
Chapter 27
.
.
.
.
Hembusan angin menerpa, menyisir rambut hitam Sasuke. Memandang indahnya langit yang berwarna oranye karena sinar matahari yang akan terbenam. Berada di kapal yang seperti kapal bajak laut yang melayang di udara sangatlah aneh baginya untuk pertama kali mengalami hal yang tidak bisa dimasukkan dalam akal sehatnya Sasuke.
Sinyal di Smartphone menunjukkan bahwa ia tak akan bisa menelpon sang istri yang entah sedang apa ia sekarang ini. Mungkin ia sedang marah atau merenung bahkan bisa saja menangis? Sekilas banyak yang Sasuke pikiran sekarang.
Belum apa-apa Sasuke sudah lemas karena banyak sekali pikirannya tak menentu dan berat sekali untuk pergi, tapi ini adalah misi yang harus ia jalani sebagai Shinobi dari Konoha.
Itachi menghampiri Sasuke yang melamun begitu dalam sampai tak sadar keberadaan Itachi sejak tadi terus memperhatikan kegalauannya Sasuke. Kakashi dan Yamato yang sedang mengobrol bersama salah satu kru kapal. Mereka berdua bertanya mengenai Kingdom, sebenarnya seperti apa kota itu dan apakah kapal yang mereka tumpangi ini bagian dari teknologi kota Kingdom?
Kingdom yang berarti kerajaan yang tak diketahui oleh Kakashi dan timnya. Mereka malah seperti orang bodoh jika bertanya apa arti nama dari Kingdom?
Langit mulai menghitam menandakan malam akan datang diikuti bintang mulai terlihat jelas menunjukkan sisi gemerlapnya.
Disisi lain seorang yang Sasuke pikirkan sedang melamunkannya dari jendela kamar dengan perasaan rindu yang dalam.
Ini belum ada satu hari, tapi Naruko merasa akan lama sekali mereka berdua bisa bertemu lagi. Layar smartphone terpampang foto pria yang tampan, ia adalah suami yang sangat mesum, tapi penuh perhatian.
Andai Naruko tidak hamil pasti akan bisa ikut dalam misi kali ini. Tinggal membujuk ayahnya pasti semua berjalan lancar. Naruko terlihat sedih ketika smartphone miliknya tak bisa digunakan untuk menghubungi Sasuke. Apa mungkin Sasuke mematikan handphone nya atau dia sedang meninggalkan handphone nya atau kah handphone Sasuke hilang terus tak bisa dihubungi?
( Note : Sabar Naru, Sasuke lagi diluar jangkauan! )
Tok...tok...
Ketukan pintu kamar terdengar samar-samar, tapi mampu Naruko dengar dengan jelas. Ketika ia membuka pintu sosok seorang ibu yang selalu ada untuknya kini menemaninya hingga sang suami pulang dari misi.
"Bu,"
__ADS_1
Kushina mengelus kepala Naruko. Kushina merasa kasihan terhadap putrinya yang terus saja bersedih sejak Sasuke meninggalkan Konoha. Naruko yang selalu ceria untuk kali ini ia menjadi mudah sekali menangis. Sekuat-kuatnya Naruko, ternyata dia bisa bertingkah seperti wanita biasa juga.
"Sudahlah Naru, kau sabar ya sayang. Nanti juga Sasuke akan kembali. Kau jangan seperti ini terus kasihan kan cucu ibu nanti."
"Hiks... Iya Bu," balas Naruko.
Naruko memeluk Kushina secara tiba-tiba, ia menangis tersedu-sedu ketika memeluk.
"Hiks.... Bu, Sasuke berbohong padaku. Dia bilang cuma dua Minggu padahal dua bulan dua Minggu! Hiks.. Sasuke, sangat bodoh."
Respon Kushina hanya mengelus punggung Naruko sembari menasehati agar lebih bersabar mungkin Sasuke punya alasan kenapa sampai berbohong seperti itu. Naruko tidak peduli apa alasanya, intinya dia telah dibohongi suaminya sendiri.
.
.
.
.
Di desa dekat perbatasan Kingdom telah dilanda banjir. Bukan bencana banjir karena air menghanyutkan sebuah desa. Tapi, banjir penyerangan sosok mayat hidup yang berjumlah ratusan bahkan hampir ribuan.
Setiap pergantian musim gugur ke musim dingin selalu ada desa yang diserang. Rasa lapar para mayat hidup yang tak ada habisnya memandang manusia hanyalah santapan nikmat untuk mereka.
Pasukan dikirim untuk menyelamatkan desa tersebut dengan harapan masih sempat untuk menolong rakyat yang masih selamat/tersisa dalam banjir kali ini.
Kali ini sang raja berharap ada banyak perubahan karena telah ada pahlawan baru di kerajaannya. Pahlawan itu adalah Abelia Victor yang dulunya adalah petualang
rank A. Dan sekarang menjabat sebagai kesatria kerajaan, walaupun ia hanya gadis remaja 16 tahun, tapi kemampuannya tidak bisa dianggap remeh. Sejak usia 12 saat baru menjadi petualangan, Abelia sudah bisa mencegah penyerangan monster di desa kecil tak jauh dari Kingdom. Penyerangan goblin yang besar-besaran kala itu bisa Abelia atasi bersama anggota tim/party-nya yang bernama Kruxen/harapan.
( Note : Kruxen artinya harapan. Nama Kruxen author karang aja hahaha... )
Abelia Victor yang lahir di desa kecil anak dari dua petualang rank B. Dia dari usia 8 tahun harus menerima kehidupan pahit karena kematian kedua orangtuanya ketika desa Kuchura/desa embun, diratakan oleh penyerangan awal raja iblis bernama Damon. Abelia berhenti menjadi petualangan karena anggota kruxen telah musnah karena kegagalannya memimpin anggota ketika melawan sang raja iblis. Dan ia kini sendiri memilih menjadi bawahan kerajaan sebagai pilihan terbaik. Abelia tidak ingin menjadi petualangan dan menyaksikan anggota timnya mati sia-sia karenanya.
Walaupun anggotanya hanya terdiri dari lima orang, tapi dengan ke-lima sahabatnya itulah ia bisa menjadi petualangan rank A yang berakhir dengan kegagalan. Satu tahun berlalu itu belum cukup untuk menyembuhkan luka dalam hatinya kecuali ia bisa membunuh raja iblis dengan tangannya sendiri.
__ADS_1
Mayat hidup bukanlah ancaman besar jika sekala kecil tapi beda ceritanya jika sekala besar mereka bisa meratakan desa dengan jangka waktu 4 jam. Abelia hanya bisa menyaksikan para bawahannya sedang bertempur. Disamping Abelia adalah seorang pria dewasa berumur 34 tahun bernama Marduk.
Marduk yang menjabat sebagai tangan kanan sekaligus penyusun strategi bagi kerajaan.
"Rencana kita berhasil," kata Abelia.
"Apa kau puas dengan rencana ku kali ini, Lia?"
"Hmm, lumayan."
Dalam waktu 2 jam misi Abelia selesai dengan mudah walaupun ada korban jiwa yang tak bisa dihindari seperti kematian warga sipil dan pasukan miliknya.
Kembali ke tenda dan menulis laporan yang sekarang, Abelia kerjakan. Dia melirik smartphone miliknya, disana tertulis pesan ia harus menyambut kedatangan seseorang yang penting dan ini juga menyangkut dengan penyerangan raja iblis dimasa depan.
Abelia rasanya ingin tertawa ketika ia membaca pesan mungkin dengan bantuan salah satu dari anggota penting itu, Kingdom bisa merasa lega bisa membunuh raja iblis.
Abelia berpikir itu adalah hal yang paling bodoh bagaimana bisa para petinggi kerajaan berharap kepada seorang yang jauh. Kruxen yang terdiri dari petualang paling kuat di Kingdom pun bisa mati dengan mudah, ia selamat pun karena pengorbanan sahabatnya.
"Jika benar ada orang yang bisa melebihi aku, dan para sahabatku. Dan dia bisa membantu ku mengalahkan Damon. Aku rela menjadi budaknya. Haah~, omongkosong mana ada orang yang lebih kuat dariku dan teman-teman ku," gumam Abelia sembari bersiap untuk beristirahat.
.
.
.
.
**Next Chapter 28.
Note : Abelia dkk cuma karangan author aja mohon maaf kalau konyol cerita abad pertengahan campur modern hehe...
Abelia itu kuat cuma ya nasibnya aja yang naas. Namanya aja takdir biarpun kuat kalau takdirnya pahit ya pahit kan?
Yups moga aja Sasuke, gak kelamaan jalanin misi tar Naruko keburu gila hahahah....
__ADS_1
Tunggu aja bagian chapter selanjutnya ya**!!