya yang semakin lama semakin terang dan terasa panas. Ia lalu mengarahkan tangan kanannya kedepan disertai dengan segel putih yang menjalar hingga ke ujung jari.
"Sun Ring."
Wuss
Dengan cepat serangan yang berbentuk cincin tersebut melesat dan berhasil memotong tubuh Berserker. Tubuhnya pun berubah menjadi abu dan menghilang. Asap dan Barrier juga perlahan mulai memudar. Gadis itu pun terduduk lemas. Tubuhnya secara perlahan mulai menghilang.
"Aku melebihi batas..."
Ia lalu berjalan perlahan perlahan mendekati Gadis yang tengah terbaring di pelindungnya. Tampa terasa, air mata pun menetes dan Ia segera masuk untuk memeluk Gadis itu.
"Maaf.. Aku lemah. Aku terlambat. Maafkan Aku."
Ia lalu melihat tubuh Gadis itu yang hampir sembuh total. Ia lalu memastikan bahwa tidak ada warga yang datang ketempat ini.
Sepertinya Barrier tadi mencegah semua yang ada di dalam untuk keluar dan mencegah ada yang masuk. Mungkin?
Ia lalu merebahkan dirinya disamping Gadis itu dan bersandar di pundaknya.
"Sepertinya.. Hanya pingsan.. Aku akan menunggu. Yang Mulia untuk tersadar."
Tampa sadar ia tertidur dengan menggenggam tangan Gadis itu.
------------------------------------------------------------------------
Aku perlahan mulai membuka mata dan mendapati tubuhku kembali seperti sedia kala. Aku melihat seorang Gadis yang bersandar dipundakku dan kami dilindungi oleh sebuah lingkaran aneh. Aku juga melihat sekeliling, melihat apa yang terjadi selama Aku pingsan tadi.
Oke keinginan ku terkabul, Hidupku sekarang tidak akan bosan lagi.
Aku memperhatikan Gadis itu sekali lagi, nampaknya ia masih hidup walau tubuhnya memudar seperti mau menghilang. Dengan hanya melihat sekeliling, Aku bisa memperkirakan pertarungan tadi seperti apa. Sepertinya Gadis ini tidak akan mati, mengingat ia berada di dalam lingkaran ini.
Aku lalu menggerakkan tubuhku secara perlahan untuk melihat seberapa bagusnya pelindung yang telah dibuat. Hasilnya lumayan bagus, ia pasti hampir menggunakan semua tenaganya untuk membuat ini.
Gadis itu masih tertidur. Nampaknya pertarungan tadi lumayan menguras tenaganya. Mungkin monsternya yang kuat atau dia yang lemah? Aku terdiam sesaat, memikirkan semua yang terjadi. Aku mulai berfikir.
Ini hanya awalnya saja, kedepannya bakal lebih dari ini. Kalau tadi aja Aku dan bahkan Gadis ini tidak mampu menghadapinya, apa Aku masih hidup kedepannya?
Banyak pertanyaan yang bersarang di otakku. Aku memutuskan untuk bertanya kepada Gadis itu setelah dia bangun. Namun, Aku tidak boleh menanyakan semua yang ada di pikiranku. Semuanya butuh proses dan Aku harus bersabar untuk itu. Lagi pula, Aku belum bisa mempercayainya.
Beberapa menit kemudian, Gadis itu pun terbangun dari tidurnya.
"Halo, kita ketemu lagi."
Gadis itu nampak terdiam sesaat. Ia lalu kaget dan bersujud di depanku.
Refleknya lambat
"Maafkan Aku. Aku terlambat."
"Eh!? Tidak usah dipikirkan. Lagi pula kamu sudah datang kan?"
"Ah... tidak.. Aku salah."
"Berhenti berucap!"
Ia nampak kaget dengan ucapanku. Ia lantas mengangkat kepalanya dan melihatku dengan tatapan tidak percaya. Namun sesaat, ia pun menangis sambil bersujud kembali. Aku yang masih belum paham pun meminta penjelasan.
"Apa ucapanku salah? Aku hanya mengucapkan kenyataan."
"Eh.. bukan itu.. Saya hanya tak menyangka.. akan ketemu Yang Mulia disini.."
Ia lalu menangis terharu.
Wait.. What? Aku apa**?
"Apa yang mendasari kamu bilang kayak gitu dan jangan pakai bahasa formal!"
Gadis itu menganggukkan kepala. Sebelum menceritakan semuanya, ia berdiri dan berjalan menjauh. Aku merasakan aura kehangatan dari dirinya. Ia lalu berbalik dan tersenyum kearahku.
"Selama ribuan tahun, Aku terus mencari Yang Mulia. Selamat atas kelahiranmu. Aku akan menceritakan semua yang ku ketahui, tapi tidak disini. Kuharap, Yang Mulia telah siap."
Ia lalu berjalan mendekat dan mengulurkan tangannya.
"Apa Yang Mulia menerima atau menolaknya?"
Aku tersenyum dan menyambut tangannya itu.
__ADS_1
------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa di rate, like, comment dan share yah. >_<