
Chapter 17
.
.
.
.
Naruko senang karena akhirnya ia tinggal di rumahnya sendiri. Tapi, yang tak membuat senang adalah kata-kata ayah dan ibunya ketika keluarga Uchiha pulang.
'Perjodohan mu dan Sasuke kami akhiri sampai sini. Dan ayah tidak enak hati dengan Fugaku, jika semua ini berlanjut lagi maka akan menjadi masalah untuk masa depan mu dan Sasuke.'
Semua ini seperti sudah direncanakan pikirannya Naruko menerka-nerka karena Anbu sudah memindahkan barang-barang milik Naruko yang sebelumnya ada di rumah Sasuke.
Murung- mengurung diri di kamar. Memeluk kedua kakinya sendiri sembari duduk diatas ranjang sambil bersandar di tembok. Menatap kasur dengan kedua matanya yang kalut.
"Kalau ujungnya seperti ini harusnya ayah tidak menjodohkan ku," gumam Naruko dibarengi mendepak guling yang ada dihadapannya. Dia tak terima dengan hal aneh seperti ini dan kenapa harus batal ketika ia merasakan nyaman?
Ayahnya seperti orang plin-plan saja? Percuma juga ia harus tinggal bersama Sasuke sampai lima tahun kalau begini jadinya?
Hanya Kurama tempatnya mengadu. Naruko banyak bertanya pada Kurama, yang mencoba mencarikan jawaban dari segala pertanyaan Naruko.
"Kurama, kau ikut kesal juga kan pada Ayahku?"
"Tidak juga dan tak ada alasannya untukku kesal terhadap Minato," balas Kurama.
"Aish, kau harusnya ikut kesal!"
"Ya ampun Naru, apa kau marah? Sampai membentak begitu?"
"YA!"
Naruko sangking kesalnya ia menendang-nendang kaki depan Kurama. Kurama menghela nafasnya sendiri karena seperti apapun ia menjawab dengan benar hanyalah amukan tak jelas Naruko lah yang dia dapatkan.
Marah dengan keputusan tiba-tiba ini. Dan kenapa Itachi yang ikut bergabung dengan diskusi itu, hanya diam tak protes dengan masalah ini?
Naruko mengigit bantal yang ada disebelahnya, ia kesal sampai ingin mengamuk di kamar dan menghancurkan seisi kamarnya?
"Kalau seperti inikan aku akan jarang melihat Sasuke ...," kata Naruko sekaligus menutup wajahnya dengan bantal yang ia pegang.
Ketika batinnya menyebut nama 'Sasuke,' ada rasa ngilu yang aneh ia rasakan dalam dadanya? Perasaan sedih karena mulai besok semua akan berbeda ketika hari-harinya bersama Sasuke sudah tidak ada lagi.
Bagaimana ia harus menghadapi kesehariannya tanpa Sasuke? Naruko jadi teringat kebiasaan iseng Sasuke, yang suka main memeluk nya?
Memang awalnya Naruko sangat risih dengan kebiasaan Sasuke yang suka main peluk. Ketika Sasuke tidak melakukan kebiasaan itu ketika itu juga Naruko merasa ada yang kurang?
"Pasti nanti aku akan kangen dengan kebiasaannya ...." Kedua lengan bertumpu di lutut sambil menyembunyikan wajahnya. Bulir airnya menetes satu demi satu seperti tanda hujan deras akan datang.
.
.
.
.
"Sasuke!?"
__ADS_1
"Apa!"
Itachi memanggil dengan nada tinggi. Sasuke menjawab dengan emosinya. Keluar rumah dengan cara yang tidak sopan ditambah lagi ia marah dengan ayahnya sendiri? Ketika Fugaku bertanya apa penyebab kemarahannya Sasuke. Sasuke enggan menjawab mana mungkin ia memberitahu ayahnya kalau ia mencintai Naruko?
Tidak ada yang boleh tahu kecuali Naruko itu sendiri. Sasuke dan Naruko memanglah sama-sama tidak bisa melontarkan kalimat cinta dan itulah kelemahan mereka berdua.
"Sasuke, kau mau kemana ini sudah malam?"
"Hn, itu urusanku mau kemampuan kau tidak perlu tau."
"Berbalik dan tatap kakakmu ini kalau bicara."
"Aku minta tolong berhentilah mengikutiku!"
"Tapi, kau harus jelaskan dulu ke kakakmu ini, apa alasanmu marah pada Ayah?"
"Hn, apa aku harus menjelaskan pada kakakku yang terkenal pintar."
"Dasar kau ini. Sepintar-pintarnya kakakmu ini tak akan tau perasaan milik oranglain," ujar Itachi menjawab.
"Hn ...."
Sasuke berlalu pergi meninggalkan kakaknya. Itachi hanya bisa tersenyum melihat kepergian adiknya yang sebenarnya Itachi tahu apa yang sedang Sasuke alami dan rasakan.
Malam semakin larut. Sasuke melihat rumah yang lampunya sebagian sudah dimatikan. Dibalik jendela kaca, ia melihat yang sedang tertidur pulas. ingin rasanya ia berkata aku datang malam ini untukmu.
.
.
.
.
Sasuke dan Naruko sangat ingin saling bertemu. Bagaimana cara mereka bertemu dan apa nanti alasannya ketika ditanya ada keperluan apa? Mereka sudah tak terikat dengan perjodohan, itu juga penyebab keraguannya datang.
Naruko dulu pasti mudah asal datang dan menyapa riang seperti tak ada masalah apapun dalam hidupnya. Tapi, kini ada perasaan yang berbeda sampai memikirkannya saja bisa membuatnya terserang penyakit jantungan tiba-tiba!
Naruko yang tidak pernah memikirkan apa yang terjadi sebelum bertindak pun kini bisa ragu dalam tindakannya. Cintanya menyuruhnya agar tidak asal-asalan melangkah sampai bisa menyebabkan masalah nantinya.
Rasanya ingin menangis tapi ia tak bisa menangis. Sudah dari pagi sampai siang ia menangis dibalik selimut. Rasa rindu melanda, kegalauan menyiksa batinnya.
Dia ingin sekali berlari dan memeluk erat seseorang yang ada dalam pikirannya sekarang. Tetapi ia takut dianggap aneh karena melakukan itu dan diledek suka main peluk?
Oh ya ampun dia memikirkan hal yang tak penting dalam kepalanya. Lagipula mana mungkin kata-kata ejekan itu akan berbalik mengenai si Naru yang jadi cengeng sekarang?
Mandi dan sarapan terasa malas karena paksaan ia menurut dan berujung kembali ke kamar menutup dirinya didalam selimut lagi. Ibunya mengerti sekarang bahwa putrinya sedang dilanda cinta?
"Huaaa! Aku tidak tahan lagi! Aku ingin bertemu, Sasuke!"
Ditengah malam ia meracau sendiri seakan esok dunia akan kiamat dan tak akan bisa melihat Sasuke selamanya. Kabur dari jendela dan berlari pergi walau hanya memakai piyama berwarna biru muda dengan motif beruang-beruang kecil menghiasi piyama biru mudanya. Ditambah lagi ia tidak memakai alas kaki. Naruko seperti lupa segalanya, karena yang terpenting bagi Naruko sekarang adalah untuk menemui Sasuke.
Dia ingin sekali menendang Sasuke yang tak pernah datang kerumahnya walaupun mampir untuk meledeknya karena kerjaannya hanya tidur?
Berhenti berlari karena melihat seseorang yang tak jauh dari hadapannya. Sasuke selama seminggu ini terus melihat Naruko yang sedang tertidur dari balik kaca jendela kamar setiap tengah malam dan berkata rindu, biarpun Naruko tak akan bisa mendengar suaranya dari balik kaca jendela kamar.
"Hn, kau mau kemana malam-malam?"
"Ak-aku cari angin," balas Naruko asal menjawab dengan awal yang canggung.
__ADS_1
Diatas atap rumah yang bersebelahan mereka saling melihat dan bertanya. Naruko ragu-ragu untuk melangkah-mendekat. Sasuke melangkah mendekati Naruko. Dia menyebrang ke atap rumah sebelah yang Naruko pijak.
"Hn, cepat pulang. Ini sudah larut."
"Iya, ini baru mau akan pulang," kata Naruko iapun berbalik ingin pergi.
Naruko mengigit bibir bawahnya sendiri, ia hanya diam ragu untuk melangkah pergi. Apa yang harus ia katakan disini sudah ada Sasuke? Naruko ingin mulai dengan candaan tapi ia tiba-tiba seperti lupa cara bercanda? Astaga pikirannya sudah buntu dilanda rindu.
Berbalik memejamkan mata erat dan ia merentangkan tangannya. Sasuke tersenyum karena melihat hal yang aneh?
Apakah Naruko ingin dipeluk Sasuke? Ataukah Naruko sudah mulai gila karena rindu? Yang pasti hanya Naruko lah yang tahu, alasannya sampai bersikap seperti itu.
"Sasuke, aku kangen dipel-, peluk!" Naruko sudah tidak peduli biarpun dianggap aneh diejek menjadi si munafik awalnya tidak mau namun akhirnya ia pun merindukannya.
Pakaian piyama berwarna biru muda dengan motif beruang-beruang kecil menghiasi piyama biru yang Naruko pakai tertiup-tiup oleh sang angin malam.
Sasuke mendekat dan mendekap erat penuh dengan kerinduannya. Baru seminggu saja sudah menyiksa batinnya apalagi jika sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya?
Dengan sigap Naruko membalas dekapan itu dengan pelukan. Kehangatan yang sangat nyaman baru ia sadari kalau pelukan ini yang dahulu membuatnya tak nyaman bahkan bisa senyaman dan sehangat ini?
"Sasuke."
"Hn?"
"Apa aku boleh mengatakan sesuatu?"
"Boleh," balas Sasuke.
"Aku~.... Tidak jadi lupakan saja dan Jangan lepas pelukannya." Naruko ingin mengatakan sesuatu namun ia urungkan.
"Hn ....," jawab Sasuke, yang penasaran dengan apa yang ingin Naruko katakan? Dan sebenarnya Sasuke ingin sekali mengatakan bahwa ia mencintai Naruko. Sayangnya Sasuke hanya bisa membisu dan mengutuk dirinya sendiri karena selalu saja tidak bisa mengutarakan isi hatinya.
Sepoi-sepoi angin malam yang dingin menyuruh mereka agar lebih lama seperti itu. Itachi yang mengikuti Sasuke secara diam-diam. Itachi tersenyum bahagia karena inilah yang ia harapkan dari dulu.
Itachi tidak rela jika adiknya dan Naruko yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri pada akhirnya berpisah.
Itachi yang sempat berdebat dengan ayahnya kemarin. Dan akhirnya Itachi tahu bahwa ini adalah rencana ayahnya yang berharap dengan ini pula hubungan Sasuke dan Naruko bisa lebih dekat bahkan sampai menyatakan cinta.
.
.
.
.
Next Chapter 18.
Note : Astaga ternyata udah direncanakan toh? Fugaku, ternyata mikirin cara begini ya? Sempat-sempatnya mikir rencana biar Sasuke ma Naruko saling cinta.
Maklumi Naruko ma masih polos. Sampe kayak gitu juga kabur cuma pake piyama kena efek cinta pertama. Makannya sampe nekat gitu, bukannya gila loh hehehe.... Cuma gila cinta :v
Kira-kira Naruko dah ngerti cinta, belum ya? Astaga Naruko umur 21 tahun mungkinkah belum ngerti cinta? Belum paham cinta? Sampai kapankah tak pekanya dan lemotnya, Naruko akan berlanjut?
(-_-)? Tunggu lanjutannya mungkin di lanjutan bagian lainnya baru si lemot ini akan peka (>.<)! Tapi kapan!?
(°_°)? Mungkin ini salah Author juga yang dah terlanjur setting sifat Naruko jadi gak tentu, plus lemot plus gaje plus ngamukan plus membingungkan maklum anak perempuan :v
(\=_\=) Tapi, bukan Naruko yang salah sepenuhnya, dia kan cewek? Masa nembak cowok (>.<) Sasuke ayo ungkapin isi hatimu! Kalau gak gitu gak akan selesai ni ceritanya!! Naruko tu gak tau pa-apa alias gak tau soal cinta palagi bercinta :v
__ADS_1
(>.<) Anak perawan soalnya hahahaha......
(*.*) Kelewatan perawan sampe kayak gini polos kebablasan!