

Chapter 7
.
.
.
.
Tertawa terbahak-bahak ketika ia melemparkan sesuatu semacam bola berwarna putih. Suara ledakannya sangat dahsyat ketika bola itu menghantam benda disekitarnya- pohon, tanah, batu.
Duaaar! Duaar!
"Hahahaha... Payah sekali! Kalian bukan apa dibandingkan dengan dia!"
[ Sharingan ]
Sasuke menghindari ledakan yang dibuat oleh Deidara. Mencari semacam celah agar Sasuke dapat dengan mudah mengalahkan Deidara. Sakura diikuti Sai yang mencoba kesempatan membuat serangan balik sekaligus membantu Sasuke agar mendapatkan celah yang ia cari.
Mata merah kebanggaan klan Uchiha itu bukanlah hanya hiasan saja! Mata itu sangatlah kuat jika Sasuke semakin mengasah kemampuan matanya.
"Sasuke!"
Sakura berteriak sangat nyaring agar Sasuke berhati-hati dengan segala serangan brutal Deidara, yang asal-asalan melempar yang ia beri'nama 'bom' gumpalan tanah liat khusus memiliki daya ledakan area yang luas!
Sai dengan sigap membuat lukisan hidup- burung iblis yang menyerang Deidara. Dengan mudah Deidara menghancurkan ciptaan Sai itu.
Sasuke memanglah kuat dibandingkan dengan Sai dan Sakura. Namun Sasuke cukup tak berdaya melawan Deidara yang bangga oleh serangan gila-gilaan yang ia buat.
"Hahaha..., apa cuma segini saja yang kalian bisa lakukan untuk melawanku? Ayolah jangan buat aku nangis karena kelemahan kalian bertiga!" Deidara mengomel tidak jelas, ia menghina secara langsung.
Sreeeeeetttt!
"Hah!"
Semacam tali yang kuat entah sejak kapan mengikat tubuh Deidara. Dari atas terlihat sosok seseorang yang menatap tajam dengan kedua mata merah yang menyala. [ Chidori ] Sasuke menusuk perut Deidara dengan tangan, ( tangan kiri ) yang diselimuti oleh kilatan petir. Mata Sasuke melihat kejadian yang tak terduga karena gumpalan tanah liat melindungi area perut Deidara.
"Aduh, hampir saja aku mati ya?" Deidara tersenyum puas dengan trik kuno andalannya.
Dakh!
Sasuke terpental jauh mendarat ke arah pepohonan. Sakura dengan cepat tanpa berpikir panjang ia melesat menuju arah Sasuke. Kecepatan berlari yang luar biasa itu sampai membuat Deidara bersiul riang memuji kekuatan fisik Sakura.
__ADS_1
"Sasuke!"
"Sakura! Sial, dia terlalu ceroboh." Sai menatap tajam kearah Deidara yang membalas tatapannya.
"Cih!"
Sasuke menepis tangan Sakura, yang mencoba membantu Sasuke untuk berdiri. Sasuke melihat kebelakang ia cemas dengan Naruko yang sedang melawan seseorang setara dengan si pirang itu sendirian.
"Sasuke tunggu sebentar aku akan menyembuhkan lukamu!"
"Hn, cepatlah."
Sasuke menerima luka di tangan kirinya yang lebih dulu menghantam tanah dan pohon agar ia dapat mencegah hal buruk yang akan ia dapatkan jika tidak waspada.
Sai tergeletak di tanah, ia dalam keadaan terpojok. Bayangkan saja Sasuke bisa kalah dengan mudah apalagi Sai yang dibawahnya Sasuke?
( Segi kemampuan. )
"Aduh, mudah sekali dan pastinya kau yang paling lemah ya?"
"Sial," Sai bergumam dan mencoba bangkit untuk melanjutkan pertarungan yang tidak seimbang itu.
"Aku memang paling lemah di tim ini, tapi selemah apapun diriku tak akan mati melawan orang sepertimu!"
"Ohh, ya apa begitu?"
Sosok yang tak asing bagi Deidara, melesat tidak jauh dari tempatnya bertarung. Pria berambut merah tepatnya Sasori benar-benar hampir tak bisa dianggap baik-baik saja dilihat dari kondisi tubuh yang seperti boneka setengah hancur.
"Tuan Sasori!"
"Kau lebih baik menyerah saja dan beritahu aku dimana pemimpin kalian berdua!"
Naruko yang sangat geram dengan Sasori. Deidara mendecih kesal seketika itu melepaskan tembakan dengan bola yang ia pegang. Naruko dengan cepat melesat kearah Deidara yang langsung tergenggam oleh semacam tangan besar- lengan chakra bijuu.
"Akhh! Lepaskan aku dasar kau anjing betina!"
Greeegh!
Genggam semakin kuat, mata merah seperti hewan buas dengan pupil yang semakin menyempit. Aura aliran chakra berwarna oranye yang terang semakin menunjukkan sinar terangnya.
"Kau ini juga keras kepala! Kau itu sudah kalah berkali-kali melawanku!"
Sasori menatap tajam dan melesat menyerang Naruko dari belakang, alhasil Sasori ikut terjebak dengan genggam Naruko. Sesuatu yang menyerupai tangan itu adalah hasil dari aliran chakra milik Naruko dan Kurama ketika bekerja sama.
Sasuke yang melihat kejadian itu, dia langsung menerima hentakkan keras dalam hatinya. Dia melihat Naruko menjadi sosok yang berbeda apakah itu kemampuan yang selalu dibicarakan itu? Naruko putri Hokage keempat, yang memiliki kekuatan yang besar sampai ada yang bilang bahwa kekuatan yang Naruko miliki melebihi sang Hokage.
__ADS_1
"Dunia yang baru... Aku akan menciptakan suasana yang nyaman untuk semuanya!"
"Diam! Kau ini sedang bicara apa!? Kau tidak punya hak bicara sok baik seperti itu! Kau yang sudah membunuh orang-orang yang tak berdosa!"
Deg!
Tepat sasaran ucapan Naruko yang berdampak dalam batin Sasori, bertanya dengan dirinya sendiri.
Dia mengingat-ingat apa saja yang ia lakukan dan tidak bisa dipungkiri kematian yang tidak taat kepada Akatsuki akan dibunuhnya.
"Mereka hanyalah langkah awal kami."
"Tuan Sasori, anda tidak perlu menjelaskan bahwa dunia ini sudah tidak layak lagi!" Deidara berteriak seketika itu juga.
"Dengan cara membunuh orang-orang yang menciptakan pertarungan sebagai contohnya kalian para Shinobi, yang seharusnya tidak ada di dunia ini, akan damai tanpa hadirnya kalian," tambah kata Sasori menjelaskan.
"Kalian benar-benar aneh! Shinobi ada untuk melindungi bukan untuk menciptakan permusuhan apalagi sampai membuat pertempuran seperti katamu barusan!"
Naruko sebenarnya hanya tahu bahwa Shinobi membantu seseorang dan kadang menjalankan misi ringan sampai-sampai mencari seekor kucing milik seorang nenek.
Duaaark!
Sasori dan Deidara ditekan menghantam tanah. Naruko mengeraskan genggamannya dari tangan besar aliran chakra. Kurama menatap intens kedua anggota Akatsuki itu. Kurama tahu bahwa Shinobi yang paling banyak digunakan oleh orang untuk menjalankan misi kebanyakan saling bertarung bahkan membunuh rekan tim mereka jika itu diperlukan dalam misi.
Naruko hanyalah gadis polos dimana yang sebenarnya belum Naruko ketahui contohnya, pertempuran dimasa lalu.
"Kurama, ayo kita habisi mereka berdua!"
"...."
"Kurama?"
Tanpa basa-basi Naruko menggenggam erat meremukkan tubuh kedua anggota Akatsuki itu. Kurama yang diam mengalihkan jumlah chakra yang besar ke dalam tubuh Naruko.
Kematian yang singkat dalam sekejap mata. Naruko melihat Sasori yang hampir tak berbentuk lagi. Dia teringat pertarungan ketika melawan Sasori.
Penjelasan Sasori yang Naruko pikiran tidak masuk akal dengan cara mencari perdamaian merubah dunia jika perlu memusnahkan Shinobi. Mana mungkin Naruko bisa menahan emosi lebih lama jika itu menyangkut nyawa seseorang.
Naruko mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Sasuke, Sai dan Sakura mendekat kearahnya. Naruko tidak salah dalam bertindak dan keyakinan adalah senjatanya.
.
.
.
__ADS_1
.
Next Chapter 8